Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Feb 14, 2026 | 60

Meloxicam

Meloxicam adalah obat antiinflamasi nonsteroid

Meloxicam adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) yang digunakan untuk meredakan gejala radang sendi (artritis), termasuk artritis reumatoid juvenil, osteoartritis, dan artritis reumatoid, seperti peradangan, pembengkakan, kekakuan, dan nyeri sendi. Namun, obat ini tidak menyembuhkan artritis dan hanya akan membantu selama Anda terus mengonsumsinya. Meloxicam bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase (COX), terutama COX-2, yang berperan dalam pembentukan prostaglandin. Prostaglandin adalah zat yang memicu peradangan, nyeri, dan pembengkakan pada tubuh. Dengan menurunkan produksi prostaglandin, meloxicam membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada kondisi seperti osteoartritis dan rheumatoid arthritis. Dibandingkan beberapa OAINS lain, meloxicam lebih selektif terhadap COX-2 sehingga relatif memiliki risiko iritasi lambung yang lebih rendah, meskipun tetap dapat menimbulkan efek samping pada saluran cerna, ginjal, dan sistem kardiovaskular.

Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter.

Produk ini tersedia dalam bentuk sediaan berikut:

  • Tablet
  • Suspensi (cair)
  • Kapsul
  • Tablet yang dapat hancur di mulut (tablet disintegrasi)

 

Sebelum Menggunakan

Dalam memutuskan penggunaan suatu obat, risiko dari penggunaan obat harus dipertimbangkan dengan manfaat yang akan diperoleh. Keputusan ini dibuat oleh Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, hal-hal berikut perlu dipertimbangkan:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat lain apa pun. Juga beri tahu tenaga kesehatan jika Anda memiliki jenis alergi lain, seperti alergi terhadap makanan, pewarna, bahan pengawet, atau hewan. Untuk produk tanpa resep, bacalah label atau komposisi pada kemasan dengan cermat.

Anak-anak (Pediatrik)

Penelitian yang dilakukan hingga saat ini tidak menunjukkan adanya masalah khusus pada anak-anak yang dapat membatasi kegunaan meloxicam cair oral atau tablet untuk mengobati artritis reumatoid juvenil pada anak usia 2 tahun ke atas, atau tablet disintegrasi meloxicam pada anak usia 2 tahun ke atas dengan berat badan 60 kilogram (kg) atau lebih.

Penelitian yang memadai belum dilakukan mengenai hubungan usia dengan efek kapsul meloxicam pada populasi anak. Keamanan dan efektivitasnya belum ditetapkan.

Lansia (Geriatrik)

Penelitian yang dilakukan hingga saat ini tidak menunjukkan adanya masalah khusus pada lansia yang dapat membatasi kegunaan meloxicam. Namun, pasien lanjut usia lebih mungkin mengalami masalah serius pada lambung, jantung, atau ginjal, sehingga diperlukan kehati-hatian dan kemungkinan penyesuaian dosis pada pasien yang menggunakan obat ini.

Menyusui

Belum ada penelitian yang memadai pada wanita untuk menentukan risiko terhadap bayi saat menggunakan obat ini selama menyusui. Pertimbangkan manfaat potensial dan risiko yang mungkin terjadi sebelum menggunakan obat ini saat menyusui.

 

Interaksi Obat

Meskipun beberapa obat tidak boleh digunakan bersama sama sekali, dalam kasus lain dua obat yang berbeda masih dapat digunakan bersama meskipun interaksi dapat terjadi. Dalam situasi ini, dokter mungkin ingin mengubah dosis atau mengambil tindakan pencegahan lain. Saat Anda menggunakan obat ini, sangat penting bagi tenaga kesehatan untuk mengetahui jika Anda sedang menggunakan obat-obatan yang tercantum di bawah ini. Interaksi berikut dipilih berdasarkan tingkat kepentingannya dan belum tentu mencakup semuanya.

 

Kapan Tidak Efektif / Kurang Efektif

Meloxicam mungkin kurang efektif pada kondisi berikut:

  • Nyeri akut berat yang membutuhkan efek cepat (misalnya nyeri pasca operasi atau trauma)
  • Nyeri non-inflamasi seperti nyeri neuropatik atau fibromyalgia
  • Nyeri akibat spasme otot tanpa komponen inflamasi dominan
  • Peradangan berat yang memerlukan terapi kombinasi (misalnya dengan kortikosteroid)
  • Respons individu yang kurang terhadap meloxicam
  • Dosis subterapi atau penggunaan tidak adekuat
  • Kerusakan sendi lanjut di mana terapi farmakologis saja tidak cukup

 

Penggunaan obat ini dengan obat berikut tidak dianjurkan.

Dokter Anda mungkin memutuskan untuk tidak merawat Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat lain yang sedang Anda konsumsi:

  • Ketorolac

 

Penggunaan obat ini dengan obat-obatan berikut biasanya tidak dianjurkan, tetapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus.

Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut:

NSAID & analgesik

  • Aspirin
  • Celecoxib
  • Diclofenac
  • Etoricoxib
  • Ibuprofen
  • Indomethacin
  • Ketoprofen
  • Mefenamic Acid
  • Meloxicam
  • Nabumetone
  • Naproxen
  • Piroxicam
  • Tenoxicam
  • Parecoxib
  • Clopidogrel
  • Aspirin
  • Warfarin
  • Rivaroxaban
  • Dabigatran etexilate
  • Apixaban
  • Ticagrelor
  • Heparin
  • Enoxaparin
  • Fondaparinux
  • Cilostazol
  • Dipyridamole
  • Amiloride
  • Bumetanide
  • Furosemide
  • Hydrochlorothiazide
  • Indapamide
  • Spironolactone
  • Torsemide
  • Digoxin
  • Eplerenone
  • Amitriptyline
  • Carbamazepine
  • Citalopram
  • Clomipramine
  • Duloxetine
  • Escitalopram
  • Fluoxetine
  • Fluvoxamine
  • Imipramine
  • Lithium
  • Nortriptyline
  • Paroxetine
  • Phenytoin
  • Sertraline
  • Valproic Acid
  • Venlafaxine
  • Trazodone
  • Vortioxetine (sudah masuk pasar)
  • Clarithromycin
  • Fluconazole
  • Ketoconazole
  • Miconazole
  • Tigecycline (RS)
  • Voriconazole (RS)
  • Emtricitabine
  • Tenofovir disoproxil fumarate
  • Tenofovir alafenamide
  • Budesonide
  • Dexamethasone
  • Hydrocortisone
  • Methylprednisolone
  • Prednisolone
  • Prednisone
  • Tacrolimus
  • Methotrexate
  • Cyclosporine
  • Capecitabine
  • Ceritinib
  • Dabrafenib
  • Melphalan
  • Methotrexate
  • Pemetrexed
  • Regorafenib
  • Sorafenib
  • Venetoclax
  • Cimetidine
  • Mesalamine
  • Sulfasalazine
  • Sodium polystyrene sulfonate
  • Potassium citrate
  • Diosmin
  • Pentoxifylline
  • Simvastatin
  • Abciximab
  • Amiodarone
  • Anagrelide
  • Apalutamide
  • Bivalirudin
  • Budesonide
  • Cangrelor
  • Dabigatran
  • Dalteparin
  • Desmopressin
  • Edoxaban
  • Eptifibatide
  • Epoprostenol
  • Ertugliflozin
  • Eslicarbazepine
  • Fluconazole IV
  • Iloprost
  • Lornoxicam
  • Nadroparin
  • Nepafenac
  • Nimesulide
  • Oritavancin
  • Prasugrel
  • Rucaparib
  • Selexipag
  • Sulodexide
  • Ticlopidine
  • Tirofiban
  • Tigecycline
  • Upadacitinib
  • Valdecoxib

Penggunaan obat ini dengan obat-obatan berikut dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu, tetapi penggunaan kedua obat tersebut bersama-sama mungkin merupakan pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

·         Atenolol

·         Bisoprolol

·         Carvedilol

·         Metoprolol

·         Propranolol

·         Nebivolol

·         Timolol

·         Sotalol

·         Captopril

·         Enalapril

·         Lisinopril

·         Ramipril

·         Perindopril

·         Candesartan

·         Irbesartan

·         Losartan

·         Telmisartan

·         Valsartan

·         Olmesartan

·         Itraconazole

·         Cholestyramine

·         Ginkgo

 

Interaksi Lainnya

Beberapa obat tidak boleh digunakan pada saat yang sama dengan makanan atau dengan jenis makanan tertentu karena dapat terjadi interaksi. Penggunaan alkohol atau tembakau bersama obat tertentu juga dapat menyebabkan interaksi. Diskusikan dengan tenaga kesehatan Anda mengenai penggunaan obat ini bersama makanan, alkohol, atau tembakau.

 

Masalah Medis Lainnya

Adanya masalah kesehatan lain dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lain, terutama jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Anemia 
  • Asma 
  • Gangguan perdarahan 
  • Gagal jantung kongestif 
  • Edema (penumpukan cairan atau pembengkakan tubuh) 
  • Serangan jantung, baru-baru ini atau riwayat serangan jantung, 
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah, 
  • Hiperkalemia (kadar kalium dalam darah tinggi), 
  • Hipertensi , 
  • Penyakit hati, 
  • Tukak lambung atau perdarahan lambung, riwayat kondisi tersebut, 
  • Stroke, riwayat stroke. Gunakan dengan hati-hati. Kondisi ini dapat menjadi lebih buruk.
  • Dehidrasi 
  • Hipovolemia . Harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.
  • Asma yang sensitif terhadap aspirin 
  • Riwayat alergi terhadap aspirin Tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini.
  • Operasi jantung (misalnya operasi bypass jantung / coronary artery bypass graft [CABG]). Tidak boleh digunakan untuk meredakan nyeri tepat sebelum atau setelah operasi.
  • Penyakit ginjal berat tidak dianjurkan untuk pasien dengan kondisi ini.
  • Fenilketonuria mengandung aspartam, yang dapat memperburuk kondisi ini.

 

Cara Penggunaan yang Tepat

Gunakan obat ini hanya sesuai petunjuk dokter Anda. Jangan mengambil lebih banyak, jangan meminumnya lebih sering, dan jangan menggunakannya lebih lama dari yang diperintahkan dokter. Menggunakan terlalu banyak obat ini dapat meningkatkan kemungkinan efek samping.

Obat ini seharusnya dilengkapi dengan Panduan Obat . Bacalah dan ikuti instruksi ini dengan cermat. Tanyakan pada dokter jika ada pertanyaan.

Kocok cairan oral (oral liquid) dengan baik sebelum digunakan setiap kali. Ukur dosis dengan sendok ukur yang bertanda, jarum suntik oral, atau gelas obat. Sendok teh rumah tangga biasa mungkin tidak sesuai untuk dosis yang tepat.

Telan kapsul atau tablet secara utuh. Jangan dihancurkan, dibelah, atau dikunyah.

Cara menggunakan tablet yang mudah larut (disintegrating tablet):

  1. Pastikan tangan Anda kering sebelum memegang tablet.
  2. Jangan buka kemasan blister sampai Anda siap menggunakannya.
  3. Kupas aluminium foil pada blister untuk mengeluarkan tablet. Jangan tekan tablet melalui foil.
  4. Letakkan tablet di mulut atau lidah Anda. Tablet akan larut dengan cepat. Telan tablet yang telah larut dengan atau tanpa minum cairan.

Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan.

Gunakan hanya merek obat yang diresepkan oleh dokter Anda. Merek berbeda mungkin tidak bekerja dengan cara yang sama. Jika Anda mengisi ulang obat dan bentuknya berbeda, periksa ke apoteker.

Dosis

Dosis obat ini berbeda-beda untuk tiap pasien. Ikuti petunjuk dokter atau label resep. Informasi berikut hanya mencakup dosis rata-rata. Jika dosis Anda berbeda, jangan ubah dosis tanpa instruksi dokter.

Jumlah obat yang Anda minum tergantung pada kekuatan obat, jumlah dosis per hari, jarak waktu antar dosis, dan lamanya penggunaan obat berdasarkan kondisi medis Anda.

Untuk kapsul (oral dosage form):

  • Osteoarthritis:
    • Dewasa: Awalnya 5 mg sekali sehari. Dokter dapat menambah dosis jika diperlukan, biasanya tidak lebih dari 10 mg per hari.
    • Anak-anak: Penggunaan dan dosis ditentukan oleh dokter.

Untuk tablet yang mudah larut (disintegrating tablet):

  • Juvenile rheumatoid arthritis:
    • Anak 2 tahun ke atas dan berat ≥60 kg: Dosis ditentukan berdasarkan berat badan oleh dokter, 7,5 mg sekali sehari.
    • Anak <2 tahun dan berat <60 kg: Dosis ditentukan oleh dokter.
  • Osteoarthritis dan rheumatoid arthritis:
    • Dewasa: Awalnya 7,5 mg sekali sehari. Dokter dapat menambah dosis jika diperlukan, biasanya tidak lebih dari 15 mg sekali sehari.
    • Anak-anak: Dosis ditentukan oleh dokter.

Untuk suspensi oral atau tablet biasa:

  • Juvenile rheumatoid arthritis:
    • Anak 2 tahun ke atas: Dosis berdasarkan berat badan, ditentukan oleh dokter, 0,125 mg/kg berat badan sekali sehari. Dokter dapat menambah dosis jika diperlukan, biasanya tidak lebih dari 7,5 mg sekali sehari.
    • Anak <2 tahun: Dosis ditentukan oleh dokter.
  • Osteoarthritis atau rheumatoid arthritis:
    • Dewasa: Awalnya 7,5 mg sekali sehari, biasanya tidak lebih dari 15 mg sekali sehari.
    • Anak-anak: Dosis ditentukan oleh dokter.

Dosis Terlewat

Jika Anda melewatkan satu dosis, minum segera setelah ingat. Jika hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal biasa. Jangan menggandakan dosis.

Onset dan Durasi Kerja

Meloxicam mulai bekerja dalam waktu sekitar 1–2 jam setelah pemberian oral, dengan puncak konsentrasi plasma tercapai dalam 5–6 jam. Obat ini memiliki waktu paruh yang panjang, sekitar 15–20 jam, sehingga cukup diberikan satu kali sehari untuk mempertahankan efek terapeutik yang stabil.

Penyimpanan

Simpan obat dalam wadah tertutup pada suhu ruangan, jauh dari panas, kelembapan, dan sinar langsung. Jangan dibekukan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan menyimpan obat kadaluarsa atau yang tidak lagi diperlukan. Tanyakan pada tenaga kesehatan cara membuang obat yang tidak digunakan.

Perhatian

·         Sangat penting bagi dokter memeriksa perkembangan Anda atau anak Anda secara rutin untuk memastikan obat bekerja dengan baik. Tes darah dan urine mungkin diperlukan untuk memeriksa efek yang tidak diinginkan.

·         Obat ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, pembekuan darah, atau stroke. Risiko lebih tinggi pada orang dengan penyakit jantung atau pembuluh darah yang menggunakan obat ini dalam jangka panjang. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan nyeri dada, mual, muntah, nyeri di lengan, rahang, punggung atau leher, kesulitan bernapas, bicara cadel, atau kelemahan.

·         Meloxicam dapat menyebabkan perdarahan lambung atau usus, yang bisa terjadi tanpa tanda peringatan. Risiko lebih tinggi jika Anda atau anak memiliki riwayat tukak lambung, merokok atau minum alkohol secara rutin, usia >60 tahun, kesehatan buruk, atau menggunakan obat tertentu (misal steroid atau pengencer darah). Segera hubungi dokter jika mengalami sakit perut hebat, tinja hitam atau berwarna seperti aspal, atau muntah darah atau muntah seperti ampas kopi.

·         Segera hubungi dokter jika Anda atau anak mengalami nyeri atau nyeri tekan di perut atas, tinja pucat, urin gelap, hilangnya nafsu makan, mual, muntah, atau kulit/mata menguning. Ini bisa tanda masalah hati serius.

·         Tekanan darah Anda mungkin meningkat saat menggunakan obat ini, yang dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, atau penglihatan kabur. Anda mungkin perlu mengukur tekanan darah di rumah. Jika tekanan darah tinggi, hubungi dokter.

·         Segera hubungi dokter jika mengalami urin berdarah, frekuensi atau jumlah urin berkurang, peningkatan tekanan darah, haus berlebihan, hilang nafsu makan, nyeri punggung bawah atau samping, mual, pembengkakan wajah, jari, atau kaki bawah, kesulitan bernapas, kelelahan atau kelemahan luar biasa, muntah, atau penambahan berat badan. Ini bisa tanda masalah ginjal serius.

·         Hiperkalemia (kalium darah tinggi) dapat terjadi. Hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut, bingung, kesulitan bernapas, detak jantung tidak teratur, mual atau muntah, gugup, mati rasa atau kesemutan di tangan, kaki, atau bibir, atau kelemahan pada kaki.

·         Efek samping serius dapat terjadi tanpa peringatan. Tanda peringatan mungkin termasuk sakit perut hebat, tinja hitam atau berwarna seperti aspal, muntah darah atau muntah seperti ampas kopi, ruam kulit, pembengkakan wajah, jari, kaki atau tungkai bawah, nyeri dada, dada sesak, detak jantung cepat atau tidak teratur, atau kemerahan/panas pada kulit. Segera hubungi dokter jika muncul tanda-tanda ini.

·         Obat ini dapat menyebabkan reaksi alergi serius (anafilaksis) yang mengancam nyawa dan memerlukan perhatian medis segera. Segera hubungi dokter jika muncul ruam, gatal, kesulitan bernapas atau menelan, atau pembengkakan tangan, wajah, atau mulut.

·         Reaksi kulit serius termasuk Stevens-Johnson syndrome, dermatitis eksfoliatif, nekrolisis epidermal toksik, fixed drug eruption (FDE), dan generalized bullous fixed drug eruption (GBFDE) dapat terjadi. Segera hubungi dokter jika muncul lepuh, kulit mengelupas atau mengendur, menggigil, batuk, diare, gatal, nyeri sendi atau otot, mata merah, luka kulit, sariawan atau bercak putih di mulut/lidah, atau bibir.

·         Segera hubungi dokter jika muncul tinja hitam/berwarna seperti aspal, nyeri dada, menggigil, batuk, demam, nyeri saat buang air kecil, sakit tenggorokan, sariawan, pembengkakan kelenjar, perdarahan atau memar yang tidak biasa, kelelahan atau kelemahan. Ini bisa tanda DRESS (drug reaction with eosinophilia and systemic symptoms).

·         Menggunakan obat ini pada trimester akhir kehamilan dapat membahayakan janin. Jika Anda hamil saat menggunakan obat ini, segera beri tahu dokter.

·         Obat ini dapat menunda ovulasi pada wanita dan menurunkan jumlah sperma pada pria, yang dapat memengaruhi kesuburan. Jika berencana memiliki anak, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

·         Jangan menggunakan obat lain tanpa berdiskusi dengan dokter, termasuk obat resep, obat bebas (OTC), suplemen herbal, atau vitamin.

 

Efek Samping

Selain efek yang diinginkan, obat ini juga dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini akan terjadi, jika muncul, beberapa mungkin membutuhkan perhatian medis.

Segera hubungi dokter jika mengalami salah satu efek samping berikut:

Jarang terjadi / Kurang umum

  • Gusi berdarah
  • Kembung
  • Darah dalam urine
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri atau sensasi terbakar di perut atas atau lambung
  • Luka sariawan di mulut
  • Dada terasa sesak atau berat
  • Menggigil
  • Urine keruh
  • Batuk
  • Kram
  • Urine gelap
  • Frekuensi atau jumlah urine berkurang
  • Sulit bernapas atau napas tersengal
  • Pembuluh darah di leher melebar
  • Pusing
  • Pusing atau merasa hampir pingsan saat berdiri tiba-tiba dari posisi duduk atau tidur
  • Kelelahan atau merasa lemah secara umum
  • Sakit kepala
  • Biduran atau ruam bentol
  • Tekanan darah meningkat
  • Kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari
  • Rasa haus meningkat
  • Pernapasan tidak teratur
  • Gatal, nyeri, kemerahan, atau perubahan warna kulit lainnya
  • Pembengkakan besar menyerupai biduran di wajah, kelopak mata, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, kaki, atau alat kelamin
  • Tinja berwarna pucat
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri di sisi bawah atau punggung
  • Napas terdengar keras atau bersuara
  • Nyeri atau tidak nyaman di lengan, rahang, punggung, atau leher
  • Nyeri atau sulit buang air kecil
  • Nyeri di perut, samping, atau abdomen yang mungkin menjalar ke punggung
  • Bintik merah atau ungu kecil di kulit
  • Dengkuran di telinga
  • Kejang
  • Mual hebat yang terus-menerus
  • Terbakar parah karena sinar matahari
  • Gemetar pada kaki, lengan, tangan, atau kaki
  • Lepuh kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Luka, borok, atau bercak putih di bibir, lidah, atau di dalam mulut
  • Kembung, perih, kram, nyeri atau sensasi terbakar di perut
  • Berkeringat
  • Wajah membengkak
  • Kelenjar bengkak
  • Gemetar atau menggigil di tangan atau kaki
  • Perdarahan atau memar tidak biasa
  • Nyeri perut kanan atas atau lambung
  • Diare berdarah atau berair
  • Penambahan atau penurunan berat badan
  • Kulit atau mata menguning

Sangat jarang

  • Ruam di area tertentu
  • Lepuh, kulit mengelupas atau mengendur
  • Tinja berdarah atau hitam seperti aspal
  • Dada terasa sesak
  • Tinja berwarna pucat seperti tanah liat
  • Kulit dingin dan lembab
  • Muntah terus-menerus
  • Batuk
  • Retak pada kulit
  • Sulit menelan
  • Detak jantung cepat dan lemah
  • Demam dengan atau tanpa menggigil
  • Sangat jarang buang air kecil
  • Suara serak
  • Nyeri sendi atau otot
  • Pusing
  • Kehilangan panas tubuh
  • Pembengkakan kelopak mata atau area wajah, bibir, atau lidah
  • Lesi merah di kulit, sering dengan bagian tengah berwarna ungu
  • Mata merah atau iritasi
  • Kulit bersisik
  • Nyeri perut hebat
  • Bau mulut tidak sedap
  • Kelelahan atau lemah luar biasa
  • Muntah darah atau muntah seperti ampas kopi

Frekuensi tidak diketahui

  • Sulit buang air kecil (mengompol atau menetes)
  • Kesulitan berbicara
  • Penglihatan ganda
  • Tidak bisa menggerakkan lengan, kaki, atau otot wajah
  • Tidak bisa berbicara
  • Nyeri di dada, selangkangan, atau kaki, terutama betis
  • Sakit kepala hebat secara tiba-tiba
  • Bicara lambat
  • Nyeri perut terus-menerus
  • Kehilangan koordinasi secara tiba-tiba
  • Bicara cadel secara mendadak
  • Perubahan penglihatan mendadak
  • Pembengkakan kaki atau tungkai bawah

 

Segera cari pertolongan darurat jika terjadi overdosis:

Gejala overdosis

  • Bibir, kuku, atau kulit biru
  • Nyeri di dada, perut atas, atau tenggorokan
  • Penambahan berat badan cepat
  • Nyeri perut hebat
  • Kejang
  • Detak jantung terlalu lambat atau cepat
  • Pembengkakan di sekitar mata, wajah, bibir, atau lidah

 

Efek samping yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis

Beberapa efek samping berikut biasanya hilang seiring tubuh menyesuaikan diri dengan obat. Tenaga kesehatan Anda juga dapat memberi saran untuk mencegah atau mengurangi efek samping ini. Hubungi tenaga kesehatan jika efek samping terus muncul atau mengganggu:

Lebih umum

  • Diare
  • Gas/angin
  • Heartburn atau rasa terbakar di dada
  • Gangguan pencernaan

Kurang umum

  • Mimpi aneh
  • Kecemasan
  • Nafsu makan meningkat
  • Rasa pahit atau tidak enak di mulut
  • Bersendawa
  • Perut terasa penuh atau kembung
  • Sensasi terbakar di dada atau perut
  • Rasa terbakar, kesemutan, gatal, mati rasa, atau sensasi "jarum dan jarum"
  • Mata kering, terbakar, atau gatal
  • Perubahan rasa
  • Perubahan penglihatan
  • Bingung
  • Konstipasi
  • Telinga berdenging terus-menerus
  • Buang air kecil berkurang
  • Cairan keluar dari tubuh (discharge)
  • Merasa putus asa
  • Mulut kering
  • Gas berlebihan di perut
  • Air mata berlebihan
  • Sensasi tubuh atau lingkungan bergerak terus-menerus
  • Merasa sedih atau kosong
  • Rasa tidak nyaman atau sakit umum
  • Rambut rontok
  • Gangguan pendengaran
  • Berkeringat panas mendadak
  • Mudah tersinggung
  • Kehilangan minat atau kesenangan
  • Gugup
  • Nyeri atau terbakar di tenggorokan
  • Bernapas cepat
  • Kemerahan, nyeri, atau bengkak di mata, kelopak, atau lapisan mata
  • Sensasi berputar
  • Mengantuk
  • Mata cekung
  • Rambut menipis
  • Rasa haus
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit tidur
  • Kulit keriput

Frekuensi tidak diketahui

  • Perubahan suasana hati
  • Kesulitan hamil

Efek samping lain yang tidak tercantum juga dapat terjadi. Jika Anda melihat efek lain, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Hubungi dokter untuk mendapatkan saran medis tentang efek samping.

Ringkasan

Meloxicam adalah OAINS dengan selektivitas relatif terhadap COX-2 yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan kronis, terutama pada osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Obat ini memiliki onset kerja cepat dan durasi panjang sehingga cukup diberikan sekali sehari. Meskipun relatif lebih ramah lambung dibandingkan OAINS non-selektif, meloxicam tetap memiliki risiko efek samping gastrointestinal, ginjal, dan kardiovaskular, sehingga memerlukan pemantauan pada penggunaan jangka panjang.

 

Disclaimer

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga medis profesional. Penggunaan meloxicam harus sesuai indikasi dan anjuran dokter, terutama pada pasien dengan penyakit kronis, lansia, ibu hamil, atau yang sedang mengonsumsi obat lain. Jangan memulai atau menghentikan penggunaan obat tanpa saran tenaga kesehatan.

 

Nama Dagang : Camelog ®, Hufaxicam ®, Meloxin ®, Mexpharm ®, Movix ®, Ostelox ®, Artrilox ®

 



instagram
Source : keapotek/Martha

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong