Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Agt 12, 2026 | 128

Infertilitas

penyebab infertilitas, infertilitas wanita, infertilitas pria, program hamil, IVF, bayi tabung, ICSI, kesuburan


 

Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan suami istri mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Secara medis, infertilitas didefinisikan sebagai kegagalan untuk hamil setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama satu tahun atau lebih.

Agar kehamilan terjadi secara normal, beberapa proses harus berlangsung dengan baik, yaitu:

 

·       Pria menghasilkan sperma yang sehat dan cukup jumlahnya.

·       Sperma dapat mencapai sel Telur di saluran reproduksi wanita.

·       Wanita melepaskan sel telur (ovulasi) secara teratur.

·       Sperma berhasil membuahi sel telur.

·       Sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di dalam rahim.

 

Jenis-Jenis Infertilitas

 

·       Infertilitas primer: Pasangan belum pernah mengalami kehamilan  dan belum berhasil hamil setelah satu tahun berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi (atau enam bulan pada wanita usia 35 tahun ke atas).

·       Infertilitas sekunder: Pasangan pernah memiliki kehamilan sebelumnya, tetapi mengalami kesulitan untuk hamil kembali.

·       Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya: Hasil pemeriksaan kesuburan normal, tetapi penyebab sulit hamil belum dapat ditemukan.

Faktor yang Dapat Menyebabkan Infertilitas

 

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria dan wanita antara lain:

 

·       Kebiasaan merokok.

·       Konsumsi alkohol berlebihan.

·       Penggunaan narkoba .

·       Riwayat penyakit menular seksual (PMS), seperti Gonore dan klamidia.

·       Penyakit tertentu yang memengaruhi sistem reproduksi.

 

Merokok diketahui memiliki dampak besar terhadap kesuburan. Pada pria, merokok dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma. Pada wanita, merokok dapat mengganggu proses pelepasan sel Telur, pembuahan, hingga perkembangan janin.

 

Penyebab Infertilitas pada Wanita

 

1.     Gangguan Ovulasi

 

Gangguan ovulasi merupakan salah satu penyebab paling umum infertilitas pada wanita. Kondisi ini terjadi ketika Ovarium  tidak melepaskan sel telur secara teratur atau bahkan tidak berovulasi sama sekali.

Tanda-tanda gangguan ovulasi dapat diketahui melalui: Pemeriksaan hormon, Pemantauan suhu tubuh basal, Tes urin untuk mendeteksi masa subur dan Pemeriksaan USG.

2.     Faktor Usia

 

Kesuburan wanita mulai menurun sejak usia pertengahan 30 tahun dan terus menurun menjelang menopause.

Seiring bertambahnya usia: Jumlah dan kualitas sel telur berkurang, Risiko Keguguran meningkat serta Risiko Kelainan kromosom pada janin, seperti sindrom Down, menjadi lebih tinggi.

 

3.     Kerusakan atau Penyumbatan Tuba falopi

 

Tuba falopi berfungsi sebagai saluran tempat bertemunya sperma dan sel telur. Jika saluran ini tersumbat atau mengalami jaringan parut akibat infeksi atau penyakit radang panggul, proses pembuahan dapat terganggu.

 

4.     Fibroid Rahim (Miom)

 

Miom adalah tumor jinak yang tumbuh pada dinding rahim. Pada beberapa kasus, miom dapat mengganggu proses implantasi embrio atau menghambat perjalanan sperma menuju sel telur.

 

5.     Endometriosis

 

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim tumbuh di luar rahim.

Gejala yang sering muncul meliputi: Nyeri haid yang berat, Nyeri saat berhubungan seksual dan Perdarahan di luar siklus menstruasi.

Endometriosis dapat memengaruhi kesuburan karena mengganggu fungsi organ reproduksi.

 

Faktor Risiko Infertilitas

 

Selain merokok dan infeksi menular seksual, infertilitas juga dapat dipengaruhi oleh obesitas, sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, diabetes yang tidak terkontrol, paparan bahan kimia tertentu, stres berkepanjangan, serta kualitas tidur yang buruk.

 

 

Penyebab Infertilitas pada Pria

 

Infertilitas pada pria umumnya disebabkan oleh masalah pada produksi atau kualitas sperma. Beberapa penyebabnya antara lain:

1.     Jumlah Sperma Rendah: Jumlah sperma yang terlalu sedikit dapat menurunkan peluang terjadinya pembuahan.

2.     Gerakan Sperma Kurang Baik: Sperma harus dapat bergerak dengan baik agar mampu mencapai dan membuahi sel telur.

3.     Bentuk Sperma Tidak Normal: Kelainan bentuk sperma dapat mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

4.     Sumbatan Saluran Sperma: Penyumbatan pada saluran reproduksi pria dapat menghalangi keluarnya sperma saat ejakulasi.

5.     Varikokel: Varikokel adalah pelebaran Pembuluh darah di sekitar testis yang dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma.

 

Diagnosis Infertilitas pada Wanita

Untuk mengetahui penyebab infertilitas, dokter akan melakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

 

·       Pemeriksaan panggul untuk menilai kondisi organ reproduksi.

·       Tes darah untuk memeriksa kadar hormon dan memastikan proses ovulasi berjalan normal.

·       USG transvaginal untuk melihat kondisi rahim dan ovarium.

·       Histeroskopi untuk memeriksa bagian dalam rahim.

·       Histerosalpingografi (HSG) untuk mengetahui apakah terdapat penyumbatan pada tuba falopi.

·       Laparoskopi untuk mendeteksi kelainan seperti endometriosis, miom, atau jaringan parut.

 

Diagnosis Infertilitas pada Pria

 

Diagnosis infertilitas pada pria bertujuan untuk menilai kualitas dan jumlah sperma. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

 

·       Analisis semen untuk menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma.

·       Tes darah untuk memeriksa kadar hormon atau kelainan genetik.

·       USG skrotum untuk mendeteksi varikokel atau gangguan pada testis.

 

Pengobatan dengan Obat

 

Beberapa obat dapat membantu merangsang ovulasi pada wanita yang mengalami gangguan pelepasan sel telur.

 

Operasi

 

Tindakan operasi dapat dilakukan untuk:

 

·       Membuka saluran tuba falopi yang tersumbat.

·       Mengangkat miom.

·       Mengatasi endometriosis.

·       Memperbaiki sumbatan pada saluran reproduksi pria.

 

Inseminasi Buatan

 

Pada prosedur ini, sperma yang telah dipilih dan diproses dimasukkan langsung ke dalam rahim untuk meningkatkan peluang kehamilan.

 

Fertilisasi In Vitro (IVF) atau Bayi Tabung

 

IVF dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium. Setelah terjadi pembuahan, embrio dipindahkan ke dalam rahim untuk berkembang menjadi janin.

 

Injeksi Sperma Intracytoplasmic (ICSI)

 

Metode ini biasanya digunakan pada kasus infertilitas pria yang berat. Satu sperma dipilih dan disuntikkan langsung ke dalam sel telur untuk membantu proses pembuahan.

 

Interaksi dan Pertimbangan Pengobatan

 

Obat penyubur tertentu harus digunakan sesuai pengawasan dokter karena dapat berinteraksi dengan terapi hormonal lain dan meningkatkan risiko kehamilan ganda pada sebagian pasien

Segera periksakan diri jika usia wanita di atas 35 tahun dan belum hamil setelah 6 bulan mencoba, mengalami siklus haid tidak teratur, nyeri panggul  berat, riwayat keguguran berulang, atau terdapat gangguan sperma yang telah diketahui sebelumnya.

 

FAQ Infertilitas

 

Apakah Infertilitas Dapat Diobati?

 

Ya, tetapi itu tergantung pada penyebabnya. Dalam 85% hingga 90% kasus, modifikasi gaya hidup, pengobatan, ART atau operasi dapat mengobati infertilitas dan memungkinkan seorang wanita untuk hamil.

 

Apakah infertilitas selalu permanen?

 

Tidak. Banyak kasus dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup, obat, atau teknologi reproduksi berbantu.

Apa yang Dapat Diharapkan Jika Mengalami Infertilitas?

 

Banyak pasangan yang mengalami infertilitas tetap dapat memperoleh kehamilan melalui pengobatan yang tepat. Tingkat keberhasilan pengobatan bergantung pada penyebab infertilitas, usia, dan kondisi kesehatan masing-masing pasangan.

Infertilitas juga dapat memengaruhi kondisi emosional dan psikologis, sehingga dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting selama menjalani pengobatan.

 

Berapa lama pasangan perlu mencoba sebelum diperiksa?

 

Umumnya 12 bulan, atau 6 bulan bila wanita berusia 35 tahun ke atas

 

Bisakah Chlamydia Menyebabkan Infertilitas?

 

Chlamydia menyebabkan sekitar 4 juta infeksi setiap tahun di AS Chlamydia yang tidak diobati adalah faktor risiko infertilitas karena menyebabkan penyakit radang panggul (PID). PID adalah infeksi yang secara permanen dapat merusak tuba fallopi, rahim atau ovarium Anda.

 

Apakah Endometriosis Menyebabkan Infertilitas?

 

Endometriosis adalah faktor risiko infertilitas. Sekitar 30% sampai 50% wanita dengan endometriosis akan mengalami infertilitas.

 

Apakah stres dapat memengaruhi kesuburan?

 

Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan kualitas hidup sehingga berpotensi memengaruhi kesuburan.

 

Catatan dari Keapotek:

 

Infertilitas dapat terjadi pada pria maupun wanita. Untuk menjaga kesuburan, terapkan pola hidup sehat, hindari merokok, Alkohol, dan narkoba, serta lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Jika kehamilan belum terjadi setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa kontrasepsi, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 


Source:

https://www.britannica.com/science/infertility

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16083-infertility

Sistem Reproduksi Wanita: Fungsi, Organ, Siklus Menstruasi & Kesehatan

Menopause adalah berakhirnya menstruasi secara permanen yang merupakan proses alami yang terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi hormon reproduksi.


Tonton melalui youtube

Unggah Resep

INSTAGRAM

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong