Jan 12, 2026
|
846
Bisakah Artritis Memperpendek Rentang Hidup Anda?
Artritis dapat memperpendek rentang hidup? Simak Penjelasannya!
Ada lebih dari 100 jenis artritis. Beberapa
bersifat progresif dan dapat memperpendek rentang hidup, terutama Rheumatoid
arthritis (RA), yang merupakan penyakit autoimun (sistem imun menyerang sel
yang sehat), dan gout, yang dapat mengarah ke komplikasi serius jika
tidak diobati. Artritis sendiri tidak fatal, tetapi
penelitian telah menunjukkan bahwa komplikasi yang mungkin timbul pada kasus
yang lebih parah dapat memperpendek rentang hidup hingga 6 sampai 7 tahun. Ada
banyak cara untuk mengurangi risiko komplikasi dari artritis.
Jenis - Jenis Artritis Yang Dapat
Memengaruhi Rentang Hidup
Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid Arthritis adalah peradangan dan penyakit autoimun yang
terjadi ketika sistem imun tidak bekerja dengan sebagaimana mestinya dan
menyerang lapisan sendi (disebut synovium). Synovium yang meradang akan menjadi
lebih tebal, membuat area sendi terasa sakit dan lunak, terlihat merah dan
bengkak, dan pergerakan sendi mungkin menjadi sulit. RA umumnya menyerang
tangan, lutut dan pergelangan kaki, dan biasanya pada sendi yang sama pada
kedua sisi tubuh. Namun, RA juga dapat menyebabkan masalah pada bagian tubuh lainnya
termasuk mata, jantung dan sistem sirkulasi, dan paru-paru. Oleh karena itu,
penderita RA lebih rentan memiliki penyakit penyerta, yang meningkatkan angka
kematian bahkan saat penyakitnya dalam tahap remisi.
Gout
Gout
merupakan hasil dari terlalu banyak asam urat dalam tubuh (hiperurisemia) dan
membentuk kristal di sekitar sendi, menyebabkan rasa nyeri hebat dan
pembengkakan. Tubuh membentuk asam urat ketika memecah purin, yang ditemukan di
dalam tubuh dan berbagai makanan, seperti daging merah dan hidangan laut jenis
tertentu. Saat asam urat dalam tubuh terlalu banyak, kristal asam urat
(monosodium urate) dapat menumpuk di dalam sendi, cairan, dan jaringan dalam
tubuh. Gout juga berhubungan dengan sejumlah penyakit penyerta
(komorbid), termasuk sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, dan penyakit
ginjal kronis, yang berkontribusi terhadap angka kematian yang lebih tinggi
pada penderita gout.
Psoriatic Arthritis
Psoriatic Arthritis (PsA) adalah bentuk peradangan dari artritis
yang menyerang sekitar 30% penderita gangguan kulit psoriasis. Seperti
psoriasis, PsA adalah penyakit autoimun. Psoriasis menyebabkan bercak merah,
iritasi kulit yang sering ditutupi oleh sisik putih yang mengelupas. Pada 85%
penderita psoriatis arthritis, psoriasis muncul sebelum masalah sendi
berkembang. Penderita PSA mengalami sendi kaku dan nyeri dengan kemerahan, rasa
panas, dan pembengkakan pada jaringan di sekitarnya. Penelitian menemukan bahwa
kematian dapat meningkat pada kasus PsA yang lebih parah karena risiko
kardiovaskular yang lebih tinggi.
Artritis dan Harapan Hidup
Lima faktor risiko utama dapat membantu
menentukan rentang hidup dengan radang sendi
Peradangan Kronis
Peradangan kronis dapat berpotensi
memperpendek rentang hidup penderita artritis. Misalnya, peradangan kronis yang
disebabkan oleh RA yang tidak diobati dengan benar pada tahap awal atau tidak
merespon pada pengobatan dapat menyebabkan fusi sendi, pengeroposan tulang
secara umum, osteoporosis, dan patah tulang.
Prevalensi osteoporosis adalah 1,5 hingga dua kali lipat lebih tinggi
pada penderita RA dibandingkan dengan populasi umum. Perkembangan osteoporosis
meningkatkan kejadian fraktur kompresi leher femur dan vertebra, mengarah pada
penurunan kualitas hidup lebih lanjut dan peningkatan angka kematian.
Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun diobati dengan obat-obatan
imunosupresif, yang dapat menurunkan pertahanan tubuh terhadap infeksi dan
membuat seseorang rentan terkena penyakit. Penderita RA yang sering diobati
dengan obat-obatan disease-modifying anti-rheumatic (DMARDs), diketahui
secara luas memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi dibandingkan dengan
populasi umum, dan infeksi serius adalah salah satu dari penyebab utama
kematian pada RA. Sistem pernapasan bawah adalah tempat yang paling sering
terkena, dan tempat lain yang paling banyak terkena adalah kulit, jaringan
lunak, aliran darah, tulang, sendi, dan saluran kemih.
Durasi Penyakit
Saat obat-obatan baru dan lebih baik untuk
mengobati bentuk progresif dari artritis seperti RA sudah tersedia, orang
dengan kondisi ini dapat hidup lebih lama, tetapi itu artinya mereka memiliki
durasi penyakit yang juga lebih panjang. Oleh karena itu, risiko penyakit
penyerta menjadi isu utama pada penderita RA, terutama karena penyakit penyerta
dapat menjadi ancaman bagi peningkatan prognosis jangka panjang pada penderita
RA
Penyakit yang Tidak Diobati
Jika tidak diobati, bentuk artritis yang
bersifat inflamasi dapat membahayakan kesehatan seseorang. Pengobatan dengan
DMARDs dan biologis lainnya dapat menurunkan angka kematian secara signifikan pada
penderita RA. Misalnya, sebuah penelitian kecil menemukan bahwa angka kematian untuk
orang yang diobati dengan agen biologis adalah 12,6%, dengan DMARDs 22,3% dan
tidak diobati 89,1%. Oleh karena itu, pengobatan sangat penting untuk
memperpanjang rentang hidup penderita RA.
RA Seropositif
RA Seropositif artinya bahwa tes untuk anti-cyclic
citrullinated peptide (ant-CCP) dan/atau Rheumatoid factor (RF)
mendeteksi kadar antibodi ini dalam darah. Seropositif berhubungan dengan
peningkatan mortalitas pada penderita RA dibandingkan dengan seronegatif. Angka
kematian tertinggi terjadi pada pasien dengan titer autoantibodi yang lebih
tinggi dibandingkan dengan yang lebih rendah dalam satu penelitian
Faktor Risiko Lain
Faktor risiko lain yang memengaruhi rentang
hidup penderita artritis meliputi:·
- Usia:
Usia timbulnya gejala dapat menjadi faktor
prediksi tingkat keparahan usia. Sebuah studi kohort prospektif dari 950
penderita RA menemukan bahwa yang mulai mengalami gejala di usia lanjut
mengalami kerusakan radiologis yang lebih besar baik pada awal timbulnya
penyakit maupun seiring berjalannya waktu. Pasien yang mengalami gejala di
kemudian hari adalah mereka yang berusia lebih tua dari usia rata-rata kelompok
tersebut yaitu 59 tahun. Faktor lain mungkin memengaruhi prognosis peserta yang
lebih tua, seperti manajemen penyakit di kemudian hari, dengan sebagian besar
pasien yang berusia lebih muda (yang mengalami hasil yang relatif lebih baik
dari waktu ke waktu) diobati lebih awal dengan DMARDs dari pada pasien yang
lebih tua. Prevalensi gout juga meningkat seiring bertambahnya usia.·
- Jenis
kelamin biologis:
Terdapat bukti
yang saling bertentangan mengenai apakah wanita cenderung mengalami RA
dibandingkan pria. Namun, penyakit autoimun umumnya lebih umum terjadi pada
wanita. Sebuah studi melaporkan bahwa wanita cenderung lebih sering didiagnosis
menderita asam urat dibandingkan pria seiring bertambahnya usia.·
- Genetik:
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa antara
40% dan 60% risiko terjadinya RA ditentukan oleh genetik. Penelitian juga
menemukan bahwa polimorfisme genetik terkait dengan ekskresi urat ginjal, yang
mengubah kadar asam urat serum dan risiko gout.·
- Obesitas:
Obesitas telah dikaitkan dengan
peningkatkan kejadian asam urat. Hal ini juga dikaitkan dengan peningkatan
aktivitas radang sendi pada RA dan PsA dan berkurangnya kemungkinan respon
terhadap agen anti-tumor necrosis factor (TNF), sejenis obat biologis, sementara
penurunan berat badan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Selain itu,
obesitas meningkatkan risiko psoriatic arthritis, yang mungkin
berhubungan dengan tingginya kadar mediator pro-inflamasi.·
- Makanan:
Alkohol dan minuman yang mengandung
gula adalah dua contoh makanan yang dikaitkan dengan peningkatan kejadian asam
urat. Makanan yang sehat dapat membantu anda mengelola kesehatan secara
keseluruhan, termasuk berat badan anda. Daging dan hidangan laut telah
dikaitkan dengan peningkatan risiko asam urat, sementara produk susu dapat
membantu melindungi dari asam urat.·
- Merokok:
Merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko
RA dan keparahan gejala RA, bahkan setelah berhenti merokok. Paparan pada
perokok pasif saat masa kanak-kanak juga dapat meningkatkan seseorang rentan
terkena RA. Merokok merupakan faktor risiko terjadinya psoriasis, dan berhubungan
positif dengan PsA pada tingkat populasi tetapi berhubungan negatif dengan
penderita psoriasis. Namun, merokok dapat menyebabkan respon yang buruk dan
berkurangnya kepatuhan terhadap pengobatan psoriasis dan PsA.
Komplikasi Artritis
Penyakit Jantung
Rheumatoid arthritis dan gout keduanya berhubungan dengan
sekitar 50% hingga 70% peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan
dengan populasi umum, meskipun keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Proses
peradangan kronis pada RA dan akumulasi kristal asam urat pada jantung
bertanggung jawab atas peningkatan risiko ini. Kedua kondisi tersebut dianggap
sebagai faktor risiko kardiovaskular yang independen. Pengobatan lebih awal
pada RA telah menunjukkan efek yang menguntungkan terhadap risiko penyakit
kardiovaskular. Namun, bukti bahwa terapi penurun urat memiliki efek
menguntungkan yang konsisten pada hasil kardiovaskular masih langka.
Penderita PsA juga telah ditemukan mengalami
peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, sebagian besar disebabkan oleh
percepatan aterosklerosis (penumpukan plak pada dinding arteri), yang
disebabkan oleh peradangan kronis.
Kanker
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa
penderita RA memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami limfoma. Hal
ini mungkin disebabkan oleh stimulasi peradangan kronis pada sistem imun. Dua penghasil
utama peradangan, limfosit yang disebut sel B dan sel T, adalah sel yang sama
yang menjadi kanker pada limfoma. Peningkatan aktivitas limfosit ini pada RA
membuatnya cenderung berubah menjadi ganas.
Obat-obatan yang memengaruhi sistem imun juga
memiliki potensi untuk meningkatkan risiko kanker. Hal ini tampaknya terjadi
pada beberapa obat yang jarang digunakan untuk mengobati RA, seperti
siklofosfamid dan azatioprin. Namun, satu dari obat-obatan RA yang paling
banyak digunakan, methotrexate, telah dikaitkan dengan limfoma. Pasien RA yang
meminum methotrexate cenderung mengalami limfoma jika mereka juga terkena virus
Epstein-Barr.
Penderita asam urat mengalami peningkatan
risiko kanker urologi, kanker sistem pencernaan, dan kanker paru-paru.
Kerusakan Organ
RA, asam urat, dan PsA semuanya dapat
memengaruhi organ dan menyebabkan efek sistemik. Selain kerusakan jantung, RA
juga memiliki potensi menyebabkan kerusakan hati. Adanya kerusakan organ
kardiovaskular asimtomatik pada pasien RA berhubungan erat dengan hipertensi
terlepas dari aktivitas peradangan.
Anemia
Banyak orang dengan RA menderita jenis anemia
yang disebut penyakit anemia kronis (ACD). Kasus ringan dari anemia juga dapat
terjadi pada penderita PsA. Dengan ACD, seseorang mungkin memiliki jumlah zat
besi yang normal atau terkadang meningkat di jaringan tubuhnya, tetapi kadar
zat besi rendah di dalam darah. Peradangan kronis dapat mencegah tubuh
menggunakan zat besi untuk membentuk sel darah merah, yang menyebabkan anemia.
Peradangan juga dapat memengaruhi cara tubuh memproduksi hormon tertentu yang
disebut eritropoietin, yang mengendalikan produksi sel darah merah.
Infeksi Lain
Risiko infeksi meningkat pada orang yang
mengonsumsi obat-obatan imunosupresi. Misalnya, kortikosteroid menekan infeksi
imun dengan sengaja, dan meskipun mengatasi gejala radang sendi, ini juga dapat
menyebabkan tubuh seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi karena sistem
imunnya ditekan dan tidak dapat melawan balik infeksi.
Cara Mengurangi Risiko Infeksi
Ada banyak cara untuk anda mengurangi risiko
komplikasi radang sendi:
- Kurangi
stres: Stres dapat menyebabkan peningkatan
peradangan artritis, dimana gejala yang sudah ada intensitasnya melonjak. Saat
anda melihat gejala yang berpotensi memburuk, sekarang saatnya untuk memberi
tahu sistem pendukung anda dan mendapatkan bantuan untuk tugas-tugas yang
membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti belanja kebutuhan sehari-hari atau
bersih-bersih. Mengurangi stres juga dapat membantu anda mengurangi keinginan
terhadap makanan mengandung gula, yang dapat meningkatkan risiko asam urat dan
serangan gout.
- Penurunan
berat badan: Obesitas telah
dikaitkan dengan RA dan gejala asam urat yang semakin parah. Oleh karena itu,
penurunan berat badan berpotensi membantu mengatasi gejala anda. Penurunan
berat badan yang relevan secara klinis (lebih dari 5 kg) dikaitkan dengan
aktivitas penyakit RA yang membaik pada pengaturan klinis rutin dalam suatu
penelitian. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung adanya manfaat
dari penurunan berat badan terhadap asam urat.
- Berhenti
merokok: Merokok dikaitkan dengan
perkembangan RA, gejala RA yang meningkat dan lebih parah. Berhenti merokok
juga tidak hanya dapat menunda tetapi mencegah RA seropositif.
- Jalani
pengobatan: Bekerja samalah dengan penyedia
layanan kesehatan profesional yang terpercaya yang dapat menjamin anda
mendapatkan rencana pengobatan yang sesuai yang memberi anda hasil terbaik.
- Vaksin: Hidup dengan penyakit autoimun dan sedang
mengonsumsi obat imunosupresif artinya penting mengambil langkah untuk
melindungi diri anda dari infeksi. Hal ini termasuk mendapatkan vaksin flu atau
pneumonia sesuai rekomendasi penyedia layanan kesehatan anda.
Kapan Harus Mengunjungi Penyedia
Layanan Kesehatan
Jika anda mengalami gejala baru atau gejala
yang ada semakin parah, segera hubungi penyedia layanan kesehatan anda.
Sepatah Kata dari Verywell
Artritis sendiri tidak menyebabkan kematian,
tetapi beberapa komplikasi yang dihasilkannya dikaitkan dengan kematian dini.
Jika anda mengalami gejala artritis atau merasa gejala anda di luar kendali,
jangan khawatir. Anda tidak sendiri, dan ada banyak sumber daya untuk membantu
anda mengatasi kondisi ini. Hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah meminta
pertolongan. Mintalah kepada orang yang anda cintai untuk mendukung anda atau
pertimbangkan untuk bergabung dalam kelompok pendukung. Selain itu, jaga komunikasi
yang erat dengan penyedia layanan kesehatan anda dan pastikan bahwa anda
mengikuti rencana pengobatan yang direkomendasikan untuk mengelola gejala
artritis sehingga anda dapat hidup panjang umur, sehat, dan menyenangkan.