Mohon tunggu...
Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Gonore

Gonore yang umumnya dikenal sebagai “the clap” adalah infeksi menular seksual (IMS) yang sering tidak terdiagnosa dan tidak diobati. Oleh karena itu, seseorang yang terinfeksi dapat tidak sadar menularkan penyakit ini kepada orang lain saat berhubungan seks melalui oral, vaginal, atau anal.
Penelitian menunjukkan bahwa persentase penderita gonoroe yang tinggi adalah yang tidak bergejala (dengan beberapa atau tidak ada gejala) dan dapat berlanjut menjadi infeksi selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Gonore yang dibiarkan tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius seperti keguguran, kehamilan ektopik, infertilitas, sepsis, dan virus defisiensi imun pada manusia.
Dengan mengenali tanda-tanda dari gonore dan lebih memahami risiko dari infeksi yang anda alami, anda dapat melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan, yang sering kali menggunakan antibiotik dosis tunggal.
Penularan: Bagaimana Seseorang terkena Infeksi Menular Seksual ini
Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhea yang dapat mudah menimbulkan infeksi pada membran mukosa lapisan tenggorokan, vagina, penis, dan anus. Selama berhubungan seks, bakteri menempel pada membran ini dan dengan cepat membuat salinan dari dirinya.
3 jalur utama dari penularan gonorea yaitu:
· Seks Oral, menyebabkan gonore tenggorokan
· Seks Vaginal, menyebabkan gonore vagina pada orang dengan vagina dan gonore uretra pada orang dengan penis.
· Seks Anal, berhubungan seks melalui anus menyebabkan anorektal gonore
N. gonorrhoeae juga dapat ditularkan pada bayi baru lahir saat melewati jalur lahir pada ibu hamil dengan gonore yang tidak diobati.
Siapa yang Memiliki Risiko Paling Tinggi?
Gonore adalah salah satu dari IMS yang paling umum di United States, menyebabkan sekitar 1,5 juta infeksi baru setiap tahunnya. Meskipun siapa saja yang aktif secara seksual dapat terkena gonore, beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan yang lain.
Kaum muda lebih mungkin terkena gonore dibandingkan dengan orang dewasa lainnya, dengan infeksi mencapai puncaknya pada usia 20 dan 24 tahun, ketika aktivitas seksual seringkali mencapai puncaknya pada usia tersebut. Di United States, pria terinfeksi 40% lebih banyak dari wanita, khususnya pria yang berhubungan seks dengan pria lagi (homoseksual).
Selain usia dan jenis kelamin, faktor risiko gonore mirip dengan faktor risiko IMS umum lainnya. Faktor risiko tersebut meliputi:
· Memiliki pasangan seks baru
· Memiliki banyak pasangan seks
· Memiliki pasangan seks yang memiliki lebih dari satu pasangan seks
· Sedang menderita IMS atau mengalaminya di masa lalu.
· Berhubungan seks dengan penderita IMS
· Ketidakkonsistenan dalam penggunaan kondom
· Menukar seks dengan uang atau narkoba
Resiko Resistensi Antibiotik Gonore
Ada juga faktor risiko khusus untuk gonore yang tidak hanya meningkatkan kerentanan anda terhadap infeksi tapi juga berisiko untuk anda terinfeksi N. gonorrhoeae yang resisten terhadap antibiotik (lihat bagian Komplikasi Gonore di bawah).
Meskipun orang dewasa dengan usia yang lebih muda lebih mungkin terkena gonore, orang dewasa dengan usia lebih tua yang aktif secara seksual lebih mungkin terinfeksi strain yang resisten terhadap antibiotik. Hal ini karena risiko infeksi ulang meningkat seiring bertambahnya usia, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan timbulnya resistensi.
Faktor risiko utama lainnya meliputi:
· Pria yang aktif berhubungan seks dengan pria
· Terinfeksi HIV
· Memiliki riwayat gonore pada lebih dari satu bagian tubuh (seperti tenggorokan dan penis)
· Memiliki status sosial ekonomi rendah (yang membatasi akses anda terhadap layanan kesehatan preventif, pengujian, dan pengobatan).
Permulaan Gejala
Gejala gonore dapat berbeda pada setiap orang, ada yang menunjukkan tanda-tanda klasik infeksi dan ada yang menunjukkan gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Gejala juga berbeda signifikan antara pria dan wanita.
Gonore pada Pria
Gonore pada pria adalah yang paling sering dikenali saat uretra (saluran tempat urin dan sperma keluar dari penis) terpengaruh. Gejala meliputi:
· Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
· Keluar cairan berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan dari penis
· Pembengkakan kepala penis dan/atau kulup
· Rasa sakit dan bengkak pada satu atau kedua biji kemaluan
Gejala gonore akan paling sering muncul dua hingga lima hari setelah infeksi. Namun, dapat memakan waktu hingga satu bulan untuk gejala muncul di beberapa pria, selama waktu tersebut infeksi dapat menular ke orang lain.
Gonore pada Wanita
Gejala gonore pada wanita biasanya ringan dan mudah disalahartikan dengan infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi vagina. Gejala ini meliputi:
· Rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil
· Keputihan yang abnormal, yang mungkin encer dan berair atau seperti nanah
· Sakit atau nyeri tekan di perut bagian bawah
· Perdarahan atau terdapat bercak di antara periode menstruasi
· Menstruasi yang lebih berat
· Perdarahan setelah berhubungan seks
Kebanyakan wanita yang bergejala akan mengalami gejala pada vagina dan saluran kencing dalam 10 hari setelah terkena infeksi.
Gejala Rektal
N. gonorrhoeae yang ditularkan ke rektum melalui seks anal atau oral dapat menyebabkan gejala seperti:
· Gatal pada dubur
· Dubur terasa sakit, tekanan dan tidak nyaman
· Perdarahan ringan pada dubur
· Sakit saat buang air besar
· Keluarnya cairan kental atau seperti nanah
Gejala pada Oral
Gejala gonore tenggorokan adalah yang kurang umum atau kurang terlihat dibandingkan gonore pada bagian tubuh lainnya. Jika gejala berkembang, gejala tersebut sering digambarkan sebagai “seperti pilek” dan mungkin meliputi:
· Tenggorokan kering, sakit, dan gatal
· Batuk ringan yang terus menerus
· Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher
· Sulit menelan
Gejala pada Mata
Gonore juga dapat menyebabkan infeksi mata yang dikenal sebagai konjungtivitis gonokokal jika sperma atau cairan vagina yang terinfeksi masuk ke dalam mata. Gejalanya khas berupa mata merah (konjungtivitis), menyebabkan peradangan mata dan timbulnya penyakit secara cepat:
· Mata kemerahan dan bengkak
· Nyeri atau tekanan pada mata
· Robekan berlebihan
· Keluarnya cairan kental seperti nanah
· Pembengkakan kelopak mata
· Sensitivitas ekstrim terhadap cahaya
· Kerak pada bulu mata
Konjungtivitis gonokokal disebut sebagai oftalmia gonokokal neonatorum ketika terjadi pada bayi baru lahir.
Menderita Gonore dan Tidak Mengetahuinya
Pada beberapa kelompok, gonore kemungkinan besar tidak bergejala atau “diam”.
Hal ini terutama berlaku di kalangan wanita, hampir 50% wanita tidak menunjukkan gejala. Dari mereka yang bergejala, hanya sekitar 1 dari 10 yang mengalami keputihan yang abnormal (salah satu dari alasan utama mengapa wanita perlu melakukan pemeriksaan IMS).
Sebaliknya, hanya sekitar 6% dari pria yang tertular gonore dari hubungan seks vaginal yang tidak bergejala, sementara 80% akan mengalami keluarnya cairan dari uretra.
Oleh karena itu, CDC merekomendasikan wanita yang aktif secara seksual dibawah usia 25 tahun maupun wanita yang aktif secara seksual berusia 25 tahun ke atas untuk melakukan tes gonore tahunan.
Demikian pula, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan pemeriksaan setahun sekali untuk pria yang berhubungan seksual dengan pria (LSL), yang merupakan penyebab mayoritas infeksi faring dan anorektal. Seperti halnya dengan gonore vagina, gonore tenggorokan dan rektum lebih sering tidak bergejala.
Komplikasi
Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi serius bahkan mengancam jiwa pada orang dengan jenis kelamin apa pun, meliputi:
· Infertilitas atau kemandulan pada wanita: Gonore adalah penyebab dari penyakit radang panggul (PID) yang disebabkan oleh penyebaran infeksi ke rahim, ovarium, dan tuba fallopi. PID dapat menyebabkan penyempitan atau penyumbatan tuba falopi, mencegah sperma dalam mencapai sel telur untuk pembuahan.
· Komplikasi dalam Kehamilan: PID yang berhubungan dengan gonore dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran mati jika infeksi akut terjadi selama kehamilan.
· Kehamilan ektopik: PID meningkatkan resiko kehamilan ektopik sekitar 6 kali lipat. Kehamilan ektopik adalah komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa dimana sel telur yang dibuahi tertanam diluar rahim, meningkatkan risiko pecah dan terjadi perdarahan seiring bertumbuhnya janin.
· Kemandulan pada pria: Gonore dapat menyebabkan epididimitis (peradangan pada tabung melingkar yang menerima sel sperma dari testis). Jika tidak diobati, epididimitis dapat merusak tabung ini secara permanen, menyebabkan kehilangan kesuburan sebagian atau seluruhnya.
· Arthritis aseptik: Jika N. gonorrhoeae menyebar ke aliran darah, hal ini dapat menyebabkan peradangan sistemik (seluruh tubuh) menyebabkan kekakuan, nyeri dan pembengkakan sendi. Kondisi ini disebut arthritis aseptik, dapat juga disertai dengan luka kulit dan demam.
· Sepsis: Penyebaran N. gonorrhoeae ke dalam aluran darah juga dapat memicu reaksi imun yang disebut sepsis. Kondisi ini memiliki ciri penurunan tekanan darah drastis, menyebabkan syok dan bahkan kematian. Wanita muda penderita gonore adalah yang paling sering terkena penyakit ini.
· Peningkatan risiko HIV: Menderita gonore dapat membahayakan membran mukosa pada anus dan alat kelamin, membuatnya berpori (memungkinkan cairan melewatinya) dan rentan terhadap infeksi HIV. Infeksi ini juga menyerang sel imun yang disebut sel T CD4 yang menjadi target HIV.
Resistensi Antibiotik
Salah satu komplikasi yang paling mengkhawatirkan dari gonore adalah resistensi antibiotik.
Secara historis, resistensi antibiotik terjadi saat orang yang diobati dari gonore tidak menyelesaikan pengobatan antibiotik yang diresepkan. Hal ini memungkinkan terjadinya mutasi insidental dari N. gonorrhoeae terus menerus dari pada dimatikan, beberapa di antaranya restisten terhadap antibiotik.
Karena bakteri yang resisten ini ditularkan dari orang ke orang dan melalui seluruh populasi, bakteri menjadi bahkan lebih resisten saat mereka terus bermutasi. Pada tahun 2020, tingkat resistensi dari antibiotik yang dulu berguna seperti ciprofloxacin dan tetrasiklin masing-masing telah meningkat hingga 44% dan 65%.
Untuk mengendalikan peningkatan resistensi antibiotik, pejabat kesehatan masyarakat sekarang menggunakan antibiotik kuat dosis tunggal untuk mengobati infeksi gonore. Meski begitu, kasus terisolasi dari N. gonorrhoeae yang resistensi terhadap Ceftriaxone telah dilaporkan karena tingkat infeksi dan tingkat infeksi ulang yang tidak terkendali.
Bila hal ini terus berlanjut, seseorang yang terinfeksi gonore untuk pertama kalinya suatu hari nanti dapat terjangkit jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh antibiotik yang ada.
Pemeriksaan untuk Mendiagnosa Gonore
Dulu, gonore biasanya didiagnosa dengan kultur bakteri (di mana contoh bakteri “tumbuh” di laboratorium) dan pewarnaan gram (suatu metode pewarnaan yang membantu mengidentifikasi bakteri di bawah mikroskop).
Saat ini, bentuk diagnosis utama dari gonore adalah Polymerase Chain Reaction (PCR). Tes ini dapat mendeteksi bukti genetika N. gonorrhoeae dari sampel urin atau usap cairan alat kelamin, dubur, atau tenggorokan.
PCR adalah metode pengujian terbaik karena mudah untuk dilakukan dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Sensitivitasnya di atas 90% (artinya alat ini 90% sepanjang waktu dapat mengidentifikasi orang yang mengidap penyakit) dan dengan spesifitas 99% atau lebih tinggi (artinya alat ini 99% atau lebih sepanjang waktu dapat mengidentifikasi orang yang tidak mengidap penyakit).
Sementara laboratorium berbasis PCR biasanya membutuhkan satu hingga tiga hari untuk mengeluarkan hasil, tes cepat yang disebut Binx Health IO CT/NG Assay dapat mendiagnosa gonore hanya dalam 20 menit. Pada tahun 2021 tes ini telah mendapat izin penggunaan dari Food and Drug Administration (FDA), memiliki sensitivitas dan spesifitas yang sama dengan tes PCR tradisional.
Kapan Harus Melakukan Tes?
CDC merekomendasikan bahwa anda harus melakukan tes terhadap gonore jika anda mengalami gejala dari gonore, atau jika anda melakukan hubungan seks dengan orang yang tidak diketahui statusnya yang anda yakini mengidap gonore.
Karena tingginya tingkat infeksi yang tidak bergejala, CDC juga merekomendasikan pemeriksaan tahunan gonore untuk kelompok yang berisiko sebagai berikut:
· Wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun
· Wanita yang aktif secara seksual berusia 25 tahun atau lebih yang memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi (seperti karena memiliki pasangan seks baru atau banyak pasangan seks)
· Semua ibu hamil di bawah 25 tahun
· Homoseksual (dengan pengujian setiap tiga hingga enam bulan untuk mereka yang berisiko tinggi)
· Orang yang mengganti kelamin/transgender (berdasarkan susunan tubuh dan faktor risiko)
· Penderita HIV
Meskipun beberapa tes PCR dapat mendeteksi N. gonorrhoeae dalam 2 hari setelah infeksi, penyedia layanan kesehatan sering kali menyarankan anda untuk menunggu satu minggu sebelum menjalani tes.
Hal ini karena konsentrasi N. gonorrhoeae dapat signifikan lebih rendah pada bagian tubuh tertentu (seperti tenggorokan) dan lebih tinggi pada bagian tubuh lainnya (seperti uretra). Konsentrasi bakteri juga dapat menjadi lebih rendah jika anda memiliki gejala yang ringan atau tidak ada gejala.
Tes yang lebih awal dapat menyebabkan hasil negatif palsu. Negatif palsu adalah saat anda terkena infeksi tetapi hasil tes menunjukkan negatif.
Kapan Harus Mulai Pengobatan?
Tes dan pengobatan gonore sering kali dapat dilakukan pada kunjungan dan fasilitas kesehatan yang sama. Ini termasuk pada klinik kesehatan masyarakat, banyak yang menawarkan tes IMS gratis atau rendah biaya. Organisasi seperti Planned Parenthood juga mungkin menawarkan tes dan pengobatan dengan harga yang terjangkau.
Pengobatan utama untuk penyakit gonore tanpa komplikasi adalah injeksi intramuskular (IMS) tunggal dari antibiotik yang disebut ceftriaxone. Injeksi ini diberikan pada bagian atas bokong.
Penelitian telah menunjukkan dosis tunggal ceftriaxone 99% efektif dalam menyembuhkan gonore pada alat kelamin dan dubur. Gonore faring adalah penyakit yang sulit diobati, dengan penelitian menunjukkan tingkat kesembuhannya sekitar 90%.
Antibiotik lainnya yang mungkin dapat digunakan bila anda alergi terhadap ceftriaxone atau tidak dapat meminum itu untuk alasan tertentu. Dosis ini diresepkan dalam milligram (mg) atau gram (g)
|
Indikasi |
Pengobatan |
|
Pilihan utama |
Dosis tunggal Ceftriaxone 500 mg injeksi IM |
|
Untuk orang yang alergi Ceftriaxone |
Dosis tunggal Gentamisin 240 mg injeksi IM ditambah dosis tunggal azitromisin 2 g (2000 mg) yang dikonsumsi per oral |
|
Bila tidak ada satupun pilihan yang tersedia |
Dosis tunggal Cefixime 800 mg yang digunakan per oral |
|
Untuk orang dengan berat badan lebih dari 150 kg (330 lb) |
Dosis tunggal Ceftriaxone 1 g (1000 mg) injeksi IM |
Jika tes cepat tidak tersedia, pengobatan mungkin diberikan sebagai dugaan (sebelum hasilnya keluar) untuk menghindari kehilangan seseorang yang mungkin tidak kembali untuk mengambil hasilnya.
Setelah Anda Diobati
Setelah diobati untuk gonore genital atau anorektal, anda tidak perlu “tes penyembuhan (TOC)” untuk melihat apakah pengobatannya berhasil.
Di sisi lain, penderita gonore faring harus menjalasi TOC dalam tujuh hingga 14 hari karena infeksi ini jauh lebih sulit untuk disembuhkan. Jika pengobatan pertama gagal, antibiotik putaran kedua akan diresepkan.
Setelah itu, siapa pun yang diobati untuk gonore harus melakukan tes ulang dalam tiga bulan terlepas dari apakah pasangannya diobati atau tidak. Hal ini membantu memeriksa adanya infeksi ulang gonore, yang terjadi pada satu dari tujuh orang yang diobati, sering kali dalam jangka waktu tiga bulan.
Pasangan seksual juga harus diobati. Pilihan yang direkomendasikan meliputi:
· Ceftriaxone 500 mg injeksi IM dalam dosis tunggal
· Dosis tunggal Cefixime 800 mg secara oral, ditambah dosis doksisiklin 100 mg secara oral yang diminum dua kali sehari selama 7 hari.
Berhubungan Seks Setelah Pengobatan
Setelah anda diobati untuk gonore genital dan anorektal, anda perlu menunggu 7 hari sebelum melakukan hubungan seks. Hal ini untuk memastikan bakteri hilang seluruhnya dan pasangan anda aman dari infeksi.
Jika anda telah diobati dari gonore faring, anda perlu utuk menunggu hingga hasil TOC anda negatif (itu artinya tidak ada pertumbuhan N. gonorrhea).
Untuk mencegah infeksi ulang, semua pasangan seksual yang anda miliki 60 hari sebelum diagnosis, harus diobati. Jika mereka belum diobati dan anda berhubungan seks dengannya, ada peluang anda dapat terkena gonore kembali.
Segala upaya harus dilakukan untuk mencegah infeksi ulang, yang meningkatkan risiko dari beberapa komplikasi dan resistensi antibiotik.
Selain pantang total, ada beberapa cara untuk melakukannya:
· Melakukan hubungan monogami jangka panjang dengan pasangan yang telah diperiksa dan tidak menderita gonore.
· Mengurangi jumlah pasangan seks jika anda tidak dalam hubungan monogami.
· Gunakan kondom secara konsisten dan benar saat berhubungan seksual dengan pasangan yang tidak diketahui statusnya.
· Gunakan dental dam untuk seks oral.
· Latihan bentuk seks non-penetrasi, seperti saling masturbasi atau gesekan.
Berapa Lama hingga Gonore Sembuh?
Orang akan sering bertanya-tanya apakah gonore dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dan apakah mereka dapat mengabaikan pengobatan jika terinfeksi.
Meskipun sebagian besar kasus dari N. gonorrhoeae dapat sembuh dengan sendirinya, tingkat dan durasi dari penyembuhan sangat bergantung pada apakah anda bergejala atau tidak bergejala.
Pada penelitian tahun 2023 dalam Sexually Transmitted Infections melaporkan tingkat penyembuhan berikut di antara orang-orang yang mengidap gonore asimtomatik dalam 8 hari setelah hasil tes positif awal:
· Gonore uretral: 32%
· Gonore vaginal: 23%
· Gonore faring: 19%
· Gonore anorektal: 15%
Hal ini seharusnya tidak menunjukkan bahwa semua infeksi asimtomatik akan sembuh dengan sendirinya atau bahwa orang tanpa gejala kurang mampu menularkan infeksi.
Menurut tinjauan pada tahun 2018 dalam Fronties in Immunology, gonore asimtomatik dapat bertahan selama 165 hari, selama waktu itu seseorang dapat tetap bisa menularkan infeksi tersebut selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Pada beberapa kasus, infeksi tanpa gejala (asimtomatik) juga mungkin baru dikenali saat terjadi komplikasi seperti PID atau kemandulan.
Di antara orang dengan gonore simtomatik, gejala terkadang dapat bertahan hingga satu tahun dan hanya dapat disembuhkan dengan antibiotik.
Karena variabilitas yang luas dari perjalanan alami gonore, pengobatan dianjurkan baik apakah anda bergejala atau tidak bergejala. Hal ini mengurangi penyebaran infeksi, termasuk penularan selama kehamilan dan mencegah komplikasi yang sebenarnya dapat dihindari.
Bicarakan dengan Pasangan
Persetujuan untuk berhubungan seks dan perlindungan dari gonore harus melibatkan kesepakatan bersama. Hal ini meliputi diskusi tentang pemeriksan bersama terhadap gonore dan IMS umum lainnya.
Percakapan seperti ini bisa terasa canggung dan jika pendekatan tidak tepat, bahkan dapat disalahartikan sebagai tanda perselingkuhan atau ketidakpercayaan.
Untuk mencegah itu, para ahli memberikan cara berikut untuk membuat diskusi lebih produktif:
· Temukan tempat yang aman untuk berbicara dengan tenang dan tanpa gangguan.
· Dekati percakapan dari tempat yang saling menghormati untuk berbagi keputusan.
· Terbuka dan jujur tentang riwayat seksual anda, tetapi jaga percakapan untuk berfokus pada kesehatan.
· Dari pada bertanya “kapan terakhir anda melakukan pemeriksaan?” lebih baik menjelaskan mengapa anda menganggap pemeriksaan itu bermanfaat.
· Jika pasangan anda menolak pemeriksaan, cobalah cari tahu alasannya tanpa menghakimi atau menekan.
· Ambil kesempatan untuk mengedukasi pasangan anda tentang gonore dan IMS lainnya. Pamflet dan situs web dari CDC dan yang lainnya dapat membantu.
· Jangan mendesak untuk segera mengambil keputusan. Jika pasangan anda perlu untuk berpikir, sepakat untuk membicarakannya kembali pada beberapa hari kemudian.
Dengan menjaga nada bicara tetap terbuka, jujur, dan interaktif, mendengarkan sebanyak anda berbicara, anda bisa jadi lebih dekat sebagai pasangan.
Kesimpulan
Gonore adalah suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhea, bisa jadi asimtomatik pada banyak orang. Hingga 50% dari wanita penderita gonore tidak menunjukkan gejala, sementara sebagian besar infeksi pada anus dan tenggorokan juga bersifat “diam”.
Apakah diam atau tidak, gonore dapat menularkan pada orang lain melalui hubungan seks oral, vaginal atau anal dan menyebabkan komplikasi serius seperti kemandulan, keguguran, dan HIV, jika tidak diobati.
Injeksi tunggal dari Ceftriaxone dapat menyembuhkan sebagian besar infeksi gonore, sementara penggunaan kondom secara konsisten dapat sangat membantu dalam pencegahan infeksi ulang. Orang-orang yang berisiko tinggi mungkin memerlukan pemeriksaan IMS rutin, tanyakan pada penyedia kesehatan anda mengenai rekomendasi tes untuk dilakuakan.