Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Feb 18, 2026 | 123

Omega-3

Asam lemak omega-3 telah dikaitkan dengan banyak manfaat bagi kesehatan


17 Manfaat Asam Lemak Omega-3 Berbasis Sains


Asam lemak omega-3 telah dikaitkan dengan banyak manfaat bagi kesehatan. Secara khusus, omega-3 dapat membantu meningkatkan kesehatan otak dan jantung, mengurangi inflamasi, dan melindungi dari beberapa kondisi kronis.

Asam lemak omega-3 sangat penting. Omega-3 memiliki banyak manfaat kesehatan yang sangat kuat bagi tubuh dan otak Anda. Faktanya, hanya sedikit nutrien yang telah diteliti secara menyeluruh seperti asam lemak omega-3.

Berikut ini 17 manfaat asam lemak omega-3 bagi kesehatan yang didukung oleh bukti ilmiah.


1.     Dapat bermanfaat untuk menangani depresi dan kecemasan (anxiety)


Depresi merupakan salah satu dari gangguan mental yang paling umum terjadi di dunia. Gejalanya seringkali termasuk kesedihan, kelesuan, dan kehilangan minat secara umum terhadap kehidupan.

Anxiety atau kecemasan merupakan gangguan yang umum terjadi lainnya, ditandai dengan rasa takut, panik, dan kegelisahan.

Penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi omega-3 secara teratur lebih kecil kemungkinan untuk mengalami depresi. Selain itu, penelitian terhadap orang dengan depresi dan anxiety menunjukkan bahwa suplemen omega-3 dapat memperbaiki gejala.

Ada tiga jenis asam lemak omega-3: alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), dan docosahexaenoic acid (DHA). Dari ketiganya, EPA tampak menjadi yang paling bermanfaat untuk depresi.


Kesimpulan: Suplemen omega-3 dapat membantu mengobati dan mencegah depresi dan anxiety. EPA tampak menjadi yang paling efektif dalam mengurangi gejala depresi.


2.     Dapat meningkatkan kesehatan mata


DHA, suatu jenis omega-3, merupakan komponen struktural utama dari retina mata Anda. Saat Anda tidak mendapatkan DHA yang cukup, masalah penglihatan mungkin akan terjadi.

Menariknya, mendapatkan omega-3 yang cukup juga dikaitkan dengan penurunan risiko degenerasi makula, salah satu penyebab utama kerusakan mata permanen dan kebutaan di seluruh dunia


Kesimpulan: Asam lemak omega-3 yang disebut DHA merupakan komponen struktural utama dari retina mata Anda. DHA dapat membantu mencegah degenerasi makular, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan.


3.     Dapat meningkatkan kesehatan otak selama kehamilan dan masa awal kehidupan


Omega-3 sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

Mendapatkan omega-3 yang cukup selama kehamilan dikaitkan dengan banyak manfaat untuk anak Anda, di antaranya yaitu:

·         Peningkatan perkembangan kognitif

·         Keterampilan komunikasi dan sosial yang lebih baik

·         Masalah perilaku yang lebih sedikit

·         Penurunan risiko keterlambatan perkembangan

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut, karena beberapa penelitian memberikan hasil yang beragam.


Kesimpulan: Mendapatkan omega-3 yang cukup selama kehamilan dan masa awal kehidupan sangat penting untuk perkembangan anak Anda. Suplementasi omega-3 dikaitkan dengan peningkatan perkembangan kognitif dan penurunan risiko keterlambatan perkembangan.


4.     Dapat memperbaiki faktor risiko penyakit jantung


Serangan jantung dan stroke merupakan penyebab utama kematian di dunia.

Puluhan tahun lalu, para peneliti mengamati bahwa komunitas yang mengonsumsi ikan memiliki tingkat yang sangat rendah terkena penyakit tersebut. Hal ini kemudian dikaitkan dengan konsumsi omega-3.

Sejak saat itu, asam lemak omega-3 telah dihubungkan dengan banyak manfaat bagi kesehatan jantung.

Manfaat tersebut termasuk:


·         Trigliserida: Omega-3 dapat menurunkan kadar trigliserida dengan signifikan.


·         Kolesterol HDL: Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa omega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik)


·         Gumpalan darah: Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa omega-3 dapat mencegah trombosit dari menggumpal bersama, yang dapat membantu mencegah pembentukan gumpalan darah yang berbahaya.


·         Peradangan: Omega-3 menurunkan produksi beberapa zat yang dilepaskan selama tubuh Anda merespons peradangan.

Untuk beberapa orang, omega-3 juga dapat menurunkan kolesterol LDL (buruk). Namun, buktinya beragam, karena beberapa studi menemukan peningkatan kadar kolesterol LDL.

Meskipun adanya efek-efek yang bermanfaat terhadap faktor risiko penyakit jantung, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa suplemen omega-3 dapat mencegah serangan jantung atau stroke, dan banyak studi menemukan tidak ada manfaatnya.


Kesimpulan: Omega-3 dapat memperbaiki banyak faktor risiko penyakit jantung. Namun, suplemen omega-3 tidak tampak menurunkan risiko Anda terkena serangan jantung atau stroke.


5.     Dapat menurunkan gejala ADHD pada anak-anak


Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) merupakan gangguan perilaku yang ditandai dengan ketidakfokusan, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa anak dengan ADHD memiliki kadar asam lemak omega-3 rendah dalam darah dari pada anak yang bukan penderita ADHD.

Selain itu, banyak penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa suplemen omega-3 dapat membantu menurunkan gejala ADHD. Secara khusus, omega-3 dapat membantu memperbaiki ketidakfokusan dan penyelesaian tugas. Omega-3 juga dapat menurunkan hiperaktivitas, keimpulsivan, kegelisahan dan agresivitas.

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut, karena penelitian lain telah menemukan tidak ada manfaat suplementasi omega-3 terhadap gejala ADHD.


Kesimpulan: Suplemen omega-3 dapat membantu menurunkan gejala ADHD pada anak-anak. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut, karena penelitian-penelitian menunjukkan hasil yang beragam.


6.     Dapat menurunkan gejala sindrom metabolik


Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi, seperti obesitas sentral yang juga dikenal sebagai lemak perut, serta tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi, gula darah tinggi, dan kadar kolesterol HDL (baik) rendah. Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena kondisi ini meningkatkan risiko Anda terkena banyak penyakit lainnya, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu memperbaiki kadar gula darah, peradangan, dan faktor risiko penyakit jantung pada orang dengan sindrom metabolik.


Kesimpulan: Omega-3 mungkin memiliki banyak manfaat bagi orang dengan sindrom metabolik. Omega-3 dapat memperbaiki kadar gula darah, mengurangi peradangan, dan memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit jantung.


7.     Dapat mengurangi peradangan


Peradangan (inflamasi) merupakan respons alami terhadap infeksi dan kerusakan di dalam tubuh. Oleh karena itu, peradangan sangat penting bagi kesehatan Anda.

Namun, terkadang peradangan bertahan untuk waktu yang lama, bahkan tanpa infeksi atau cedera. Kondisi ini disebut dengan peradangan kronis atau jangka panjang. Peradangan jangka panjang dapat berkontribusi terhadap hampir setiap penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Khususnya, asam lemak omega-3 dapat mengurangi produksi molekul dan zat yang dikaitkan dengan peradangan, seperti eikosanoid dan sitokin peradangan. Penelitian secara konsisten mengamati hubungan antara suplementasi omega-3 dan pengurangan peradangan.


Kesimpulan: Omega-3 mengurangi peradangan kronis, yang dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung, kanker, dan berbagai macam penyakit lainnya.


8.     Dapat bermanfaat bagi penyakit autoimun


Pada penyakit autoimun, sistem imun Anda salah mengira sel sehat sebagai sel asing dan mulai untuk menyerangnya. Diabetes tipe 1 merupakan salah satu contoh utama, di mana sistem imun Anda menyerang sel yang memproduksi insulin di dalam pankreas.

Menurut satu studi pada tahun 2017, peningkatan asupan beberapa jenis asam lemak selama masa bayi, termasuk DHA, telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 1 yang dikaitkan dengan autoimun di kemudian hari.

Omega-3 juga dapat membantu mengobati lupus, rheumatoid arthritis, kolitis ulseratif, penyakit Crohn, dan psoriasis, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.


Kesimpulan: asam lemak omega-3 dapat membantu mengobati dan mencegah beberapa penyakit autoimun, termasuk diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, kolitis ulseratif, penyakit Crohn, dan psoriasis.


9.     Dapat memperbaiki penyakit mental


Kadar omega-3 yang rendah telah dilaporkan terjadi pada orang dengan gangguan kejiwaan. Penelitian menunjukkan memberikan asam lemak omega-3 telah menunjukkan penurunan perilaku kekerasan.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa suplemen omega-3 dapat memperbaiki gejala pada orang dengan skizofrenia dan penyakit bipolar.

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut, karena penelitian lain telah menemukan hasil yang bertentangan.


Kesimpulan: Orang dengan penyakit mental sering kali memiliki kadar lemak omega-3 yang rendah. Memperbaiki status omega-3 tampak dapat memperbaiki gejala, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.


10.  Dapat membantu mencegah penurunan fungsi mental terkait usia dan penyakit Alzheimer


Banyak orang mengalami penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.

Beberapa studi mengaitkan asupan omega-3 yang tinggi terhadap penurunan fungsi mental terkait usia dan penurunan risiko penyakit Alzheimer. Satu tinjauan terhadap studi terkontrol menunjukkan bahwa suplemen omega-3 mungkin bermanfaat terhadap penyakit yang muncul saat gejala penyakit Alzheimer sangat ringan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap omega-3 dan kesehatan otak


Kesimpulan: Lemak omega-3 dapat membantu mencegah penurunan fungsi mental terkait usia dan penyakit Alzheimer, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.


11.  Dapat membantu mencegah kanker


Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Amerika Serikat, dan asam lemak omega-3 sudah lama diklaim dapat mengurangi risiko kanker tertentu.

Beberapa studi sebelumnya menunjukkan konsumsi omega-3 dapat dikaitkan dengan penurunan risiko terkena kanker prostat, kanker payudara, dan kanker usus besar. Namun, tidak semua studi melaporkan hasil yang sama, dan NIH melaporkan sebuah percobaan klinis besar menemukan bahwa omega-3 tidak menurunkan risiko Anda terkena kanker.


Kesimpulan: Asupan omega-3 dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk usus besar, prostat, dan kanker payudara. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut.


12.  Dapat mengurangi asma pada anak-anak


Asma merupakan suatu penyakit paru-paru kronis dengan gejala seperti batuk, napas pendek, dan mengi. Serangan asma berat dapat menjadi sangat berbahaya. Hal tersebut dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan saluran napas dalam paru-paru Anda.

Tingkat asma di Amerika Serikat dan di seluruh dunia telah meningkat dalam beberapa puluh tahun terakhir. Studi pada tahun 2018 menemukan hubungan antara konsumsi omega-3 dan risiko asma lebih rendah pada anak-anak.


Kesimpulan: Asupan omega-3 telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena asma pada anak-anak


13.  Dapat mengurangi lemak dalam hati


Metabolic-associated steatotic liver disease (MASLD) (sebelumnya disebut sebagai non-alcoholic fatty liver disease) merupakan kondisi umum yang ditandai dengan akumulasi lemak dalam hati. Kondisi ini dipercaya memengaruhi 25% dari populasi dunia dan dianggap menjadi penyebab utama dari penyakit hati lainnya, termasuk sirosis, atau jaringan parut hati.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa memberikan asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi lemak hati dan peradangan pada penderita NAFLD.


Kesimpulan: Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi lemak hati pada orang dengan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD).


14.  Dapat meningkatkan kesehatan tulang dan sendi


Osteoporosis dan arthritis merupakan dua penyakit umum yang memengaruhi sistem rangka Anda. Penelitian menunjukkan bahwa omega-3 dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang dengan meningkatkan jumlah kalsium di dalam tulang.

Secara teoritis, hal tersebut dapat mengurangi risiko osteoporosis. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut, karena penelitian-penelitian memiliki hasil yang beragam terhadap efek dari asam lemak omega-3 bagi kesehatan tulang.

Omega-3 juga dapat membantu mengobati arthritis. Menurut satu tinjauan dari enam studi, suplemen omega-3 mampu untuk menurunkan nyeri pada sendi sinovial secara signifikan pada penderita osteoarthritis. Namun, studi kualitas tinggi yang lebih besar perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana asam lemak omega-3 dapat memberi dampak pada kesehatan tulang dan sendi.


Kesimpulan: Omega-3 dapat meningkatkan kekuatan tulang dan kesehatan sendi, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.


15.  Dapat membantu meringankan nyeri haid


Nyeri haid terjadi pada perut bagian bawah dan panggul dan sering kali menyebar ke punggung bawah dan paha Anda. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup Anda secara signifikan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi paling banyak omega-3 mungkin mengalami nyeri haid yang lebih ringan.

Analisis meta pada 2023 dari dua belas studi menentukan bahwa suplemen omega-3 mengurangi nyeri dan dibutuhkan untuk pereda nyeri selama menstruasi.


Kesimpulan: Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi nyeri haid. Selain itu, satu studi menemukan bahwa suplemen omega-3 bahkan bisa jadi lebih efektif dari pada ibuprofen, suatu obat antiinflamasi.


16.  Dapat memperbaiki kualitas tidur


Tidur yang baik merupakan salah satu fondasi dari kesehatan yang optimal. Kurang tidur telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk obesitas, diabetes, dan depresi.

Pada beberapa penelitian sebelumnya, kadar asam lemak omega 3 yang rendah juga dikaitkan dengan masalah tidur pada anak-anak dan apnea tidur obstruktif pada orang dewasa. Selain itu, kadar DHA rendah juga dikaitkan dengan kadar rendah hormon melatonin pada beberapa studi terhadap hewan, yang membantu Anda tertidur. Namun, diperlukan penelitian terhadap manusia lebih lanjut.

Studi pada anak-anak dan orang dewasa juga menunjukkan bahwa memberi suplemen omega-3 dapat memperbaiki aspek tertentu pada tidur dan melindungi dari gangguan tidur.


Kesimpulan: Asam lemak omega-3, terutama DHA dapat meningkatkan lama dan kualitas tidur Anda.


17.  Dapat mendukung kesehatan kulit


DHA merupakan komponen struktural pada kulit Anda. DHA bertanggung jawab untuk kesehatan membran sel, yang membentuk sebagian besar bagian dari kulit Anda.

EPA juga memberi manfaat pada kulit Anda dalam beberapa cara, termasuk:

·         Meningkatkan hidrasi kulit

·         Mencegah hiperkeratinisasi dari folikel rambut, yang muncul sebagai benjolan merah kecil dan sering kali terlihat pada bagian atas lengan

·         Melindungi dari penuaan dini kulit

·         Mengurangi risiko timbul jerawat

Studi terhadap hewan menunjukkan bahwa omega-3 juga dapat membantu melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat sinar matahari. Namun, hal ini tidak berarti bahwa Anda harus menggunakan suplemen omega-3 untuk menggantikan tabir surya.


Kesimpulan: Omega-3 dapat membantu menjaga kulit Anda tetap sehat, mencegah penuaan dini dan perlindungan dari kerusakan akibat sinar matahari.


Kesimpulan


Asam lemak omega-3 penting untuk kesehatan yang optimal. Cara terbaik untuk memastikan asupan omega-3 adalah dengan mendapatkannya dari makanan utuh, seperti ikan berlemak, 2 kali per minggu.

Namun, jika Anda tidak mengonsumsi banyak ikan berlemak, maka Anda mungkin mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen omega-3 dua atau tiga kali seminggu. Untuk orang yang kekurangan omega-3, hal ini merupakan cara yang terjangkau dan efektif untuk meningkatkan kesehatan.


Tonton melalui youtube
 
https://keapotek.com
https://keapotek.com/Articles
Source

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong