Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 17, 2026 | 14

Apa itu Penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer adalah gangguan otak yang secara perlahan berdampak pada kemampuan seseorang untuk berpikir dan mengingat yang umumnya terjadi pada lansia.


Jenis penyakit demensia yang paling umum

Penyakit Alzheimer adalah gangguan otak yang secara perlahan berdampak pada kemampuan seseorang untuk berpikir dan mengingat. Hal ini memburuk seiring berjalannya waktu hingga sangat memengaruhi pada bagaimana orang yang terkena penyakit ini berfungsi dan berinteraksi dengan dunia. Alzheimer jarang terjadi sebelum usia 65 tahun, tetapi setelah melewati usia ini, risiko dua kali lipat terjadi sekitar setiap lima tahun sekali. Namun, banyak orang hidup hingga usia 90-an dan lebih tanpa mengalami Alzheimer.


Alzheimer vs Demensia


Istilah Alzheimer dan demensia sering digunakan secara bergantian, tetapi keduanya berbeda. Demensia adalah istilah umum yang menggambarkan ketidakmampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan membuat keputusan, berdampak pada kemampuan mereka untuk melakukan tugas sehari-hari. Meskipun demensia biasanya menyerang lansia, itu bukan hal yang normal dari penuaan.

Penyakit Alzheimer adalah bentuk yang paling umum, menyerang sekitar 60-80% penderita demensia. Penderita Alzheimer cenderung lupa pada informasi terbaru secara cepat dan memiliki masalah dalam mengingat kembali informasi tersebut, bahkan dengan petunjuk dari orang yang dikasihinya.


Alzheimer yang Terjadi Lebih Cepat vs Alzheimer yang Terjadi Lebih Lambat


Kebanyakan penderita Alzheimer mengalami penyakit yang terjadi lebih lambat, menyerang pada orang berusia 65 tahun dan lebih. Namun, sekitar 5% dari penderita Alzheimer mengalami penyakit yang lebih cepat, yang dapat menyerang orang berusian 40-an dan 50-an.

Alzheimer yang terjadi lebih cepat biasanya lebih parah dibandingkan yang terjadi lebih lambat, dan dapat memakan waktu yang lebih lama untuk didagnosa. Gejalanya mungkin tidak terlalu berkaitan dengan ingatan dan termasuk masalah seperti:


·         Sulit merencanakan dan perhatian terhadap sesuatu

·         Kesulitan berbicara

·         Perubahan penglihatan


Artikel ini berfokus pada Alzheimer yang timbul pada tahap lanjut kecuali dinyatakan lain.


Gejala


Gejala Alzheimer bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya. Tidak seperti jenis masalah otak lain, gejala Alzheimer timbul secara bertahap. Kesulitan dalam mengingat adalah ciri khas Alzheimer, tetapi masalah pemrosesan visual atau bahasa juga dapat terjadi.


Tahap Awal Alzheimer


Penderita Alzheimer tahap awal mungkin tidak mengalami gejala yang jelas pada setiap orang, tetapi orang-orang di dekat mereka mungkin menyadari adanya kesulitan dengan:

·         Melupakan janji penting

·         Mencampuradukan acara dan orang

·         Sering salah menaruh barang

·         Mengurus tagihan

·         Melaksanakan tugas yang sudah biasa

Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan jika anda atau orang yang anda kasihi menunjukkan tanda-tanda Alzheimer. Mereka dapat menentukan apakah gejala-gejala tersebut disebabkan oleh gangguan kognitif ringan, yang merupakan bagian dari penuaan normal, atau demensia. Jika dipikir-pikir, anda mungkin menyadari bahwa orang yang anda kasihi menunjukkan gejala awal Alzheimer. Namun, karena penyakit ini muncul secara perlahan, mengidentifikasinya bisa jadi sulit


Alzheimer Sedang


Pada penyakit tahap sedang, gejala menjadi lebih jelas. Misalnya, seseorang mungkin menjadi bingung mengenai tahun atau dimana mereka berada dan bagaimana mereka sampai disana. Mereka mungkin tidak mengingat informasi dasar tentang diri sendiri dan anggota keluarganya. Beberapa orang juga mengalami perubahan kepribadian, agitasi atau depresi, atau dilusi.


Alzheimer Berat


Pada tahap selanjutnya, penderita akan mengalami gangguan ingatan dan kognisi yang parah. Mereka mungkin kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan menanggapi pada lingkungan sekitarnya dan kesulitan mengendalikan pergerakan. Penderita ini membutuhkan pemantauan dan perawatan sepanjang waktu.


Prognosis


Penderita Alzheimer biasanya hidup empat hingga lima tahun setelah didiagnosis, tetapi hal ini dapat bervariasi. Penyakitnya mungkin berkembang secara perlahan pada beberapa orang tetapi juga dapat lebih cepat pada yang lainnya, sebagian tergantung pada responnya terhadap terapi dan kondisi medis lain.


Komplikasi


Penderita Alzheimer dapat mengalami komplikasi pada penyakitnya. Masalah umum tertentu di antara lansia mungkin memburuk karena masalah komunikasi. Beberapa contoh yaitu:

·         Inkontinensia (kehilangan kendali terhadap kandung kemih atau usus)

·         Peningkatan risiko penyakit pernapasan dan pneumonia

·         Dehidrasi

·         Masalah gigi

·         Jatuh


Apa Penyebab Penyakit Alzheimer?


Penyebab pasti dari Alzheimer tidak diketahui. Namun, para peneliti tahu itu ada hubungannya dengan perubahan dalam otak. Satu teori adalah bahwa untaian dan gumpalan dari peptide tertentu pada otak mungkin memicu peradangan. Namun, kemungkinan banyak faktor, tidak hanya satu, yang menyebabkan penyakit ini.



Faktor Risiko


Bertambahnya usia adalah faktor risiko yang paling kritis untuk penyakit Alzheimer. Faktor risiko lain untuk Alzheimer kurang jelas. Beberapa faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap risiko meliputi:


·        Penyakit jantung

·         Diabetes yang tidak dikontrol dengan baik

·         Cedera otak traumatis

·         Malnutrisi

·         Paparan pada toksin tententu, seperti alumunium

·         Merokok


Apakah Alzheimer itu Genetik?


Gen dan lingkungan berperan dalam risiko Alzheimer. MIsalnya, jika anda memiliki orang tua atau saudara kandung penderita Alzheimer, anda mungkin memiliki risiko dua kali lipat mengidapnya dibandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki riyawat penyakit tersebut dalam keluarga.

Gen yang paling signifikan meningkatkan risiko Alzheimer adalah apolipoprotein E (APOE). Penderita Alzheimer memiliki variasi gen spesifik ini sekitar dua hingga tiga kali lebih sering dari orang yang tidak menderita penyakit ini. Namun, banyak orang dengan varian gen ini tidak pernah terkena Alzheimer.

Satu pengecualian adalah penyakit Alzheimer yang terjadi pada usia dini. Sebagian orang dengan bentuk Alzheimer yang kurang umum ini memiliki versi gen yang hampir selalu menyebabkan Alzheimer jika diwariskan dari orang tua.


Mengonfirmasi Diagnosis Penyakit Alzheimer


Meskipun para peneliti sedang mengerjakannya, tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis Alzheimer. Penyedia layanan kesehatan anda akan mengambil satu atau lebih dari cara berikut ini untuk mendiagnosis penderita Alzheimer:


·         Riwayat medis: Penyedia layanan kesehatan anda akan berdiskusi tentang perkembangan gejala dengan seseorang yang mengalaminya dan seseorang yang dekat dengannya.

·         Tes kognitif: Penyedia layanan kesehatan menggunakan berbagai tes kognitif untuk menilai derajat dan karakteristik gangguan yang dialami seseorang.

·         Tes darah: Tes ini membantu penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi masalah medis yang berpotensi dapat diobati yang mungkin disalahartikan sebagai penyakit Alzheimer atau kondisi yang dapat memperburuk gejala. (Misalnya, tes hormon perangsang tiroid dapat membantu menyingkirkan hipertiroidisme sebagai penyebab yang mendasarinya, atau pemeriksaan darah lengkap mungkin membantu menyingkirkan infeksi).

·         Teknik pencitraan: Penyedia layanan kesehatan menggunakan teknik pencitraan seperti pemindaian MRI, CT atau SPECT, untuk membantu mendiagnosis Alzheimer dan membedakannya dengan kondisi terkait.


Baru-baru ini, beberapa dokter mulai menguji cairan serebrospinal, yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang anda, untuk tanda spesifik penyakit Alzheimer. Namun, mereka jarang melakukan tes ini, yang mana biasanya merupakan tanggung jawab dari spesialis.


Pengobatan Alzheimer


Mengobati Alzheimer memerlukan tim ahli yang menggunakan metode pengobatan yang berbeda untuk membantu mengurangi gejala, memperlambat penurunan, dan memaksimalkan kualitas hidup.


Pendekatan Non-farmakologis


Alat bantu memori dapat membantu pada tahap awal penyakit. Menjaga rutinitas yang konsisten tetapi mudah dipahami dapat membantu penderita Alzheimer menavigasi lingkungannya. Penyedia layanan kesehatan dapat membantu pengasuh menemukan cara yang lebih baik untuk berkomunikasi dengan penderita dan mengurangi perilaku yang bermasalah.

Hal ini juga penting untuk mengelola kondisi medis lain. Misalnya, penderita Alzheimer mungkin perlu untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan yang membuatnya lebih sulit berpikir dengan jernih. Atau mereka mungkin mengalami masalah kesehatan yang memperburuk gejala, seperti infeksi saluran kencing atau kekurangan vitamin B12 yang mendasarinya.


Obat


FDA menyetujui tiga obat-obatan pada kelas obat yang disebut cholinesterase inhibitors untuk mengobati Alzheimer. Obat-obatan ini termasuk:


·        Aricept (donepezil)

·         Razadyne (galantamine)

·         Exelon (rivastigmine)


Satu tambahan obat yang disetujui oleh FDA adalah Namenda (memantine). Penyedia layanan kesehatan dapat meresepkan satu dari empat obat-obatan yang disetujui tunggal atau kombinasi cholinesterase inhibitors dengan Namenda.

Pada beberapa orang, obat ini dapat mengurangi gejala atau memperlambat perkembangan gejala. Namun, obat ini tidak mengobati masalah yang menyebabkan Alzheimer.


Pengobatan Baru dan Baru Muncul


Pada tahun 2021, FDA menyetujui Aduhelm, terapi biologis yang mahal, untuk mengobati Alzheimer. Tidak seperti pengobatan sebelumnya, pengobatan ini berpotensi menargetkan penyebab dasar dari penyakit tersebut. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi karena beberapa ahli tidak yakin apakah potensi risiko pembengkakan otak dan perdarahan lebih besar dari pada manfaatnya yang belum jelas. Pada November 2024, Aduhelm sudah dihentikan produksinya.

Pada tahun 2023, FDA menyetujui biologik lain dari pembuat Aduhelm dengan cara kerja yang serupa, Leqembi. Saat ini disetujui untuk penderita dengan penyakit ringan dan seperti Aduhelm, ini sedikit kontroversial.

Pengobatan yang baru muncul saat ini sedang melalui percobaan klinis. Beberapa terapi menargetkan gumpalan peptide yang tidak normal, dan yang lainnya bekerja pada peradangan atau pembuluh darah. Jika salah satu atau lebih dari terapi baru ini terbukti efektif dalam jangka panjang, mungkin akan segera memperluas pilihan pengobatan.


Hidup dengan Penyakit Alzheimer


Penderita Alzheimer Membutuhkan dukungan sosial, emosional, fisik, dan medis untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Kebutuhan ini berubah seiring dengan perkembangan penyakit seseorang dari ringan ke sedang lalu ke parah.


Dukungan dari Keluarga dan Pengasuh


Anggota keluarga dan pengasuh dari penderita Alzheimer memberi fondasi yang paling penting untuk pengobatan mereka. Namun, kelelahan dalam mengasuh merupakan suatu bahaya, terutama untuk mereka yang tidak memiliki cukup dukungan. Utamakan kesehatan dan kebutuhan anda sehingga anda dapat terus mendukung orang yang anda kasihi.


Organisasi Alzheimer


Berbagai organisasi bekerja untuk mengumpulkan dana untuk penelitian, pendidikan, dan mendukung penderita Alzheimer dan keluarganya. Beberapa adalah asosiasi Alzheimer, The Alzheimer’s Foundation of America, dan Alzheimer’s Disease International.


Kapan Bulan Kesadaran Alzheimer?


Pada bulan Juni, asosiasi Alzheimer menyoroti Bulan Kesadaran Alzheimer dan Otak. Banyak orang memilih untuk berkontribusi pada tujuan tersebut dengan menyelenggarakan penggalangan dana untuk penelitian Alzheimer pada titik balik matahari musim panas.

Pada bulan November, Alzheimer Foundation of America juga menekankan sebagai Bulan Kesadaran Alzheimer. Banyak orang menggunakan biru kehijauan atau menerangi gedung dengan warna ini untuk membantu meningkatkan kesadaran terhadap penyakit ini.


Kesimpulan


Alzheimer adalah penyakit otak kronis yang berkembang dan paling umum dari demensia. Alzheimer menyebabkan gejala seperti kehilangan ingatan dan gangguan perhatian, berkembang dari ringan hingga parah. Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan jika anda atau orang yang anda kasihi mencurigai adanya Alzheimer. Penyedia layanan kesehatan dapat menawarkan pilihan pengujian, diagnosis, dan pengobatan. Penderita Alzheimer dan pengasuhnya mendapat manfaat dari sistem pendukung yang solid


Tonton melalui youtube


https://keapotek.com

https://keapotek.com/Articles

INSTAGRAM


source

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong