Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Agt 20, 2026 | 53

Darah

Darah: Fungsi, Komponen, Proses Pembentukan, Gangguan, dan Cara Menjaga Kesehatannya | Keapotek


Darah adalah salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia yang berperan menjaga seluruh organ tetap berfungsi dengan baik. Setiap detik, darah mengalir melalui Pembuluh darah untuk mengantarkan oksigen, nutrisi, hormon, dan berbagai zat penting ke seluruh jaringan tubuh, sekaligus membawa karbon dioksida serta sisa metabolisme agar dapat dikeluarkan. Tanpa sistem peredaran darah yang bekerja dengan baik, sel-sel tubuh tidak akan memperoleh pasokan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Selain berfungsi sebagai alat transportasi, darah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh, membantu menghentikan perdarahan melalui proses pembekuan darah, serta menjaga suhu, keseimbangan cairan, dan pH tubuh. Oleh karena itu, gangguan pada darah dapat memengaruhi hampir seluruh organ dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari anemia  hingga kanker Darah .

 

Apa Itu Darah?

 

Darah adalah jaringan ikat berbentuk cair yang mengalir melalui arteri, vena, dan kapiler sebagai bagian dari sistem peredaran darah. Pada orang dewasa, jumlah darah rata-rata sekitar 4,5–5,5 liter, atau sekitar 7–8% dari berat badan. Jumlah ini dapat berbeda tergantung usia, jenis kelamin, dan ukuran tubuh seseorang.

Secara umum, darah tersusun atas dua komponen utama, yaitu plasma darah dan sel-sel darah. Plasma merupakan bagian cair yang menjadi media pengangkut berbagai zat, sedangkan sel darah terdiri atas Sel darah merah , Sel darah putih , dan trombosit   yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

 

Fungsi Darah

 

Darah memiliki berbagai fungsi penting yang memungkinkan tubuh tetap bekerja secara normal.

 

1.     Mengangkut Oksigen dan Nutrisi

 

Fungsi utama darah adalah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh melalui sel darah merah yang mengandung hemoglobin.

Selain oksigen, darah juga mengangkut:

 

 

2.     Mengangkut Sisa Metabolisme

 

Setelah sel menggunakan oksigen dan nutrisi, darah akan membawa karbon dioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan saat bernapas.

Selain itu, darah juga mengangkut sisa metabolisme menuju:

 

 

3.     Melindungi Tubuh dari Infeksi

 

Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi mengenali dan melawan bakteri, virus, Jamur, serta mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan penyakit.

Selain sel darah putih, darah juga mengandung antibodi dan berbagai protein yang membantu tubuh melawan infeksi.

 

4.     Menghentikan Perdarahan

 

Apabila terjadi luka, trombosit bersama protein pembekuan darah akan membentuk bekuan (blood clot) untuk menghentikan perdarahan.

Proses ini membantu mencegah kehilangan darah dalam jumlah besar sekaligus mendukung proses penyembuhan luka.

 

5.     Menjaga Keseimbangan Tubuh

 

Darah membantu mempertahankan kondisi tubuh agar tetap stabil dengan cara:

 

  • mengatur suhu tubuh,
  • menjaga keseimbangan cairan,
  • mempertahankan pH darah,
  • membawa hormon ke organ target.

 

Fungsi-fungsi tersebut penting agar berbagai organ dapat bekerja secara optimal.

 

Komponen Darah

 

Darah terdiri atas dua bagian utama, yaitu plasma darah dan unsur-unsur seluler.

 

1. Plasma Darah

 

Plasma merupakan bagian cair yang membentuk sekitar 55% dari total volume darah.

Sebagian besar plasma terdiri atas air, sedangkan sisanya mengandung:

 

  • protein,
  • elektrolit,
  • hormon,
  • faktor pembekuan darah,
  • nutrisi,
  • produk sisa metabolisme.

 

Plasma berfungsi sebagai media pengangkut berbagai zat ke seluruh tubuh.

 

2. Sel Darah Merah (Eritrosit)

 

Sel darah merah (erythrocytes) merupakan jenis sel darah yang jumlahnya paling banyak.

Fungsi utamanya adalah:

 

  • membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh,
  • membawa sebagian karbon dioksida kembali ke paru-paru.

 

Kemampuan tersebut diperoleh karena eritrosit mengandung hemoglobin, yaitu protein yang mengikat oksigen.

Sel darah merah memiliki bentuk seperti cakram bikonkaf sehingga lebih mudah melewati pembuluh darah yang sangat kecil. Umur rata-rata eritrosit  sekitar 120 hari, kemudian akan dihancurkan terutama di limpa dan digantikan oleh sel baru dari sumsum tulang.

