Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jul 04, 2026 | 75

Osteoartritis

Osteoartritis: Gejala, Penyebab, Pengobatan & Pencegahan


Osteoartritis adalah jenis radang sendi yang paling umum terjadi akibat kerusakan atau keausan tulang rawan yang melapisi persendian. Ketika tulang rawan menipis, tulang dapat saling bergesekan sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak. Kondisi ini umumnya berkembang secara bertahap dan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, meskipun juga dapat dipengaruhi oleh cedera, kelebihan berat badan, atau faktor lainnya. Pelajari gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, olahraga, makanan, dan pencegahan osteoartritis secara lengkap.


 

Apa Itu Osteoartritis?

 

Osteoartritis (OA) adalah jenis radang sendi yang paling umum terjadi. Kondisi ini dikenal juga sebagai penyakit sendi degeneratif, yaitu gangguan pada persendian yang terjadi akibat kerusakan atau keausan tulang rawan secara bertahap. Tulang rawan merupakan jaringan keras dan halus yang melapisi ujung tulang di dalam sendi serta berfungsi sebagai bantalan dan pelumas agar tulang dapat bergerak dengan lancar tanpa menimbulkan gesekan.

Pada penderita osteoartritis, tulang rawan akan menipis dan rusak seiring waktu. Akibatnya, perlindungan pada ujung tulang berkurang sehingga tulang dapat saling bergesekan saat sendi digunakan. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, serta keterbatasan gerak yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Osteoartritis dapat menyerang berbagai persendian di tubuh, tetapi paling sering terjadi pada:

  • Tangan.
  • Lutut.
  • Pinggul.
  • Leher (tulang belakang servikal).
  • Punggung bawah (tulang belakang lumbal).

Meskipun lebih sering terjadi pada usia lanjut, osteoartritis juga dapat dialami oleh orang yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti cedera sendi berulang, kelebihan berat badan, atau riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

 

Jenis Osteoartritis

 

Penyedia layanan kesehatan umumnya mengelompokkan osteoartritis menjadi dua jenis utama berdasarkan penyebabnya. Keduanya sama-sama melibatkan kerusakan tulang rawan sendi, tetapi proses yang memicu kerusakan tersebut berbeda.

1.    Osteoartritis primer

Ini adalah bentuk osteoartritis yang paling umum. Kondisi ini berkembang secara bertahap seiring waktu akibat proses penuaan dan penggunaan sendi selama bertahun-tahun. Para ahli meyakini bahwa keausan normal pada sendi berperan besar dalam terjadinya osteoartritis primer.

2.    Osteoartritis sekunder

Jenis ini terjadi ketika ada faktor lain yang secara langsung merusak sendi sehingga memicu osteoartritis. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh cedera, trauma, atau penyakit lain yang mempengaruhi sendi. Beberapa jenis radang sendi juga dapat merusak tulang rawan hingga akhirnya menyebabkan osteoartritis.

 

Perbedaan utamanya

Osteoartritis primer

Terjadi terutama karena proses keausan dan penuaan alami pada sendi.

Osteoartritis sekunder

Terjadi akibat kerusakan sendi yang dipicu oleh faktor tertentu seperti cedera, trauma, atau penyakit sendi lainnya.

 

Dengan memahami jenis osteoartritis, penyebab yang mendasari kerusakan sendi dapat lebih mudah dikenali sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Seberapa Umum Osteoartritis?

 

Osteoartritis merupakan salah satu gangguan sendi yang sangat umum terjadi, terutama pada kelompok usia lanjut. Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 80% orang dewasa berusia di atas 55 tahun mengalami osteoartritis, meskipun tidak semua penderitanya merasakan atau menunjukkan gejala yang jelas. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% mengalami gejala yang dapat dirasakan, seperti nyeri, kekakuan, atau keterbatasan gerak pada sendi. Tingginya angka kejadian ini menjadikan osteoartritis sebagai salah satu penyebab utama gangguan mobilitas dan penurunan kualitas hidup pada orang dewasa dan lansia.

 

Gejala Osteoartritis

 

Gejala osteoartritis dapat berkembang secara bertahap dan cenderung memburuk seiring waktu. Keluhan yang paling sering dialami penderita adalah nyeri pada sendi, terutama saat sendi digerakkan atau digunakan untuk beraktivitas. Selain itu, osteoartritis juga dapat menyebabkan kekakuan sendi, pembengkakan di sekitar sendi, serta berkurangnya rentang gerak sehingga sendi menjadi lebih sulit digerakkan. Beberapa penderita juga merasakan bahwa sendi mereka tidak sekuat atau sestabil sebelumnya. Pada kondisi yang lebih lanjut, bentuk sendi dapat berubah atau tampak mengalami deformitas akibat kerusakan yang terjadi pada struktur sendi.

 

Apa yang Menyebabkan Osteoartritis?

 

Penyebab pasti osteoartritis belum diketahui secara pasti. Namun, osteoartritis primer umumnya berkembang secara perlahan seiring bertambahnya usia. Proses penuaan dan penggunaan sendi selama bertahun-tahun dapat menyebabkan tulang rawan mengalami keausan sehingga fungsi pelindungnya berkurang.

Selain faktor penuaan, osteoartritis juga dapat terjadi akibat kerusakan langsung pada sendi. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoartritis meliputi:

  • Cedera saat berolahraga.
  • Jatuh atau benturan yang menyebabkan kerusakan sendi.
  • Kecelakaan kendaraan bermotor.
  • Kondisi yang memengaruhi stabilitas dan struktur sendi, seperti sindrom Ehlers-Danlos atau sindrom hipermobilitas sendi.

Beberapa jenis radang sendi lainnya juga dapat merusak tulang rawan dan memicu osteoartritis, antara lain:

 

 

Faktor Risiko Osteoartritis

 

Pada dasarnya, siapa pun dapat mengalami osteoartritis. Namun, risiko terjadinya kondisi ini cenderung lebih tinggi pada orang dewasa berusia di atas 55 tahun dan wanita yang telah memasuki masa pascamenopause.

Selain itu, beberapa kondisi kesehatan juga diketahui dapat meningkatkan risiko osteoartritis, seperti:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Diabetes.
  • Kolesterol tinggi (hiperlipidemia).
  • Penyakit autoimun tertentu yang memengaruhi persendian.

 

Memahami gejala, penyebab, dan faktor risiko osteoartritis dapat membantu seseorang mengenali kondisi ini lebih dini sehingga penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk menjaga fungsi sendi dan kualitas hidup.

 

Komplikasi Osteoartritis

 

Osteoartritis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup penderitanya. Seiring kerusakan sendi yang semakin parah, nyeri dan keterbatasan gerak dapat menjadi lebih sering terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat osteoartritis meliputi:

 

·         Nyeri kronis, yaitu nyeri yang berlangsung dalam jangka panjang dan dapat mengganggu aktivitas maupun istirahat.

·         Penurunan mobilitas, sehingga penderita mengalami kesulitan berjalan, menaiki tangga, atau melakukan aktivitas rutin lainnya.

·         Kekakuan dan deformitas sendi, terutama pada kasus yang sudah lanjut akibat perubahan struktur sendi.

·         Gangguan tidur, yang sering disebabkan oleh nyeri atau rasa tidak nyaman pada sendi.

·         Penurunan kualitas hidup, karena keterbatasan fisik dapat memengaruhi pekerjaan, aktivitas sosial, dan kesehatan mental.

·         Peningkatan risiko jatuh, terutama jika osteoartritis menyerang lutut atau pinggul yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh.

 

Meskipun komplikasi tersebut dapat terjadi, diagnosis dan penanganan yang tepat dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit serta menjaga fungsi sendi selama mungkin.

 

Tahapan atau Tingkat Keparahan Osteoartritis

 

Osteoartritis berkembang secara bertahap dan umumnya memburuk seiring waktu. Tingkat keparahannya dapat dibagi menjadi beberapa tahap berdasarkan tingkat kerusakan sendi dan gejala yang dialami.

 

1. Tahap Awal (Ringan)

 

Pada tahap ini, kerusakan tulang rawan masih minimal. Penderita mungkin hanya merasakan nyeri ringan atau kekakuan sesekali setelah melakukan aktivitas tertentu. Gejala sering kali belum mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.

 

3.    Tahap Sedang

 

Kerusakan tulang rawan mulai lebih jelas dan celah antar tulang pada sendi dapat menyempit. Nyeri dan kekakuan menjadi lebih sering muncul, terutama setelah beraktivitas atau saat bangun tidur. Beberapa aktivitas sehari-hari mungkin mulai terasa lebih sulit dilakukan.

 

4.    Tahap Lanjut

 

Pada tahap ini, tulang rawan telah mengalami kerusakan yang cukup besar sehingga gesekan antar tulang semakin meningkat. Penderita dapat mengalami nyeri yang lebih intens, pembengkakan, keterbatasan gerak, dan penurunan fungsi sendi yang nyata.

 

5.    Tahap Berat

 

Tahap ini ditandai dengan kerusakan sendi yang luas dan hilangnya sebagian besar tulang rawan. Nyeri dapat dirasakan hampir setiap saat, termasuk saat beristirahat. Sendi mungkin mengalami deformitas, fungsi gerak sangat terbatas, dan dalam beberapa kasus diperlukan tindakan operasi, seperti penggantian sendi, untuk memperbaiki kualitas hidup penderita.

Mengetahui tahapan osteoartritis dapat membantu penderita mengenali perkembangan penyakit lebih dini sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih lanjut.

 

Bagaimana Osteoartritis Didiagnosis?

 

Diagnosis osteoartritis dilakukan melalui evaluasi gejala, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dokter akan memeriksa kondisi sendi yang mengalami keluhan serta menanyakan kapan gejala mulai muncul, seberapa sering terjadi, dan apakah ada aktivitas tertentu yang memperburuk atau meredakan gejala.

 

Tes Apa yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Osteoartritis?

 

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, antara lain:

  • Sinar-X (rontgen) untuk melihat perubahan pada struktur sendi dan tingkat kerusakan tulang rawan.
  • MRI   (Magnetic Resonance Imaging) untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai sendi, tulang rawan, ligamen, dan jaringan lunak di sekitarnya.
  • CT scan (Computed Tomography) untuk menghasilkan gambar sendi yang lebih rinci dari berbagai sudut.
  • Tes darah untuk membantu menyingkirkan penyakit lain yang memiliki gejala serupa, seperti radang sendi akibat kondisi autoimun atau gangguan kesehatan lainnya.

Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu dokter menegakkan diagnosis osteoartritis dan menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

 

Bagaimana Osteoartritis Diobati?

 

Pengobatan osteoartritis bertujuan untuk mengurangi nyeri, meredakan kekakuan, serta membantu mempertahankan fungsi sendi agar penderitanya tetap dapat beraktivitas dengan nyaman. Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan osteoartritis atau mengembalikan tulang rawan yang telah rusak, berbagai pilihan terapi dapat membantu mengendalikan gejalanya.

Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan meliputi:

 

  • Obat-obatan, seperti pereda nyeri dan antiinflamasi yang diminum atau dioleskan pada area sendi yang nyeri.
  • Olahraga dan fisioterapi, terutama aktivitas berdampak rendah seperti berenang atau latihan penguatan otot untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan sendi.
  • Perangkat pendukung, seperti penyangga sendi, tongkat, atau alat bantu jalan untuk mengurangi tekanan pada sendi yang terdampak.
  • Terapi panas dan dingin, yang dapat membantu meredakan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan sendi.
  • Terapi komplementer, seperti akupunktur, pijat, meditasi, tai chi, atau suplemen tertentu yang digunakan sebagai pelengkap pengobatan utama.
  • Terapi radiasi dosis rendah (LDRT), yang dalam beberapa kasus dapat digunakan untuk membantu mengurangi peradangan pada osteoartritis stadium awal.
  • Pembedahan, termasuk operasi penggantian sendi, yang umumnya dipertimbangkan jika gejala sudah berat dan tidak membaik dengan terapi lainnya.

 

Dokter akan menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai berdasarkan tingkat keparahan gejala, lokasi sendi yang terkena, serta kondisi kesehatan masing-masing pasien.

 

Interaksi Obat yang Perlu Diperhatikan

 

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, naproksen, dan diklofenak, dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain, termasuk obat pengencer darah, obat untuk tekanan darah tinggi, serta obat yang memengaruhi fungsi ginjal. Interaksi ini dapat meningkatkan risiko perdarahan, menurunkan efektivitas pengobatan, atau memperburuk fungsi ginjal, terutama pada penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan OAINS sebaiknya dilakukan sesuai dosis dan lama penggunaan yang dianjurkan oleh dokter atau apoteker. Selalu informasikan kepada tenaga kesehatan mengenai semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang digunakan sebelum mengonsumsi OAINS.

 

Apa yang Bisa Saya Harapkan Jika Menderita Osteoartritis?

 

Osteoartritis merupakan kondisi jangka panjang yang umumnya memerlukan pengelolaan gejala seumur hidup. Meskipun tidak dapat disembuhkan, kombinasi pengobatan, olahraga, dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi nyeri serta mempertahankan fungsi sendi. Tetap aktif sangat penting bagi penderita osteoartritis karena kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung dan diabetes. Jika gejala mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Bagaimana Cara Mencegah Osteoartritis?

 

Tidak semua kasus osteoartritis dapat dicegah, tetapi risiko terjadinya kondisi ini dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga kesehatan sendi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghindari penggunaan produk tembakau.
  • Rutin melakukan olahraga atau aktivitas fisik berdampak rendah.
  • Menjaga pola makan yang sehat dan berat badan ideal.
  • Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara.
  • Memakai alat pelindung yang sesuai saat berolahraga atau bekerja.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan segera memeriksakan diri jika muncul keluhan pada sendi.

Dengan menjaga kesehatan tubuh dan melindungi sendi dari cedera, risiko terjadinya osteoartritis serta perkembangannya dapat diminimalkan.

 

Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mempermudah Hidup dengan Osteoartritis?

 

Hidup dengan osteoartritis sering kali memerlukan penyesuaian pada aktivitas sehari-hari untuk mengurangi nyeri dan menjaga fungsi sendi. Penderita mungkin perlu menghindari atau memodifikasi aktivitas tertentu saat gejala muncul. Dalam beberapa kasus, terapi okupasi dapat membantu menemukan cara yang lebih aman dan nyaman untuk melakukan pekerjaan, hobi, atau aktivitas harian. Selain itu, penggunaan alat bantu tertentu serta penerapan teknik yang tepat dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Kapan Harus Menemui Dokter?

 

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala osteoartritis, seperti nyeri, kekakuan, atau pembengkakan pada sendi yang tidak membaik dalam beberapa hari. Meskipun kerusakan tulang rawan yang telah terjadi tidak dapat dipulihkan, penanganan dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan mengurangi gejalanya. Anda juga perlu kembali berkonsultasi apabila gejala menjadi lebih sering muncul, semakin berat, atau pengobatan yang sedang dijalani tidak lagi memberikan hasil yang optimal. Dengan evaluasi yang tepat, dokter dapat menyesuaikan rencana perawatan sesuai kebutuhan Anda.

 

FAQ Osteoartritis

 

Makanan apa yang baik untuk penderita osteoartritis?

 

Meskipun tidak dapat menyembuhkan osteoartritis, pola makan yang sehat dapat membantu mengurangi peradangan, menjaga berat badan ideal, dan mendukung kesehatan sendi secara keseluruhan. Berat badan yang terkontrol juga dapat mengurangi tekanan pada sendi, terutama lutut dan pinggul.

Beberapa makanan yang baik untuk penderita osteoartritis meliputi:

 

·         Ikan berlemak, seperti salmon, sarden, tuna, dan makarel yang kaya akan asam lemak Omega 3   untuk membantu mengurangi peradangan.

·         Sayuran hijau, seperti bayam, Brokoli, dan kangkung yang mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan sendi.

·         Buah-buahan, terutama buah beri, jeruk, kiwi, dan ceri yang kaya vitamin C dan antioksidan.

·         Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti almond, kenari, chia seed, dan biji rami yang mengandung lemak sehat serta nutrisi penting bagi tubuh.

·         MINYAK  zaitun, yang mengandung senyawa antiinflamasi alami.

·         Susu dan produk olahannya rendah lemak, sebagai sumber kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

·         Gandum utuh, seperti oatmeal, beras merah, dan roti gandum yang dapat membantu menjaga berat badan dan kesehatan tubuh secara umum.

Mengombinasikan berbagai makanan bergizi tersebut dengan aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu menjaga fungsi sendi dan meningkatkan kualitas hidup penderita osteoartritis.

 

Makanan apa yang sebaiknya dibatasi oleh penderita osteoartritis?

 

Selain mengonsumsi makanan yang menyehatkan, penderita osteoartritis juga dianjurkan membatasi makanan tertentu yang dapat memicu peradangan atau menyebabkan kenaikan berat badan berlebih. Berat badan yang berlebih dapat meningkatkan tekanan pada sendi dan memperburuk gejala osteoartritis.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:

  • Makanan dan minuman tinggi gula, seperti minuman bersoda, permen, kue, dan makanan penutup manis.
  • Makanan ultra-proses, seperti makanan cepat saji, keripik, makanan instan, dan camilan kemasan.
  • Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, misalnya gorengan, margarin padat, serta makanan yang digoreng berulang kali.
  • Daging olahan, seperti sosis, nugget, ham, dan kornet yang umumnya tinggi garam dan bahan tambahan.
  • Makanan tinggi garam, karena dapat berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan jika dikonsumsi berlebihan.
  • Minuman beralkohol, yang dapat memperburuk peradangan pada sebagian orang dan memengaruhi kesehatan tubuh secara umum.

Membatasi makanan tersebut tidak berarti harus menghindarinya sepenuhnya, tetapi mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dapat membantu mendukung pengelolaan osteoartritis dan menjaga kesehatan jangka panjang.

 

Olahraga seperti apa yang Aman untuk Penderita Osteoartritis ?

 

Olahraga merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan osteoartritis. Aktivitas fisik yang tepat dapat membantu mengurangi kekakuan sendi, memperkuat otot di sekitar sendi, meningkatkan fleksibilitas, serta menjaga berat badan tetap ideal. Namun, penderita osteoartritis sebaiknya memilih olahraga dengan dampak rendah agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada sendi yang terdampak.

Beberapa jenis olahraga yang umumnya aman untuk penderita osteoartritis meliputi:

  • Berjalan kaki, untuk membantu menjaga mobilitas sendi dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
  • Bersepeda, yang dapat melatih otot kaki dan meningkatkan kesehatan jantung tanpa memberikan beban berlebih pada sendi.
  • Berenang, karena air membantu menopang berat badan sehingga mengurangi tekanan pada persendian.
  • Senam peregangan, yang bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan dan mengurangi kekakuan sendi.
  • Tai chi, yaitu latihan yang menggabungkan gerakan lembut, keseimbangan, dan teknik pernapasan untuk membantu meningkatkan fleksibilitas serta mengurangi nyeri.

Sebelum memulai program olahraga baru, penderita osteoartritis sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis untuk menentukan jenis dan intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

 

Kapan Osteoartritis Memerlukan Operasi?

 

Sebagian besar penderita osteoartritis dapat mengelola gejalanya melalui obat-obatan, olahraga, terapi fisik, dan perubahan gaya hidup. Namun, pada beberapa kasus yang lebih berat, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki fungsi sendi dan mengurangi nyeri yang berkepanjangan.

Dokter dapat mempertimbangkan operasi apabila:

  • Nyeri sendi sangat berat dan tidak membaik meskipun telah menjalani pengobatan atau terapi lainnya.
  • Kerusakan sendi sudah parah, sehingga fungsi sendi menurun secara signifikan.
  • Aktivitas sehari-hari terganggu, seperti berjalan, naik tangga, bekerja, atau melakukan perawatan diri.
  • Kualitas hidup menurun, akibat nyeri dan keterbatasan gerak yang terus-menerus.
  • Pilihan terapi nonoperatif tidak lagi memberikan hasil yang memadai.

Salah satu prosedur yang paling sering dilakukan pada osteoartritis berat adalah operasi penggantian sendi (artroplasti), yaitu mengganti sendi yang rusak dengan sendi buatan. Keputusan untuk menjalani operasi akan disesuaikan dengan tingkat keparahan osteoartritis, usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta kebutuhan dan harapan pasien.

 

Mengapa wanita lebih berisiko mengalami osteoartritis?

 

Wanita, terutama setelah menopause, memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoartritis. Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan hormon, terutama penurunan kadar estrogen yang dapat memengaruhi kesehatan sendi.

 

Apakah osteoartritis bisa sembuh total?

 

Saat ini osteoartritis tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan.

 

Catatan Keapotek

 

Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan dan paling sering dialami oleh orang dewasa serta lansia. Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, gejala osteoartritis dapat dikelola dengan kombinasi pengobatan, olahraga yang tepat, pola makan sehat, dan perubahan gaya hidup. Mengenali gejala sejak dini serta mendapatkan penanganan yang sesuai dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit, menjaga fungsi sendi, dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika Anda mengalami nyeri atau kekakuan sendi yang menetap.

 

Keapotek obat Tulang, sendi dan otot:

 Radang sendi

 Osteoporosis

 Nyeri Sendi

 Kaku Otot (kram)

 Rheumatoid Arthritis

Kesemutan, mati rasa atau kebas pada jari tangan dan lengan

 Pereda nyeri otot

 Vitamin tulang dan sendi

 

 

Sumber :

Osteoarthritis: Symptoms, Causes & Treatment Options

Osteoarthritis: Symptoms, Causes, Diagnosis, & Treatment

Osteoarthritis: Symptoms, Diagnosis, and Treatment | Arthritis Foundation

Osteoarthritis: Symptoms, Causes, Treatment, and More

NIAMS (National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases)

 

 

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong