Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 18, 2026 | 29

Vitamin C Alami Peremaja Kulit

Vitamin C dari Makanan Meningkatkan Kadar Kolagen pada Kulit – Studi Landmark


Hasil temuan studi dari para peneliti di University of Otago, Fakultas Kedokteran – Christchurch (Ōtautahi), telah menemukan bahwa produksi kolagen dan peremajaan kulit secara langsung merespons jumlah vitamin C yang kita konsumsi.

Studi yang dipublikasikan oleh Journal of Investigative Dermatology internasional, menunjukkan bahwa kadar vitamin C kulit berkaitan erat dengan kadar vitamin dalam darah (plasma) dan dapat ditingkatkan dengan memperbanyak asupan buah.

Dilakukan terhadap 24 orang dewasa sehat pada Aotearoa Selandia Baru dan Jerman, studi menunjukkan bahwa meningkatkan kadar plasma dengan mengonsumsi dua buah kiwi SunGold kaya akan vitamin C per hari meningkatkan jumlah vitamin dalam kulit, memperbaiki ketebalan kulit (produksi kolagen) dan menstimulasi peremajaan dan regenerasi lapisan terluar kulit.

Penulis utama, Profesor Margreet Vissers dari Mātai Hāora, Centre for Redox Biology and Medicine, di Department of Pathology and Molecular Medicine, mengatakan bahwa kekuatan hubungan antara ketebalan kulit dan asupan vitamin C yaitu “Sangat kuat”.

“Kami terkejut oleh korelasi yang kuat antara kadar vitamin C dalam plasma dan kadar vitamin C dalam kulit, ini jauh lebih terlihat daripada di dalam organ lain yang kami teliti,” ucap Profesor Visser.

“Kami merupakan yang pertama kali membuktikan bahwa vitamin C dalam sirkulasi darah meresap ke dalam semua lapisan kulit dan dikaitkan dengan perbaikan fungsi kulit. Saya sangat bangga terhadap tim saya dan tertarik dengan apa yang ditunjukkan data kepada kami.”

Profesor Vissers mengatakan hasil studi menunjukkan bahwa kecantikan benar-benar datang dari dalam, mendukung fungsi kulit dari bagian dalam dengan memberikan vitamin C ke kulit dengan cara yang telah dirancang oleh alam yaitu melalui aliran darah.

Keapotek:Vitamin C

“Kami tahu bahwa vitamin C diperlukan untuk produksi kolagen. Fakta ini diinspirasi oleh penambahan vitamin C pada kebanyakan formulasi krim kulit. Namun, vitamin C sangat larut dalam air dan kurang terserap melalui lapisan barrier kulit terluar. Studi kami menunjukkan bahwa kulit sangat baik dalam menyerap vitamin C dari aliran darah. Penyerapan ke dalam lapisan epidermis terluar juga tampak harus diutamakan,” ucapnya.

Didanai oleh Perusahaan di Selandia baru yaitu Zespri International Bersama dengan University of Otago Research Grant, studi terdiri dari dua tahap. Tahap pertama membuktikan hubungan antara plasma dan kadar vitamin C kulit, menggunakan jaringan kulit sehat dari pasien yang sedang menjalani prosedur bedah pilihan di Te Whatu Ora Canterbury (dengan dukungan dari He Taonga Tapu milik kampus Otago - Canterbury Cancer Society Tissue Bank).



Tahap kedua meliputi studi intervensi vitamin C melalui makanan dengan metode “before-and-after” di dua tempat (Christchurch dan Jerman), masing-masing dengan 12 partisipan.

“Semua diinstruksikan untuk mengonsumsi buah kiwi Kiwi Gold harian, setara dengan 250 mg vitamin C, selama delapan minggu. Kemudian kami mengumpulkan sampel kulit sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis terpisah yang memungkinkan kami melihat lapisan basal kulit di Christchurch dan lapisan terluar kulit dan tes fungsi kulit di Jerman,” penjelasan Profesor Vissers.

Partisipan di Jerman direkrut dan diuji oleh SGS Institute Fresenius di Hamburg, laboratorium mereka memiliki kemampuan teknis untuk mengumpulkan lapisan dermis kulit (atap bula). Lembaga tersebut mengukur peremajaan sampel kulit, termasuk pemeriksaan ultrasound yang mengukur ketebalan kulit, elastisitas perlindungan UV dan peremajaan sel epidermis, memberikan gambaran lengkap dari fungsi kulit.

“Temuan penting lainnya yang benar-benar nyata menunjukkan peningkatan signifikan pada Tingkat ketebalan kulit dari partisipan, menunjukkan produksi kolagen dan kenaikan pesat peremajaan sel epidermis mereka, dengan kata lain peremajaan kulit,” ucap Profesor Vissers.

Dia mengatakan buah kiwi SunGold™ telah dipilih untuk percobaan karena terbukti mengandung kadar vitamin C tinggi, namun diperkirakan bahwa makanan lain yang kaya akan vitamin C, terutama buah-buahan dan sayuran segar seperti sitrus, buah beri, cabai, dan brokoli, memiliki dampak positif yang sama.

“Kami menyarankan bahwa meningkatkan asupan vitamin C dari makanan akan menghasilkan penyerapan efektif vitamin C ke dalam semua kompartemen kulit,” ucap Profesor Vissers.

“Hal yang terpenting adalah menjaga agar kadar plasma Anda tetap optimal, yang kita tahu dapat mudah dicapai oleh orang sehat dengan asupan vitamin C sekitar 250 mg per hari. Namun, tubuh tidak menyimpan vitamin tersebut, jadi kami merekomendasikan pola makan ‘5+ sehari’, setiap hari, dengan salah satu dari kelima porsi tersebut merupakan makanan tinggi vitamin C, sebagai kebiasaan baik yang perlu dibangun.”


Tonton melalui youtube


https://keapotek.com

https://keapotek.com/Articles

instagram

sources

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong