Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Agt 07, 2026 | 26

Sakit Tenggorokan (Faringitis)

Sakit Tenggorokan (Faringitis): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya


Faringitis atau sakit tenggorokan adalah kondisi yang ditandai dengan rasa nyeri, gatal, Kering, atau sensasi terbakar di bagian belakang tenggorokan. Keluhan ini sering kali membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat menelan makanan, minuman, maupun ketika berbicara. Sebagian besar kasus sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu biasa atau influenza, meskipun pada beberapa kasus dapat juga dipicu oleh infeksi bakteri, alergi, iritasi asap rokok, atau udara yang terlalu kering. Selain rasa nyeri di tenggorokan, penderita dapat mengalami gejala lain seperti batuk, pilek, demam ringan, suara serak, hingga tubuh terasa lemas. Umumnya, sakit tenggorokan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar tiga hingga sepuluh hari, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus. Namun, apabila gejala berlangsung lama, semakin berat, atau disertai kesulitan bernapas dan demam tinggi, kondisi ini perlu mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Pelajari penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan kapan harus ke dokter untuk sakit tenggorokan (faringitis).

 

Apa itu sakit tenggorokan?

 

Faringitis atau sakit tenggorokan adalah kondisi yang ditandai dengan rasa gatal, nyeri, atau tidak nyaman di bagian belakang tenggorokan (faring) akibat peradangan pada jaringan pelapis tenggorokan (mukosa). Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit saat menelan atau berbicara. Faringitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi virus, infeksi bakteri, alergi, atau kebiasaan tidur dengan mulut terbuka. Sebagian besar gejala sakit tenggorokan dapat membaik dengan perawatan di rumah dalam beberapa hari. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika sakit tenggorokan berlangsung lebih dari satu minggu, semakin memburuk, atau disertai gejala seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

 

Jenis faringitis

 

Ada dua jenis utama faringitis. Penyedia layanan kesehatan mengkategorikannya berdasarkan berapa lama gejala berlangsung:

 

  • Faringitis akut: Sakit tenggorokan yang berlangsung sekitar tiga hingga 10 hari. Sebagian besar sakit tenggorokan adalah faringitis akut.
  • Faringitis kronis: Sakit tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari 10 hari (biasanya beberapa minggu) atau yang terus kembali setelah Anda sembuh.

 

Perbedaan Faringitis akibat Virus dan Bakteri

 

Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, dengan gejala dan penanganan yang berbeda. Faringitis akibat infeksi virus umumnya disertai pilek, batuk, suara serak, atau hidung tersumbat, serta biasanya dapat sembuh dengan sendirinya melalui perawatan suportif. Sebaliknya, faringitis akibat infeksi bakteri, terutama yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes, lebih sering ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan yang berat saat menelan, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, serta tidak disertai batuk. Pada kondisi ini, dokter dapat meresepkan antibiotik apabila infeksi bakteri telah dipastikan atau sangat dicurigai.

 

Apa saja gejala Faringitis?

 

Faringitis dapat dimulai dengan rasa tidak nyaman atau serak di tenggorokan, seolah-olah tenggorokan terasa kering. Jika kondisi semakin parah, penderita dapat merasakan nyeri tajam di tenggorokan, terutama saat menelan atau berbicara. Nyeri juga dapat menjalar ke telinga atau sisi leher.

Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi, gejala tambahan yang dapat muncul meliputi:

 

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Batuk
  • kelelahan
  • Suara serak
  • Kemerahan atau pembengkakan pada tenggorokan dan amandel
  • Bercak putih, bintik-bintik, atau garis-garis pada tenggorokan dan amandel

 

Apa yang menyebabkan Faringitis?

 

Sebagian besar sakit tenggorokan terjadi akibat infeksi virus, seperti flu biasa atau influenza. Namun, dalam beberapa kasus, faringitis juga dapat disebabkan oleh kondisi atau masalah kesehatan lain berikut ini:

  • Infeksi bakteri: Kondisi seperti radang tenggorokan dan infeksi sinus akibat bakteri dapat menyebabkan sakit tenggorokan.
  • Tonsilitis: Tonsilitis terjadi ketika amandel mengalami infeksi dan peradangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bakteri maupun virus.
  • Alergi: Reaksi alergi terhadap serbuk sari, tungau debu, bulu hewan peliharaan, atau jamur dapat menyebabkan lendir menetes ke bagian belakang tenggorokan (postnasal drip), sehingga menimbulkan iritasi dan sakit tenggorokan.
  • Penyakit Refluks Gastroesofagus: Penderita GERD dapat merasakan sensasi terbakar dan nyeri di tenggorokan akibat asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan.
  • Penggunaan berlebihan atau iritasi: Tenggorokan dapat mengalami iritasi akibat terlalu sering berteriak, mengonsumsi makanan pedas, merokok, atau minum cairan yang terlalu panas.
  • Pernapasan melalui mulut: Bernapas melalui mulut saat tidur dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering dan sakit.
  • Tumor : Meskipun jarang, sakit tenggorokan juga dapat menjadi salah satu gejala kanker tenggorokan atau pertumbuhan jinak di area tenggorokan.

 

Bagaimana Faringitis didiagnosis?

 

Penyedia layanan kesehatan akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa tenggorokan, lidah, serta kemungkinan telinga. Pada beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan tes streptokokus (tes strep) untuk mendeteksi bakteri penyebab radang tenggorokan. Pemeriksaan ini penting dilakukan jika penyebab sakit tenggorokan tidak dapat dipastikan hanya dari gejalanya, sehingga dapat diketahui apakah infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri dan menentukan pengobatan yang sesuai.

 

Bagaimana sakit tenggorokan diobati?

 

Pengobatan sakit tenggorokan tergantung pada penyebabnya. Infeksi virus umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu. Selama masa pemulihan, penyedia layanan kesehatan dapat merekomendasikan obat bebas (OTC) untuk membantu meredakan nyeri tenggorokan.

Perawatan lain untuk sakit tenggorokan meliputi:

 

  • Antibiotik: Digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan biasanya perlu dikonsumsi selama sekitar 10 hari.
  • Obat Antihistamin yang dijual bebas: Antihistamin dapat membantu mengurangi tetesan lendir ke belakang tenggorokan akibat alergi (postnasal drip).
  • Antasida yang dijual bebas: Antasida dapat membantu mengatasi refluks asam yang menyebabkan rasa terbakar dan nyeri di tenggorokan. Menghindari makan dalam porsi besar sebelum tidur juga dapat membantu.
  • Obat kumur resep: Pada sakit tenggorokan berat, seperti yang berkaitan dengan kanker, dokter dapat meresepkan obat kumur khusus yang mengandung campuran bahan pereda nyeri dan obat tertentu, seperti lidokain, diphenhydramine, dan magnesium hydroxide/aluminium hydroxide.

 

Faktor Risiko

 

Risiko seseorang mengalami faringitis dapat meningkat akibat berbagai faktor. Beberapa di antaranya meliputi usia anak sekolah, paparan asap rokok, riwayat alergi, sering berada di lingkungan yang padat atau memiliki kontak erat dengan orang yang sedang sakit, serta kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Menjaga kebersihan diri dan menghindari faktor risiko tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.

 

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

 

Sebagian besar kasus faringitis dapat sembuh tanpa menimbulkan komplikasi, terutama apabila ditangani dengan tepat. Namun, pada beberapa kasus, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi seperti abses peritonsil, infeksi telinga tengah (otitis media), sinusitis, atau penyebaran infeksi ke jaringan di sekitarnya. Risiko komplikasi umumnya lebih tinggi pada faringitis bakteri yang tidak mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Interaksi Obat yang Perlu Diperhatikan

 

Obat pereda nyeri dan penurun demam, seperti ibuprofen dan naproxen, perlu digunakan secara hati-hati   pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Kedua obat tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping pada penderita tukak lambung, gangguan fungsi ginjal, atau pada pasien yang sedang mengonsumsi obat PENGENCER DARAH. Oleh karena itu, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) sebaiknya mengikuti anjuran dokter atau apoteker, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta atau yang sedang menjalani terapi obat lain.

 

Bagaimana cara mencegah Faringitis?

 

Infeksi virus seperti pilek dan flu sering menjadi penyebab faringitis. Risiko sakit tenggorokan dapat dikurangi dengan melindungi diri dari infeksi tersebut melalui beberapa langkah berikut:

  • Tetap mendapatkan vaksinasi influenza dan COVID-19 sesuai anjuran.
  • Sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau pembersih berbasis alkohol.
  • Menghindari berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan dengan orang lain.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami pilek atau infeksi saluran pernapasan menular lainnya.
  • Menghindari berada di sekitar orang lain saat sedang sakit untuk mengurangi risiko penularan penyakit.

 

Bagaimana cara merawat diri sendiri?

Penyebab faringitis mungkin memerlukan waktu untuk sembuh. Selama masa pemulihan, beberapa perawatan rumahan berikut dapat membantu meredakan sakit tenggorokan:

 

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti acetaminophen, natrium naproxen , atau ibuprofen.
  • Mengisap pelega tenggorokan atau permen keras untuk membantu meningkatkan produksi air liur sehingga tenggorokan terasa lebih lembap. Namun, cara ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 5 tahun karena risiko tersedak.
  • Mengonsumsi es atau makanan dingin, seperti es serut atau es loli, untuk membantu meredakan nyeri tenggorokan.
  • Minum cairan hangat yang menenangkan, seperti teh dengan lemon dan madu, kaldu, atau sup. Jika terasa lebih nyaman, air dingin atau air es juga dapat membantu.
  • Berkumur dengan air garam menggunakan campuran 1/2 sendok teh garam dalam 1 gelas air untuk membantu mengurangi peradangan dan iritasi tenggorokan.
  • Menggunakan pelembap udara atau vaporizer untuk membantu menjaga kelembapan udara, terutama saat tidur.
  • Mengistirahatkan suara, terutama jika sakit tenggorokan disebabkan oleh terlalu banyak berbicara, berteriak, atau bernyanyi.
  • Menghindari iritan, seperti asap rokok, makanan pedas, dan minuman yang terlalu panas. Bagi perokok, disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk membantu berhenti merokok.

 

Kapan saya harus menemui penyedia layanan kesehatan saya?

 

Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika sakit tenggorokan Anda berlangsung lebih dari seminggu. Hubungi kami jika Anda memiliki salah satu gejala berikut:

 

  • Sakit tenggorokan yang parah.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Demam, terutama jika suhu lebih dari 100,4 derajat Fahrenheit (38 derajat Celcius).
  • Tonjolan yang terlihat di bagian belakang tenggorokan Anda.
  • Darah dalam air liur atau dahak Anda.
  • Ruam di mana saja di tubuh Anda.

 

FAQ Faringitis

 

Apakah dehidrasi dapat memperburuk sakit tenggorokan?

 

Ya. Kurang minum dapat membuat tenggorokan menjadi kering sehingga rasa nyeri dan iritasi terasa lebih berat.

 

Apakah stres dapat memengaruhi sakit tenggorokan?

 

Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh lebih rentan mengalami infeksi, termasuk infeksi yang menyebabkan sakit tenggorokan.

 

Apakah penggunaan AC terlalu lama dapat menyebabkan tenggorokan kering?

 

Ya. Paparan udara AC dalam waktu lama dapat membuat udara menjadi lebih kering dan menyebabkan tenggorokan terasa tidak nyaman atau sakit.

 

Apakah tidur yang cukup membantu mempercepat pemulihan?

 

Ya. Istirahat yang cukup membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi penyebab sakit tenggorokan.

 

Apakah minuman dingin memperburuk sakit tenggorokan?

 

Tidak selalu. Pada beberapa orang, minuman dingin justru dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan peradangan di tenggorokan.

 

Catatan Keapotek

 

Faringitis merupakan keluhan yang umum dialami dan sering kali dapat sembuh dengan perawatan sederhana di rumah. Meskipun sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus dan tidak berbahaya, penting untuk tetap memperhatikan gejala yang muncul, terutama jika sakit tenggorokan berlangsung lama, semakin berat, atau disertai demam tinggi dan kesulitan bernapas. Menjaga kebersihan tangan, menghindari asap rokok, memperbanyak istirahat, dan memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu mempercepat pemulihan serta mencegah penularan infeksi kepada orang lain.

 

Sumber :

Sakit Tenggorokan (Faringitis)

Sore Throat (Pharyngitis): Causes & Treatment

Faringitis (Radang Tenggorokan): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

13 Remedies to Soothe a Sore Throat Fast

13 Soothing Sore Throat Remedies for a Speedy Recovery 

Flu vs Alergi: Apa Perbedaannya?

 


Tonton melalui youtube

instagram 

 


 

 

 


 

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong