Mohon tunggu...
Decadryl Expectorant merupakan obat dengan kandungan Diphenhydramine HCl, Ammonium chloride, Natrium citrate, Menthol, dan Alkohol yang digunakan untuk meringankan batuk berdahak karena alergi.
Meringankan batuk berdahak karena alergi.
Dosis dewasa: 1-2 sendok takar setiap 3 jam, tidak boleh lebih dari 14 sendok takar per hari. Dosis anak 6-12 tahun: 1/2 - 1 sendok takar setiap 3 jam, tidak boleh lebih dari 6 sendok takar per hari. Aturan pakai: Dikonsumsi sesudah makan.
Tidak digunakan pada bayi baru lahir dan prematur. Tidak digunakan pada pasien yang sedang menjalani terapi antibiotik ototoksik. Tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah 2 tahun. Konsumsi obat dapat menyebabkan kantuk, hindari penggunaan obat saat berkendara atau saat sedang menjalankan mesin. Hati-hati penggunaan pada penderita prostatisme, glaukoma dan penyakit jantung.
Rasa kantuk, mulut kering, retensi urin, gangguan saluran pencernaan, reaksi alergi kulit, pusing.
Penggunaan bersamaan dengan obat penekan sistem saraf pusat dapat meningkatkan efek sedasi dan kantuk. Peningkatan risiko efek samping antikolinergik. Memicu krisis hipertensi dengan MAOI. Penurunan efektivitas obat antihipertensi oleh difenhidramin.
Beri tahu dokter atau apoteker jika memiliki riwayat hipersensitivitas saat mengonsumsi Decadryl Expectorant. Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi dan efek samping yang berkelanjutan.
Difenhidramin dalam Decadryl memiliki potensi efek terhadap janin maupun bayi yang disusui, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Decadryl Expectorant pada ibu hamil dan menyusui.
Asetilsistein adalah obat mukolitik (obat yang berfungsi untuk menghancurkan atau mengencerkan lendir/dahak). Obat ini biasanya diberikan dengan cara dihirup (inhalasi), tetapi di rumah sakit juga bisa diberikan dengan cara lain.