Please wait...
Protein: Fungsi, Manfaat, Sumber Makanan, Kebutuhan Harian, dan Dampak Kekurangan maupun Kelebihan | Keapotek
Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat penting bagi tubuh. Bersama karbohidrat dan lemak, protein dibutuhkan setiap hari untuk menjaga fungsi normal tubuh. Protein berperan sebagai bahan pembangun sel dan jaringan, membantu pembentukan enzim serta hormon, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan berperan dalam pertumbuhan maupun perbaikan jaringan yang rusak. Karena hampir seluruh sel tubuh mengandung protein, asupan yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan pada setiap tahap kehidupan, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Selain membantu membangun otot, protein juga memiliki banyak fungsi lain yang sering kali kurang disadari. Protein membantu mengangkut oksigen melalui hemoglobin, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung proses pembekuan Darah, hingga menyediakan energi ketika tubuh kekurangan karbohidrat dan lemak. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat mengganggu pertumbuhan, menurunkan daya tahan tubuh, serta memperlambat proses penyembuhan luka. Sebaliknya, konsumsi protein yang berlebihan tanpa diimbangi pola makan yang sehat juga dapat menimbulkan dampak tertentu, terutama pada orang dengan gangguan fungsi Ginjal .
Apa Itu Protein?
Protein adalah zat gizi makro yang tersusun dari rantai asam amino.
Asam amino sering disebut sebagai "bahan penyusun" protein karena tubuh menggunakannya untuk membentuk berbagai jaringan dan senyawa penting.
Secara umum terdapat 20 jenis asam amino yang digunakan tubuh untuk membentuk protein.
Asam amino tersebut dibagi menjadi:
Beberapa asam amino juga tergolong kondisional, yaitu biasanya dapat diproduksi oleh tubuh, tetapi kebutuhannya dapat meningkat pada kondisi tertentu seperti sakit berat, cedera, atau infeksi.
Bagaimana Protein Bekerja di Dalam Tubuh?
Protein yang dikonsumsi melalui makanan tidak langsung digunakan oleh tubuh.
Prosesnya meliputi:
1. Protein dicerna di lambung dan usus halus.
2. Protein dipecah menjadi asam amino.
3. Asam amino diserap ke dalam aliran darah.
4. Tubuh menggunakan asam amino untuk membentuk protein baru sesuai kebutuhan.
Protein baru tersebut digunakan untuk:
Tubuh tidak memiliki tempat penyimpanan protein khusus seperti halnya lemak. Oleh karena itu, asupan protein perlu diperoleh secara teratur melalui makanan sehari-hari.
Fungsi Protein bagi Tubuh
Protein memiliki berbagai fungsi penting yang mendukung hampir seluruh sistem organ.
1. Membangun dan Memperbaiki Jaringan Tubuh
Protein merupakan komponen utama pembentuk:
Ketika terjadi luka atau cedera, tubuh memerlukan protein untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
2. Membentuk Enzim dan Hormon
Banyak enzim dan hormon tersusun atas protein.
Contohnya:
Tanpa protein yang cukup, berbagai proses metabolisme tubuh tidak dapat berlangsung secara optimal.
2. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Antibodi yang membantu tubuh melawan bakteri, virus, dan zat asing lainnya tersusun dari protein.
Asupan protein yang cukup membantu menjaga fungsi sistem imun sehingga tubuh lebih mampu melawan infeksi.
3. Mengangkut Zat Penting dalam Tubuh
Protein juga berfungsi sebagai alat transportasi berbagai zat.
Contohnya:
4. Menjaga Keseimbangan Cairan dan pH
Protein membantu menjaga distribusi cairan antara pembuluh darah dan jaringan tubuh.
Apabila kadar protein dalam darah sangat rendah, cairan dapat keluar ke jaringan sehingga menyebabkan pembengkakan (edema).
Protein juga membantu menjaga keseimbangan asam-basa (pH) agar fungsi sel tetap optimal.
5. Menyediakan Energi
Protein dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kekurangan karbohidrat atau lemak.
Setiap 1 gram protein menghasilkan sekitar 4 kilokalori (kkal) energi.
Meskipun demikian, tubuh lebih mengutamakan protein untuk fungsi pembentukan dan perbaikan jaringan dibandingkan sebagai sumber energi utama.
Manfaat Protein bagi Kesehatan
Memenuhi kebutuhan protein setiap hari memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.
Di antaranya:
Membantu Pertumbuhan dan Perkembangan
Protein sangat penting bagi:
Pada kelompok tersebut, kebutuhan protein meningkat untuk mendukung pertumbuhan jaringan baru.
Membantu Menjaga Massa Otot
Protein membantu mempertahankan dan meningkatkan massa otot, terutama bila dikombinasikan dengan latihan kekuatan (strength training).
Hal ini penting bagi:
Membantu Penyembuhan Luka
Tubuh memerlukan protein untuk membentuk jaringan baru selama proses penyembuhan luka setelah operasi, cedera, maupun infeksi.
Membantu Memberikan Rasa Kenyang
Makanan tinggi protein cenderung memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan yang rendah protein.
Hal ini dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan apabila dikombinasikan dengan pola makan sehat.
Membantu Menjaga Kesehatan Tulang
Protein bekerja bersama kalsium dan vitamin D dalam menjaga kesehatan tulang.
Asupan protein yang cukup juga berperan dalam mempertahankan kekuatan otot sehingga membantu mengurangi risiko jatuh pada lansia.
Sumber Protein
Protein dapat diperoleh dari makanan hewani maupun nabati.
Sumber Protein Hewani
Contohnya:
Protein hewani umumnya mengandung seluruh asam amino esensial sehingga disebut sebagai protein lengkap.
Sumber Protein Nabati
Beberapa sumber protein nabati meliputi:
Mengombinasikan berbagai sumber protein nabati dapat membantu memenuhi kebutuhan asam amino esensial.
Apakah Protein Hewani Lebih Baik daripada Protein Nabati?
Keduanya memiliki manfaat bagi kesehatan.
Protein hewani umumnya mengandung seluruh asam amino esensial dan lebih mudah dicerna.
Sementara itu, protein nabati biasanya mengandung lebih banyak serat, vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.
Pola makan yang mengombinasikan sumber protein hewani dan nabati dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi secara lebih seimbang.
Kebutuhan Protein Harian, Kekurangan, dan Kelebihan Protein
Kebutuhan protein setiap orang tidak sama. Jumlah protein yang dibutuhkan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat badan, tingkat aktivitas fisik , serta kondisi kesehatan tertentu, seperti kehamilan , menyusui, atau masa pemulihan setelah sakit. Mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal, sedangkan asupan yang terlalu sedikit maupun berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan protein sesuai anjuran dan memilih sumber protein yang sehat sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Berapa Kebutuhan Protein Harian?
Kebutuhan protein dapat dihitung berdasarkan berat badan.
Secara umum, orang dewasa sehat memerlukan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari.
Sebagai contoh:
Angka tersebut merupakan kebutuhan minimum untuk orang dewasa yang sehat dan memiliki aktivitas fisik ringan hingga sedang.
Kebutuhan Protein pada Kelompok Tertentu
Beberapa kelompok memerlukan asupan protein lebih tinggi dibandingkan orang dewasa sehat.
Anak-anak dan Remaja
Protein diperlukan untuk mendukung:
Karena tubuh masih berada dalam masa pertumbuhan, kebutuhan protein per kilogram berat badan pada anak umumnya lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Ibu Hamil
Selama kehamilan, protein diperlukan untuk:
Kebutuhan protein biasanya meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.
Ibu Menyusui
Protein dibutuhkan untuk membantu produksi ASI dan memenuhi kebutuhan gizi ibu selama masa menyusui.
Lansia
Seiring bertambahnya usia, massa otot secara alami akan berkurang (sarcopenia).
Asupan protein yang cukup, disertai latihan kekuatan, dapat membantu mempertahankan massa dan kekuatan otot sehingga mengurangi risiko jatuh dan patah tulang.
Atlet dan Orang yang Aktif Berolahraga
Orang yang rutin melakukan latihan kekuatan atau olahraga intensitas tinggi biasanya membutuhkan protein lebih banyak untuk:
Kebutuhan protein pada atlet dapat mencapai sekitar 1,2–2,0 gram per kilogram berat badan per hari, tergantung jenis olahraga, intensitas latihan, dan tujuan latihan.
Cara Memenuhi Kebutuhan Protein
Kebutuhan protein sebaiknya dipenuhi melalui makanan sehari-hari.
Beberapa tips yang dapat dilakukan antara lain:
Pola makan yang bervariasi membantu tubuh memperoleh berbagai asam amino, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan.
Tanda-Tanda Kekurangan Protein
Kekurangan protein dapat terjadi apabila asupan protein tidak mencukupi dalam waktu lama atau tubuh mengalami gangguan penyerapan nutrisi.
Gejala yang dapat muncul meliputi:
Pada anak-anak, kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Penyakit Akibat Kekurangan Protein
Kekurangan protein yang berat dapat menyebabkan Protein-Energy Malnutrition (PEM).
Dua bentuk utama yang dikenal adalah:
Kwashiorkor
Ditandai dengan:
Kwashiorkor lebih sering terjadi pada anak-anak dengan asupan protein yang sangat rendah.
Marasmus
Marasmus terjadi akibat kekurangan energi dan protein yang berat.
Gejalanya meliputi:
Kedua kondisi tersebut memerlukan penanganan medis dan perbaikan status gizi secara bertahap.
Apakah Terlalu Banyak Protein Berbahaya?
Pada orang sehat, konsumsi protein dalam jumlah tinggi umumnya masih dapat ditoleransi apabila berasal dari pola makan yang seimbang.
Namun, konsumsi protein yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan beberapa masalah, terutama bila tidak diimbangi asupan cairan dan makanan bergizi lainnya.
Risiko yang mungkin terjadi antara lain:
Hingga saat ini, belum ada bukti kuat bahwa konsumsi protein tinggi menyebabkan kerusakan ginjal pada orang yang memiliki fungsi ginjal normal. Namun, penderita Penyakit Ginjal kronis perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah protein yang sesuai.
Mitos dan Fakta tentang Protein
Mitos: Semakin Banyak Protein, Semakin Besar Otot
Fakta: Pertumbuhan otot tidak hanya bergantung pada protein, tetapi juga memerlukan latihan kekuatan, istirahat yang cukup, dan asupan energi yang memadai.
Mitos: Protein Hanya Dibutuhkan Atlet
Fakta: Semua orang membutuhkan protein setiap hari karena protein berperan dalam hampir seluruh fungsi tubuh.
Mitos: Protein Nabati Tidak Baik
Fakta: Protein nabati tetap merupakan sumber protein yang baik. Dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan nabati, kebutuhan asam amino esensial tetap dapat terpenuhi.
Siapa yang Berisiko Mengalami Kekurangan Protein?
Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami kekurangan protein antara lain:
Pada kelompok tersebut, pemenuhan kebutuhan protein perlu mendapat perhatian khusus.
Cara Memenuhi Kebutuhan Protein, Suplemen Protein, dan Kapan Harus Berkonsultasi
Protein merupakan bagian penting dari pola makan sehat, tetapi manfaatnya akan lebih optimal apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan berasal dari sumber makanan yang beragam. Bagi sebagian besar orang sehat, kebutuhan protein dapat dipenuhi melalui makanan sehari-hari tanpa memerlukan suplemen. Selain memperhatikan jumlah protein, penting juga untuk memilih sumber protein yang rendah lemak jenuh, mengombinasikannya dengan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, serta menerapkan gaya hidup aktif untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Cara Memenuhi Kebutuhan Protein Setiap Hari
Memenuhi kebutuhan protein tidak harus dilakukan dengan mengonsumsi satu jenis makanan saja.
Pola makan yang bervariasi justru membantu tubuh memperoleh berbagai zat gizi yang dibutuhkan.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
Memilih Sumber Protein yang Sehat
Tidak semua makanan tinggi protein memiliki nilai gizi yang sama.
Sumber protein yang dianjurkan meliputi:
Sebaliknya, konsumsi daging olahan seperti sosis, nugget, dan daging asap sebaiknya dibatasi karena umumnya mengandung garam, lemak jenuh, dan bahan pengawet dalam jumlah lebih tinggi.
Apakah Suplemen Protein Diperlukan?
Bagi sebagian besar orang sehat, suplemen protein tidak diperlukan apabila kebutuhan protein sudah terpenuhi melalui makanan sehari-hari.
Namun, suplemen dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, misalnya:
Penggunaan suplemen sebaiknya tidak menggantikan pola makan bergizi seimbang.
Apakah Diet Tinggi Protein Aman?
Diet tinggi protein dapat memberikan manfaat pada kondisi tertentu, misalnya untuk membantu mempertahankan massa otot atau menurunkan berat badan apabila dilakukan secara terencana.
