Please wait...

IMG-LOGO
Aug 21, 2026 | 142

Penglihatan Kabur

Penglihatan Kabur: Penyebab, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter


Penglihatan kabur adalah kondisi ketika objek yang biasanya terlihat jelas menjadi buram, tidak fokus, atau tampak berkabut. Keluhan ini dapat terjadi pada satu mata maupun kedua mata, muncul secara perlahan atau tiba-tiba, serta bersifat sementara maupun menetap. Penglihatan kabur merupakan salah satu keluhan mata yang paling sering dialami dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari mata lelah dan gangguan refraksi yang ringan hingga penyakit mata atau gangguan saraf yang memerlukan penanganan segera.

Meskipun banyak kasus penglihatan kabur tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan penggunaan kacamata atau mengobati penyebabnya, perubahan penglihatan yang terjadi secara mendadak, terutama bila disertai nyeri mata, Sakit kepala hebat, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau kehilangan sebagian lapang pandang, dapat menjadi tanda keadaan darurat medis seperti stroke atau gangguan pada retina. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab dan gejala penyerta agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

 

Apa Itu Penglihatan Kabur?

 

Penglihatan kabur adalah berkurangnya ketajaman penglihatan sehingga seseorang kesulitan melihat objek dengan jelas.

Penderita dapat mengalami:

 

  • objek tampak buram,
  • tulisan sulit dibaca,
  • sulit melihat wajah seseorang dari kejauhan,
  • pandangan tampak berkabut,
  • kesulitan melihat detail benda.

 

Keluhan dapat terjadi secara terus-menerus atau hanya muncul pada kondisi tertentu, misalnya saat membaca, mengemudi pada malam hari, atau setelah menatap layar komputer dalam waktu lama.

 

Bagaimana Penglihatan Normal Terjadi?

 

Agar dapat melihat dengan jelas, cahaya harus melewati beberapa bagian mata sebelum mencapai retina.

Prosesnya meliputi:

 

1.    Cahaya masuk melalui kornea.

2.    Cahaya melewati pupil dan lensa.

3.    Lensa memfokuskan cahaya ke retina.

4.    Retina mengubah cahaya menjadi sinyal listrik.

5.    Sinyal dikirim melalui saraf optik menuju otak.

6.    Otak mengolah sinyal tersebut menjadi gambar yang dapat dilihat.

 

Apabila salah satu bagian dari proses tersebut mengalami gangguan, penglihatan dapat menjadi kabur.

 

Apakah Penglihatan Kabur Selalu Berbahaya?

 

Tidak.

 

Sebagian besar kasus disebabkan oleh kondisi yang relatif ringan, misalnya:

  • mata lelah,
  • mata kering,
  • gangguan refraksi,
  • penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai.

 

Namun, penglihatan kabur juga dapat menjadi tanda penyakit serius apabila muncul secara tiba-tiba atau disertai gejala lain.

Oleh karena itu, perubahan penglihatan yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan.

 

Penyebab Penglihatan Kabur

 

Penglihatan kabur dapat berasal dari gangguan pada mata maupun penyakit yang memengaruhi saraf dan organ tubuh lainnya.

 

1.    Gangguan Refraksi

 

Gangguan refraksi merupakan penyebab paling umum penglihatan kabur.

Kondisi ini meliputi:

 

 

Gangguan refraksi terjadi ketika cahaya tidak terfokus dengan tepat pada retina sehingga gambar menjadi buram.

Kondisi ini umumnya dapat dikoreksi menggunakan kacamata, lensa kontak, atau prosedur bedah refraktif tertentu.

 

2. Mata Kering

 

Mata kering terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas air mata menurun.

Selain penglihatan kabur, penderita juga dapat mengalami:

 

  • mata terasa perih,
  • rasa mengganjal,
  • mata merah,
  • sensasi terbakar,
  • mata mudah lelah.

 

Penglihatan biasanya membaik setelah berkedip atau menggunakan tetes mata sesuai anjuran dokter.

 

2.    Katarak

 

Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya sulit mencapai retina.

Gejala yang sering muncul meliputi:

 

  • penglihatan semakin buram,
  • silau saat melihat cahaya,
  • sulit melihat pada malam hari,
  • warna tampak lebih pudar.

 

Katarak umumnya berkembang secara perlahan dan lebih sering terjadi pada usia lanjut.

 

3.    Glaukoma

 

Glaukoma adalah kelompok penyakit yang dapat merusak saraf optik, sering kali berkaitan dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata.

Pada tahap awal, glaukoma sering tidak menimbulkan gejala.

Namun, pada glaukoma akut dapat muncul:

  • penglihatan kabur mendadak,
  • nyeri mata hebat,
  • mata merah,
  • sakit kepala,
  • mual dan muntah,
  • melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu.

Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.

 

4.    Degenerasi Makula

 

Degenerasi makula berkaitan dengan kerusakan pada bagian tengah retina (makula).

Penderita dapat mengalami:

 

  • penglihatan sentral kabur,
  • garis lurus tampak bengkok,
  • sulit membaca,
  • sulit mengenali wajah.

 

Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang lanjut usia.

 

5.    Retinopati Diabetik

 

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah retina.

Gejala dapat berupa:

 

  • penglihatan kabur,
  • muncul bintik-bintik hitam (floaters),
  • penglihatan menurun secara bertahap,
  • kehilangan penglihatan pada kasus berat.

 

Karena sering tidak bergejala pada tahap awal, penderita diabetes  dianjurkan menjalani pemeriksaan mata secara rutin.

 

6.    Penyebab Lain

 

Selain gangguan mata, penglihatan kabur juga dapat disebabkan oleh:

 

  • migrain,
  • stroke,
  • neuritis optik,
  • cedera mata,
  • infeksi mata,
  • uveitis,
  • efek samping obat-obatan,
  • tekanan darah yang sangat tinggi,
  • hipoglikemia.

 

Beberapa kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen.

 

Faktor Risiko Penglihatan Kabur

 

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko mengalami penglihatan kabur, antara lain:

 

  • usia lanjut,
  • diabetes,
  • hipertensi,
  • riwayat penyakit mata dalam keluarga,
  • penggunaan lensa kontak yang tidak tepat,
  • kebiasaan merokok,
  • paparan sinar ultraviolet berlebihan,
  • penggunaan komputer atau gawai dalam waktu lama,
  • cedera mata.

 

Memiliki faktor risiko tidak selalu berarti seseorang akan mengalami gangguan penglihatan, tetapi pemeriksaan mata secara berkala tetap dianjurkan.

 

Gejala Penglihatan Kabur, Diagnosis, dan Pemeriksaan

 

Gejala penglihatan kabur dapat muncul secara perlahan maupun tiba-tiba, tergantung pada penyebabnya. Sebagian orang hanya mengalami kesulitan melihat objek yang jauh atau dekat, sedangkan yang lain merasa seluruh pandangannya tampak buram. Penglihatan kabur dapat terjadi pada satu mata maupun kedua mata, bersifat sementara atau menetap, dan terkadang disertai keluhan lain yang membantu dokter menentukan penyebabnya. Mengenali gejala penyerta sangat penting karena beberapa kondisi memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah kerusakan penglihatan permanen.

 

Gejala Penglihatan Kabur

 

Gejala utama adalah menurunnya ketajaman penglihatan sehingga objek tidak terlihat jelas.

Penderita dapat mengalami:

 

  • pandangan buram atau berkabut,
  • sulit membaca tulisan kecil,
  • sulit mengenali wajah dari kejauhan,
  • objek tampak tidak fokus,
  • warna terlihat kurang terang,
  • kesulitan melihat pada malam hari.

 

Gejala dapat terjadi secara terus-menerus atau hanya muncul pada situasi tertentu, misalnya setelah bekerja di depan komputer dalam waktu lama atau saat menggunakan lensa kontak.

 

Gejala Penyerta

 

Tergantung penyebabnya, penglihatan kabur dapat disertai gejala lain, seperti:

 

  • mata merah,
  • nyeri pada mata,
  • mata terasa kering,
  • sensasi mengganjal,
  • mata berair,
  • silau terhadap cahaya,
  • melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu,
  • muncul bintik-bintik hitam (floaters),
  • kilatan cahaya (flashes),
  • sakit kepala,
  • mual  atau muntah.

 

Gejala penyerta tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai penyakit yang mendasarinya.

 

Tanda Bahaya yang Memerlukan Penanganan Darurat

 

Segera cari pertolongan medis apabila penglihatan kabur disertai:

 

  • kehilangan penglihatan secara tiba-tiba,
  • nyeri mata yang hebat,
  • mata merah disertai penurunan penglihatan,
  • kilatan cahaya mendadak yang diikuti banyak floaters,
  • muncul bayangan seperti tirai menutupi sebagian penglihatan,
  • kelemahan pada salah satu sisi tubuh,
  • sulit berbicara,
  • sakit kepala hebat,
  • pingsan.

 

 Gejala tersebut dapat mengindikasikan kondisi serius, seperti ablasi retina, glaukoma akut, stroke, atau gangguan saraf optik yang memerlukan penanganan segera.

 

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

 

Diagnosis dimulai dengan wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan mata secara menyeluruh.

Dokter biasanya akan menanyakan:

 

  • kapan penglihatan mulai kabur,
  • apakah terjadi pada satu atau kedua mata,
  • apakah muncul secara mendadak atau bertahap,
  • apakah keluhan berlangsung terus-menerus atau hilang timbul,
  • apakah disertai nyeri mata atau sakit kepala,
  • riwayat penggunaan kacamata atau lensa kontak,
  • riwayat diabetes, hipertensi, atau penyakit mata,
  • obat-obatan yang sedang dikonsumsi,
  • riwayat cedera pada mata.

 

Informasi tersebut membantu dokter menentukan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.

 

Pemeriksaan Mata

 

Tes Ketajaman Penglihatan (Visual Acuity Test)

 

Tes ini dilakukan menggunakan bagan huruf (misalnya bagan Snellen) untuk mengetahui seberapa jelas seseorang dapat melihat pada jarak tertentu.

Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan dasar pada hampir semua pasien dengan keluhan penglihatan.

 

Pemeriksaan Refraksi

 

Pemeriksaan refraksi bertujuan mengetahui apakah penglihatan kabur disebabkan oleh:

 

  • rabun jauh,
  • rabun dekat,
  • astigmatisme,
  • presbiopia.

 

Hasil pemeriksaan digunakan untuk menentukan ukuran kacamata atau lensa kontak yang sesuai.

 

Pemeriksaan Slit Lamp

 

Dokter menggunakan slit lamp untuk melihat bagian depan mata secara lebih rinci.

Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi:

 

  • infeksi mata,
  • mata kering,
  • katarak,
  • cedera kornea,
  • peradangan.

 

Pemeriksaan Retina

 

Dokter akan melebarkan pupil menggunakan obat tetes mata sebelum memeriksa retina dan saraf optik.

Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi:

 

  • retinopati diabetik,
  • degenerasi makula,
  • ablasi retina,
  • perdarahan retina,
  • kerusakan saraf optik.

 

Pengukuran Tekanan Bola Mata

 

Tekanan di dalam mata diukur menggunakan tonometri.

Pemeriksaan ini penting untuk membantu mendeteksi glaukoma, terutama pada pasien yang memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mengarah ke penyakit tersebut.

 

Pemeriksaan Penunjang Lain

 

Apabila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti:

 

 

Pemeriksaan yang dipilih disesuaikan dengan dugaan penyebab berdasarkan hasil pemeriksaan awal.

 

Kondisi yang Memiliki Gejala Mirip Penglihatan Kabur

 

Beberapa kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang menyerupai penglihatan kabur, antara lain:

 

  • mata lelah (digital eye strain),
  • migrain dengan aura,
  • hipoglikemia,
  • stroke,
  • neuritis optik,
  • uveitis,
  • keratitis,
  • perdarahan pada mata,
  • efek samping obat tertentu.

 

Karena penyebabnya sangat beragam, pemeriksaan oleh dokter mata atau tenaga kesehatan diperlukan apabila keluhan berlangsung terus atau disertai gejala lain.

 

Apakah Semua Penglihatan Kabur Harus Diperiksa?

 

Tidak selalu.

 

Penglihatan kabur yang membaik setelah beristirahat, berkedip, atau menggunakan kacamata yang sesuai umumnya tidak bersifat darurat.

Namun, pemeriksaan dokter sangat dianjurkan apabila:

 

  • penglihatan kabur muncul secara tiba-tiba,
  • berlangsung lebih dari beberapa hari,
  • semakin memburuk,
  • hanya terjadi pada satu mata,
  • disertai nyeri mata,
  • disertai kilatan cahaya atau floaters baru,
  • terjadi pada penderita diabetes atau hipertensi.

 

Pemeriksaan sejak dini membantu menemukan penyebab sebelum terjadi gangguan penglihatan yang lebih berat.

 

Pengobatan Penglihatan Kabur, Cara Menjaga Kesehatan Mata, dan Kapan Harus ke Dokter

 

Pengobatan penglihatan kabur bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada sebagian orang, penglihatan dapat kembali normal hanya dengan menggunakan kacamata atau mengistirahatkan mata. Namun, pada kasus lain, seperti katarak, glaukoma, retinopati diabetik, atau penyakit retina, diperlukan pengobatan khusus untuk mencegah penurunan penglihatan yang lebih berat. Oleh karena itu, mengetahui penyebab penglihatan kabur merupakan langkah penting sebelum menentukan terapi yang tepat.

 

Pengobatan Penglihatan Kabur

 

Penanganan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter dan penyebab yang ditemukan.

 

1.    Koreksi Gangguan Refraksi

 

Apabila penglihatan kabur disebabkan oleh gangguan refraksi, dokter mata dapat menyarankan:

 

  • penggunaan kacamata,
  • lensa kontak,
  • operasi refraktif (misalnya LASIK) pada pasien yang memenuhi syarat.

 

Koreksi yang tepat biasanya dapat memperbaiki ketajaman penglihatan secara signifikan.

 

2.    Pengobatan Mata kering

 

Pada mata kering, terapi bertujuan menjaga permukaan mata tetap lembap.

Dokter dapat menyarankan:

 

  • air mata buatan (artificial tears),
  • gel atau salep mata,
  • obat tetes mata tertentu untuk meningkatkan produksi air mata,
  • mengurangi paparan angin atau udara kering,
  • membatasi penggunaan layar tanpa istirahat.

 

Sebagian besar kasus mata kering membaik dengan terapi yang tepat dan perubahan kebiasaan sehari-hari.

 

3.    Pengobatan Katarak

 

Pada tahap awal, penggunaan kacamata dengan resep yang sesuai dan pencahayaan yang baik dapat membantu mengurangi keluhan.

Namun, apabila katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter dapat menyarankan operasi katarak, yaitu mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa buatan (intraocular lens).

Operasi katarak merupakan salah satu prosedur mata yang paling sering dilakukan dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

 

4.    Pengobatan Glaukoma

 

Tujuan utama pengobatan glaukoma adalah menurunkan tekanan di dalam bola mata untuk mencegah kerusakan saraf optik lebih lanjut.

Pilihan terapi dapat meliputi:

 

  • obat tetes mata,
  • obat minum pada kondisi tertentu,
  • terapi laser,
  • operasi glaukoma apabila diperlukan.

 

Kerusakan penglihatan akibat glaukoma umumnya tidak dapat dipulihkan, sehingga diagnosis dan terapi dini sangat penting.

 

5.    Penanganan Penyakit Retina

 

Apabila penglihatan kabur disebabkan oleh penyakit retina, seperti retinopati diabetik atau degenerasi makula, dokter mata dapat memberikan terapi berupa:

 

  • suntikan obat ke dalam mata (intravitreal injection),
  • terapi laser,
  • operasi retina pada kondisi tertentu.

 

Jenis terapi disesuaikan dengan penyakit dan tingkat keparahannya.

 

6.    Mengobati Penyakit yang Mendasari

 

Penglihatan kabur juga dapat membaik apabila penyebab utamanya ditangani, misalnya:

 

  • mengontrol kadar gula darah pada diabetes,
  • mengobati hipertensi,
  • mengatasi hipertiroidisme,
  • mengobati infeksi mata,
  • menghentikan atau mengganti obat tertentu apabila menjadi penyebab keluhan (sesuai anjuran dokter).

 

Cara Menjaga Kesehatan Mata

 

Menjaga kesehatan mata dapat membantu menurunkan risiko berbagai gangguan penglihatan.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

 

Periksa Mata Secara Berkala

 

Pemeriksaan mata rutin membantu mendeteksi gangguan mata sejak dini, terutama pada orang dengan diabetes, hipertensi, atau riwayat penyakit mata dalam keluarga.

 

Terapkan Aturan 20-20-20

 

Bagi orang yang sering menggunakan komputer atau gawai, terapkan aturan 20-20-20, yaitu:

 

  • setiap 20 menit,
  • alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki (±6 meter),
  • selama 20 detik.

 

Kebiasaan ini membantu mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan layar digital.

 

Gunakan Pencahayaan yang Baik

 

Membaca atau bekerja di ruangan dengan pencahayaan yang cukup membantu mengurangi ketegangan pada mata.

 

Gunakan Kacamata Pelindung

 

Gunakan pelindung mata saat bekerja dengan alat berat, bahan kimia, atau ketika berolahraga yang berisiko menyebabkan cedera mata.

 

Konsumsi Makanan Bergizi

 

Pola makan sehat yang kaya akan:

 

  • sayuran hijau,
  • buah-buahan,
  • ikan berlemak,
  • kacang-kacangan,

 

dapat membantu menjaga kesehatan mata sebagai bagian dari pola makan seimbang.

 

Berhenti Merokok

 

Merokok meningkatkan risiko berbagai penyakit mata, termasuk degenerasi makula dan katarak.

Menghentikan kebiasaan merokok memberikan manfaat bagi kesehatan mata maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Komplikasi Penglihatan Kabur

 

Apabila penyebabnya tidak ditangani, penglihatan kabur dapat menyebabkan:

 

  • penurunan kualitas hidup,
  • kesulitan membaca,
  • gangguan saat mengemudi,
  • peningkatan risiko jatuh, terutama pada lansia,
  • kehilangan penglihatan permanen pada beberapa penyakit mata,
  • kebutaan pada kondisi tertentu yang tidak segera ditangani.

 

Risiko komplikasi bergantung pada penyebab dan kecepatan penanganannya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Segera jadwalkan pemeriksaan ke dokter mata apabila:

 

  • penglihatan kabur berlangsung lebih dari satu atau dua hari,
  • keluhan semakin memburuk,
  • hanya terjadi pada satu mata,
  • sering kambuh,
  • disertai nyeri mata,
  • mengalami diabetes atau hipertensi,
  • menggunakan kacamata tetapi penglihatan tetap kabur.

 

Pemeriksaan lebih awal membantu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

 

Kapan Harus ke IGD?

 

Segera cari pertolongan medis darurat apabila mengalami:

 

  • kehilangan penglihatan secara tiba-tiba,
  • nyeri mata hebat,
  • mata merah disertai penurunan penglihatan,
  • kilatan cahaya yang tiba-tiba disertai banyak floaters,
  • muncul bayangan seperti tirai menutupi penglihatan,
  • penglihatan kabur disertai kelemahan pada salah satu sisi tubuh atau sulit berbicara,
  • cedera berat pada mata.

 

Kondisi tersebut dapat mengindikasikan keadaan darurat, seperti ablasi retina, glaukoma akut, stroke, atau cedera mata serius yang memerlukan penanganan segera.

 

Ringkasan

 

Penglihatan kabur merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan refraksi, mata kering, dan katarak hingga penyakit yang lebih serius seperti glaukoma, retinopati diabetik, degenerasi makula, atau gangguan saraf. Keluhan ini dapat bersifat sementara maupun menetap, serta terjadi pada satu atau kedua mata.

Diagnosis dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan ketajaman penglihatan, pemeriksaan mata, serta pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Penanganan bergantung pada penyebabnya, mulai dari penggunaan kacamata, obat-obatan, hingga tindakan operasi pada kondisi tertentu.

Sebagian besar penyebab penglihatan kabur dapat ditangani dengan baik apabila didiagnosis sejak dini. Oleh karena itu, jangan menunda pemeriksaan apabila penglihatan kabur muncul secara mendadak, semakin memburuk, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

 

FAQ

 

1.    Apakah penglihatan kabur selalu berarti mata minus?

 

Tidak. Penglihatan kabur dapat disebabkan oleh berbagai kondisi selain gangguan refraksi, seperti mata kering, katarak, glaukoma, retinopati diabetik, hingga gangguan pada retina atau saraf optik.

 

2.    Apakah penggunaan komputer terlalu lama dapat menyebabkan penglihatan kabur?

 

Ya. Menatap layar komputer atau gawai dalam waktu lama dapat menyebabkan digital eye strain, yang ditandai dengan mata lelah, mata kering, dan penglihatan sementara menjadi kabur. Keluhan biasanya membaik setelah mata diistirahatkan.

 

3.    Kapan penglihatan kabur menjadi keadaan darurat?

 

Penglihatan kabur memerlukan penanganan darurat apabila terjadi secara tiba-tiba, terutama bila disertai nyeri mata hebat, kehilangan penglihatan, kilatan cahaya, banyak floaters, atau gejala stroke seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh dan sulit berbicara.

 

4.    Apakah penglihatan kabur dapat dicegah?

 

Tidak semua penyebab dapat dicegah. Namun, menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap terkontrol, menggunakan pelindung mata, berhenti merokok, menerapkan pola makan sehat, serta menjalani pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan.

 

5.    Seberapa sering mata perlu diperiksa?

 

Frekuensi pemeriksaan mata bergantung pada usia, riwayat penyakit, dan faktor risiko. Orang dengan diabetes, hipertensi, atau riwayat penyakit mata dalam keluarga umumnya memerlukan pemeriksaan lebih rutin dibandingkan orang tanpa faktor risiko.

 

Daftar Referensi

 

1.    https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseasesNational Eye Institute. Eye Conditions and Diseases.

2.    https://www.aao.org/eye-health/symptoms/blurred-visionAmerican Academy of Ophthalmology. Blurred Vision.

3.    Cleveland Clinic. Blurred Vision: Symptoms, Causes & Treatments.
https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24262-blurred-vision

4.    MedlinePlus. Blurred Vision. U.S. National Library of Medicine.
https://medlineplus.gov/blurredvision.html

5.    https://www.cdc.gov/vision-health/Centers for Disease Control and Prevention. Vision Health Initiative.

6.    Merck Manual Consumer Version. Overview of Eye Symptoms.
https://www.merckmanuals.com/home/eye-disorders/symptoms-of-eye-disorders/overview-of-eye-symptoms

7.    https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/blurred-visionAmerican Optometric Association. Blurred Vision.

8.    https://www.nhs.uk/conditions/vision-loss/National Health Service. Blurred Vision.

9.    https://www.asrs.org/patientsAmerican Society of Retina Specialists. Retinal Diseases.

10.       Mengapa Mata Saya Begitu Kering?

 

 



 IncredibleOffers


 

Your Cart

Your basket is empty