Please wait...

IMG-LOGO
Feb 14, 2026 | 49

Selenium

Panduan Lengkap Selenium untuk Kesehatan


Selenium merupakan nutrien yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat. Kelenjar tiroid Anda memerlukan selenium untuk memproduksi hormon dan berfungsi dengan baik. Selenium juga diperlukan untuk reproduksi, untuk membentuk DNA, untuk membantu melindungi sel, dan melawan infeksi.

Berapa banyak selenium yang saya butuhkan?

Jumlah selenium yang Anda butuhkan setiap hari tergantung pada usia Anda. Rata-rata jumlah harian yang direkomendasikan tercantum pada tabel di bawah ini dalam satuan mikrogram (mcg):

Tahapan Kehidupan

Jumlah yang direkomendasikan

Bayi baru lahir hingga 6 bulan

15 mcg

Bayi 7-12 bulan

20 mcg

Anak-anak 1-3 tahun

20 mcg

Anak-anak 4-8 tahun

30 mcg

Anak-anak 9-13 tahun

40 mcg

Remaja 14-18 tahun

55 mcg

Dewasa

55 mcg

Remaja dan wanita hamil

60 mcg

Remaja dan wanita menyusui

70 mcg

 

Apa makanan yang mengandung selenium?

Selenium ditemukan secara alami dalam banyak makanan, terutama makanan yang mengandung protein. Anda bisa mendapatkan jumlah selenium yang direkomendasikan dengan mengonsumsi berbagai macam makanan, termasuk:

·         Ikan dan hidangan laut lainnya

·         Daging sapi, daging babi, daging unggas, telur, dan produk susu

·         Roti, sereal, dan produk biji-bijian lainnya

·         Kacang-kacangan, lentil, dan kacang

Apa jenis suplemen makanan selenium yang tersedia?

Selenium ditemukan dalam suplemen multivitamin dan mineral dan suplemen makanan lainnya. Selenium tersedia dalam beberapa bentuk yang berbeda, termasuk selenomethionine, ragi yang diperkaya selenium, sodium selenite, dan sodium selenate. Semua suplemen makanan tercantum label Informasi Nilai Suplemen, yang akan memberi tahu Anda berapa banyak kandungan selenium dalam produk tersebut.

Apakah saya mendapatkan selenium yang cukup?

Sebagian besar orang di Amerika Serikat mendapatkan cukup selenium dari makanan yang mereka konsumsi. Namun, kelompok tertentu mungkin mengalami masalah untuk mendapatkan selenium yang cukup:

·         Orang yang sedang menjalani hemodialisis ginjal

·         Penderita HIV

·         Orang yang mengonsumsi makanan yang terdiri dari sebagian besar makanan nabati yang tumbuh di tanah lokal dengan kadar selenium rendah.

Apa yang terjadi jika saya tidak mendapatkan cukup selenium?

Defisiensi selenium sangat jarang terjadi di Amerika Serikat dan Kanada. Defisiensi selenium dapat membuat defisiensi iodin memburuk, meningkatkan risiko penyakit tiroid. Defisiensi selenium juga dapat menyebabkan penyakit Kashin-Beck (suatu jenis arthritis yang bisa dimulai sejak masa kanak-kanak) dan penyakit Keshan (suatu jenis penyakit jantung yang sebagian besar terjadi pada pertengahan abad ke-20 di Tiongkok).

Apa saja efek dari selenium bagi kesehatan?

Para ilmuwan mempelajari selenium untuk mengetahui bagaimana dampaknya terhadap kesehatan. Berikut ini beberapa contoh dari apa yang telah ditunjukkan oleh penelitian tersebut.

Kanker

Mendapatkan selenium yang cukup dari makanan Anda dapat menurunkan risiko terkena beberapa bentuk kanker, termasuk kolorektal, prostat, paru-paru, kandung kemih, esofagus, dan kanker lambung.

Suplemen selenium telah diteliti sebagian besar pada pria untuk melihat adanya penurunan risiko terkena kanker prostat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa suplemen selenium tidak menurunkan risiko kanker prostat, terutama pada pria yang mendapatkan cukup selenium dari makanan mereka.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek selenium dari makanan dan suplemen makanan terhadap kanker.

Penyakit jantung

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen selenium tidak menurunkan risiko penyakit jantung, terutama pada orang yang mendapatkan selenium yang cukup dari makanan. Namun, mengonsumsi suplemen kombinasi yang mengandung selenium dan antioksidan, seperti beta karoten, vitamin C, atau vitamin E, dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan kadar selenium rendah dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer sering bertambahnya usia, meskipun sebagian besar studi tidak menemukan bahwa suplemen selenium menurunkan risiko tersebut.

Infeksi HIV

Anak-anak dan orang dewasa dengan HIV yang mengalami defisiensi selenium cenderung mengalami penyakit yang lebih berat. Namun, suplemen selenium telah menunjukkan hampir tidak ada manfaatnya bagi penderita HIV.

Meskipun beberapa studi telah menemukan bahwa ibu hamil dengan HIV yang mengonsumsi suplemen selenium dapat memiliki risiko lebih rendah mengalami kelahiran prematur, tidak ada manfaat lain yang ditemukan.

Kesuburan pria

Selenium merupakan nutrien yang penting untuk kesehatan sperma, dan penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan sehat dapat meningkatkan kualitas sperma. Namun, belum jelas apakah suplemen selenium dapat meningkatkan kualitas sperma.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah suplemen selenium berdampak terhadap kesuburan pria.

Penyakit tiroid

Selenium merupakan nutrien yang penting untuk kelenjar tiroid, dan kadar selenium lebih tinggi di dalam tiroid dibandingkan dengan organ tubuh lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki kadar selenium rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit tiroid, meskipun beberapa penelitian telah menemukan bahwa suplemen selenium tidak memberikan banyak manfaat untuk tiroid.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek selenium bagi penyakit tiroid.

Apakah selenium bisa berbahaya?

Ya, jika Anda mendapatkan terlalu banyak selenium seiring waktu. Misalnya, kacang Brazil mengandung jumlah selenium yang sangat tinggi (68 – 91 mcg per kacang) dan dapat menyebabkan Anda mendapatkan jumlah yang melebihi batas atas jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak. Mendapatkan jumlah selenium yang berlebih dari suplemen makanan juga dapat berbahaya.

Mendapatkan terlalu banyak selenium dapat menyebabkan:

·         Bau napas bawang putih

·         Rambut rontok

·         Ruam kulit

·         Diare

·         Iritabilitas

·         Rasa besi pada mulut

·         Kuku rapuh dan kehilangan kuku

·         Mual

·         Kelelahan ekstrem

·         Masalah sistem saraf

Mengonsumsi jumlah selenium yang sangat tinggi dapat menyebabkan masalah berat pada perut dan sistem saraf, kesulitan bernapas, tremor, pusing ringan (seperti mau pingsan), kemerahan pada kulit, nyeri tekan pada otot, gagal jantung atau ginjal, dan serangan jantung. Pada kasus langka, konsumsi selenium dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan kematian.

Batas atas selenium harian termasuk mengonsumsi dari semua sumber yaitu makanan, minuman, dan suplemen tercantum pada daftar berikut ini. Batas atas tersebut tidak digunakan jika Anda mengonsumsi selenium di bawah pengawasan dokter.

Usia

Batas Atas

Bayi baru lahir hingga 6 bulan

45 mcg

Bayi 7-12 bulan

60 mcg

Anak-anak 1-3 tahun

90 mcg

Anak-anak 4-8 tahun

150 mcg

Anak-anak 9-13 tahun

280 mcg

Remaja 14-18 tahun

400 mcg

Dewasa

400 mcg

Remaja dan wanita hamil

400 mcg

Remaja dan wanita menyusui

400 mcg

 

Beberapa ahli merekomendasikan batas atas selenium harian yang lebih rendah dari jumlah tersebut. Sebagai contoh, pada tahun 2023 European Food Safety Authority menetapkan batas atas selenium harian yaitu 255 mcg untuk orang dewasa, dengan jumlah yang lebih rendah berkisar dari 70-230 mcg untuk anak-anak dan remaja, tergantung pada usianya.

Apakah selenium berinteraksi dengan obat-obatan atau suplemen makanan lainnya?

Ya, selenium dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, dan beberapa obat-obatan dapat berinteraksi dengan selenium. Misalnya, cisplatin, suatu obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati kanker, dapat menurunkan kadar selenium, tetapi dampak yang ditimbulkannya pada tubuh belum jelas.

Beri tahu dokter, apoteker, dan penyedia layanan kesehatan lainnya untuk setiap suplemen makanan dan obat resep atau obat yang dijual bebas yang Anda konsumsi. Mereka dapat memberi tahu Anda jika suplemen makanan mungkin berinteraksi dengan obat Anda atau jika obat-obatan dapat mengganggu tubuh Anda dalam menyerap, menggunakan, dan memecah nutrien.

Selenium dan pola makan yang sehat

Orang harus mendapatkan sebagian besar nutrien mereka dari makanan dan minuman, menurut Dietary Guidelines for Americans dari pemerintah federal. Makanan mengandung vitamin, mineral, serat makanan, dan komponen lain yang memberi manfaat bagi kesehatan. Pada beberapa kasus, makanan yang diperkaya dan suplemen harian bermanfaat saat kebutuhan satu atau lebih nutrien tidak dapat terpenuhi (misalnya, selama tahap kehidupan khusus seperti kehamilan). Untuk informasi lebih lanjut tentang membentuk pola makan yang sehat, lihat Dietary Guidelines for Americans dan MyPlate dari U.S. Department of Agriculture (USDA).

Di mana saya dapat menemukan informasi lebih tentang selenium?

·         Untuk informasi umum tentang selenium

o   Health Professional Fact Sheet on Selenium, Office of Dietary Supplements (ODS)

o   Selenium dalam makanan, Medline Plus

·         Untuk informasi lebih mengenai sumber selenium dari makanan

o   FoodData Central, USDA

o   Daftar nutrien untuk selenium (tercantum berdasarkan makanan atau berdasarkan kandungan selenium), USDA

·         Untuk saran lebih mengenai pemilihan suplemen harian

o   Pertanyaan yang sering diajukan: Apa merek suplemen harian yang harus saya beli? ODS

·         Untuk informasi lebih lanjut tentang membentuk pola makan yang sehat

o   Dietary Guidelines for Americans

o   MyPlate

Penafian

Lembar fakta ini disusun oleh Office of Dietary Supplements dari National Institutes of Health (NIH) menyediakan informasi yang tidak menggantikan nasihat medis. Kami mendorong Anda untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan (dokter, ahli gizi terdaftar, apoteker, dll.) tentang minat Anda terhadap, pertanyaan tentang, atau penggunaan suplemen makanan dan apa yang terbaik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Produk khusus atau layanan apa pun yang disebutkan dalam publikasi ini, atau rekomendasi dari suatu organisasi atau asosiasi profesi, bukan merupakan rekomendasi atau dukungan resmi dari ODS terhadap produk, layanan, maupun pendapat ahli tersebut.


https://keapotek.com

https://keapotek.com/Articles

INSTAGRAM

Source

Your Cart

Your basket is empty