Jan 24, 2026
|
893
Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Gagal Ginjal?
Langkah Sederhana Cegah Gagal Ginjal
Gagal ginjal, atau penyakit ginjal stadium
akhir (ESRD) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kerusakan ginjal yang
tidak dapat dipulihkan yang menyebabkan hilangnya fungsi ginjal. Ginjal anda membantu
membuang racun bersama dengan kelebihan cairan dan mineral dari darah anda.
Saat ginjal anda tidak berfungsi dengan baik, racun dapat menumpuk dalam tubuh
dan menyebabkan komplikasi.
Anda dinyatakan menderita gagal ginjal saat
fungsi ginjal anda kurang dari 15% dari tingkat normalnya. Beberapa kasus gagal
ginjal mungkin terjadi secara tiba-tiba, seperti dari infeksi atau kerusakan,
dan mungkin tidak dapat dicegah.
Sebagian besar gagal ginjal merupakan stadium
akhir dari penyakit ginjal kronis (CKD, saat ginjal yang rusak tidak dapat
menyaring darah dengan baik) disebabkan oleh kondisi kronis seperti diabetes
dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Pada kasus tersebut, perkembangan gagal
ginjal mungkin dapat dicegah, atau paling tidak diperlambat.
Siapa
yang Paling Berisiko?
Gagal ginjal sering terjadi karena memburuknya
penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal dapat terjadi pada orang dari berbagai
usia, namun awal munculnya penyakit tersebut lebih sering terjadi pada orang
dengan usia 65 tahun atau lebih tua.
Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan
risiko anda terkena gagal ginjal adalah:
· Diabetes: Kondisi ini adalah salah satu penyebab paling
umum dari gagal ginjal, yang menyebabkan hingga sekitar 47% kasus gagal ginjal
di Amerika Serikat.
· Tekanan
darah tinggi:
Hipertensi merupakan penyebab gagal ginjal paling umum kedua, yang menyebabkan
sekitar 27% kasus di Amerika Serikat.
· Etnis: Gagal ginjal lebih umum terjadi pada kelompok
etnis tertentu, termasuk orang Amerika berkulit hitam, orang Hispanik, orang
Afro-Karibia, dan orang Asia.
· Riwayat
Keluarga: Memiliki orang tua biologis
dan saudara kandung yang menderita gagal ginjal dapat meningkatkan risiko anda
menderitanya juga.
· Obesitas: Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
dapat meningkatkan risiko anda terkena penyakit ginjal yang dapat berkembang
menjadi gagal ginjal.
· Merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko anda terkena
penyakit ginjal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.
· Penyakit
jantung: Penyakit jantung dapat
meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal karena penurunan aliran darah ke ginjal.
· Konsumsi
alkohol: Meminum alkohol berlebih
secara rutin dapat meningkatkan risiko dua kali lipat terkena penyakit ginjal,
yang dapat menyebabkan gagal ginjal.
· Infeksi: Infeksi dapat merusak ginjal secara langsung,
seperti sepsis atau pyelonephritis akut (infeksi bakteri pada ginjal), dapat
menyebabkan gagal ginjal. · Obat-obatan: Konsumsi obat-obatan tertentu seperti
obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat-obatan tekanan darah
tertentu, atau obat-obatan kanker dapat meningkatkan risiko gagal ginjal.
Genetik
Anda mungkin berisiko tinggi terkena gagal
ginjal jika orang tua atau saudara kandung anda menderita gagal ginjal.
Penelitian menunjukkan bahwa variasi pada gen tertentu dapat dikaitkan dengan
peningkatan risiko terkena penyakit ginjal.
Beberapa gen yang dikaitkan dengan penyakit dan
gagal ginjal mungkin termasuk:
· Glutathione
peroxidase 1 (GPX1)
· Glutathione
S-transferase omega class 1,2 (GSTO1, GSTO2)
· Excision
repair cross-complimentary group 2 (ERCC2)
· Matrix
Gla protein (MGP)
· ransforming
growth factor beta 1 (TGFB1)
· Superoxide
dismutase type 1, 2 (SOD1, SOD2)
Tidak semua orang dengan gen tersebut atau
variasi gen ini akan mengalami gagal ginjal, dan orang masih dapat mengalami
gagal ginjal bahkan tanpa variasi gen tersebut.
Bagaimana
Cara Mengurangi Risikonya?
Cara terbaik untuk mengurangi risiko terkena
gagal ginjal adalah mengambil langkah untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal
kronis sejak awal.
Jika anda sudah menderita CKD, anda dapat
mengurangi risiko anda untuk terkena gagal ginjal. Ada beberapa pendekatan pengobatan
yang dapat memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga fungsi ginjal selama
mungkin. Pemantauan rutin juga dapat membantu memberikan panduan perawatan
sehingga anda tahu bahwa anda telah melakukan segala yang bisa dilakukan untuk
mencegah perkembangan menuju gagal ginjal.
1. Pemeriksaan
Jika anda menderita CKD, pemeriksaan rutin
fungsi ginjal merupakan kunci untuk mengetahui seberapa sehat ginjal anda.
Hasilnya dapat membantu dokter anda menentukan apakah pengobatan terkini
berhasil atau apakah hal lain dibutuhkan untuk mencegah perkembangan menuju
gagal ginjal.
Penyedia layanan kesehatan anda mungkin
menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ginjal paling tidak sekali dalam satu
tahun.
Tes Perkiraan Laju Filtrasi Glomerulus (eGFR)
Perkiraan laju filtrasi glomerulus merupakan
tes darah yang membantu mengukur seberapa baik ginjal anda berfungsi. Tes darah
ini mendeteksi kadar kreatinin di dalam darah anda. Kreatinin merupakan produk
sisa dalam tubuh yang dikeluarkan oleh ginjal melalui urin. Kreatinin yang
menumpuk dalam tubuh menandakan ginjal tidak bekerja dengan baik.
Rentang normal dari eGFR adalah 60-89. eGFR
yang lebih kecil dari 60 selama 3 bulan atau lebih dapat mengindikasikan ginjal
anda tidak bekerja dengan baik. Pada beberapa kasus, anda mungkin mengalami
penyakit ginjal bahkan jika anda memiliki nilai eGFR yang normal.
Tes Urin Albumin-To-Creatinine Ratio (UACR)
Selama tes UACR, penyedia layanan kesehatan
anda akan mengumpulkan sampel urin. Sampel akan diukur kadar albuminnya, yang
merupakan suatu protein. Jika protein tersebut ada dalam sampel, itu dapat
menjadi pertanda kerusakan ginjal.
2. Obat-obatan
Penyedia layanan kesehatan anda mungkin
merekomendasikan satu atau lebih obat-obatan berdasarkan penyebab yang
mendasari CKD. Obat-obatan tersebut dapat membantu mengelola penyebab yang
mendasarinya untuk mencegah kerusakan ginjal.
Jika diabetes tipe 2 menyebabkan penyakit
ginjal kronis, anda mungkin akan diresepkan obat-obatan berikut ini:
· Metformin: Dijual dengan merek seperti Fortamet dan
Glumetza, obat diabetes tipe 2 yang terkenal ini merupakan pil oral yang dapat
membantu mengontrol kadar gula darah. Sehingga kerusakan ginjal dapat
diperlambat atau dicegah.
· Kerendia
(finerenone): Tablet
oral ini digunakan untuk penderita diabetes tipe 2 dan CKD. Obat ini dikonsumsi
untuk menurunkan risiko penurunan fungsi ginjal.
· Agonis
reseptor Glucagon-like Peptide-1 (GLP-1 RA): Obat ini membantu mengatasi diabetes yang dapat mencegah penyakit
dan gagal ginjal.
· Penghambat
Sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT-2): Obat-obatan ini membantu menurunkan gula darah yang tinggi bagi
orang dengan diabetes tipe 2, yang merupakan faktor risiko umum dari CKD atau
gagal ginjal.
Jika diabetes tipe 1 merupakan penyebab
penyakit ginjal anda, insulin (hormon yang membantu mengendalikan gula darah)
dapat membantu mengontrol gula darah anda dan mencegah kerusakan ginjal.
Jika tekanan darah tinggi menyebabkan penyakit
ginjal anda, obat-obatan berikut ini mungkin dapat membantu:
· Diuretik:
Disebut sebagai pil air,
obat-obatan ini membantu ginjal mengeluarkan kelebihan garam dan air dari tubuh
anda dengan meningkatkan produksi urin.
· Angiotensin-converting
enzyme (ACE) inhibitor: Obat ini
membantu menurunkan tekanan darah dan dapat mencegah kerusakan ginjal.
· Angiotensin
receptor blocker (ARB):
Obat-obatan ini juga menurunkan tekanan darah namun digunakan pada orang yang
tidak dapat mengonsumsi ACE inhibitor karena efek sampingnya.
· Beta-blocker: Obat-obatan ini menurunkan tekanan darah
dengan menghambat efek dari adrenalin, membantu memperlambat detak jantung
anda.
3. Kebiasan Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup tertentu dapat mencegah
gagal ginjal, meliputi hal-hal berikut:
· Hindari
atau batasi konsumsi alkohol
· Makan
makanan dengan gizi yang seimbang
· Hindari
merokok
· Melakukan
aktivitas fisik secara teratur (paling tidak 30 menit per hari)
· Pertahankan
berat badan yang telah anda dan penyedia layanan kesehatan anda tetapkan
sebagai yang paling optimal untuk anda.
· Tidur
yang cukup
· Kelola
stres
· Kunjungi
penyedia layanan kesehatan anda pada selang waktu yang teratur untuk memantau
fungsi ginjal anda.
Kebiasaan gaya hidup tersebut tidak hanya dapat
membantu meningkatkan kesehatan ginjal anda secara langsung, tetapi juga dapat
membantu anda mengelola kondisi yang mungkin menyebabkan penyakit ginjal,
seperti diabetes atau hipertensi.
Diskusikan
dengan Penyedia Layanan Kesehatan
Gejala CKD sering kali tidak terlihat hingga
stadium yang lebih lanjut. Jika anda mulai mengalami gejala apa pun dari
penyakit ginjal stadium lanjut, hubungi penyedia layanan kesehatan anda.
Penanganan cepat dapat memperlambat perkembangan menuju gagal ginjal.
Gejala penyakit ginjal yang harus anda
perhatikan meliputi:
· Mual
· Muntah
· Kehilangan
nafsu makan
· Kram
otot
· Pembengkakan
pergelangan kaki dan kaki
· Kelelahan
· Gangguan
tidur
Penyedia layanan kesehatan anda dapat
merekomendasikan berbagai jenis tes, seperti tes darah dan tes urin, untuk menilai
seberapa parah kerusakan ginjal anda. Dengan diagnosis yang tepat, mereka dapat
menentukan pengobatan yang sesuai yang dapat membantu memperlambat perkembangan
penyakit ginjal anda dan menurunkan risiko anda terkena gagal ginjal.