Mohon tunggu...
Asetilsistein adalah obat mukolitik (obat yang berfungsi untuk menghancurkan atau mengencerkan lendir/dahak). Obat ini biasanya diberikan dengan cara dihirup (inhalasi), tetapi di rumah sakit juga bisa diberikan dengan cara lain.

Acetylcysteine adalah obat mukolitik (obat yang berfungsi untuk menghancurkan atau mengencerkan lendir/dahak). Obat ini biasanya diberikan dengan cara dihirup (inhalasi), tetapi di rumah sakit juga bisa diberikan dengan cara lain. Acetylcysteine bekerja dengan memutus ikatan disulfida pada mukoprotein dalam lendir, sehingga viskositas mukus menurun dan lendir menjadi lebih encer. Dengan pengenceran ini, dahak lebih mudah dikeluarkan melalui batuk atau suction. Selain efek mukolitik, acetylcysteine juga memiliki aktivitas antioksidan melalui peningkatan kadar glutathione, yang membantu melindungi jaringan paru dari stres oksidatif.
Asetilsistein digunakan untuk beberapa kondisi paru-paru ketika jumlah lendir yang berlebihan membuat penderita sulit bernapas. Obat ini bekerja dengan mengencerkan atau melarutkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk. Dalam beberapa kasus, lendir mungkin perlu dikeluarkan dengan bantuan alat penyedot (suction).
Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.
Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan: Larutan (solution)
Sebelum Menggunakan
Saat memutuskan untuk menggunakan suatu obat, manfaat yang diperoleh harus dipertimbangkan dibandingkan dengan risikonya. Keputusan ini sebaiknya dibuat bersama antara Anda dan dokter.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk obat ini adalah sebagai berikut:
Alergi
Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi atau reaksi yang tidak biasa terhadap obat ini atau obat lainnya. Beri tahu juga tenaga kesehatan jika Anda memiliki alergi lain, misalnya alergi terhadap makanan, pewarna, bahan pengawet, atau hewan.
Untuk produk yang dijual bebas, bacalah label atau komposisi pada kemasan dengan teliti.
Anak-anak (Pediatrik)
Belum ada informasi khusus yang membandingkan penggunaan asetilsistein pada anak-anak dengan kelompok usia lainnya. Namun, obat ini tidak diperkirakan menyebabkan efek samping atau masalah yang berbeda pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa.
Lansia (Geriatrik)
Banyak obat yang belum diteliti secara khusus pada orang lanjut usia. Oleh karena itu, belum tentu diketahui apakah obat tersebut bekerja dengan cara yang sama seperti pada orang dewasa muda atau apakah menimbulkan efek samping yang berbeda pada lansia.
Tidak ada informasi khusus yang membandingkan penggunaan asetilsistein pada lansia dengan kelompok usia lainnya.
Menyusui
Belum ada penelitian yang memadai pada wanita untuk menentukan risiko terhadap bayi saat menggunakan obat ini selama menyusui.
Sebelum menggunakan obat ini saat menyusui, pertimbangkan manfaat yang mungkin diperoleh dibandingkan dengan risiko yang mungkin terjadi.
Interaksi Obat
Beberapa obat tidak boleh digunakan bersamaan sama sekali. Namun dalam beberapa kasus, dua obat berbeda dapat digunakan bersama meskipun ada kemungkinan terjadi interaksi.
Dalam kondisi tersebut, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau memberikan tindakan pencegahan lainnya.
Sangat penting untuk memberi tahu tenaga kesehatan jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan berikut ini.
Berikut ini adalah obat yang dapat berinteraksi dengan asetilsistein (daftar ini tidak mencakup semua kemungkinan):
Menggunakan obat ini bersama obat berikut dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu. Namun, penggunaan keduanya mungkin merupakan pengobatan terbaik untuk Anda. Jika diresepkan bersama, dokter mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi penggunaan salah satu atau kedua obat tersebut.
Interaksi Lain
Beberapa obat tidak boleh digunakan saat atau sekitar waktu makan makanan tertentu karena dapat terjadi interaksi.
Penggunaan alkohol atau tembakau bersama obat tertentu juga dapat menyebabkan interaksi.
Diskusikan dengan tenaga kesehatan mengenai penggunaan obat ini bersamaan dengan makanan, alkohol, atau rokok.
Masalah Medis Lainnya
Adanya kondisi medis lain dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika memiliki masalah kesehatan lain, terutama:
Kapan Tidak Efektif
Acetylcysteine inhalasi dapat kurang efektif pada kondisi berikut:
Cara Penggunaan yang Benar
Gunakan asetilsistein sesuai dengan
petunjuk dokter.
Jangan menggunakan obat ini lebih banyak atau lebih sering dari yang dianjurkan
dokter, karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
Jika Anda menggunakan obat ini di rumah, pastikan Anda benar-benar memahami cara pemakaiannya. Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada dokter.
Setelah menggunakan asetilsistein, usahakan untuk mengeluarkan dahak/lendir yang sudah encer dengan batuk. Jika tidak bisa dikeluarkan dengan batuk, lendir mungkin perlu disedot dengan alat khusus (suction). Hal ini penting untuk mencegah penumpukan lendir yang berlebihan di paru-paru. Jika ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter.
Dosis
Dosis obat ini berbeda-beda pada setiap orang. Ikuti petunjuk dokter atau aturan yang tertera pada label obat.
Informasi berikut adalah dosis rata-rata. Jika dosis Anda berbeda, jangan mengubahnya kecuali atas petunjuk dokter.
Jumlah obat yang digunakan tergantung pada:
Untuk sediaan inhalasi (larutan)
Untuk mengencerkan atau melarutkan lendir pada penyakit paru-paru:
Dewasa dan anak-anak:
Digunakan dengan nebulizer sebanyak 3–4 kali sehari.
Obat dihirup melalui:
Larutan 10% atau 20% juga dapat:
Untuk pemeriksaan diagnosis masalah paru-paru:
Dewasa dan anak-anak:
Digunakan dengan cara dihirup atau dimasukkan langsung ke trakea sebanyak 2–3 kali sebelum pemeriksaan.
Onset Kerja
Jika Lupa Dosis
Jika Anda lupa menggunakan satu dosis, segera gunakan saat Anda ingat.
Namun, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan kembali ke jadwal biasa.
Jangan menggunakan dosis ganda.
Penyimpanan
Simpan botol (vial) yang belum dibuka di dalam kulkas dan jangan dibekukan.
Setelah vial dibuka, obat harus segera digunakan.
Buang sisa obat dalam wadah yang sudah dibuka setelah 4 hari.
Efek Samping
Selain memberikan manfaat, obat juga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Tidak semua efek samping akan terjadi, tetapi jika muncul, mungkin memerlukan penanganan medis.
Segera hubungi dokter jika mengalami efek samping berikut:
Jarang terjadi:
Sangat jarang:
Efek samping yang biasanya tidak memerlukan penanganan medis
Efek samping berikut umumnya ringan dan dapat hilang dengan sendirinya selama tubuh menyesuaikan diri dengan obat. Tenaga kesehatan juga dapat memberikan saran untuk mengurangi efek samping ini.
Hubungi tenaga kesehatan jika efek berikut berlanjut, mengganggu, atau jika Anda memiliki pertanyaan:
Jarang terjadi:
Catatan khusus
Efek samping lain yang tidak tercantum di atas juga dapat terjadi pada beberapa pasien. Jika Anda merasakan efek lain yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Hubungi dokter untuk mendapatkan saran medis mengenai efek samping.
Monitoring Terapi
Pemantauan terapi acetylcysteine inhalasi meliputi:
Ringkasan
Acetylcysteine inhalasi adalah obat mukolitik yang digunakan untuk mengencerkan lendir pada saluran pernapasan. Obat ini bekerja dengan memecah ikatan mukoprotein sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan. Efek muncul cepat setelah inhalasi, dan penggunaan biasanya 3–4 kali sehari melalui nebulizer. Pemantauan diperlukan untuk menilai efektivitas terapi dan mencegah efek samping seperti bronkospasme.
Disclaimer
Informasi ini bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional. Penggunaan acetylcysteine inhalasi harus sesuai resep dan petunjuk medis, terutama pada pasien asma atau gangguan pernapasan berat. Jangan mengubah dosis atau menghentikan penggunaan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Nama dagang : Fluimucil®