Namun, diet tinggi protein sebaiknya tetap memperhatikan:
Bagi penderita penyakit ginjal kronis, konsumsi protein dalam jumlah tinggi sebaiknya hanya dilakukan atas rekomendasi dokter atau ahli gizi.
Tips Menjaga Asupan Protein Tetap Seimbang
Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari antara lain:
Pola makan seimbang memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan hanya berfokus pada satu jenis zat gizi.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi?
Sebaiknya berkonsultasi apabila:
Dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan kebutuhan protein yang sesuai berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing.
Apakah Protein Bisa Menyebabkan Gangguan Ginjal?
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul.
Pada orang dengan fungsi ginjal normal, belum terdapat bukti kuat bahwa konsumsi protein dalam jumlah tinggi menyebabkan kerusakan ginjal.
Namun, pada penderita penyakit ginjal kronis, pembatasan asupan protein sering kali diperlukan untuk membantu mengurangi beban kerja ginjal. Oleh karena itu, jumlah protein yang dianjurkan harus disesuaikan dengan stadium penyakit dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Ringkasan
Protein merupakan zat gizi makro yang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk enzim, hormon, serta antibodi, menjaga keseimbangan cairan, dan mendukung berbagai fungsi organ. Karena tubuh tidak memiliki cadangan protein khusus, kebutuhan protein harus dipenuhi setiap hari melalui makanan.
Sumber protein dapat berasal dari makanan hewani maupun nabati. Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan massa otot, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh, sedangkan konsumsi protein berlebihan tidak selalu memberikan manfaat tambahan dan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, memilih sumber protein yang sehat, serta menjalani gaya hidup aktif, kebutuhan protein harian umumnya dapat terpenuhi tanpa memerlukan suplemen.
FAQ
1. Apa fungsi utama protein bagi tubuh?
Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk enzim, hormon, antibodi, mengangkut berbagai zat dalam darah, serta membantu menjaga fungsi organ dan sistem kekebalan tubuh.
2. Berapa kebutuhan protein orang dewasa setiap hari?
Secara umum, orang dewasa sehat memerlukan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. Kebutuhan dapat meningkat pada atlet, ibu hamil, ibu menyusui, atau kondisi medis tertentu.
3. Apakah protein nabati sama baiknya dengan protein hewani?
Ya. Protein nabati merupakan sumber protein yang baik. Dengan mengonsumsi berbagai jenis protein nabati, seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian, kebutuhan asam amino esensial dapat terpenuhi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
4. Apakah semua orang membutuhkan suplemen protein?
Tidak. Sebagian besar orang dapat memenuhi kebutuhan protein melalui makanan sehari-hari. Suplemen umumnya hanya diperlukan pada kondisi tertentu berdasarkan anjuran dokter atau ahli gizi.
5. Apakah makan terlalu banyak protein berbahaya?
Pada orang sehat, konsumsi protein yang lebih tinggi umumnya masih dapat ditoleransi apabila berasal dari pola makan yang seimbang. Namun, penderita penyakit ginjal kronis perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah protein yang sesuai. Selain itu, konsumsi protein yang berlebihan hingga mengurangi asupan zat gizi lain juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan pola makan menjadi kurang seimbang.
Daftar Referensi
1. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-dietWorld Health Organization. Healthy Diet.
2. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Protein-HealthProfessional/National Institutes of Health – Office of Dietary Supplements. Protein – Health Professional Fact Sheet.
3.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. The
Nutrition Source – Protein.
https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/protein/
4.
MedlinePlus. Protein in Diet. U.S.
National Library of Medicine.
https://medlineplus.gov/protein.html
5. https://www.myplate.gov/eat-healthy/protein-foodsU.S.
Department of Agriculture. MyPlate – Protein Foods.
6.
Academy of Nutrition and Dietetics. Protein
Foods.
https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/nutrient-rich-foods/protein-foods
7. https://www.sportsnutritionsociety.org/International Society of Sports Nutrition. Position Stand: Protein and Exercise.
8. Hormon: Jenis, Fungsi, dan Perannya dalam Menjaga Keseimbangan Tubuh
9. https://www.kidney.org/nutritionNational Kidney Foundation. Nutrition and Chronic Kidney Disease.
10.Mayo Clinic. Nutrition and Healthy
Eating: Protein.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating