Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Agt 11, 2026 | 120

HEMOGLOBIN

Hemoglobin adalah protein dalam darah yang mengandung zat besi dan terdapat di dalam sel darah merah.


 

Hemoglobin adalah protein dalam darah yang mengandung zat besi dan terdapat di dalam sel darah merah. Tugas utamanya adalah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.

Hemoglobin dapat mengikat oksigen dan juga melepaskannya kembali sesuai kebutuhan tubuh. Saat terikat oksigen, hemoglobin disebut oksihemoglobin dan berwarna merah terang. Saat tidak membawa oksigen, warnanya menjadi merah lebih gelap.

Hemoglobin dibentuk di dalam sumsum tulang, yaitu tempat produksi sel darah merah. Saat sel darah merah sudah tua dan rusak, hemoglobin di dalamnya juga akan diuraikan. Zat besi dari hemoglobin tidak dibuang, tetapi disimpan dan diangkut kembali ke sumsum tulang oleh protein bernama transferrin untuk digunakan lagi dalam pembentukan sel darah merah baru. Sementara itu, sisa bagian hemoglobin akan diubah menjadi bilirubin, yaitu zat yang dikeluarkan melalui EMPEDU dan memberi warna kekuningan pada feses.

Hemoglobin merupakan salah satu indikator penting dalam pemeriksaan kesehatan rutin karena berhubungan langsung dengan kemampuan tubuh mengangkut oksigen ke seluruh organ. Kadar hemoglobin yang tidak normal dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan nutrisi, penyakit kronis, kelainan darah, atau kondisi medis lainnya.

Hemoglobin S adalah jenis hemoglobin yang tidak normal dan ditemukan pada penderita anemia sel sabit, yaitu penyakit keturunan yang cukup serius. Pada kondisi ini, sel darah merah bisa berubah bentuk menjadi seperti bulan sabit ketika kadar oksigen dalam darah rendah.

Sel darah merah yang berbentuk tidak normal ini lebih rapuh dan mudah rusak, sehingga umurnya lebih pendek dari biasanya. Selain itu, bentuknya yang kaku dapat menyumbat Pembuluh darah   kecil, sehingga menghambat aliran darah dan bisa menyebabkan kerusakan jaringan.

 

Hal yang memengaruhi umur sel darah merah

 

Sumsum tulang terus memproduksi sel darah merah, dan sel-sel ini biasanya bertahan sekitar 120 hari dalam aliran darah sebelum digantikan yang baru.

Beberapa faktor dapat memengaruhi lamanya sel darah merah bertahan, di antaranya:

 

·      Pembesaran limpa (splenomegali). Limpa berfungsi menyaring sel darah merah dalam tubuh. Jika ukurannya membesar, limpa bisa menangkap dan menghancurkan lebih banyak sel darah merah, sehingga umur sel tersebut menjadi lebih pendek.

·      Anemia sel sabit. Ini adalah Kelainan darah yang memengaruhi bentuk dan fungsi hemoglobin, sehingga sel darah merah lebih cepat rusak.

·      Talasemia. Kondisi ini memengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi hemoglobin dan sel darah merah secara normal.

 

Tes Hemoglobin

 

Tes hemoglobin adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam darah. Hemoglobin merupakan protein utama yang terdapat di dalam sel darah merah.

Protein ini mengandung zat besi yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Dengan bantuan hemoglobin, sel darah merah dapat membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan dan organ tubuh.

 

Kadar Hemoglobin Normal

 

Kadar hemoglobin normal bergantung pada usia dan, mulai masa remaja, jenis kelamin seseorang. Nilai kisaran normal hemoglobin adalah:

 

·      Bayi Baru Lahir                      : 17 - 22

·      Usia Satu (1) minggu            : 15 - 20

·      Usia Satu (1) bulan               : 11 - 15

·      Anak-anak                    : 11 - 13

·      Laki-laki Dewasa                    : 14 - 18

·      Wanita Dewasa                     : 12 - 16

·      Pria Setelah Usia Paruh Baya          : 12,4 - 14,9

·      Wanita Setelah Usia Paruh Baya          : 11,7 - 13,8

 

Semua nilai dari tes darah  hemoglobin ini dapat sedikit berbeda antar laboratorium. Beberapa laboratorium tidak membedakan antara nilai hemoglobin dewasa dan "setelah usia paruh baya".

Wanita hamil disarankan untuk menghindari kadar hemoglobin tinggi maupun rendah untuk menghindari peningkatan risiko lahir mati (hemoglobin tinggi – di atas kisaran normal hemoglobin) dan kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan rendah. (hemoglobin rendah – di bawah kisaran normal hemoglobin).

 

Kadar hemoglobin rendah?

 

Kadar hemoglobin rendah (sering disebut anemia) adalah kondisi ketika jumlah hemoglobin dalam darah lebih sedikit dari normal. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya:

 

·      Tubuh tidak membuat cukup sel darah merah.

·      Sel darah merah hancur lebih cepat dari yang seharusnya.

·      Tubuh kehilangan darah dalam waktu lama (misalnya karena perdarahan).

 

Kadar hemoglobin yang rendah bisa menjadi tanda dari beberapa masalah kesehatan, seperti:

 

·      Kekurangan zat besi.

·      Kekurangan nutrisi penting, seperti Vitamin B12 atau asam folat .

·      Penyakit serius seperti kanker yang menyerang darah atau sumsum tulang.

·      Kelainan darah seperti thalassemia.

·      Penyakit ginjal  atau hati.

·      Penyakit sel sabit.

·      Penyakit autoimun.

·      Kehilangan darah, misalnya karena operasi, cedera, Menstruasi   berlebihan, atau perdarahan di saluran pencernaan

 

Faktor Risiko Hemoglobin Rendah

 

Kelompok yang lebih berisiko mengalami hemoglobin rendah meliputi ibu hamil, wanita dengan menstruasi berat, lansia, penderita penyakit ginjal kronis, pasien kanker, serta individu dengan pola makan  rendah zat besi, vitamin B12, atau asam folat.

 

Kadar hemoglobin tinggi

 

Beberapa kondisi dapat meningkatkan jumlah sel darah merah sehingga kadar hemoglobin dalam darah menjadi terlalu tinggi. Misalnya, saat tubuh mengalami dehidrasi, kadar hemoglobin bisa tampak meningkat karena jumlah sel darah merah lebih banyak dibandingkan volume cairan darah.

Kadar hemoglobin yang tinggi juga bisa menjadi tanda adanya kondisi tertentu, seperti:

 

·      Polisitemia vera

·      Kelainan Jantung bawaan

·      Gangguan pada ginjal, termasuk kanker ginjal

·      Penyakit paru-paru , seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan fibrosis paru

 

Satu-satunya cara memastikan kadar hemoglobin tinggi adalah melalui tes darah. Namun, ada beberapa tanda atau gejala yang mungkin muncul, seperti:

 

·      Sering merasa pusing  

·      Mudah memar atau mengalami perdarahan

·      Berkeringat berlebihan

·      Mudah lelah

·      Sakit kepala

·      Sendi terasa bengkak

·      Berat badan turun tanpa sebab yang jelas

·      Kulit atau bagian putih mata tampak kekuningan

 

Interaksi dan Kondisi yang Perlu Diperhatikan

 

Beberapa obat dapat memengaruhi kadar hemoglobin atau pembentukan sel darah merah. Pasien yang menjalani kemoterapi, terapi penyakit autoimun tertentu, atau pengobatan jangka panjang sebaiknya melakukan pemantauan darah secara berkala sesuai anjuran dokter.

 

FAQ Hemoglobin

 

Apa risiko dari tes hemoglobin?

 

Tes darah umumnya aman dan hanya memiliki risiko yang sangat kecil. Saat proses pengambilan darah, Anda mungkin merasakan sedikit nyeri atau tidak nyaman. Setelahnya, area bekas suntikan bisa terlihat memar atau sedikit bengkak selama beberapa hari. Keluhan tersebut biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus.

 

Makanan apa yang membantu meningkatkan hemoglobin?

Daging merah tanpa lemak, hati, ikan, Telur , kacang-kacangan, bayam, dan makanan kaya vitamin C .

 

Apakah hemoglobin tinggi berbahaya?

 

Kadar hemoglobin yang tinggi perlu diperhatikan dengan serius. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasari. Bahkan jika tidak disebabkan oleh penyakit tertentu, kadar hemoglobin yang terlalu tinggi tetap perlu ditangani. Jika dibiarkan, hemoglobin yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti terbentuknya pembekuan darah.

 

Bagaimana cara mengatasi hemoglobin rendah?

 

Penanganan hemoglobin rendah dilakukan dengan mencari dan mengatasi penyebab utamanya. Misalnya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, tenaga medis biasanya akan menyarankan suplemen zat besi. Selain itu, Anda juga mungkin dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Dalam banyak kasus, ketika penyebab dasarnya berhasil ditangani, kadar hemoglobin akan kembali meningkat secara bertahap.

 

Apakah hemoglobin rendah selalu berarti anemia?

 

Tidak selalu, namun hemoglobin rendah sering menjadi indikator utama anemia.

 

Apa yang harus dilakukan jika hemoglobin tinggi?

 

Jika Anda mengetahui atau menduga kadar hemoglobin Anda tinggi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Mereka dapat melakukan tes darah untuk memastikan kadar hemoglobin Anda. Setelah itu, tenaga medis akan membantu menentukan penyebabnya dan menyarankan penanganan atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

 

 

Catatan dari Keapotek

 

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang mengandung zat besi dan berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, sekaligus berperan dalam memberi warna pada darah. Protein ini diproduksi di sumsum tulang dan akan didaur ulang saat sel darah merah yang berumur sekitar 120 hari rusak. Kadar hemoglobin dapat diketahui melalui tes darah, dengan nilai normal yang berbeda tergantung usia dan jenis kelamin. Kadar yang terlalu rendah (anemia) bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi, kehilangan darah, atau penyakit tertentu, sedangkan kadar yang terlalu tinggi dapat terjadi akibat dehidrasi atau kondisi medis seperti Gangguan jantung,paru-paru, dan ginjal. Baik kadar rendah maupun tinggi perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan berbagai gejala dan berdampak pada kesehatan tubuh.

 

Source:

https://emedicine-medscape-com.translate.goog/article/2085614-overview/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc&form=fpf

https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17705-low-hemoglobin

https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17789-high-hemoglobin-count

https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17790-hemoglobin-test

 


Tonton melalui youtube

Unggah Resep

INSTAGRAM

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong