Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 29, 2026 | 1257

Apa saja Tanda-tanda Penyakit Ginjal?

Penyakit ginjal adalah kondisi medis ketika fungsi ginjal mengalami penurunan atau kerusakan, sehingga tidak mampu menyaring darah, membuang limbah, dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh secara optimal.


Para ahli menyebutkan beberapa gejala yang dapat muncul pada tahap awal dan lanjut dari penyakit ginjal.

Sekitar 90% penderita penyakit ginjal tidak menyadari bahwa mereka menderitanya. Hal ini mungkin karena tanda-tanda penyakit ginjal sering tidak muncul hingga tahap akhir, David Goldfarb MD, kepala klinik nefrologi di NYU Langone Health di Kota New York, mengatakan kepada Health.

Untuk alasan tersebut, penting untuk orang dengan faktor risiko terkena penyakit ginjal seperti berusia lebih dari 60 tahun atau mengalami kondisi medis kronis seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, atau penyakit autoimun seperti lupus untuk menjalani pemeriksaan awal penyakit ginjal, ucap Dr. Goldfarb.

Namun, ada gejala halus yang dapat muncul baik pada tahap awal atau lanjut, Staci Leisman MD, seorang dokter spesialis ginjal di New York’s Mount Sinai Hospital, mengatakan kepada Health. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai dari berbagai tahap penyakit ginjal.


Tanda-tanda Awal Penyakit Ginjal


Gejala tertentu dapat muncul pada tiga tahap awal penyakit ginjal sebelum terlalu banyak kerusakan yang terjadi pada ginjal anda, ucap Dr. Leisman. Gejala tersebut juga dapat muncul pada tahap lanjut. Kapanpun anda menyadarinya, segera kunjungi penyedia layanan kesehatan anda untuk pemeriksaan penyakit ginjal.

Gejala yang mungkin muncul lebih awal meliputi:


Anemia


Salah satu dari tanda-tanda awal penyakit ginjal sebenarnya adalah anemia. Ginjal yang sehat membentuk hormon yang disebut eritropoeitin (EPO), yang memberi sinyal pada sumsum tulang tubuh anda untuk membentuk lebih banyak sel darah merah. Jika ginjal anda tidak berfungsi dengan baik, ginjal tidak dapat menghasilkan cukup EPO. Hasilnya, anda menghasilkan lebih sedikit sel darah merah.

“Kami sering menemukan hal ini pada tahap tengah penyakit ginjal” ucap Dr. Leisman. Kunjungi penyedia layanan kesehatan anda jika anda mengalami gejala anemia seperti:

·         Sakit badan

·         Nyeri dada

·         Kesulitan bernapas atau sesak napas

·         Pusing

·         Sakit kepala

·         Sulit berkonsentrasi

·         Kulit pucat yang tidak biasanya

·         Kelemahan atau kelelahan.


Dapatkan pertolongan medis darurat jika anda mengalami nyeri dada yang terus menerus, dan segera cari pertolongan medis jika anda mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.

Penyedia layanan kesehatan anda dapat melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hemoglobin anda, yang merupakan bagian dari sel darah merah.

Pengobatan yang biasanya diberikan adalah suplemen zat besi. Pada kasus berat, transfusi sel darah merah mungkin diperlukan.

Erythropoiesis stimulating agents (ESA) juga umumnya digunakan untuk mengobati anemia yang disebabkan oleh gagal ginjal. ESA adalah obat-obatan yang meniru EPO, dengan demikian memberi sinyal pada sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak sel darah merah.

Jika anda didiagnosis anemia, Dr. Leisman mengatakan sebaiknya penyedia layanan kesehatan anda melakukan tes untuk memeriksa fungsi ginjal, seperti glomerular filtration rate (GFR). Tes darah ini untuk memeriksa seberapa baik ginjal anda dalam menyaring darah. GFR paling tidak 60 dianggap normal, sedangkan kurang dari itu mungkin menunjukkan adanya penyakit ginjal.

“kami biasanya mulai melihat adanya anemia ketika GFR pasien berada di 30”, ucap Dr. Leisman.


Kencing Berdarah atau Berbusa


Jika anda melihat darah, artinya sel darah merah ada pada urin anda. Meskipun hal ini dapat disebabkan oleh infeksi saluran kencing (ISK) atau batu ginjal, hal ini juga dapat mengindikasikan penyakit ginjal.

“Saat ginjal anda sehat, filter ginjal sebenarnya mencegah darah masuk ke dalam urin anda,” ucap Robert Greenwell MD, kepala nefrologi di Mercy Medical Center di Baltimore, mengatakan kepada Health. Saat ginjal rusak, memungkinkan sejumlah kecil darah bocor masuk ke dalam urin.

Terkadang, anda mungkin sebenarnya melihat darah (umumnya terlihat berwarna merah atau seperti teh atau cola, ucap Dr. Greenwell). Pada kasus lain, darah bersifat mikroskopis, sehingga hanya dapat diambil melalui pemeriksaan urin rutin saat penyedia layanan kesehatan anda melihat sampel air kencing anda di bawah mikroskop.

Buang air kecil yang berbusa sesekali adalah normal dan dapat terjadi karena kontak antara urin dengan air toilet. Namun, jika urin secara konsisten terdapat busa berwarna putih, ini mungkin mengindikasikan kadar tinggi albumin, protein yang biasanya ditemukan dalam jumlah kecil pada urin anda. Proteinnya sama dengan yang ada dalam telur, itulah mengapa urin anda memiliki konsistensi berbusa seperti putih telur.

“Saat ginjal anda rusak, salah satu hal pertama yang sulit mereka saring adalah protein” penjelasan Dr. Leisman.


Kencing di Malam Hari


Saat siang hari, cairan berlebih dalam tubuh anda menumpuk di pergelangan kaki dan betis karena duduk dan berdiri sepanjang hari, ucap Dr. Leisman. Saat anda tidur di malam hari, cairan berlebih tersebut langsung menuju ke ginjal anda.

Jika ginjal anda rusak, ginjal tidak dapat menyaring cairan dengan baik. Hasilnya mungkin akan lebih sering ke kamar mandi pada malam hari.

Jika anda pergi ke kamar mandi lebih dari satu kali di tengah malam, saatnya untuk mengunjungi penyedia layanan kesehatan anda.


Pembengkakan


Saat ginjal anda rusak, ginjal tidak dapat menyaring garam dengan baik, yang dapat menyebabkan edema atau pembengkakan pada bagian tubuh seperti pergelangan kaki, telapak kaki, dan tungkai.

Anda juga mungkin melihat pembengkakan di sekitar mata, terutama pada pagi hari, yang tidak dapat hilang dengan perawatan biasa (seperti menempelkan kain lap atau kantung teh dingin).

Ginjal anda meloloskan protein ke dalam urin, yang artinya lebih sedikit protein yang masuk ke dalam darah,” ucap Dr. Greenwell. “Kebocoran protein dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah, yang paling sering terlihat di sekitar mata anda.”


Tanda Lanjut Penyakit Ginjal


Meskipun beberapa mungkin muncul lebih awal, gejala tertentu cenderung muncul saat tahap 4 atau 5 dari penyakit. Gejala tersebut menunjukkan bahwa ginjal anda telah rusak parah sehingga tidak lagi mampu menyaring sebagian besar racun. Hasilnya, racun menumpuk di dalam aliran darah anda.

Pada tahap ini, pengobatan biasanya meliputi dialisis atau akhirnya transplantasi ginjal, ucap Dr. Greenwell. Dialisis adalah ketika mesin memindahkan darah anda melewati filter yang ada di luar tubuh untuk membuang limbah.

Gejala yang cenderung muncul pada tahap lanjut gagal ginjal meliputi:


Kulit gatal dan kering


Ginjal anda membantu menjaga tulang anda tetap kuat dan menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh. Saat tahap akhir penyakit ginjal, ginjal anda dapat menjadi rusak parah dan tidak dapat melakukan keduanya.

Hasilnya, kulit anda menjadi kasar dan bersisik dan berkembang menjadi sisik yang hampir menyerupai sisik ikan. Anda mungkin memperhatikan itu terasa kencang dan mudah pecah.

Saat fungsi ginjal anda semakin buruk, ginjal anda akan berhenti untuk mampu menyaring limbah, seperti jumlah berlebih dari mineral fosfor. Hal ini dapat menumpuk dalam kulit dan menyebabkan gatal, yang disebut pruritis uremik mulai dari gangguang ringan hingga sesuatu yang mengganggu kehidupan anda. Anda mungkin menggaruk terlalu keras yang membuat kulit anda perih, berdarah dan terasa sakit.

Seiring berjalannya waktu, penumpukan racun dalam tubuh anda dapat menyebabkan kulit anda mengalami perubahan warna menjadi pucat, kekuningan, atau abu-abu yang tidak sehat. Area kulit anda mungkin menjadi lebih gelap, dan kulit anda dapat lebih tebal dan terjadi kerutan, benjolan, atau kista yang menyerupai komedo putih. Anda juga mungkin melihat ruam gatal berupa benjolan kecil berbentuk cembung yang terkadang bergabung bersama untuk menciptakan bercak timbul yang kasar.

Gejala penyakit ginjal lanjutan juga dapat muncul pada kuku jari tangan atau kuku kaki. Tanda paling jelasnya adalah kuku setengah-setengah, dengan putih pada bagian atas kuku anda dan warna normal hingga coklat kemerahan di bagian bawah.


Kelelahan dan Masalah Tidur


Berdasarkan studi tahun 2020, diperkirakan 6,6% hingga 80% orang yang menjalani dialisis untuk penyakit ginjal stadium akhir juga mengalami sindrom kaki gelisah. Sindrom kaki gelisah merupakan kondisi dimana anda mengalami desakan yang luar biasa untuk menggerakan kaki saat anda beristirahat.

Pada umumnya, tidur mungkin menjadi lebih sulit bagi penderita penyakit ginjal. Anda juga mungkin merasa kelelahan, kelemahan, dan masalah berkonsentrasi pada tahap lanjut penyakit ginjal karena penurunan tajam fungsi ginjal menyebabkan penumpukan racun dalam darah anda.


Kehilangan Nafsu Makan


Saat anda mengalami penyakit ginjal, racun menumpuk dalam tubuh anda, yang dapat berdampak pada nafsu makan anda.

Sekitar satu per tiga pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir juga melaporkan rasa logam dalam mulut mereka, yang cenderung disebabkan oleh penumpukan produk limbah di dalam tubuh seperti urea. Hal ini dapat memengaruhi selera makan anda. Kehilangan nafsu makan sering terjadi.

Penyakit ginjal juga menjadi pemicu mual dan muntah.


Kram Otot


Saat anda mengalami penyakit ginjal parah, anda lebih rentan mengalami ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memicu kram. Anda juga mungkin mengalami sensasi ditusuk peniti dan jarum pada lengan dan kaki anda, ucap Dr. Greenwell.


Tinjauan Singkat


Baik pada tahap awal atau tahap lanjut, gejala penyakit ginjal bisa halus. Gejala dapat begitu halus sehingga sebagian besar orang tidak menyadari mereka mengalami penyakit ginjal.

Jika anda menyadari tanda-tanda dan gejala dari masalah dan penyakit ginjal, segera kunjungi penyedia layanan kesehatan anda. Mereka akan melakukan tes darah dan urin untuk menentukan apakah anda mengalami penyakit ginjal. Jika ternyata anda mengalaminya, kecil kemungkinan penyakit ginjal berkembang menjadi gagal ginjal saat dideteksi dan diobati lebih awal.


keapotek Majalah: ginjal dan saluran kemih

 


Keranjang Anda

Keranjang anda kosong