Please wait...

IMG-LOGO
Aug 10, 2026 | 105

Demam

penyebab demam, gejala demam, suhu tubuh tinggi, demam pada anak, obat penurun panas, kapan ke dokter saat demam


 

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas normal (sekitar ≥37,4°C) dan umumnya menjadi tanda adanya infeksi. Ini bukan penyakit, melainkan respons alami sistem kekebalan tubuh saat melawan penyebab infeksi.

Saat demam, tubuh bisa terasa menggigil hingga suhu mulai turun. Pada anak-anak, suhu tinggi tidak selalu berbahaya, tetapi pada bayi demam bisa menandakan infeksi serius. Biasanya demam akan sembuh dalam beberapa hari. Obat penurun panas dapat digunakan jika terasa tidak nyaman, namun tidak selalu diperlukan.

 

Gejala demam

 

Demam merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas normal sebagai bagian dari respons sistem kekebalan tubuh. Seseorang dapat dikatakan mengalami demam apabila:

 

·       dada atau punggung terasa lebih hangat dari biasanya

·       Kulit terasa lembap saat disentuh

·       tubuh terasa panas dan berkeringat, atau justru menggigil dan merasa kedinginan, bahkan bisa keduanya

·       kulit tampak kemerahan

 

Selain itu, tergantung penyebabnya, demam juga bisa disertai gejala lain seperti:

 

·       kelelahan  

·       rasa tidak enak badan secara umum (malaise)

·       batuk

·       hidung tersumbat atau berair

 

Perlu dipahami bahwa demam berbeda dengan peningkatan suhu tubuh sementara yang disebabkan oleh faktor eksternal, seperti aktivitas fisik berat, paparan sinar matahari, atau cuaca panas. Dalam kasus tersebut, suhu tubuh biasanya akan kembali normal setelah tubuh beristirahat atau didinginkan.

Cara Mengukur Suhu Tubuh

 

Kita bisa mengecek apakah sedang demam di rumah memakai termometer digital. Caranya seperti ini:

 

·       Bersihkan ujung termometer pakai air dingin dan sabun, lalu bilas sampai bersih.

·       Nyalakan termometernya.

·       Letakkan ujungnya di bawah lidah, agak ke dalam, lalu tutup mulut.

·       Tunggu sampai alat berbunyi atau memberi tanda.

·       Setelah itu, lihat hasil suhunya.

 

Kalau hasilnya menunjukkan 38°C (100,4°F) atau lebih, kemungkinan kamu sedang demam.

 

Kategori Suhu Tubuh

·       Normal: 36,1–37,2°C

·       Demam ringan: 37,5–38,0°C

·       Demam sedang: 38,1–39,0°C

·       Demam tinggi: 39,1–40,0°C

·       Hiperpireksia (darurat): >40°C

 

Penyebab Demam

 

Demam terjadi saat suhu tubuh naik lebih tinggi dari biasanya. Hal ini biasanya terjadi karena sistem kekebalan tubuh sedang melawan infeksi, seperti VIRUS atau bakteri.

Selain infeksi, ada juga beberapa kondisi lain yang bisa memicu demam, misalnya:

 

·       Penyakit autoimun, seperti radang sendi atau lupus

·       Kondisi peradangan, misalnya demam rematik

·       Gangguan saraf (neurologis), seperti cedera Otak yang memengaruhi suhu tubuh

·       Beberapa jenis kanker  

·       Efek samping obat tertentu

 

Kelompok yang Berisiko Mengalami Komplikasi Demam

 

Risiko komplikasi lebih tinggi pada bayi, lansia, ibu hamil, penderita diabetes, penyakit jantung, kanker, Gangguan ginjal , serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

Diagnosis Demam

 

Demam itu sebenarnya bukan penyakit, tapi tanda atau gejala dari suatu kondisi. Dokter bisa mengetahui seseorang demam dengan mengukur suhu tubuhnya, tapi yang lebih penting adalah mencari penyebabnya.

Agar lebih pasti, dokter bisa menyarankan beberapa pemeriksaan, seperti:

·       Tes darah: untuk melihat tanda infeksi, peradangan, atau gangguan lain dalam tubuh.

·       Tes urine: untuk mendeteksi Infeksi saluran kemih atau masalah ginjal.

·       Pemeriksaan pencitraan (seperti rontgen atau CT scan): untuk melihat kondisi organ dalam, misalnya paru-paru    atau organ lain yang mungkin terinfeksi atau bermasalah.

 

Komplikasi Demam

 

Pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, demam bisa menyebabkan kejang demam. Kondisi ini cukup sering terjadi, dan sekitar sepertiga anak yang pernah mengalaminya bisa mengalaminya lagi, biasanya dalam satu tahun.

Kejang demam bisa membuat anak tidak sadar, tubuh kaku atau bergetar, dan mata melirik ke atas. Meski terlihat menakutkan, umumnya kondisi ini tidak menimbulkan dampak jangka panjang.

Jika terjadi kejang, anak sebaiknya dibaringkan di tempat yang aman dan miring, pakaian dilonggarkan, serta benda berbahaya di sekitarnya dijauhkan. Jangan memasukkan apa pun ke mulut anak atau menahan gerakannya. Segera cari bantuan medis jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau anak tidak segera sadar setelahnya.

 

Pengobatan untuk Demam

 

Demam tidak selalu perlu diobati. Hal ini tergantung pada seberapa tinggi demamnya dan apa penyebabnya.

Dokter biasanya bisa menyarankan beberapa cara berikut:

·       Minum banyak cairan Saat demam, tubuh bisa banyak berkeringat sehingga berisiko kekurangan cairan. Karena itu, penting untuk banyak minum agar tidak dehidrasi.

·       Obat penurun demam Obat seperti parasetamol (acetaminophen), ibuprofen, atau aspirin bisa membantu menurunkan demam. Tapi, obat ini tidak selalu wajib digunakan, hanya jika diperlukan. Aspirin juga tidak boleh diberikan kepada anak-anak tanpa arahan dokter.

·       Antibiotik Jika demam disebabkan oleh bakteri, dokter bisa memberikan antibiotik. Namun, obat ini tidak efektif untuk infeksi virus  seperti flu atau pilek.

·       Obat lain Untuk infeksi tertentu seperti Jamur, virus, atau parasit, dokter mungkin memberikan obat khusus. Orang dengan penyakit kronis juga bisa membutuhkan pengobatan jangka panjang.

·       Perawatan di rumah sakit Jika kondisi cukup parah, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Di sana, dokter bisa memberikan cairan infus, obat melalui infus, atau bantuan pernapasan jika diperlukan.

 

Interaksi dan Penggunaan Obat Penurun Panas

 

Parasetamol umumnya aman bila digunakan sesuai dosis. Ibuprofen sebaiknya digunakan hati-hati pada penderita gangguan ginjal, tukak lambung, atau dehidrasi. Hindari penggunaan beberapa obat penurun panas secara bersamaan tanpa arahan tenaga kesehatan. Aspirin tidak dianjurkan untuk anak karena berisiko menyebabkan sindrom Reye.

 

Demam pada Anak-anak

 

Pada beberapa kasus, anak yang mengalami demam tinggi bisa mengalami kejang demam. Kondisi ini paling sering terjadi pada usia sekitar 12–18 bulan.

Walaupun terlihat menakutkan, kejang demam biasanya disebabkan oleh infeksi ringan seperti infeksi telinga, diare (gastroenteritis), atau virus pernapasan, dan umumnya tidak berbahaya.

Dalam kasus yang jarang, kejang demam bisa juga berkaitan dengan penyakit yang lebih berat seperti meningitis, infeksi ginjal, atau pneumonia.

 

Jenis kejang demam ada dua:

 

1.     Kejang demam sederhana

 

Kejang ini biasanya berlangsung singkat, sekitar beberapa detik sampai 15 menit, tetapi umumnya kurang dari 5 menit. Sekitar 80–85% kasus termasuk jenis ini.

Ciri-cirinya biasanya melibatkan seluruh tubuh, seperti:

·       Tubuh menjadi kaku

·       Kedutan pada tangan dan kaki

·       Mata melirik ke atas atau berputar

·       Sadar hilang sementara meskipun mata masih terbuka

Gejala lain yang bisa muncul:

·       Napas tidak teratur

·       Mengompol atau buang air besar tanpa sadar

·       Muntah

 

 

2.     Kejang demam kompleks

 

Kejang ini berlangsung lebih lama dari 15 menit, bisa terjadi berulang dalam 24 jam, dan biasanya hanya menyerang sebagian tubuh.

Jenis ini lebih serius dibanding kejang demam sederhana. Anak yang mengalaminya memiliki risiko lebih tinggi mengalami epilepsi di kemudian hari.

Sekitar 30–40% anak yang pernah mengalami kejang demam, baik sederhana maupun kompleks, bisa mengalami kejang serupa lagi di masa mendatang.

 

Pencegahan Demam

 

Demam bisa dicegah dengan cara mengurangi risiko terkena infeksi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

·       Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air. Jika tidak ada air, bisa menggunakan hand sanitizer.

·       Menghindari menyentuh wajah (mata, hidung, dan mulut) dengan tangan yang belum dicuci.

·       Rutin membersihkan dan mensterilkan benda atau permukaan yang sering disentuh.

·       Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

·       Menjaga vaksinasi tetap lengkap sesuai jadwal.

 

FAQ Demam

 

Apakah Alergi Dapat Menyebabkan Demam?

 

Alergi dapat menimbulkan gejala seperti bersin, hidung meler, dan mata berair, tetapi umumnya tidak disertai demam. Meskipun sering disebut “demam alergi” atau hay fever, kondisi ini sebenarnya tidak menyebabkan kenaikan suhu tubuh.

 

Apa itu mimpi demam?

 

Mimpi demam adalah mimpi yang terasa sangat jelas, aneh, atau tidak menyenangkan yang biasanya terjadi saat suhu tubuh sedang meningkat atau demam.

Penyebab pasti mimpi demam belum diketahui, tetapi para ahli menduga bahwa kenaikan suhu tubuh saat demam dapat memengaruhi kerja otak dan proses berpikir, sehingga mimpi menjadi lebih aneh dari biasanya. Selain itu, demam juga dapat mengganggu fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu tahap tidur ketika mimpi paling sering terjadi, sehingga mimpi terasa lebih intens dan tidak biasa.

 

Apa perbedaan demam dengan suhu tubuh yang naik karena panas lingkungan?

 

Demam berbeda dengan peningkatan suhu tubuh akibat faktor eksternal seperti cuaca panas atau aktivitas fisik berat. Pada demam, kenaikan suhu disebabkan oleh proses dalam tubuh, biasanya karena infeksi atau peradangan. Sedangkan pada kondisi panas lingkungan, suhu tubuh akan kembali normal setelah tubuh beristirahat, minum, atau didinginkan.

 

Mengapa anak yang demam perlu diperhatikan lebih khusus?

 

Anak, terutama bayi dan balita, perlu perhatian lebih saat demam karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Pada usia tertentu, demam tinggi dapat memicu kejang demam. Selain itu, pada bayi, demam juga bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

 

Berapa lama demam normal berlangsung?

 

Sebagian besar demam akibat infeksi virus membaik dalam beberapa hari.

 

Apakah demam selalu berarti infeksi?

 

Tidak. Demam juga dapat terjadi akibat penyakit autoimun, kanker, reaksi obat, atau kondisi peradangan tertentu.

 

Apakah mandi saat demam boleh?

 

 Boleh menggunakan air hangat suam-suam kuku. Hindari air yang terlalu dingin.

 

Apakah semua demam membutuhkan antibiotik?

 

Tidak semua demam membutuhkan antibiotik. Antibiotik hanya efektif untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Jika demam disebabkan oleh virus seperti flu atau pilek, antibiotik tidak akan bekerja. Karena itu, penggunaan antibiotik harus berdasarkan anjuran dokter.

 

Catatan dari Keapotek

 

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas normal (≥37,4°C) sebagai respons alami tubuh terhadap infeksi, bukan penyakit. Gejalanya meliputi tubuh panas, menggigil, kulit   kemerahan, serta dapat disertai kelelahan  atau batuk. Demam dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, serta kondisi lain seperti peradangan, penyakit autoimun, atau efek obat. Suhu tubuh dapat diukur dengan termometer, dan jika mencapai sekitar 38°C atau lebih berarti demam. Umumnya demam dapat sembuh sendiri, tetapi pada anak bisa berisiko kejang demam. Penanganannya meliputi menjaga cairan tubuh, obat penurun panas bila perlu, serta pengobatan sesuai penyebab, dan pencegahannya dilakukan dengan menjaga kebersihan dan menghindari infeksi.

 

Source:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/168266

Bakteri, Virus, Parasit & Jamur – Perbedaan dan Cara Pencegahan

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759

https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/10880-fever

 

Tonton melalui youtube

Unggah Resep

INSTAGRAM

 

Your Cart

Your basket is empty