Nephrisol Vanilla merupakan produk nutrisi khusus untuk keperluan medis yang diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dengan gangguan fungsi ginjal, khususnya pada tahap pradiálisis.
Nephrisol memiliki kandungan protein yang relatif rendah dan dilengkapi dengan 9 asam amino esensial, vitamin, serta mineral yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien penyakit ginjal kronis. Produk ini juga bebas laktosa dan dapat diberikan secara oral maupun melalui selang nasogastrik sesuai petunjuk tenaga kesehatan.Formula Nephrisol dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tanpa memberikan beban protein yang berlebihan pada pasien penyakit ginjal kronis yang belum menjalani dialisis.
Indikasi
Nephrisol digunakan sebagai dukungan nutrisi pada pasien penyakit ginjal kronis tahap pradiálisis. Produk ini membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi serta mendukung pemenuhan kebutuhan protein dengan jumlah yang disesuaikan untuk kondisi gangguan fungsi ginjal.
Nephrisol bukan merupakan obat untuk mengobati penyakit ginjal dan tidak menggantikan terapi medis yang diberikan oleh dokter. Penggunaannya merupakan bagian dari pengaturan nutrisi pada pasien penyakit ginjal kronis.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis : jumlah sajian per hari harus mengikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi, terutama pada pasien yang memiliki pembatasan cairan. Aturan Pakai : - 1 sajian: 4 sendok takar rata (67 gr gram). - Larutkan secara bertahap dalam 200 mL air matang hangat hingga tercampur merata, sehingga menghasilkan sekitar 250 mL sajian. - Konsumsi di antara waktu makan.
Kontraindikasi dan Peringatan
Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen NEPHRISOL.
Peringatan dan Perhatian
Gunakan sesuai petunjuk dokter atau ahli gizi.
Pasien diabetes perlu memantau kadar gula darah secara berkala.
Terapi antidiabetes mungkin perlu disesuaikan berdasarkan kondisi pasien.
Jika diberikan melalui sonde, perhatikan konsentrasi/densitas larutan agar tidak menghambat aliran melalui selang.
Gunakan air matang hangat dengan suhu <70°C dan hindari air terlalu panas.
Simpan produk sesuai petunjuk untuk menjaga stabilitas setelah kemasan dibuka maupun setelah dilarutkan.
Efek Samping
Belum terdapat efek samping spesifik NEPHRISOL yang dicantumkan dalam informasi resmi KalbeMed. Pasien yang sensitif terhadap salah satu komponen produk dapat mengalami reaksi hipersensitivitas. Intoleransi terhadap nutrisi enteral juga dapat menyebabkan keluhan saluran cerna, seperti mual, kembung, atau diare.
Interaksi Obat
Tidak terdapat interaksi obat spesifik yang tercantum dalam informasi resmi NEPHRISOL.
Pengawasan Klinis
Penggunaan Nephrisol pada pasien penyakit ginjal kronis sebaiknya disertai pemantauan kondisi nutrisi dan klinis secara berkala. Parameter yang dapat dipantau meliputi: -Berat badan dan perubahan berat badan. -Kecukupan asupan energi dan protein. -Status hidrasi dan keseimbangan cairan. -Tekanan darah. -Kadar elektrolit, termasuk kalium, natrium, kalsium, dan fosfor. -Kadar glukosa darah pada pasien diabetes. -Parameter status nutrisi sesuai hasil pemeriksaan klinis. -Toleransi terhadap produk dan kondisi saluran pencernaan. -Perkembangan fungsi ginjal sesuai evaluasi dokter. Jumlah dan frekuensi pemberian dapat disesuaikan apabila terdapat perubahan kondisi klinis atau kebutuhan nutrisi pasien.
Penggunaan pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Kehamilan: Data khusus mengenai keamanan penggunaan NEPHRISOL selama kehamilan belum tersedia pada informasi produk resmi KalbeMed. Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menggunakan NEPHRISOL, terutama karena produk diformulasikan khusus untuk pasien penyakit ginjal kronik pra-dialisis.
Ibu menyusui: Belum tersedia informasi khusus mengenai keamanan penggunaan NEPHRISOL selama menyusui pada informasi produk resmi KalbeMed. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum menggunakan produk, terutama untuk memastikan kebutuhan nutrisi ibu dan bayi tetap terpenuhi.
Penyakit ginjal adalah kondisi medis ketika fungsi ginjal mengalami penurunan atau kerusakan, sehingga tidak mampu menyaring darah, membuang limbah, dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh secara optimal.