Please wait...

IMG-LOGO
Aug 20, 2026 | 108

Dada Sesak

Dada Sesak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter | Keapotek


Dada sesak merupakan keluhan yang sering membuat seseorang merasa khawatir karena dapat muncul secara tiba-tiba dan memiliki berbagai penyebab, mulai dari kondisi ringan hingga keadaan darurat medis. Sebagian orang menggambarkan dada sesak sebagai rasa tertekan, tertindih, penuh, atau sulit menarik napas. Keluhan ini dapat berlangsung beberapa menit, berulang, atau menetap dalam waktu yang lebih lama.

Meskipun sering dikaitkan dengan penyakit jantung, dada sesak juga dapat disebabkan oleh gangguan pada paru-paru, saluran pencernaan, otot dan tulang dada, maupun kondisi psikologis seperti gangguan kecemasan  (anxiety). Karena penyebabnya sangat beragam, penting untuk mengenali gejala penyerta yang muncul agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Pada beberapa kasus, dada sesak dapat menjadi tanda serangan jantung, emboli paru, atau pneumotoraks yang memerlukan pertolongan medis segera.

Sebagian besar kasus dada sesak dapat diatasi setelah penyebabnya diketahui. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sangat penting, terutama bila keluhan muncul mendadak, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada hebat, Sesak napas  berat, atau penurunan kesadaran.

 

Apa Itu Dada Sesak?

 

Dada sesak bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan. Istilah ini menggambarkan sensasi tidak nyaman pada dada, seperti terasa tertekan, berat, sempit, penuh, atau sulit mengembangkan dada saat bernapas. Pada sebagian orang, dada sesak juga dapat disertai rasa nyeri, panas, atau seperti tertusuk, sedangkan pada orang lain hanya berupa rasa tidak nyaman tanpa nyeri.

Lokasi dada sesak dapat berada di bagian tengah dada, sisi kiri, sisi kanan, atau menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, maupun punggung, tergantung pada penyebabnya. Misalnya, sesak akibat penyakit jantung sering dirasakan di bagian tengah atau kiri dada, sedangkan gangguan otot atau tulang rusuk biasanya terasa pada area tertentu dan bertambah nyeri saat bergerak atau ditekan.

 

Mengapa Dada Terasa Sesak?

 

Rasa sesak di dada dapat terjadi ketika organ atau jaringan di sekitar dada mengalami gangguan.

Sebagai contoh:

 

  • jantung yang kekurangan aliran darah dapat menimbulkan rasa tertekan pada dada,
  • penyempitan saluran napas pada asma membuat seseorang sulit bernapas,
  • infeksi paru menyebabkan peradangan yang memengaruhi proses pertukaran oksigen,
  • refluks asam lambung dapat menimbulkan sensasi terbakar atau sesak di dada,
  • ketegangan otot dada juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang menyerupai nyeri jantung .

 

Karena mekanismenya berbeda-beda, dokter perlu mengevaluasi gejala secara menyeluruh untuk menentukan penyebab yang sebenarnya.

 

Penyebab Dada Sesak

 

Penyebab dada sesak sangat beragam. Beberapa bersifat ringan dan dapat membaik sendiri, sedangkan sebagian lainnya merupakan kondisi yang mengancam jiwa.

 

1. Penyakit Jantung

 

Gangguan jantung merupakan salah satu penyebab dada sesak yang paling perlu diwaspadai.

Beberapa penyakit jantung yang dapat menyebabkan dada sesak antara lain:

 

 

Pada penyakit jantung, dada sesak sering disertai rasa tertekan di bagian tengah dada yang dapat menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung. Keluhan biasanya muncul saat beraktivitas atau stres dan dapat disertai keringat dingin, mual , atau sesak napas.

 

2. Penyakit Paru-paru

 

Gangguan pada sistem pernapasan juga merupakan penyebab yang sering.

Contohnya meliputi:

 

 

Pada kondisi ini, dada sesak biasanya disertai sesak napas, batuk, mengi, Demam , atau nyeri saat menarik napas dalam.

 

3. Gangguan Saluran Pencernaan

 

Tidak semua dada sesak berasal dari jantung atau paru-paru.

Gangguan saluran cerna yang dapat menyebabkan dada sesak antara lain:

 

  • penyakit refluks gastroesofagus (GERD),
  • tukak lambung,
  • spasme esofagus,
  • Batu empedu.

 

Pada GERD, keluhan sering berupa sensasi terbakar di dada (heartburn) yang muncul setelah makan atau saat berbaring..

 

4. Gangguan Otot dan Tulang

 

Cedera atau peradangan pada otot, tulang rusuk, maupun sendi di sekitar dada juga dapat menyebabkan dada terasa sesak atau nyeri.

 

Beberapa contohnya:

 

 

Nyeri biasanya bertambah saat bergerak, batuk, atau ketika area tersebut ditekan.

 

5. Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik

 

Gangguan kecemasan (anxiety disorder) maupun serangan panik (panic attack) dapat menimbulkan rasa sesak di dada yang menyerupai serangan jantung.

Gejala yang dapat menyertai antara lain:

 

  • jantung berdebar,
  • napas cepat,
  • berkeringat,
  • gemetar,
  • pusing,
  • rasa takut yang sangat kuat.

 

Meskipun bukan disebabkan oleh gangguan jantung, kondisi ini tetap memerlukan evaluasi medis, terutama bila gejala muncul untuk pertama kali.

 

Faktor Risiko Dada Sesak

 

Risiko mengalami dada sesak bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:

 

Mengendalikan faktor-faktor tersebut dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit yang menyebabkan dada sesak.

 

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Dada Sesak?

 

Dada sesak dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada:

 

  • penderita penyakit jantung,
  • pasien dengan asma atau PPOK,
  • perokok aktif,
  • penderita GERD,
  • lansia,
  • penderita diabetes,
  • orang dengan gangguan kecemasan,
  • individu yang memiliki banyak faktor risiko penyakit kardiovaskular.

 

Pada kelompok tersebut, keluhan dada sesak sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat menjadi tanda awal penyakit yang memerlukan penanganan medis.

 

Gejala Dada Sesak, Diagnosis, dan Pemeriksaan

 

Gejala dada sesak dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Ada yang merasakan dada seperti ditekan benda berat, terasa penuh, terbakar, tertusuk, atau sulit mengembang saat bernapas. Keluhan dapat muncul secara tiba-tiba maupun berkembang perlahan, berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, dan dapat membaik atau justru semakin berat seiring waktu. Oleh karena itu, dokter tidak hanya menilai rasa sesak di dada, tetapi juga gejala penyerta, waktu munculnya keluhan, serta faktor yang memicu atau meredakannya.

 

Gejala Dada Sesak

 

Dada sesak dapat disertai berbagai keluhan lain yang membantu mengarahkan penyebabnya.

Gejala yang sering menyertai antara lain:

 

  • sesak napas,
  • nyeri dada,
  • rasa tertekan atau tertindih di dada,
  • jantung berdebar,
  • batuk,
  • mengi (wheezing),
  • napas cepat,
  • pusing,
  • mual,
  • keringat dingin,
  • mudah lelah.

 

Pada sebagian orang, dada sesak hanya muncul saat beraktivitas, sedangkan pada kondisi yang lebih serius, keluhan dapat muncul bahkan saat sedang beristirahat. (MedlinePlus)

 

Gejala Berdasarkan Penyebabnya

 

Karena penyebabnya sangat beragam, karakteristik dada sesak juga dapat berbeda.

 

Dada Sesak Akibat Penyakit Jantung

 

Pada penyakit jantung koroner atau serangan jantung, keluhan biasanya berupa rasa tertekan atau tertindih di bagian tengah atau kiri dada.

Gejala yang dapat menyertai meliputi:

 

  • nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung,
  • sesak napas,
  • keringat dingin,
  • mual  atau muntah ,
  • pusing,
  • tubuh terasa lemas.

 

Keluhan dapat muncul saat aktivitas fisik maupun ketika sedang beristirahat, terutama pada serangan jantung.

 

Dada Sesak Akibat Penyakit Paru

 

Pada gangguan paru, dada sesak umumnya berkaitan dengan kesulitan bernapas.

Gejala yang sering ditemukan antara lain:

 

  • batuk,
  • mengi,
  • napas pendek,
  • demam,
  • nyeri saat menarik napas dalam,
  • dahak berlebihan.

 

Apabila terjadi emboli paru atau pneumotoraks, sesak dapat muncul secara tiba-tiba dan disertai nyeri dada yang tajam. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis.

 

Dada Sesak Akibat GERD

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD) dapat menyebabkan sensasi terbakar atau sesak di dada yang sering disalahartikan sebagai gangguan jantung.

Keluhan biasanya:

 

  • muncul setelah makan,
  • memburuk saat berbaring,
  • disertai rasa asam atau pahit di mulut,
  • disertai sering bersendawa.

 

Walaupun sering disebabkan oleh GERD, nyeri dada tetap perlu dievaluasi oleh dokter apabila sulit dibedakan dengan serangan jantung.

 

Dada Sesak Akibat Gangguan Kecemasan

 

Pada serangan panik atau gangguan kecemasan, dada sesak dapat muncul secara mendadak dan terasa sangat mengganggu.

Gejala lain yang sering menyertai adalah:

 

  • jantung berdebar,
  • napas cepat,
  • gemetar,
  • berkeringat,
  • kesemutan,
  • rasa takut yang berlebihan,
  • merasa akan pingsan.

 

Meskipun sering berkaitan dengan kecemasan, dokter tetap perlu memastikan bahwa gejala tersebut bukan disebabkan oleh penyakit jantung atau paru.

 

Tanda Bahaya yang Memerlukan Pertolongan Darurat

 

Segera cari pertolongan medis atau hubungi layanan gawat darurat apabila dada sesak disertai:

 

  • nyeri dada hebat yang berlangsung lebih dari beberapa menit,
  • nyeri menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung,
  • sesak napas berat,
  • bibir atau ujung jari membiru,
  • keringat dingin yang banyak,
  • kehilangan kesadaran,
  • denyut jantung sangat cepat atau tidak teratur,
  • batuk darah,
  • kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh,
  • sulit berbicara.

Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan kondisi serius seperti serangan jantung, emboli paru, stroke, atau pneumotoraks yang memerlukan penanganan segera.

 

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

 

Karena dada sesak memiliki banyak kemungkinan penyebab, dokter akan melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Dokter biasanya akan menanyakan:

 

  • kapan keluhan mulai muncul,
  • bagaimana karakter rasa sesaknya,
  • lokasi dan penyebaran keluhan,
  • apakah dipicu oleh aktivitas, makan, atau stres,
  • faktor yang memperberat atau mengurangi gejala,
  • riwayat penyakit sebelumnya,
  • obat-obatan yang sedang dikonsumsi,
  • riwayat penyakit jantung atau paru dalam keluarga.

 

Informasi tersebut membantu dokter memperkirakan apakah penyebabnya lebih mengarah ke gangguan jantung, paru, saluran cerna, otot, atau kondisi lainnya.

 

Pemeriksaan Fisik

 

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda yang mendukung diagnosis.

Pemeriksaan dapat meliputi:

 

  • Tekanan darah,
  • denyut nadi,
  • frekuensi napas,
  • suhu tubuh,
  • saturasi oksigen,
  • pemeriksaan jantung dengan stetoskop,
  • pemeriksaan paru-paru,
  • pemeriksaan dinding dada untuk mencari nyeri tekan.

 

Temuan dari pemeriksaan fisik membantu menentukan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.

 

Pemeriksaan Penunjang

 

Jenis pemeriksaan akan disesuaikan dengan dugaan penyebab dada sesak.

 

Elektrokardiogram (EKG)

EKG merupakan salah satu pemeriksaan pertama pada pasien yang dicurigai mengalami gangguan jantung.

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi:

 

  • serangan jantung,
  • gangguan irama jantung,
  • tanda kekurangan aliran darah ke otot jantung.

 

Pemeriksaan Darah

 

Tes darah dapat dilakukan untuk menilai:

 

  • penanda kerusakan otot jantung (misalnya troponin),
  • tanda infeksi,
  • anemia,
  • gangguan elektrolit,
  • fungsi ginjal.

 

Hasil pemeriksaan darah membantu mempersempit kemungkinan penyebab dada sesak.

 

Foto Rontgen Dada

 

Foto rontgen dapat membantu mendeteksi:

 

  • pneumonia,
  • pembesaran jantung,
  • penumpukan cairan di paru,
  • pneumotoraks,
  • kelainan lain pada rongga dada.

 

CT Scan atau CT Angiografi

 

Apabila dicurigai terdapat emboli paru, diseksi aorta, atau kelainan pembuluh darah lainnya, dokter dapat menyarankan CT scan dengan atau tanpa zat kontras.

Pemeriksaan ini memberikan gambaran yang lebih rinci dibandingkan foto rontgen.

 

Ekokardiografi

 

Ekokardiografi menggunakan gelombang suara (USG) untuk melihat struktur dan fungsi jantung.

Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi:

 

  • fungsi pompa jantung,
  • Kelainan  katup ,
  • gagal jantung,
  • penumpukan cairan di sekitar jantung.

 

Kondisi yang Memiliki Gejala Mirip Dada Sesak

 

Beberapa penyakit dapat menimbulkan gejala yang menyerupai dada sesak sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di antaranya:

 

  • serangan jantung,
  • angina,
  • asma,
  • PPOK,
  • pneumonia,
  • GERD,
  • costochondritis,
  • serangan panik,
  • emboli paru,
  • pneumotoraks.

 

Karena gejalanya dapat saling tumpang tindih, diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan rasa sesak di dada. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

 

Pengobatan Dada Sesak, Pertolongan Pertama, Pencegahan, dan Kapan Harus ke Dokter

 

Pengobatan dada sesak bergantung sepenuhnya pada penyebab yang mendasarinya. Karena dada sesak merupakan gejala, bukan penyakit, tidak ada satu jenis obat yang dapat mengatasi semua kasus. Setelah penyebab diketahui melalui pemeriksaan, dokter akan menentukan terapi yang paling sesuai. Pada kondisi darurat, seperti serangan jantung atau emboli paru, penanganan harus dilakukan secepat mungkin untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.

 

Pengobatan Dada Sesak

 

Penanganan dada sesak disesuaikan dengan penyebabnya.

 

1.    Dada Sesak Akibat Penyakit jantung

 

Apabila disebabkan oleh penyakit jantung koroner atau serangan jantung, dokter dapat memberikan terapi seperti:

 

  • obat antiplatelet,
  • nitrat untuk meredakan angina,
  • antikoagulan pada kondisi tertentu,
  • tindakan pemasangan ring jantung (angioplasti),
  • operasi bypass bila diperlukan.

 

Penanganan dilakukan sesegera mungkin untuk memulihkan aliran darah ke otot jantung dan mencegah kerusakan yang lebih luas.

 

2.    Dada Sesak Akibat Penyakit Paru

 

Bila penyebabnya adalah gangguan pada paru-paru, terapi akan disesuaikan dengan penyakit yang mendasari.

Sebagai contoh:

 

  • asma diberikan bronkodilator dan obat antiinflamasi,
  • pneumonia diobati dengan antibiotik bila disebabkan oleh bakteri,
  • PPOK dapat memerlukan bronkodilator, rehabilitasi paru, atau terapi oksigen,
  • emboli paru memerlukan obat pengencer darah,
  • pneumotoraks mungkin memerlukan pemasangan selang dada (chest tube).

 

3. Dada Sesak Akibat GERD

 

Pada penyakit refluks gastroesofagus (GERD), pengobatan dapat meliputi:

 

  • obat penurun produksi asam lambung,
  • perubahan pola makan,
  • menghindari makan menjelang tidur,
  • mengurangi konsumsi makanan yang memicu refluks, seperti makanan berlemak, pedas, atau berkafein.

 

Gejala biasanya membaik setelah refluks asam lambung dapat dikendalikan.

 

4. Dada Sesak Akibat Gangguan Kecemasan

 

Bila penyebabnya adalah gangguan kecemasan atau serangan panik, dokter dapat menyarankan:

 

  • terapi psikologis, seperti terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy/CBT),
  • latihan relaksasi,
  • teknik pernapasan,
  • obat antikecemasan atau antidepresan bila diperlukan.

 

Penanganan bertujuan mengurangi frekuensi dan intensitas serangan serta membantu pasien mengelola stres dengan lebih baik.

 

Pertolongan Pertama Saat Mengalami Dada Sesak

Apabila dada sesak muncul secara tiba-tiba, beberapa langkah berikut dapat dilakukan sambil menunggu pertolongan medis.

 

  • Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring dalam posisi yang nyaman.
  • Longgarkan pakaian yang terasa ketat di sekitar dada atau leher.
  • Tetap tenang dan bernapas secara perlahan.
  • Apabila memiliki obat yang diresepkan dokter, seperti nitrogliserin untuk angina atau inhaler untuk asma, gunakan sesuai petunjuk.
  • Jangan mengemudi sendiri ke rumah sakit apabila dada sesak disertai gejala yang mengarah ke serangan jantung. Sebaiknya minta bantuan orang lain atau hubungi layanan gawat darurat.

 

Perlu diingat, pertolongan pertama tidak menggantikan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, terutama bila gejala mengarah pada kondisi yang serius.

 

Apakah Dada Sesak Bisa Dicegah?

 

Tidak semua penyebab dada sesak dapat dicegah. Namun, risiko berbagai penyakit yang menimbulkan keluhan ini dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup sehat.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

 

  • berhenti merokok,
  • berolahraga secara teratur,
  • menjaga berat badan ideal,
  • mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
  • mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah,
  • membatasi konsumsi Alkohol ,
  • mengelola stres,
  • menghindari paparan polusi udara bila memungkinkan,
  • menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.

 

Langkah-langkah tersebut tidak hanya membantu mencegah dada sesak, tetapi juga menurunkan risiko penyakit jantung, paru-paru, dan gangguan metabolik.

 

Komplikasi Dada Sesak

 

Komplikasi bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Apabila disebabkan oleh penyakit serius dan tidak segera ditangani, dada sesak dapat menyebabkan:

 

  • kerusakan permanen pada otot jantung,
  • gagal jantung,
  • gangguan irama jantung,
  • gagal napas,
  • syok,
  • penurunan kadar oksigen dalam darah,
  • bahkan kematian.

 

Sementara itu, pada kondisi yang lebih ringan seperti gangguan otot atau GERD, komplikasi umumnya dapat dicegah dengan pengobatan yang tepat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Segera periksakan diri ke dokter apabila dada sesak:

 

  • sering berulang,
  • berlangsung lebih dari beberapa menit,
  • semakin berat,
  • mengganggu aktivitas sehari-hari,
  • tidak membaik setelah beristirahat,
  • disertai batuk berkepanjangan atau demam.

 

Evaluasi medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan pengobatan yang sesuai.

 

Kapan Harus ke IGD?

 

Segera pergi ke instalasi gawat darurat atau hubungi layanan darurat apabila dada sesak disertai:

 

  • nyeri dada yang hebat atau terasa tertindih,
  • nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, rahang, leher, atau punggung,
  • sesak napas berat,
  • bibir atau ujung jari membiru,
  • batuk darah,
  • kehilangan kesadaran,
  • keringat dingin yang banyak,
  • denyut jantung sangat cepat atau tidak teratur,
  • kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh,
  • sulit berbicara.

 

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda serangan jantung, emboli paru, stroke, atau kondisi medis serius lainnya yang memerlukan penanganan segera.

 

Ringkasan

 

Dada sesak merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan otot dan saluran pencernaan hingga penyakit jantung dan paru-paru yang mengancam jiwa. Karakteristik keluhan serta gejala penyerta dapat membantu dokter menentukan penyebab yang mendasarinya.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti EKG, tes darah, foto rontgen dada, CT scan , atau ekokardiografi sesuai kebutuhan.

Pengobatan dada sesak bergantung pada penyebabnya. Sebagian kasus dapat diatasi dengan obat-obatan atau perubahan gaya hidup, sedangkan kondisi seperti serangan jantung, emboli paru, atau pneumotoraks memerlukan penanganan darurat. Oleh karena itu, jangan mengabaikan dada sesak yang muncul tiba-tiba, semakin berat, atau disertai gejala berbahaya.

 

FAQ

 

1.    Apakah semua dada sesak disebabkan oleh penyakit jantung?

 

Tidak. Dada sesak juga dapat disebabkan oleh penyakit paru-paru, gangguan saluran pencernaan, cedera otot, gangguan kecemasan, maupun kondisi medis lainnya. Namun, penyebab yang berkaitan dengan jantung perlu segera disingkirkan karena dapat mengancam jiwa.

 

2.    Bagaimana cara membedakan dada sesak karena GERD dan serangan jantung?

 

Keluhan GERD sering muncul setelah makan, terasa seperti terbakar di dada, dan dapat disertai rasa asam di mulut. Sebaliknya, serangan jantung biasanya menimbulkan rasa tertekan di dada yang dapat menjalar ke lengan, leher, atau rahang serta disertai sesak napas dan keringat dingin. Namun, keduanya dapat sulit dibedakan sehingga setiap nyeri atau sesak dada yang baru muncul sebaiknya diperiksa oleh dokter.

 

3.    Apakah stres dapat menyebabkan dada sesak?

 

Ya. Stres, gangguan kecemasan, atau serangan panik dapat menyebabkan dada terasa sesak, jantung berdebar, dan napas menjadi cepat. Meski demikian, diagnosis gangguan kecemasan hanya dapat ditegakkan setelah penyebab medis lain, terutama penyakit jantung dan paru, telah disingkirkan.

 

4.    Apakah dada sesak selalu disertai nyeri?

 

Tidak. Sebagian orang hanya merasakan dada terasa berat, penuh, atau sulit mengembang tanpa nyeri yang jelas. Karena itu, setiap keluhan dada sesak yang menetap atau disertai gejala lain tetap perlu dievaluasi oleh tenaga medis.

 

5.    Kapan dada sesak menjadi kondisi darurat?

 

Dada sesak menjadi keadaan darurat apabila disertai nyeri dada hebat, sesak napas berat, keringat dingin, kehilangan kesadaran, batuk darah, atau nyeri yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung. Kondisi tersebut dapat menandakan serangan jantung atau gangguan serius lainnya yang membutuhkan penanganan segera.

 

Daftar Referensi

 

1.    Cleveland Clinic. Chest Pain: Causes, Symptoms and Treatment.
https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24829-chest-pain

2.    MedlinePlus. Chest Pain. U.S. National Library of Medicine.
https://medlineplus.gov/chestpain.html

3.    MSD Manuals Consumer Version. Chest Pain.
https://www.msdmanuals.com/home/heart-and-blood-vessel-disorders/symptoms-of-heart-and-blood-vessel-disorders/chest-pain

4.    https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/warning-signs-of-a-heart-attackAmerican Heart Association. Heart Attack Warning Signs.

5.    American Lung Association. Lung Diseases A–Z.
https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup

6.    Penyakit jantung menggambarkan suatu rentang kondisi yang berdampak pada jantung.

7.    https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adultsNational Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Definition & Facts for GER & GERD in Adults.

8.    https://www.nimh.nih.gov/health/topics/panic-disorderNational Institute of Mental Health. Panic Disorder.

9.    RadiologyInfo.org (RSNA & American College of Radiology). Chest X-ray.
https://www.radiologyinfo.org/en/info/chestrad

10.                       https://www.asecho.org/patient-resource/American Society of Echocardiography. Patient Information.

 

 


 

Your Cart

Your basket is empty