Nephrisol-D Cappuccino merupakan produk nutrisi khusus untuk keperluan medis yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dengan gangguan fungsi ginjal pada tahap dialisis. Produk ini mengandung protein dengan nilai biologis tinggi, asam amino esensial, vitamin, dan mineral yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasien dialisis.
Formula Nephrisol-D memiliki kandungan protein yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein dan menggantikan sebagian protein yang dapat hilang selama proses dialisis. Produk ini juga memiliki sumber karbohidrat dan lemak untuk membantu memenuhi kebutuhan energi harian. Nephrisol-D termasuk dalam kelompok produk nutrisi enteral, sehingga bukan merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit ginjal secara langsung.
Indikasi
Nephrisol-D digunakan sebagai dukungan nutrisi pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang telah menjalani dialisis. Penggunaan produk ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein serta membantu mencegah terjadinya kekurangan gizi pada pasien dialisis.
Nephrisol-D tidak digunakan untuk menggantikan terapi dialisis maupun pengobatan medis yang diberikan untuk menangani penyakit ginjal.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis : jumlah sajian per hari harus mengikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi, terutama pada pasien yang memiliki pembatasan cairan.
Aturan Pakai : - 1 sajian: 4 sendok takar rata (70 gr gram). - Larutkan secara bertahap dalam 200 mL air matang hangat hingga tercampur merata, sehingga menghasilkan sekitar 250 mL sajian. - Konsumsi di antara waktu makan.
Kontraindikasi dan Peringatan
Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen produk.
Tidak digunakan untuk pemberian parenteral (injeksi).
Peringatan dan perhatian
Gunakan sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Pasien diabetes perlu memantau kadar glukosa darah secara berkala selama penggunaan.
Pasien yang menjalani pembatasan cairan harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menyesuaikan jumlah asupan cairan.
Jika diberikan melalui sonde, perhatikan konsentrasi atau densitas larutan agar tidak mengganggu aliran melalui selang.
Larutkan menggunakan air matang hangat <70°C. Hindari penggunaan air yang terlalu panas karena dapat merusak protein.
Penentuan jumlah sajian harus disesuaikan dengan kebutuhan energi, protein, kondisi klinis, dan terapi dialisis pasien.
Efek Sampng
Pada sebagian pasien, pemberian nutrisi enteral dapat menimbulkan intoleransi saluran cerna seperti mual, muntah, kembung, diare, konstipasi, atau rasa tidak nyaman pada perut. Jika keluhan menetap atau berat, penggunaan perlu dievaluasi oleh dokter atau ahli gizi.
Interaksi Obat
Tidak terdapat interaksi obat spesifik yang tercantum pada informasi resmi NEPHRISOL-D dari KalbeMed.
Pengawasan Klinis
Penggunaan Nephrisol-D pada pasien dialisis sebaiknya disertai pemantauan kondisi nutrisi dan parameter klinis secara berkala. Pemantauan dapat meliputi: - berat badan dan perubahan berat badan; - kecukupan asupan energi dan protein; - status hidrasi serta keseimbangan cairan; - tekanan darah; - kadar gula darah pada pasien diabetes; - kadar elektrolit, terutama kalium, natrium, kalsium, dan fosfor; - kadar albumin atau parameter status nutrisi lainnya sesuai kebutuhan; - toleransi saluran cerna; - kondisi selama dan setelah menjalani dialisis. Jumlah Nephrisol-D dapat perlu disesuaikan apabila terjadi perubahan kondisi klinis, pembatasan cairan, perubahan jadwal dialisis, atau perubahan kebutuhan energi dan protein.
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
Kehamilan: Penggunaan NEPHRISOL-D pada ibu hamil tidak dianjurkan kecuali atas pertimbangan dan rekomendasi dokter atau ahli gizi. Data keamanan penggunaan selama kehamilan belum tersedia secara memadai.
Ibu menyusui: Penggunaan NEPHRISOL-D pada ibu menyusui tidak dianjurkan tanpa konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Data khusus mengenai keamanan penggunaannya selama menyusui belum tersedia secara memadai.
Penyakit ginjal adalah kondisi medis ketika fungsi ginjal mengalami penurunan atau kerusakan, sehingga tidak mampu menyaring darah, membuang limbah, dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh secara optimal.