 

3. Sel Darah Putih (Leukosit)

 

Sel darah putih (leukocytes) merupakan bagian penting dari sistem imun.

Jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan eritrosit, tetapi memiliki peran besar dalam melawan infeksi dan benda asing.

Jenis-jenis sel darah putih meliputi:

 

  • Neutrofil  ,
  • Limfosit ,
  • Monosit ,
  • Eosinofil ,
  • Basofil .

 

Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam melindungi tubuh dari penyakit.

 

4. Trombosit (Platelet)

Trombosit merupakan fragmen sel kecil yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Ketika terjadi luka, trombosit akan berkumpul di lokasi perdarahan dan bekerja sama dengan faktor pembekuan untuk membentuk sumbatan sehingga perdarahan dapat berhenti.

Jumlah trombosit yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko perdarahan, sedangkan jumlah yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.

 

Bagaimana Darah Dibentuk?

 

Proses pembentukan sel darah disebut hematopoiesis.

Pada orang dewasa, sebagian besar sel darah diproduksi di sumsum tulang merah, terutama pada:

 

  • tulang panggul,
  • tulang dada,
  • tulang belakang,
  • tulang rusuk,
  • ujung tulang panjang.

 

Seluruh sel darah berasal dari oietin (EPO)National In (hematopoietic stem cells), yaitu sel yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel darah sesuai kebutuhan tubuh. Proses ini dikendalikan oleh berbagai hormon dan faktor pertumbuhan, seperti eritropoietin (EPO) yang merangsang pembentukan sel darah merah ketika kadar oksigen dalam tubuh menurun.

 

Apa yang Memengaruhi Produksi Darah?

Produksi sel darah dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya:

 

 

Apabila salah satu faktor tersebut terganggu, produksi sel darah dapat menurun atau menjadi tidak normal sehingga menimbulkan berbagai penyakit darah.

 

Gangguan Darah, Gejala, Diagnosis, dan Pemeriksaan

 

Gangguan pada darah dapat memengaruhi jumlah maupun fungsi sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau plasma darah. Kelainan tersebut dapat bersifat ringan dan sementara, tetapi ada pula yang kronis atau mengancam jiwa. Karena darah berperan penting dalam mengangkut oksigen, melawan infeksi, dan menghentikan perdarahan, gangguan pada salah satu komponennya dapat berdampak pada berbagai organ tubuh.

 

Jenis-Jenis Gangguan Darah

 

Penyakit darah dapat dibedakan berdasarkan komponen darah yang mengalami gangguan.

1. Gangguan Sel Darah Merah

 

Gangguan pada eritrosit dapat menyebabkan kemampuan darah mengangkut oksigen menjadi berkurang atau justru meningkat secara berlebihan.

Beberapa contohnya meliputi:

 

  • anemia,
  • talasemia,
  • anemia sel sabit (sickle cell disease),
  • polisitemia vera.

 

Gangguan ini umumnya menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga penderita mudah merasa lelah dan lemas.

 

2. Gangguan Sel Darah Putih

 

Kelainan pada leukosit dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu lemah atau justru berkembang secara tidak normal.

Beberapa penyakit yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:

 

  • leukemia,
  • limfoma,
  • mieloma multipel,
  • neutropenia,
  • leukositosis.

Gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi atau menyebabkan pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali.

 

3. Gangguan Trombosit

 

Jumlah trombosit yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat mengganggu proses pembekuan darah.

Contohnya meliputi:

 

  • trombositopenia,
  • trombositosis,
  • immune thrombocytopenia (ITP),
  • trombositemia esensial.

 

Gangguan ini dapat menyebabkan perdarahan yang sulit berhenti atau meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.

 

4. Gangguan Pembekuan Darah

 

Selain trombosit, proses pembekuan darah juga melibatkan berbagai protein yang disebut faktor pembekuan.

Gangguan pada sistem ini meliputi:

 

 

Penderita dapat mengalami perdarahan berkepanjangan meskipun hanya mengalami luka ringan.

 

Gejala Gangguan Darah

 

Gejala penyakit darah sangat bergantung pada jenis gangguan yang dialami.

Keluhan yang sering muncul meliputi:

 

  • mudah lelah,
  • tubuh terasa lemah,
  • kulit  pucat,
  • Sesak napas saat beraktivitas,
  • pusing,
  • jantung berdebar,
  • mudah memar,
  • Mimisan yang sering,
  • gusi mudah berdarah,
  • luka sulit berhenti berdarah,
  • demam berulang,
  • sering mengalami infeksi,
  • pembengkakan kelenjar getah bening.

 

Pada beberapa penyakit, gejala berkembang secara perlahan sehingga sering tidak disadari hingga dilakukan pemeriksaan darah.

 

Kapan Harus Mencurigai Gangguan Darah?

Seseorang sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:

 

  • kelelahan berkepanjangan tanpa sebab yang jelas,
  • kulit tampak sangat pucat,
  • perdarahan yang sulit berhenti,
  • memar yang sering muncul tanpa benturan,
  • demam berulang,
  • infeksi yang sering kambuh,
  • Penurunan berat badan  tanpa sebab,
  • pembengkakan kelenjar getah bening,
  • sesak napas yang semakin berat.

 

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya kelainan pada darah maupun sumsum tulang yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

 

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Gangguan Darah?

 

Diagnosis penyakit darah dimulai dengan wawancara medis mengenai gejala, riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, pola makan, serta riwayat penyakit dalam keluarga.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, antara lain:

 

  • melihat warna kulit dan selaput lendir,
  • memeriksa adanya memar atau perdarahan,
  • meraba pembesaran hati atau limpa,
  • memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening.

 

Temuan tersebut membantu dokter menentukan pemeriksaan laboratorium yang diperlukan.

 

Pemeriksaan Darah yang Umum Dilakukan

 

Beberapa pemeriksaan laboratorium dapat membantu menilai kondisi darah secara menyeluruh.

 

Hitung Darah Lengkap (Complete Blood Count/CBC)

 

CBC merupakan pemeriksaan darah yang paling sering dilakukan untuk mengevaluasi kondisi darah.

Pemeriksaan ini mengukur:

 

  • jumlah sel darah merah,
  • kadar hemoglobin,
  • hematokrit,
  • jumlah sel darah putih,
  • jumlah trombosit,
  • indeks eritrosit.

 

CBC membantu mendeteksi berbagai penyakit seperti anemia, infeksi, leukemia, hingga gangguan pembekuan darah.

 

Apusan Darah Tepi (Peripheral Blood Smear)

 

Pada pemeriksaan ini, sampel darah dilihat menggunakan mikroskop untuk menilai bentuk dan ukuran sel darah.

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi:

 

  • anemia tertentu,
  • leukemia,
  • malaria,
  • kelainan bentuk eritrosit.

 

Pemeriksaan Profil Pembekuan Darah

 

Tes pembekuan darah digunakan untuk menilai apakah proses koagulasi berjalan normal.

Pemeriksaan yang sering dilakukan meliputi:

 

  • Prothrombin Time (PT),
  • International Normalized Ratio (INR),
  • Activated Partial Thromboplastin Time (aPTT).

 

Tes ini penting pada pasien dengan perdarahan, penyakit hati, atau sebelum menjalani operasi.

 

Pemeriksaan Sumsum Tulang

 

Apabila dicurigai terdapat penyakit tertentu, seperti leukemia atau gangguan pembentukan sel darah, dokter dapat menyarankan aspirasi atau biopsi sumsum tulang.

Pemeriksaan ini bertujuan melihat secara langsung proses pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang.

 

Faktor Risiko Gangguan Darah

 

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit darah, antara lain:

 

  • riwayat keluarga dengan penyakit darah,
  • kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat,
  • penyakit ginjal kronis,
  • penyakit autoimun ,
  • infeksi tertentu,
  • paparan bahan kimia beracun,
  • paparan radiasi,
  • efek samping kemoterapi,
  • penggunaan obat-obatan tertentu.

 

Tidak semua orang dengan faktor risiko akan mengalami penyakit darah, tetapi pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi kelainan sejak dini.

 

Apakah Semua Kelainan Darah Berbahaya?

 

Tidak. Sebagian gangguan darah, seperti anemia ringan akibat kekurangan zat besi, umumnya dapat diatasi dengan pengobatan dan perbaikan pola makan.

Namun, beberapa penyakit lain seperti leukemia, hemofilia berat, atau gangguan pembekuan darah tertentu memerlukan penanganan jangka panjang oleh dokter spesialis hematologi.

Diagnosis yang cepat sangat penting agar pengobatan dapat dimulai sedini mungkin dan komplikasi dapat dicegah.

 

Pengobatan Gangguan Darah, Cara Menjaga Kesehatan Darah, dan Kapan Harus ke Dokter

 

Pengobatan gangguan darah sangat bergantung pada penyebab dan jenis penyakit yang mendasarinya. Ada gangguan darah yang dapat diatasi dengan perubahan pola makan atau pemberian suplemen, tetapi ada juga yang memerlukan transfusi darah, obat-obatan khusus, hingga transplantasi sumsum tulang. Oleh karena itu, diagnosis yang tepat merupakan langkah penting sebelum menentukan terapi yang paling sesuai.

 

Pengobatan Gangguan Darah

 

Penanganan penyakit darah akan disesuaikan dengan komponen darah yang mengalami gangguan.

 

1. Mengatasi Anemia

 

Anemia merupakan salah satu gangguan darah yang paling sering ditemukan.

Pengobatannya bergantung pada penyebabnya, misalnya:

 

 

  • suplemen zat besi untuk anemia defisiensi besi,
  • vitamin B12 atau asam folat bila terjadi kekurangan vitamin,
  • eritropoietin pada beberapa pasien dengan Penyakit ginjal  kronis,
  • transfusi darah bila anemia sangat berat.

 

Selain terapi medis, dokter juga akan mengatasi penyebab utama anemia, seperti perdarahan kronis atau penyakit tertentu.

 

2. Mengobati Gangguan Sel Darah Putih

 

Penyakit yang memengaruhi sel darah putih memiliki penanganan yang berbeda-beda.

Sebagai contoh:

 

  • infeksi akibat neutropenia dapat memerlukan antibiotik,
  • leukemia dapat memerlukan kemoterapi, terapi target (targeted therapy), imunoterapi, atau transplantasi sel punca,
  • limfoma ditangani sesuai jenis dan stadium penyakitnya.

 

Rencana pengobatan biasanya ditentukan oleh dokter spesialis hematologi-onkologi.

 

3. Mengatasi Gangguan Trombosit

 

Terapi pada gangguan trombosit bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.

Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

 

  • kortikosteroid untuk immune thrombocytopenia (ITP),
  • transfusi trombosit bila terjadi perdarahan berat,
  • obat untuk menekan atau merangsang produksi trombosit,
  • pengobatan penyakit yang mendasarinya.

 

Pada beberapa kasus, tindakan operasi pengangkatan limpa (splenektomi) dapat dipertimbangkan.

 

4. Mengatasi Gangguan Pembekuan Darah

 

Pada penyakit seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand, pengobatan bertujuan mencegah dan mengendalikan perdarahan.

Terapi dapat berupa:

 

  • pemberian faktor pembekuan darah,
  • desmopressin pada kondisi tertentu,
  • obat antifibrinolitik,
  • transfusi plasma bila diperlukan.

 

Penderita biasanya juga memerlukan edukasi mengenai cara mencegah cedera yang dapat memicu perdarahan.

 

 

Cara Menjaga Kesehatan Darah

 

Menjaga kesehatan darah penting untuk memastikan seluruh organ tubuh mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

 

Mengonsumsi Makanan Bergizi

 

Pilih makanan yang kaya nutrisi untuk mendukung pembentukan sel darah, seperti:

 

  • daging tanpa lemak,
  • ikan,
  • hati,
  • telur,
  • bayam,
  • brokoli,
  • kacang-kacangan,
  • biji-bijian utuh.

 

Nutrisi penting yang dibutuhkan antara lain zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin C, dan protein .

 

Berolahraga Secara Teratur

 

Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan jantung dan sistem peredaran darah sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih optimal.

Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu.

 

Menghindari Merokok

 

Zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko pembekuan darah, serta memperburuk kesehatan jantung dan paru-paru.

Berhenti merokok merupakan salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan sistem peredaran darah.

 

Menjaga Berat Badan Ideal

 

Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang memengaruhi sistem peredaran darah, seperti hipertensi ,diabetes , dan penyakit jantung .

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan Olahraga  membantu mengurangi risiko tersebut.

 

Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Berkala

 

Pemeriksaan darah secara rutin dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko atau riwayat keluarga dengan penyakit darah.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain hitung darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) sesuai anjuran dokter.

 

 

Makanan yang Mendukung Pembentukan Darah

 

Tubuh memerlukan berbagai zat gizi agar dapat memproduksi sel darah secara optimal.

Beberapa nutrisi penting meliputi:

 

 

 

Mengonsumsi makanan yang bervariasi membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

 

Komplikasi Gangguan Darah

 

Apabila tidak ditangani dengan baik, gangguan darah dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

 

  • anemia berat,
  • infeksi berulang,
  • perdarahan yang sulit berhenti,
  • pembentukan bekuan darah,
  • kerusakan organ akibat kekurangan oksigen,
  • Gagal  organ pada kondisi tertentu,
  • komplikasi akibat kanker Darah

 

Risiko komplikasi dapat dikurangi melalui diagnosis dini dan pengobatan yang sesuai.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:

 

  • tubuh lemas yang tidak kunjung membaik,
  • kulit   tampak pucat,
  • Sesak napas saat aktivitas ringan,
  • mudah memar atau berdarah,
  • mimisan yang sering,
  • demam berulang,
  • infeksi yang sering kambuh,
  • pembengkakan kelenjar getah bening,
  • penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab gangguan darah sebelum terjadi komplikasi.

 

Kapan Harus ke IGD?

 

Segera cari pertolongan medis darurat apabila mengalami:

 

  • perdarahan hebat yang tidak berhenti,
  • muntah darah atau buang air besar berwarna hitam,
  • sesak napas berat,
  • penurunan kesadaran,
  • nyeri dada hebat,
  • kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh,
  • demam tinggi pada pasien dengan jumlah sel darah putih yang sangat rendah.

 

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda komplikasi serius yang memerlukan penanganan segera.

 

Ringkasan

 

Darah merupakan jaringan ikat berbentuk cair yang memiliki peran penting dalam mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, serta sisa metabolisme ke seluruh tubuh. Darah tersusun atas plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Gangguan pada salah satu komponen darah dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari anemia, gangguan pembekuan darah, hingga leukemia. Diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan tes laboratorium seperti hitung darah lengkap (CBC), apusan darah tepi, atau pemeriksaan sumsum tulang.

Menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk mempertahankan kesehatan darah. Apabila muncul gejala seperti mudah lelah, perdarahan yang tidak normal, atau infeksi berulang, segera konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

 

FAQ

 

1.     Apa fungsi utama darah?

 

Fungsi utama darah adalah mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, dan berbagai zat penting ke seluruh tubuh, sekaligus membawa karbon dioksida serta sisa metabolisme untuk dikeluarkan. Darah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan proses pembekuan darah.

 

2.     Berapa jumlah darah dalam tubuh orang dewasa?

 

Rata-rata orang dewasa memiliki sekitar 4,5–5,5 liter darah, atau sekitar 7–8% dari berat badan, meskipun jumlahnya dapat berbeda tergantung ukuran tubuh dan jenis kelamin.

 

3.     Apa pemeriksaan darah yang paling sering dilakukan?

 

Pemeriksaan yang paling umum adalah hitung darah lengkap (Complete Blood Count/CBC), yang digunakan untuk menilai jumlah sel darah merah, sel darah putih, trombosit, kadar hemoglobin, dan parameter darah lainnya. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi berbagai penyakit darah maupun kondisi medis lainnya.

 

4.     Makanan apa yang baik untuk membantu pembentukan darah?

 

Makanan yang kaya zat besi, vitamin B12, asam folat, protein, dan vitamin C, seperti daging tanpa lemak, hati, ikan, telur, bayam, brokoli, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan buah jeruk, dapat membantu mendukung proses pembentukan sel darah.

 

5.     Apakah semua gangguan darah berbahaya?

 

Tidak. Beberapa gangguan darah, seperti anemia ringan akibat kekurangan zat besi, umumnya dapat diobati dengan baik. Namun, penyakit seperti leukemia, hemofilia, atau gangguan pembekuan darah tertentu memerlukan penanganan khusus dan pemantauan jangka panjang oleh dokter.

 

 

Daftar Referensi

 

1.    1.     Cleveland Clinic. Blood: Function, What It Is & Why We Need It.

https://my.clevelandclinic.org/health/body/21644-blood

2.     MedlinePlus. Blood. U.S. National Library of Medicine.
https://medlineplus.gov/blood.html

3.     Sel Darah Merah (Eritrosit): Fungsi, Struktur, Nilai Normal, dan Gangguannya

4.     https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/bloodNational Cancer Institute. NCI Dictionary of Cancer Terms: Blood.

5.     MSD Manuals Consumer Version. Overview of Blood Disorders.
https://www.msdmanuals.com/home/blood-disorders

6.     https://www.hematology.org/education/patientsAmerican Society of Hematology. Patient Resources.

7.     https://www.cdc.gov/hemophilia/Centers for Disease Control and Prevention. Hemophilia.

8.     Sel Darah Putih (Leukosit) - Fungsi, Jenis, Pemeriksaan & Penyakit

9.     https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activityWorld Health Organization. Physical Activity.

10. StatPearls Publishing (NCBI Bookshelf). Histology, Hematopoiesis.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560746/




 

 

 

 

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong