Jan 23, 2026
|
853
Flu vs Alergi: Apa Perbedaannya?
Flu atau Alergi? Ini Perbedaannya
Beberapa bakteri, virus, dan alergen dapat
menyebabkan gejala penyakit saluran pernapasan. Sayangnya, setiap napas yang
anda ambil mengandung campuran dari semua itu, ditambah dengan zat iritan
lainnya seperti serpihan kulit hewan, polusi, dan jamur.
Hidung, tenggorokan, dan saluran napas anda
dilapisi dengan membran mukosa, lapisan pelindung alami tubuh, yang dapat
mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengeliminasi zat iritan dan mikroorganisme
tersebut. Reaksi seperti batuk atau bersin merupakan cara alami tubuh untuk mengeluarkan
hal-hal yang berbahaya dari dalam tubuh. Karena ada sangat banyak partikel di udara yang
anda hirup, sering kali sulit melacak penyebabnya ketika berbicara tentang
gejala saluran pernapasan seperti batuk. Sebagai gantinya, anda harus
mengandalkan gejala lain dan pemeriksaan untuk membedakannya.
Gejala
Gejala flu
Gejala flu dapat bervariasi, bergantung pada
jenis virus influenza yang menginfeksi. Virus tidak hanya memengaruhi sistem
pernapasan. Virus melancarkan serangan berskala besar ke seluruh tubuh anda,
biasanya menyebabkan lebih banyak gejala dari pilek biasa atau respons alergi.
Beberapa gejala flu paling umum, yaitu:
· Demam
· Sakit
kepala
· Sakit
dan pegal di seluruh tubuh
· Kelelahan
· Batuk
· Nyeri
atau rasa tidak nyaman di dada
· Napas
pendek
Hidung tersumbat, hidung berair, dan sakit
tenggorokan terkadang dapat muncul bersama flu, namun gejala ini cenderung
terjadi pada pilek biasa. Gejala yang lebih jarang terjadi mungkin termasuk
diare dan mual atau muntah.
Gejala Alergi
Ada banyak jenis reaksi alergi, namun alergi
saluran pernapasan terkadang disebut rhinitis alergi musiman atau hay fever,
yang paling sering dibandingkan dengan gejala pilek dan flu.
Gejala umum dari alergi saluran pernapasan
meliputi:
· Hidung
tersumbat
· Hidung
berair
· Bersin
· Batuk
· Mata,
hidung, atau mulut gatal
· Mata
merah atau berair
Pembengkakan
kelopak mata
Pada kasus berat, alergi dapat menyebabkan
masalah seperti napas pendek, pusing, peningkatan denyut jantung, dan gejala
lain seperti anafilaksis, suatu reaksi alergi berat.
Pada kasus yang sangat jarang, reaksi alergi
dapat menyebabkan mual dan muntah, namun ini lebih umum terjadi pada alergi
makanan daripada alergi pernapasan. Alergi hampir tidak menyebabkan demam, dan
jika anda mengalami demam dengan alergi, itu cenderung terjadi akibat infeksi
bakteri atau virus yang tidak dikaitkan dengan alergi anda.
Penyebab
Lebih dari 200 virus sendiri diketahui
menyebabkan pilek, namun ada virus spesifik yang menjadi penyebab beberapa
infeksi. Di sisi lain, alergi tidak disebabkan oleh virus apa pun sama
sekali.
Penyebab Flu
Empat jenis utama virus penyebab influenza:
· Virus Influenza A dan B merupakan penyebab paling umum penyakit pada manusia dan wabah flu musiman.
Terdapat beberapa subtipe dari influenza A dan influenza B, dan jenis-jenis
yang paling umum yang sedang beredar dapat berubah dari satu musim ke musim
lainnya. · Virus Influenza C menyebabkan penyakit yang
lebih ringan dan jarang menyebabkan epidemi, suatu wabah penyakit mendadak di
area geografis tertentu. · Influenza D biasanya menyerang hewan
ternak seperti sapi, bukan manusia.
Penyebab Alergi
Alergi disebabkan oleh suatu jenis alergen.
Alergen bisa berupa zat asing apa pun yang menimbulkan reaksi tubuh yang tidak
biasa. Alergen yang dapat memicu alergi pernapasan biasanya termasuk:
· Serbuk
sari
· Jamur
· Tungau
debu
· Serpihan
kulit hewan
Alergi tidak menular atau disebabkan oleh
infeksi mikroorganisme seperti virus.
Diagnosis
Diagnosis dari setiap kondisi ini dimulai
dengan pemeriksaan terhadap gejala anda. Jika anda mengalami batuk atau gejala
pernapasan lainnya yang berat atau tidak hilang, kunjungi penyedia layanan
kesehatan anda untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Pilek biasanya
didiagnosis dari gejalanya saja, tetapi flu, COVID, dan alergi semuanya
memiliki tes spesifik yang dapat dilakukan.
Diagnosis Flu
Pada beberapa kasus, flu dapat didiagnosis
hanya dari gejalanya saja. Jika flu sedang menyebar dengan luas di tempat anda
tinggal, penyedia layanan kesehatan anda mungkin mendiagnosis anda terkena flu
berdasarkan gejala anda. Pemeriksaan klinis untuk keluhan pernapasan dapat
termasuk mengukur suhu tubuh, mengukur kadar oksigen anda, dan mendengarkan
suara paru-paru anda.
Penyedia layanan kesehatan anda juga mungkin
melakukan tes untuk flu. Tes cepat (Rapid test) dapat memberikan hasil dalam
sekitar 15 menit, sedangkan tes laboratorium memerlukan waktu lebih lama tetapi
hasilnya lebih akurat. Kedua jenis tes tersebut menggunakan swab untuk
mengambil sekresi hidung atau tenggorokan anda. Beberapa tes dapat
mengidentifikasi galur virus influenza spesifik yang menyebabkan infeksi anda.
Diagnosis Alergi
Alergi paling baik didiagnosis dan ditangani
oleh penyedia layanan kesehatan anda, sebaiknya oleh dokter spesialis alergi.
Diagnosis mencakup riwayat kesehatan lengkap individu dan keluarga, serta pemeriksaan
fisik. Untuk mendapatkan diagnosis yang paling tepat, dokter anda akan
melakukan tes prik kulit (skin prick) atau tes darah.
Selama tes prik kulit atau tempel kulit (patch
test), anda dipaparkan dengan sejumlah kecil alergen tertentu dan dipantau
untuk melihat adanya reaksi. Pemeriksaan darah menggunakan sejumlah kecil darah
yang diambil di laboratorium untuk diuji antibodi terhadap antigen spesifik.
Pengobatan
Pengobatan flu dan COVID menggunakan cara yang
mirip. Seperti sebagian besar virus, mengobati infeksi ini fokus pada lebih
menangani gejalanya.
Penanganan alergi serupa dan fokus pada
meredakan gejala, meskipun seorang dokter dapat menawarkan beberapa pilihan
untuk memberikan solusi yang lebih efektif untuk anda.
Pengobatan Flu
Umumnya, flu diobati dengan pengobatan
suportif, termasuk:
· Obat-obatan
untuk menurunkan demam
· Penekan
batuk
· Tablet
hisap
· Cairan
· Istirahat
Ada juga obat-obatan antivirus untuk mengobati
flu, namun tidak semua orang sakit memerlukannya. Terkadang dokter anda akan
memberikan obat-obatan ini untuk anda jika anda berisiko tinggi mengalami
komplikasi dari flu. Hal ini termasuk orang di atas usia 65 tahun atau yang
memiliki sistem imun lemah.
Pengobatan Alergi
Kunci untuk mengobati alergi adalah dengan
mengurangi paparannya. Manfaat dari diagnosis alergi spesifik yaitu anda
menemukan apa yang memicu alergi anda.
Anda dapat memantau jumlah serbuk sari di
daerah anda atau hindari hal-hal seperti hewan tertentu yang dapat menyebabkan
reaksi alergi.
Jika dengan menghindarinya saja tidak cukup,
ada beberapa pengobatan yang digunakan untuk alergi, yaitu:
· Antihistamin
· Kortikosteroid
· Dekongestan
· Imunoterapi
Pencegahan
Mencegah virus seperti flu fokus pada aspek
yang paling dasar dari pencegahan infeksi:
· Terapkan
kebersihan tangan dengan baik
· Hindari
orang yang sedang sakit
· Hindari
pergi ke luar jika anda sedang sakit
· Vaksin
Menggunakan masker merupakan tindakan efektif
untuk mencegah penyebaran tetesan cairan pernapasan yang mengandung
coronavirus. Hal ini juga dapat membantu untuk mencegah flu.
Meskipun anda tidak dapat benar-benar mencegah
alergi, anda dapat mencoba untuk menjaganya agar tetap terkendali. Jika anda
memiliki alergi kronis, alergi anda mungkin membuat anda untuk tetap
mengonsumsi obat-obatan pemeliharaan untuk mengendalikan respon tubuh terhadap
alergi.
Anda juga mungkin perlu menerapkan tindakan
pencegahan seperti:
· Perhatikan
kadar serbuk sari di sekitar anda
· Pertimbangkan
penggunaan penyaring udara, dan ganti filter sesuai kebutuhan.
· Gunakan
air conditioning (AC) daripada kipas angin
· Jaga
agar jendela tetap tertutup saat kadar serbuk sari sedang tinggi
· Keramas
sebelum tidur
· Gunakan
pakaian pelindung saat melakukan pekerjaan di pekarangan atau merawat hewan
· Ganti
pakaian setelah terpapar
· Pertimbangkan
penggunaan masker selama beraktivitas seperti memotong rumput di halaman.
Pertanyaan
yang Sering Ditanyakan
Apakah COVID membuat anda bersin?
COVID dapat membuat anda bersin, namun bersin
lebih umum terjadi pada alergi dibandingkan dengan infeksi virus seperti COVID.
Dapatkah anda mengonsumsi obat pilek dan flu
untuk mengatasi alergi?
Obat-obatan pilek dan flu dekongestan terkadang
membantu mengobati gejala alergi, namun dokter spesialis alergi dapat
merekomendasikan pengobatan yang lebih terfokus yang dapat mengatasi alergi
lebih baik tanpa efek samping dari obat-obatan pilek dan flu.
Apakah gejala COVID berbeda dengan alergi?
Alergi hampir tidak menyebabkan demam, sedangkan
demam merupakan gejala umum dari COVID, bersamaan dengan hilangnya kemampuan
mencicipi dan mencium.
Dapatkah anda mengalami demam dengan alergi?
Alergi tidak benar-benar menyebabkan demam.
Jika anda mengalami demam bersamaan dengan alergi, kemungkinan itu dari
penyebab lainnya, seperti infeksi sekunder seperti pneumonia.