Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Sep 03, 2026 | 42

Lymphangioleiomyomatosis (LAM)

Lymphangioleiomyomatosis (LAM): Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dan Harapan Hidup


 

Lymphangioleiomyomatosis (LAM) adalah penyakit paru langka yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal sel menyerupai sel otot polos di paru-paru, pembuluh limfatik, dan pada sebagian pasien organ lain seperti Ginjal . Pertumbuhan sel tersebut dapat merusak jaringan paru dan menyebabkan terbentuknya banyak kista berdinding tipis. Seiring waktu, kerusakan tersebut dapat mengganggu aliran udara dan pertukaran oksigen. LAM hampir secara eksklusif ditemukan pada perempuan, terutama pada usia reproduktif.

LAM merupakan penyakit yang jarang dan termasuk kelompok penyakit paru kistik. Kondisi ini dapat muncul sebagai LAM sporadik, yaitu terjadi akibat perubahan genetik yang muncul selama hidup, atau sebagai TSC-LAM, yaitu LAM yang berhubungan dengan tuberous sclerosis complex (TSC), suatu Kelainan genetik yang dapat memengaruhi berbagai organ.

 

Bagaimana LAM Memengaruhi Paru-Paru?


Pada LAM, sel abnormal yang disebut LAM cells berkembang di sekitar saluran udara, Pembuluh darah, dan struktur limfatik paru. Pertumbuhan sel ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru dan pembentukan kista-kista berisi udara.

Kista tersebut secara bertahap dapat mengurangi luas jaringan paru yang berfungsi normal. Akibatnya, kemampuan paru untuk mengalirkan udara dan melakukan pertukaran gas dapat menurun. Pada pemeriksaan fungsi paru, sebagian besar pasien dengan LAM menunjukkan pola obstruktif, meskipun pada tahap awal fungsi paru dapat masih normal.

LAM juga dapat memengaruhi sistem limfatik dan ginjal. Salah satu kelainan yang sering ditemukan adalah angiomyolipoma ginjal, yaitu tumor jinak yang terdiri dari jaringan pembuluh darah, otot, dan lemak.

 

Jenis LAM

 

LAM secara umum dibagi menjadi dua bentuk, yaitu LAM sporadik dan TSC-LAM.

 

1.    LAM Sporadik

 

LAM sporadik terjadi ketika perubahan genetik pada sel terjadi selama hidup dan tidak diwariskan dari orang tua. Kondisi ini tidak berarti seseorang memiliki tuberous sclerosis complex. LAM sporadik hampir seluruhnya terjadi pada perempuan dan merupakan bentuk LAM yang lebih sering ditemukan.

 

2.    TSC-LAM

 

TSC-LAM terjadi pada perempuan yang memiliki tuberous sclerosis complex (TSC). TSC berkaitan dengan perubahan GEN  TSC1 atau TSC2 dan dapat menyebabkan pertumbuhan tumor jinak pada beberapa organ. Tidak semua perempuan dengan TSC mengalami LAM, tetapi LAM merupakan salah satu manifestasi paru yang penting pada TSC.

 

Gejala LAM

 

Gejala LAM dapat berkembang secara perlahan sehingga pada tahap awal penyakit sering sulit dikenali. Keluhan awal juga dapat menyerupai asma, PPOK , atau penyakit paru lainnya.

Gejala yang dapat muncul meliputi:

 

·      sesak napas , terutama saat beraktivitas

·      Mudah lelah

·      Batuk

·      Mengi atau napas berbunyi

·      Batuk berdarah (hemoptisis)

·      Pneumotoraks atau paru-paru kolaps

·      Pembengkakan atau nyeri perut pada kondisi tertentu

·      Gejala akibat penumpukan cairan limfatik

Pada sebagian pasien, tanda pertama LAM justru berupa pneumotoraks spontan, yaitu udara masuk ke ruang antara paru-paru dan dinding dada sehingga sebagian atau seluruh paru mengempis. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada mendadak dan Sesak napas .

 

Komplikasi LAM

LAM tidak hanya memengaruhi paru-paru. Pertumbuhan sel abnormal dan gangguan sistem limfatik dapat menimbulkan sejumlah komplikasi.

Pneumotoraks: merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi. Kista pada paru dapat pecah sehingga udara masuk ke ruang pleura dan menyebabkan paru mengempis.

Pneumotoraks pada LAM juga memiliki risiko kambuh yang tinggi. Karena itu, pasien yang pernah mengalaminya biasanya perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut untuk mencegah kejadian berulang.

Chylothorax: terjadi ketika cairan limfe (chyle) menumpuk di ruang sekitar paru. Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas dan rasa tidak nyaman di dada.

Pada sebagian pasien, LAM juga dapat menyebabkan penumpukan cairan limfe di rongga perut atau gangguan pada saluran limfatik lainnya.

 

Angiomyolipoma Ginjal: Angiomyolipoma merupakan tumor jinak yang cukup sering ditemukan pada penderita LAM. Sebagian tidak menimbulkan gejala, tetapi tumor yang berukuran besar dapat mengalami perdarahan dan menyebabkan nyeri pinggang atau darah dalam urine.

 

Penyebab LAM

 

Penyebab LAM berkaitan dengan perubahan pada jalur genetik yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel. Pada LAM, perubahan pada gen TSC1 dan TSC2 dapat menyebabkan aktivasi berlebihan jalur mTOR (mechanistic target of rapamycin), yaitu jalur yang berperan dalam pertumbuhan dan metabolisme sel.

Aktivasi jalur tersebut menyebabkan sel LAM tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali sehingga akhirnya merusak jaringan paru. Pada LAM sporadik, perubahan genetik tersebut terjadi pada sel tubuh selama hidup dan bukan perubahan genetik yang diwariskan kepada anak. Pada TSC-LAM, perubahan gen TSC1 atau TSC2 merupakan bagian dari penyakit tuberous sclerosis complex yang dapat diwariskan atau terjadi sebagai mutasi baru.

 

Faktor Risiko LAM

 

Karena LAM merupakan penyakit yang sangat jarang, faktor risikonya berbeda dari penyakit paru yang lebih umum. Faktor yang berhubungan dengan risiko LAM meliputi:

 

·      Jenis kelamin perempuan.

·      Usia reproduktif.

·      Memiliki tuberous sclerosis complex.

·      Riwayat keluarga TSC pada kasus tertentu.

·      Perubahan genetik TSC1 atau TSC2.

 

LAM sporadik sendiri bukan penyakit yang diturunkan dari orang tua kepada anak. Sebaliknya, TSC dapat diwariskan atau terjadi akibat mutasi baru.

 

Diagnosis LAM

Diagnosis LAM dapat menjadi sulit karena gejalanya mirip dengan beberapa penyakit paru lain. Dokter biasanya menggabungkan gejala, pemeriksaan fungsi paru, pencitraan, pemeriksaan darah, dan tanda-tanda lain yang berhubungan dengan LAM.

 

1.    CT scan Resolusi Tinggi (HRCT)

High-Resolution Computed Tomography (HRCT) merupakan salah satu pemeriksaan penting dalam diagnosis LAM. Gambaran yang khas adalah adanya banyak kista paru berbentuk bulat, berdinding tipis, berukuran relatif seragam, dan tersebar secara difus di kedua paru.

 

2.    Pemeriksaan VEGF-D

Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur vascular endothelial growth factor-D (VEGF-D). Kadar VEGF-D yang tinggi dapat mendukung diagnosis LAM dan, pada pasien yang memenuhi kondisi tertentu, membantu menghindari biopsi paru. Nilai VEGF-D ≥800 pg/mL digunakan sebagai salah satu temuan konfirmasi dalam pedoman diagnosis.

 

3.    Tes Fungsi Paru

Tes fungsi paru digunakan untuk mengetahui seberapa baik paru bekerja dan untuk memantau perubahan fungsi paru dari waktu ke waktu. Spirometri dapat menunjukkan pola obstruktif pada banyak pasien LAM. Namun, pada tahap awal, seseorang dapat memiliki hasil fungsi paru yang masih normal.

 

4.    Biopsi Paru

Biopsi paru tidak selalu diperlukan. Jika gambaran HRCT sesuai tetapi belum ada bukti lain yang cukup untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat mempertimbangkan biopsi. Pedoman ATS/JRS menganjurkan pendekatan diagnosis yang tidak invasif terlebih dahulu dan mempertimbangkan biopsi transbronkial pada kasus tertentu sebelum melakukan biopsi paru melalui pembedahan.

 

Pemeriksaan untuk Mencari Komplikasi LAM

 

Karena LAM dapat memengaruhi organ selain paru, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mencari komplikasi. Pemeriksaan dapat meliputi:

 

·      CT atau MRI abdomen untuk melihat angiomyolipoma Ginjal.

·      Pemeriksaan sistem limfatik bila dicurigai terdapat lymphangioleiomyoma.

·      Pemeriksaan fungsi paru secara berkala.

·      Pengukuran kadar oksigen darah.

·      Evaluasi tuberous sclerosis complex bila terdapat tanda yang mengarah ke TSC.

 

Pengobatan LAM

 

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan LAM secara permanen. Namun, perkembangan pengobatan telah membuat pengendalian penyakit menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Tujuan pengobatan adalah:

 

·      Memperlambat penurunan fungsi paru.

·      Mengurangi gejala.

·      Menangani komplikasi.

·      Mempertahankan kualitas hidup.

·      Menunda atau menghindari kebutuhan transplantasi paru bila memungkinkan.

 

Sirolimus untuk LAM

 

Sirolimus merupakan obat golongan mTOR inhibitor dan menjadi terapi utama untuk pasien LAM dengan gangguan atau penurunan fungsi paru serta kondisi tertentu lainnya.

Sirolimus bekerja dengan menghambat jalur mTOR yang terlalu aktif pada sel LAM. Terapi ini dapat membantu memperlambat penurunan fungsi paru, mengecilkan angiomyolipoma ginjal, serta membantu mengatasi beberapa komplikasi limfatik. sirolimus terutama dipertimbangkan pada pasien dengan fungsi paru yang abnormal atau mengalami penurunan, beban penyakit yang bermakna, efusi chylous yang bermasalah, atau angiomyolipoma tertentu.

Efek samping sirolimus dapat meliputi:

 

·      Sariawan atau luka pada mulut.

·      Diare.

·      Mual.

·      Peningkatan kolesterol.

·      Pembengkakan.

·      Peningkatan risiko infeksi.

 

Obat dan Terapi Pendukung

 

Selain sirolimus, terapi lain dapat diberikan sesuai gejala dan komplikasi.

Bronkodilator: dapat membantu membuka saluran napas dan mengurangi sesak atau mengi pada pasien yang mengalami penyempitan saluran napas yang responsif terhadap obat tersebut.

Terapi Oksigen: Terapi oksigen  dapat diberikan ketika kadar oksigen darah rendah. Pada sebagian pasien, oksigen mungkin awalnya hanya diperlukan saat beraktivitas atau tidur, sedangkan pada penyakit yang lebih berat dapat dibutuhkan lebih sering.

Rehabilitasi Paru: Program rehabilitasi paru dapat membantu pasien mempertahankan kemampuan fisik dan mengelola keterbatasan akibat penyakit paru kronis.

 

Apakah LAM Bisa Sembuh?

 

Saat ini belum ada terapi yang dapat menghilangkan LAM secara permanen. Sirolimus berfungsi menekan atau menstabilkan aktivitas penyakit, bukan menyembuhkannya. Karena itu, sebagian pasien membutuhkan pengobatan dan pemantauan jangka panjang.

Walaupun demikian, perkembangan terapi telah mengubah prognosis LAM secara signifikan. Penanganan modern dapat memperlambat penurunan fungsi paru dan membantu mengendalikan komplikasi.

 

 

 

Faktor yang Memengaruhi Prognosis

Perjalanan LAM tidak sama pada setiap pasien. Beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan dokter dalam memperkirakan perkembangan penyakit antara lain:

 

·      Kecepatan penurunan fungsi paru.

·      Usia.

·      Status menopause.

·      Adanya angiomyolipoma.

·      Komplikasi limfatik.

·      Riwayat pneumotoraks.

·      Respons terhadap terapi.

 

Perempuan yang belum mengalami menopause cenderung mengalami penurunan fungsi paru lebih cepat dibandingkan perempuan setelah menopause, meskipun perjalanan penyakit tetap berbeda pada setiap individu.

 

LAM dan Kehamilan

Kehamilan perlu dibicarakan secara khusus dengan dokter pada penderita LAM. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat memperburuk gejala atau mempercepat perkembangan penyakit pada sebagian pasien.

Selain itu, risiko komplikasi seperti pneumotoraks perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, perencanaan kehamilan sebaiknya dilakukan bersama dokter paru dan tim medis yang memiliki pengalaman menangani LAM.

 

Cara Menjaga Kondisi pada Penderita LAM

 

LAM membutuhkan pemantauan jangka panjang. Selain menjalani terapi sesuai anjuran dokter, beberapa langkah dapat membantu menjaga kondisi dan kualitas hidup.

 

1.    Melakukan Kontrol Rutin, Pemeriksaan fungsi paru secara berkala penting untuk mengetahui apakah fungsi paru stabil atau mengalami penurunan.

2.    Menghindari Rokok, Merokok dapat memperburuk kesehatan paru secara umum. Penderita LAM sebaiknya tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok .

 

3.    Menjaga Aktivitas Fisik, Aktivitas fisik  yang sesuai kemampuan dapat membantu mempertahankan kebugaran . Pada penderita dengan gangguan pernapasan yang lebih berat, jenis dan intensitas olahraga  sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau tim rehabilitasi paru.

4.    Menjaga Kesehatan mental , Diagnosis penyakit langka dan kronis dapat menimbulkan kecemasan, stres, atau perubahan kualitas hidup. Dukungan keluarga, kelompok pasien, psikolog, atau konselor dapat membantu pasien menghadapi kondisi tersebut.

 

Kondisi Darurat

 

Nyeri dada  mendadak yang disertai sesak napas berat pada penderita LAM perlu dianggap sebagai kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera karena dapat menunjukkan pneumotoraks. Segera menuju fasilitas kesehatan apabila mengalami:

 

·      Sesak napas yang muncul tiba-tiba atau memburuk dengan cepat.

·      Nyeri dada tajam yang muncul mendadak.

·      Sulit bernapas.

·      Batuk darah dalam jumlah banyak.

·      Penurunan kesadaran atau kelemahan berat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:

 

·      Sesak napas yang semakin sering atau semakin berat.

·      Batuk yang menetap.

·      Nyeri dada berulang.

·      Mengi.

·      Batuk berdarah.

·      Penurunan kemampuan melakukan aktivitas fisik.

·      Nyeri atau pembengkakan pada perut.

·      Darah dalam urine atau nyeri pinggang yang tidak biasa.

 

Pada seseorang yang telah didiagnosis LAM, perubahan gejala pernapasan juga perlu dilaporkan kepada dokter karena dapat menunjukkan perkembangan penyakit atau munculnya komplikasi.

 

Kondisi Darurat

 

Nyeri dada mendadak yang disertai sesak napas berat pada penderita LAM perlu dianggap sebagai kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera karena dapat menunjukkan pneumotoraks.

Segera menuju fasilitas kesehatan apabila mengalami:

 

·      Sesak napas yang muncul tiba-tiba atau memburuk dengan cepat.

·      Nyeri dada tajam yang muncul mendadak.

·      Sulit bernapas.

·      Batuk darah dalam jumlah banyak.

·      Penurunan kesadaran atau kelemahan berat.

 

Pneumotoraks merupakan komplikasi yang sering terjadi pada LAM dan membutuhkan penanganan medis.

 

FAQ

1.    Apa itu Lymphangioleiomyomatosis (LAM)?

 

LAM adalah penyakit paru langka yang menyebabkan pertumbuhan abnormal sel menyerupai otot polos dan pembentukan banyak kista pada paru. Penyakit ini terutama menyerang perempuan dan dapat memengaruhi ginjal serta sistem limfatik.

 

2.    Apakah LAM termasuk kanker?

 

LAM tidak biasanya diklasifikasikan sebagai kanker konvensional. Namun, sel LAM memiliki karakteristik pertumbuhan dan penyebaran yang menyerupai beberapa aspek neoplasma, termasuk kemampuan berpindah melalui sistem limfatik dan darah.

 

3.    Apakah LAM bisa sembuh?

 

Saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan LAM secara permanen. Namun, terapi seperti sirolimus dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan mengendalikan beberapa komplikasi.

 

4.    Apakah LAM hanya terjadi pada perempuan?

 

LAM hampir secara eksklusif terjadi pada perempuan. Kasus pada laki-laki sangat jarang dan sebagian besar berkaitan dengan kondisi tertentu seperti tuberous sclerosis complex.

 

5.    Apakah LAM dapat diturunkan kepada anak?

 

LAM sporadik tidak diwariskan. Namun, tuberous sclerosis complex yang berhubungan dengan TSC-LAM dapat diwariskan atau terjadi sebagai mutasi baru.

 

6.    Apakah penderita LAM dapat hidup lama?

 

Banyak pasien dapat hidup selama bertahun-tahun setelah diagnosis. Prognosis sangat bervariasi dan terutama dipengaruhi oleh tingkat serta kecepatan penurunan fungsi paru. Data modern menunjukkan lebih dari 90% pasien dalam beberapa kohort masih hidup 10 tahun setelah diagnosis.

 

7.    Apakah sirolimus dapat menyembuhkan LAM?

 

Tidak. Sirolimus bekerja menekan aktivitas jalur mTOR dan pertumbuhan sel LAM sehingga dapat memperlambat perkembangan penyakit. Terapi ini bersifat mengendalikan penyakit, bukan menghilangkan LAM secara permanen.

 

Catatan dari Keapotek

 

Lymphangioleiomyomatosis (LAM) merupakan penyakit paru langka yang terutama terjadi pada perempuan dan dapat berkembang secara perlahan. Gejalanya dapat menyerupai penyakit paru lain, sehingga keluhan seperti sesak napas yang semakin berat, batuk menetap, mengi, atau nyeri dada perlu diperiksa untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

LAM membutuhkan pemantauan jangka panjang karena dapat memengaruhi fungsi paru, sistem limfatik, dan ginjal. Meskipun belum dapat disembuhkan secara permanen, terapi seperti sirolimus dapat membantu mengendalikan aktivitas penyakit pada kondisi tertentu. Menjaga kesehatan paru, menghindari rokok, melakukan kontrol rutin, dan mengikuti terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi. Nyeri dada mendadak yang disertai sesak napas berat perlu segera mendapatkan pertolongan medis karena dapat menjadi tanda pneumotoraks.

 

 References

 

1.    Cleveland Clinic — Lymphangioleiomyomatosis (LAM): Symptoms & Treatment
Cleveland Clinic — Lymphangioleiomyomatosis (LAM)

2.    National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI/NIH) —NHLBI/NIH — LAM

3.    American Thoracic Society/Japanese Respiratory Society — ATS/JRS — LAM Diagnosis and Management Guideline

4.    PubMed — PubMed — Pathogenesis, Clinical Features, Diagnosis, and Management of LAM

5.    The LAM Foundation — The LAM Foundation — LAM Management

6.    MSD Manuals — MSD Manuals — Lymphangioleiomyomatosis

7.    MedlinePlus Genetics — MedlinePlus Genetics — Lymphangioleiomyomatosis

8.    GeneReviews/NCBI Bookshelf — GeneReviews/NCBI — Tuberous Sclerosis Complex



IncredibleOffers

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong