Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Feb 16, 2026 | 102

Nifedipine

Nifedipine adalah obat penghambat saluran kalsium (calcium channel blocker) yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan nyeri dada (angina).

Apa itu Nifedipin?

NIFEDIPINE digunakan untuk mencegah dan mengobati nyeri dada (angina). Nifedipine termasuk dalam golongan Calcium Channel Blocker (CCB), khususnya tipe dihidropiridin. Obat ini bekerja dengan menghambat masuknya ion kalsium ke otot polos pembuluh darah, sehingga menyebabkan vasodilatasi dan menurunkan tekanan darah. Obat ini bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah sehingga mengurangi beban kerja jantung. Obat ini termasuk dalam kelompok penghambat saluran kalsium.

Obat ini juga dapat digunakan untuk keperluan lain. Tanyakan kepada dokter atau apoteker jika Anda memiliki pertanyaan.

 

Apa yang perlu saya sampaikan kepada tenaga kesehatan sebelum minum obat ini?

Beritahu dokter atau tenaga kesehatan jika Anda memiliki kondisi berikut:


Dosis Pakai

Dewasa (hipertensi atau angina):
Nifedipine umumnya digunakan 1–2 kali sehari tergantung bentuk sediaan.

  • Sediaan lepas cepat: 3 kali sehari (jarang digunakan jangka panjang)
  • Sediaan lepas lambat (SR/ER): 1–2 kali sehari

Dosis maksimal:
Umumnya hingga 120 mg per hari, tergantung sediaan dan kondisi klinis.

Anak:
Penggunaan pada anak harus berdasarkan pengawasan dokter spesialis dengan penyesuaian dosis individual.


Onset Kerja

  • Sediaan lepas cepat: efek mulai dalam 20–30 menit
  • Sediaan lepas lambat: sekitar 1–2 jam
  • Efek maksimal: dalam beberapa jam setelah pemberian

 

Bagaimana cara menggunakan obat ini?

  • Minum obat ini melalui mulut, sesuai petunjuk pada label resep.
  • Konsumsi pada waktu yang sama setiap hari.
  • Obat ini bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Jika menyebabkan sakit perut, minumlah bersama makanan.
  • Teruskan penggunaan obat ini kecuali dokter menyarankan untuk berhenti.

Jangan minum obat ini bersama jus grapefruit (jeruk bali).

Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini pada anak-anak, karena mungkin diperlukan perhatian khusus.

Overdosis: Jika Anda merasa telah mengonsumsi obat ini terlalu banyak, segera hubungi pusat pengendalian racun atau pergi ke IGD.

Catatan: Obat ini hanya untuk Anda. Jangan membagikan obat ini kepada orang lain.

 

Bagaimana jika saya lupa minum obat?

  • Jika lupa satu dosis, minumlah segera setelah Anda ingat.
  • Jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan minum dosis berikutnya seperti biasa.
  • Jangan menggandakan dosis atau minum dosis ekstra.

 

Kapan Nifedipine Tidak Efektif

Nifedipine dapat kurang efektif pada kondisi berikut:

  • Hipertensi sekunder yang tidak ditangani penyebabnya
  • Kepatuhan minum obat buruk
  • Retensi cairan berat
  • Angina tidak stabil tanpa terapi kombinasi
  • Dosis tidak adekuat


Obat apa saja yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Jangan minum obat ini bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Obat kejang tertentu, seperti carbamazepine, phenobarbital, phenytoin
  • Lumacaftor; ivacaftor
  • Rifabutin
  • Rifampin
  • Rifapentine

 

Obat ini juga dapat berinteraksi dengan:

  • Obat antivirus untuk HIV atau AIDS
  • Obat-obatan tertentu untuk tekanan darah
  • Obat-obatan tertentu untuk diabetes
  • Obat-obatan tertentu untuk disfungsi ereksi
  • Obat antijamur tertentu, seperti ketoconazole, fluconazole, itraconazole
  • Obat untuk gangguan irama jantung, seperti flecainide dan quinidine
  • Obat yang digunakan untuk mengobati atau mencegah penggumpalan darah, seperti warfarin
  • Clarithromycin
  • Digoxin
  • Dolasetron
  • Erythromycin
  • Fluoxetine
  • Jus grapefruit (jeruk bali)
  • Obat bius lokal atau umum
  • Nefazodone
  • Orlistat
  • Quinupristin; dalfopristin
  • Sirolimus
  • Obat penurun asam lambung, seperti cimetidine, ranitidine, omeprazole, pantoprazole
  • Tacrolimus
  • Asam valproat (valproic acid)

Daftar ini mungkin tidak mencakup semua interaksi obat. Berikan kepada dokter atau tenaga kesehatan daftar lengkap obat, jamu, obat bebas, atau suplemen yang Anda gunakan.
Beri tahu juga jika Anda merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat terlarang, karena hal-hal tersebut dapat memengaruhi kerja obat ini.

 

Apa yang perlu saya perhatikan saat menggunakan obat ini?

  • Kunjungi dokter atau tenaga kesehatan secara rutin untuk memantau kondisi Anda.
  • Periksa tekanan darah sesuai anjuran dokter. Tanyakan berapa target tekanan darah Anda dan kapan harus menghubungi dokter.
  • Jangan mengobati sendiri batuk, pilek, atau nyeri tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena beberapa obat dapat menaikkan tekanan darah.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk atau pusing.Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan sampai Anda tahu bagaimana efek obat ini pada tubuh Anda.
  • Jangan berdiri atau bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring, terutama pada lansia, untuk mengurangi risiko pusing atau pingsan.

 

Efek samping apa yang mungkin terjadi?

Efek samping serius yang harus segera dilaporkan ke dokter atau tenaga kesehatan:

  • Reaksi alergi: ruam, gatal, biduran, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Serangan jantung: nyeri atau rasa tertekan di dada, bahu, lengan, atau rahang; mual; sesak napas; kulit dingin atau lembap; rasa ingin pingsan
  • Gagal jantung: sesak napas, bengkak pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan, kenaikan berat badan mendadak, lemas atau sangat lelah
  • Tekanan darah rendah: pusing, rasa ingin pingsan, pandangan kabur
  • Nyeri dada (angina) yang memburuk: nyeri, tekanan, atau rasa sesak di dada, leher, punggung, atau lengan

Efek samping ringan yang biasanya tidak memerlukan penanganan medis (laporkan jika berlanjut atau mengganggu):

  • Sembelit
  • Pusing
  • Wajah terasa panas atau kemerahan
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar (detak cepat, kuat, atau tidak teratur)
  • Mual
  • Sakit perut

Daftar ini mungkin tidak mencakup semua efek samping. Hubungi dokter untuk mendapatkan saran medis terkait efek samping.

Monitoring Terapi

Pemantauan terapi nifedipine meliputi:

  1. Tekanan darah
    Pemantauan rutin untuk menilai efektivitas terapi antihipertensi.
  2. Frekuensi dan intensitas angina
    Evaluasi penurunan frekuensi nyeri dada pada pasien penyakit jantung koroner.
  3. Denyut jantung
    Mengidentifikasi refleks takikardia akibat vasodilatasi.
  4. Efek samping
    Memantau edema perifer, pusing, flushing, atau palpitasi.
  5. Fungsi hati
    Dipertimbangkan pada penggunaan jangka panjang atau pasien dengan penyakit hati.

Di mana saya harus menyimpan obat ini?

  • Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Simpan pada suhu ruangan, antara 15–25°C.
  • Lindungi dari cahaya dan kelembapan.
  • Simpan obat dalam wadah tertutup rapat.
  • Buang obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak terpakai lagi

Ringkasan

Nifedipine adalah obat golongan calcium channel blocker tipe dihidropiridin yang digunakan untuk hipertensi dan angina. Obat ini bekerja dengan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah dan beban kerja jantung. Dosis dan frekuensi penggunaan bergantung pada sediaan, dengan dosis maksimal sekitar 120 mg per hari. Pemantauan tekanan darah dan efek samping penting untuk memastikan terapi aman dan efektif.

Disclaimer

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional. Penggunaan nifedipine harus sesuai indikasi medis dan pengawasan tenaga kesehatan, terutama pada pasien dengan penyakit jantung atau tekanan darah tidak stabil. Jangan mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa anjuran dokter.

Nama dagang : Adalat®, Procardia®, Farmalat® .



Tonton melalui youtube 


https://keapotek.com

https://keapotek.com/Articles

INSTAGRAM


source

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong