Please wait...

IMG-LOGO
Sep 03, 2026 | 47

Gout (Asam Urat)-2026

Gout (Asam Urat): Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pantangan Makanan, dan Cara Mencegahnya| Keapotek


 

Asam urat adalah bentuk artritis yang menyebabkan nyeri, peradangan, kemerahan, dan kekakuan pada satu atau lebih sendi. Obat ini sebagian besar memengaruhi sendi di jempol kaki dan dapat menyebar ke sendi lain seiring waktu.

 

Memahami Gout dan Hiperurisemia

 

Gout terjadi ketika kristal asam urat menumpuk di dalam atau sekitar sendi. Kondisi kadar asam urat tinggi disebut hiperurisemia, tetapi tidak semua orang dengan hiperurisemia mengalami gout. Faktor genetik, fungsi Ginjal, pola makan , Berat badan, alkohol , dan obat tertentu dapat memengaruhi risiko.

 

Penyebab Asam Urat

 

Penumpukan asam urat menyebabkan asam urat. Asam urat adalah limbah alami yang dibuat ketika tubuh mencerna dan memecah makanan yang di konsumsi.

Biasanya, ginjal menyaring asam urat yang berlebih. Namun, beberapa faktor risiko membuat asam urat ekstra sulit keluar dari tubuh. Akhirnya, ini menciptakan kristal asam urat di sendi dan memicu serangan asam urat.

 

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan Asam Urat

 

Siapa saja bisa mengalami asam urat, tetapi beberapa orang mungkin berisiko lebih tinggi.

Faktor risiko asam urat meliputi:

 

 

Gejala Umum Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

 

Kebanyakan orang dengan terlalu banyak asam urat dalam darah mereka dapat mengalami asam urat.

Gejala asam urat cenderung muncul secara tiba-tiba dan dapat meliputi:

 

  • Nyeri yang bertahan lama yang mungkin terasa lebih intens di malam hari
  • Sensitivitas di dekat sendi yang terkena
  • Nyeri sendi mendadak
  • Pembengkakan atau kemerahan pada sendi yang terkena
  • Kulit  di dekat sendi yang terkena terasa hangat saat disentuh

 

Asam urat bisa berkembang di sendi mana pun. Gejala di jempol kaki, kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan buku jari lebih umum mungkin lebih umum.

 

Ciri Serangan Gout

 

Serangan gout dapat muncul sangat cepat, sering pada malam hari, dan biasanya mengenai satu sendi pada awalnya. Sentuhan ringan sekalipun dapat terasa sangat nyeri. Setelah serangan mereda, seseorang dapat kembali tanpa gejala untuk sementara, tetapi kristal tetap dapat menumpuk jika kadar urat tidak dikendalikan. dapat muncul di bawah kulit atau sekitar sendi pada penyakit yang sudah berlangsung lama.

 

Langkah-langkah Konfirmasi Diagnosis

 

Periksakan ke dokter jika mengalami flare gout. Mereka kemungkinan akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat merujuk ke ahli reumatologi (spesialis sendi, otot, dan tulang).

Seorang dokter juga dapat memerintahkan satu atau lebih tes diagnostik untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, seperti:

 

Tabel Pemeriksaan Gout





 

  • Tes cairan sendi: Menggunakan jarum untuk mengambil sampel cairan sinovial (cairan yang terletak di antara sendi) guna memeriksa kristal asam urat

 

Temuan kristal monosodium urat dalam cairan sendi

 

 sangat membantu memastikan gout. Pemeriksaan ini juga penting karena infeksi sendi dapat menimbulkan nyeri, panas, kemerahan, dan pembengkakan yang mirip dengan gout.

 

  • X-ray: Mengidentifikasi tingkat kerusakan sendi, memeriksa peradangan, dan menyingkirkan penyebab lain
  •  
  • USG : Mendeteksi kristal asam urat dan dapat mendiagnosis asam urat tophaceous (tophi) (komplikasi asam urat stadium akhir yang langka)
  • Urinalisis: Memeriksa urin untuk memeriksa komplikasi darah dan ginjal
  •  

Kapan Harus Menemui Dokter?

 

Gejala asam urat hanya aktif saat flare. Sebaiknya konsultasi ke dokter saat mengalami flare untuk diagnosis yang akurat.

 

Pilihan pengobatan

 

Memulai pengobatan lebih awal dapat mencegah komplikasi dan memperbaiki gejala. Tidak ada obat untuk asam urat, jadi tujuan pengobatan adalah menurunkan kadar asam urat dalam darah, memperbaiki gejala, dan mencegah flare di masa depan.

 

Tujuan Pengobatan Gout Jangka Pendek dan Jangka Panjang

 

Penanganan serangan akut bertujuan mengendalikan nyeri dan peradangan. Pada pasien yang memenuhi indikasi, terapi penurun urat digunakan untuk mengurangi cadangan kristal dan mencegah serangan berikutnya.

Pendekatan treat-to-target

menggunakan pemeriksaan kadar urat secara berkala untuk menyesuaikan terapi. Pedoman American College of Rheumatology merekomendasikan target serum urat di bawah 6 mg/dL bagi pasien yang menjalani terapi penurun urat.

Mengelola asam urat dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan, seperti:

 

  • Oleskan es pada sendi yang terkena.
  • Kurangi asupan alkohol.
  • Minum lebih banyak air.
  • Makanlah diet rendah purin dan gula.
  • Minumlah obat pereda nyeri, seperti anti-inflamasi non-steroid (NSAID). Penyedia layanan kesehatan juga dapat meresepkan anti-inflamasi seperti kolkisin atau kortikosteroid.

 

Obat yang Digunakan Saat Serangan Gout

 

Obat antiinflamasi nonsteroid atau

NSAID seperti ibuprofen dan naproxen

 dapat digunakan pada pasien yang sesuai. Kolkisin merupakan pilihan lain, terutama bila diberikan pada awal serangan. Kortikosteroid dapat dipertimbangkan jika NSAID atau kolkisin tidak sesuai.

Pilihan obat harus mempertimbangkan penyakit ginjal, riwayat tukak lambung, penyakit jantung, penggunaan pengencer darah, dan obat lain. Jangan menggabungkan beberapa NSAID tanpa arahan tenaga kesehatan.

  • Cobalah obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat, seperti Zyloprim (allopurinol), Krystexxa (pegloticase), atau Uloric (febuxostat).

 

Obat Penurun Asam Urat

 

Terapi penurun urat tidak ditujukan untuk menghilangkan nyeri secara cepat.

Allopurinol umumnya menjadi pilihan lini pertama

 untuk terapi penurun urat. Febuxostat merupakan alternatif pada kondisi tertentu, sedangkan pegloticase digunakan untuk gout kronis yang berat dan sulit dikendalikan dengan terapi standar.

Obat penurun urat perlu diminum sesuai jadwal. Pada awal terapi, serangan gout dapat tetap terjadi atau meningkat sementara sehingga dokter dapat memberikan terapi pencegahan peradangan. Jangan menghentikan obat penurun urat sendiri hanya karena nyeri sudah hilang.

  • Selama serangan asam urat berlangsung, hindari aktivitas yang memberikan tekanan pada sendi yang terkena.

 

Cara Mencegah Serangan Asam Urat

 

Pencegahan serangan asam urat pada dasarnya memiliki pendekatan yang serupa dengan langkah-langkah pengobatannya.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serangan asam urat meliputi:

 

·      Pola makan dan Gaya Hidup untuk Mengurangi Kekambuhan

Diet tidak perlu berarti menghilangkan semua makanan yang mengandung purin. Fokus utama adalah membatasi alkohol dan minuman tinggi gula atau fruktosa, serta mengatur porsi daging merah dan jeroan.

Pilih lebih banyak sayuran, buah dalam porsi wajar, biji-bijian, dan sumber protein yang sesuai. Menjaga berat badan secara bertahap dan minum cukup air juga dapat membantu.Penurunan berat   badan sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan melalui diet ekstrem atau puasa berkepanjangan.

 

·      Kurangi makanan yang kaya purin dalam pola makan.

·      Berolahraga secara teratur untuk membantu mengendalikan obesitas dan tekanan darah tinggi.

·      Ikuti rencana pengobatan dan konsumsi obat sesuai dengan resep dokter.

·      Batasi atau hindari alkohol.

 

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

 

Diagnosis dan pengobatan gout sejak dini sangat penting. Gout yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

 

  • Komplikasi pada ginjal: Kristal asam urat dapat menumpuk di ginjal dan menyebabkan BATU GINJAL, yang terjadi pada sekitar 15% penderita gout.
  •  
  • Tofi: Komplikasi yang jarang terjadi ketika penumpukan kristal asam urat dalam jumlah besar membentuk benjolan di bawah kulit . Benjolan ini dapat terasa nyeri dan membengkak saat serangan gout. Dalam beberapa kasus, tofi dapat menyebabkan kerusakan sendi, penekanan saraf, atau infeksi.
  •  

Kapan Harus ke Dokter?

 

Konsultasikan diri ke dokter apabila mengalami nyeri dan pembengkakan sendi yang muncul mendadak, terutama jika ini merupakan serangan pertama. Gejala gout dapat menyerupai kondisi lain, termasuk infeksi sendi, sehingga diagnosis yang tepat penting sebelum menentukan pengobatan.

Pemeriksaan juga diperlukan apabila:

 

·      Serangan gout semakin sering.

·      Nyeri tidak membaik.

·      Muncul benjolan keras di sekitar sendi.

·      Mengalami batu ginjal.

·      Memiliki penyakit ginjal.

·      Mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan kadar urat.

·      Kadar asam urat tetap tinggi meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup.

 

 

Kondisi yang Membutuhkan Pertolongan Medis Segera

 

Nyeri sendi yang disertai demam, menggigil, kondisi tubuh sangat lemah, atau sendi sangat merah dan panas perlu diperiksa segera. Gejala tersebut dapat menyerupai infeksi sendi yang membutuhkan penanganan cepat dan tidak boleh langsung dianggap sebagai gout.

Terutama pada serangan pertama, pemeriksaan dokter penting untuk membedakan gout dari penyebab lain peradangan sendi.

 

 

 

 

FAQ

 

1.   Apakah gout hanya menyerang jempol kaki?

 

Tidak. Gout paling sering menyerang sendi jempol kaki, tetapi juga dapat mengenai pergelangan kaki, lutut, jari tangan, pergelangan tangan, dan sendi lainnya.

 

2.   Apakah gout dapat kambuh setelah gejala menghilang?

 

Ya. Gout dapat kambuh apabila kadar asam urat tetap tinggi dan kristal urat masih menumpuk di dalam tubuh. Pengobatan jangka panjang dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko serangan berulang.

 

3.   Apakah penderita gout harus menghindari semua makanan yang mengandung purin?

 

Tidak harus menghindari seluruh makanan yang mengandung purin. Namun, konsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, terutama jeroan dan beberapa jenis makanan laut, sebaiknya dibatasi sesuai kondisi.

 

4.   Apakah gout dapat menyebabkan kerusakan sendi?

 

Ya. Gout yang tidak terkontrol dan berlangsung lama dapat menyebabkan penumpukan kristal urat atau tofi, yang dapat merusak jaringan dan sendi serta menyebabkan keterbatasan gerak.

 

5.   Apakah stres dan kecemasan dapat memicu asam urat?

 

Stres dan kecemasan dapat memicu flare gout pada beberapa orang. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan asam urat dan akhirnya menyebabkan gejala asam urat.

 

 

Catatan dari Keapotek

 

Gout atau asam urat dapat menyebabkan serangan nyeri dan peradangan sendi yang muncul secara tiba-tiba. Kadar asam urat yang tinggi tidak selalu berarti seseorang mengalami gout, sehingga diagnosis tetap diperlukan, terutama pada serangan pertama. Pemeriksaan yang tepat juga penting untuk membedakan gout dari kondisi lain seperti infeksi sendi.

Penanganan gout tidak hanya bertujuan meredakan nyeri saat serangan, tetapi juga mengendalikan kadar asam urat untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi. Penggunaan obat perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, terutama bila terdapat penyakit ginjal, riwayat gangguan lambung, penyakit jantung, atau penggunaan obat lain. Perubahan pola makan, membatasi alkohol dan minuman tinggi gula, menjaga berat badan, serta mengikuti pengobatan secara teratur dapat membantu mengurangi risiko serangan berulang.

 

Daftar Referensi

 

1.   Health.com — Gout: Symptoms, Causes, and Treatment
https://www.health.com/gout-overview-7506994

2.   Cleveland Clinic — Gout: What It Is, Symptoms & Treatment
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4755-gout

3.   MSD Manuals Consumer Version — Gout
https://www.msdmanuals.com/id/home/gangguan-tulang-sendi-dan-otot/pirai-dan-artritis-kalsium-pirofosfat/pirai

4.   PubMed Central — 2020 American College of Rheumatology Guideline for the Management of Gout
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10563586/

5.   MedlinePlus — Gout
https://medlineplus.gov/ency/article/000422.htm

6.   American College of Rheumatology — Gout
https://rheumatology.org/patients/gout

7.   Arthritis Foundation — Gout
https://www.arthritis.org/diseases/gout

8.   Hiperurisemia (Kadar Asam Urat Tinggi)

https://keapotek.com/Article/Detail/30153/asam-urat

 

 

IncredibleOffers

 

Your Cart

Your basket is empty