Deskripsi Obat
Rhinos SR digunakan untuk meringankan gejala yang berkaitan dengan rinitis alergika seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, rinorea, dan rasa gatal di hidung.
Rhinos SR mengandung pseudoephedrine hcl 60mg dan loratadine 60mg. Loratadine merupakan suatu antihistamin trisiklik poten yang mempunyai masa kerja panjang dengan aktivitas antagonis yang selektif pada reseptor H₁ perifer. Pseudoephedrine adalah suatu stereoisomer ephedrine, merupakan obat simpatomimetik yang bekerja langsung pada reseptor adrenergik. Dalam bentuk kapsul lepas lambat, masa kerja pseudoephedrine dapat berlangsung selama 12 jam atau lebih.
Rhinos SR digunakan untuk meringankan gejala yang berkaitan dengan rinitis alergika seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, rinorea, dan rasa gatal di hidung
Indikasi Obat
Rhinos SR digunakan untuk meringankan gejala - gejala yang berkaitan dengan rhinitis alergika seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, rinorea dan rasa gatal di hitung.
Dosis Obat dan Aturan Pakai
Perhatian : Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.
Dosis Rhinos SR untuk meringankan gejala-gejala yang berkaitan dengan Rhinitis alergika
- Dosis dewasa dan anak > 12 tahun : 2 kali sehari, 1 kapsul.
Aturan pakai
- Obat ini dapat digunakan sebelum atau setelah makan.
- Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
- Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
- Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Rhinos SR pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.
Kontraindikasi dan Peringatan
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:
- Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat mengandung Pseudoephedrine HCl dan Loratadine.
- Hati - hati penggunaan obat ini pada penderita kardiovaskular seperti insufisiensi koroner, aritmia dan pasien diabetes melitus.
- Hati - hati penggunaan obat ini pada penderita glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat dan hipertiroidisme.
- Hentikan penggunaan dan kunjungi dokter Anda jika selama terapi menimbulkan idiosinkrasi.
- Pada pasien berusia 60 tahun atau lebih, dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, konvulsi, depresi SSP dan kematian.
- Penggunaan pada ibu menyusui tidak disarankan karena dapat diekresikan pada ASI.
- Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya hanya digunakan jika sangat diperlukan saja.
Efek samping
Rhinos SR umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Rhinos SR meliputi:
- Gangguan saluran cerna seperti anoreksia, mual, muntah, nyeri lambung dan mulut kering.
- Nyeri abdomen.
- Alopesia.
- Aritmia jantung.
- Depresi.
- Sakit kepala.
- Gangguan haid.
Adverse Drug Event (ADE)
Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis subyek dapat mengalami peningkatan suasana hati (mood), berkurangnya nafsu makan dan suatu perasaan meningkatkan energi fisik, kapasitas mental dan kewaspadaan berkurang.
Interaksi Obat
Hati - hati saat menggunakan RhInos SR bersamaan dengan obat lain. Interaksi yang dapat terjadi antara RhInos SR adalah sebagai berikut :
- Monoamine oxidase , dapat meningkatkan krisis hipertensi.
- Antasida , dapat meningkatkan kecepatan absorpsi pseudoephedrine ; sedangkan kaolin dapat menurunkan kecepatan absorpsi pseudoephedrine.
- Antihipertensi (methyldopa, mecamylamine, reserpine dan alkaloida veratrum, efek obat hipertensi ini dapat berkurang.
- Alkohol, dapat menghilangkan efek farmakologi dari loratadine.
Pengawasan Klinis
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:
- Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat mengandung Pseudoephedrine HCl dan Loratadine.
- Hati - hati penggunaan obat ini pada penderita kardiovaskular seperti insufisiensi koroner, aritmia dan pasien diabetes melitus.
- Hati - hati penggunaan obat ini pada penderita glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat dan hipertiroidisme.
- Hentikan penggunaan dan kunjungi dokter Anda jika selama terapi menimbulkan idiosinkrasi.
- Pada pasien berusia 60 tahun atau lebih, dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, konvulsi, depresi SSP dan kematian.
- Penggunaan pada ibu menyusui tidak disarankan karena dapat diekresikan pada ASI.
- Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya hanya digunakan jika sangat diperlukan saja.
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
Penggunaan pada Kehamilan
Bahan aktif Rhinos SR berupa pseudoephedrine hcl dan loratadine digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil. Untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi sebaiknya obat ini hanya digunakan berdasarkan hasil konsultasi kepada dokter spesialis kandungan jika sangat dibutuhkan saja selama masa kehamilan.
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Bahan aktif Rhinos SR berupa pseudoephedrine hcl dan loratadine diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Oleh karena itu, untuk menghindari kemungkinan efek samping yang ditimbulkan sebaiknya sebelum menggunakan obat ini konsultasikan dengan dokter dan beri jeda waktu sebelum pemberian ASI setelah konsumsi obat.