Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 06, 2026 | 312

Yuk, Ketahui Insomnia dan Cara Menanganinya!

Yuk, Ketahui Insomnia dan Cara Menanganinya!

Jika anda mengalami kesulitan tertidur atau kesulitan untuk tetap tidur, anda mungkin memiliki insomnia, yang merupakan gangguan tidur yang paling umum. Antara 10% dan 30% dari orang dewasa memiliki insomnia kronis, dan lebih banyak lagi yang menghadapi ini dari waktu ke waktu. Berikut beberapa penelitian terbaru mengenai kondisi ini, penyebabnya dan pengobatan yang dapat membantu. 



Pengobatan Insomnia
Jenis obat baru memberi dokter pilihan lain untuk memberikan resep dalam pengobatan insomnia.

Reseptor antagonis Orexin. 
Beberapa dari obat tidur terbaru yang diketahui bekerja sebagai inhibitor orexin. Obat tersebut memblokir kerja senyawa pada otak yang membuat anda tetap waspada. Senyawa ini adalah orexin. Dua obat ini termasuk:
·     Daridorexant (Quviviq)
·     Lemborexant (Dayvigo)
·     Suvorexant (Belsomra)

Semua pil obat tidur memiliki risiko dan efek samping. Pada beberapa obat, dapat terjadi toleransi yang berarti obat tersebut berhenti bekerja dengan efektif pada dosis yang direkomendasikan, atau bahkan seperti anda merasa tidak bisa tidur tanpa obat-obat tersebut. Beberapa obat dapat menyebabkan anda berjalan, makan, atau bahkan mengemudi saat tidur. Sebagian besar memberikan efek pening pada keesokan harinya. Dokter biasanya hanya memberikan resep obat-obat tersebut pada jangka pendek, dan anda dapat berhenti menggunakan obat-obat tersebut secara bertahap.

Melatonin
Saat matahari terbenam, tubuh anda membentuk hormon melatonin yang menyebabkan anda mengantuk. Bentuk obat resep dari melatonin membantu anda merasa mengantuk dengan bekerja seperti melatonin pada otak anda. Suplemen melatonin sering dijual sebagai pengobatan untuk insomnia. Tetapi baik American Academy of Sleep Medicine (AASM) maupun America Academy of Physicians, keduanya tidak merekomendasikan itu, mereka mengatakan tidak cukup bukti bahwa suplemen tersebut betul-betul bekerja.Sulit diketahui apa yang anda dapat ketika membeli suplemen. Analisis terhadap puluhan suplemen pada tahun 2017 ditemukan lebih dari 70% pada waktu itu, jumlah melatonin pada produk tidak sesuai dengan jumlah yang tertera pada label. 

Terapi Insomnia Non-obat
Dokter anda mungkin tidak akan meresepkan pil obat tidur hingga anda mencoba pengobatan lainnya. Peneliti melakukan studi terhadap terapi non-obat yang dapat mengatasi insomnia, tetapi terapi perilaku kognitif adalah salah satu pilihan yang sering direkomendasikan para ahli tidur terlebih dahulu. CBT-I. AASM mengeluarkan pedoman baru pada awal 2021 yang sangat merekomendasikan terapi perilaku kognitif pada insomnia (CBT-I). Saat anda menjalani terapi perilaku kognitif, anda akan bertemu dengan terapis untuk belajar bagaimana cara mengubah pikiran dan perilaku yang membuat anda dapat tidur nyenyak. Terapi ini melibatkan beberapa teknik yang dapat anda coba satu per satu atau kombinasi.

·     Restrukturisasi kognitif
      Terapis akan membantu anda untuk mengidentifikasi dan merubah pikiran dan perilaku yang tidak membantu yang dapat berdampak pada tidur anda, seperti anxiety tentang insomnia atau harapan yang tidak realistis.
·     Kontrol stimulus
      Ini berarti atur lingkungan tidur dengan tanpa distraksi, tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya, dan ketika anda tidak bisa tidur, tinggalkan kamar tidur dibandingkan dengan berguling-guling.
·     Pembatasan tidur
     Anda dapat merekam jumlah waktu yang digunakan untuk tidur pada catatan harian tidur, kemudian mulai menetap pada kasur untuk jumlah waktu tersebut ditambah 30 menit. Pada awalnya, anda mungkin akan mendapatkan waktu tidur yang lebih sedikit. Namun idenya adalah membuat diri anda cukup lelah agar           bisa tidur nyenyak, lalu secara bertahap tingkatkan waktu tidur anda.
·     Latihan relaksasi. 
     Terapis anda dapat mengajarkan anda teknik relaksasi seperti latihan bernapas dan meditasi yang dapat menenangkan pikiran anda. 
·   Hygiene tidur
    Ini termasuk serangkaian kebiasaan yang dapat mendukung tidur yang nyenyak, seperti berolahraga, mengurangi kebiasaan makan terlalu malam, alkohol, dan kafein, juga menjaga kamar tidur anda tetap sejuk, gelap, dan hening.

Terapis tradisional menyediakan terapi CBT-I secara tatap muka. Tetapi selama pandemi COVID-19, para dokter telah berupaya menemukan alternatif untuk sesi tatap muka yang tampaknya memberikan hasil yang baik.
Studi terkini menunjukkan terapi CBT-I yang dilakukan melalui panggilan suara atau tautan video sama efektifnya dengan terapi secara tatap muka. Pada tahun 2020, FDA menyetujui aplikasi yang menyediakan CBT-I dengan resep dokter. Penelitian terhadap aplikasi dan program terapi berbasis web telah menemukan bahwa apa yang disebut CBT-I digital dapat membantu meredakan insomnia. 

Terapi Cahaya. 
Cahaya matahari dapat membantu mengendalikan siklus tidur dan bangun tubuh anda dengan mengatur hormon tidur melatonin. Ketika siklus tersebut terganggu, Cahaya buatan yang menyerupai sinar matahari dapat membantu, praktik ini disebut dengan terapi cahaya. Anda duduk di depan kotak khusus yang memancarkan cahaya terang pada waktu tertentu dalam sehari dengan jangka waktu yang ditentukan oleh dokter anda. Penelitian menemukan bahwa terapi cahaya sangat membantu untuk mengatur ulang jam tubuh anda jika anda bekerja pada waktu yang tidak menentu, seperti shift malam atau mengalami jet lag. Namun, terapi cahaya juga dapat meredakan insomnia 

Akupuntur
Sejumlah besar penelitian telah meneliti apakah akupuntur dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk insomnia. Dua tinjauan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 menemukan bahwa akupuntur membantu orang tidur lebih lama dan lebih jarang bangun.


Kesimpulan


Insomnia merupakan gangguan tidur paling umum dimana seseorang mengalami kesulitan tidur atau tidur dengan nyenyak.

Pengobatan insomnia dapat dilakukan dengan obat antagonis reseptor orexin. Tetapi penggunaan obat ini pada sebagian orang memberikan efek pening.

Perlu diketahui bahwa insomnia juga dapat ditangani tanpa obat-obatan.

CBT-I atau terapi perilaku kognitif adalah terapi bagaimana cara mengubah pikiran dan perilaku yang dapat membuat tidur menjadi nyenyak. CBT-I dilakukan dengan beberapa teknik yang akan didampingi oleh terapis (baca tahapan CBT-I pada artikel lengkap di situs web)

Menurut para ahli, terapi cahaya dan akupuntur juga dapat digunakan sebagai terapi non obat untuk mengatasi insomnia. 


Keranjang Anda

Keranjang anda kosong