Please wait...

IMG-LOGO
Aug 20, 2026 | 44

CT Scan-2026

CT Scan (Computed Tomography): Fungsi, Prosedur, Persiapan, Risiko, dan Hasil Pemeriksaan | Keapotek


CT scan  (Computed Tomography) merupakan salah satu pemeriksaan pencitraan medis yang banyak digunakan untuk membantu dokter melihat kondisi organ, tulang, Pembuluh darah , dan jaringan lunak di dalam tubuh secara lebih rinci. Dibandingkan foto rontgen biasa, CT scan mampu menghasilkan gambar penampang tubuh dari berbagai sudut sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai lokasi, ukuran, maupun tingkat keparahan suatu Kelainan.

Pemeriksaan ini berperan penting dalam mendiagnosis berbagai kondisi, mulai dari cedera akibat kecelakaan, infeksi, BATU GINJAL    , stroke, penyakit paru, hingga kanker. Selain untuk menegakkan diagnosis, CT scan juga digunakan untuk membantu merencanakan tindakan operasi, memandu prosedur biopsi, mengevaluasi respons terhadap pengobatan, serta memantau perkembangan penyakit dari waktu ke waktu.

Meskipun menggunakan sinar-X, manfaat CT scan pada umumnya jauh lebih besar daripada risikonya apabila dilakukan sesuai indikasi medis. Dokter akan mempertimbangkan kebutuhan pemeriksaan, usia pasien, riwayat kesehatan, serta kemungkinan paparan radiasi sebelum merekomendasikan CT scan.


 

Apa Itu CT Scan?

CT scan (Computed Tomography) adalah pemeriksaan pencitraan yang menggunakan kombinasi sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar penampang melintang (cross-sectional images) dari bagian dalam tubuh.

Berbeda dengan foto rontgen yang hanya menghasilkan gambar dua dimensi, CT scan mengambil banyak gambar dari berbagai sudut saat tabung sinar-X berputar mengelilingi tubuh. Komputer kemudian mengolah seluruh gambar tersebut menjadi irisan-irisan tipis yang dapat dilihat satu per satu atau disusun menjadi gambar tiga dimensi (3D).

Karena mampu memperlihatkan struktur tubuh dengan detail yang tinggi, CT scan menjadi salah satu pemeriksaan utama dalam radiologi modern. Dokter dapat melihat kondisi tulang, paru-paru, otak, pembuluh darah, organ dalam, hingga jaringan lunak dalam satu pemeriksaan, tergantung bagian tubuh yang diperiksa.

 

Bagaimana CT Scan Bekerja?

 

Selama pemeriksaan, pasien akan berbaring di atas meja yang dapat bergerak masuk ke dalam alat CT scan berbentuk cincin besar (gantry).

Saat meja bergerak perlahan, tabung sinar-X akan berputar mengelilingi tubuh sambil memancarkan sinar-X dari berbagai arah. Detektor di sisi berlawanan akan menangkap sinar yang melewati tubuh, kemudian komputer mengolah informasi tersebut menjadi gambar penampang dengan resolusi tinggi.

Pada beberapa jenis pemeriksaan, dokter juga dapat menggunakan zat kontras untuk memperjelas pembuluh darah, organ tertentu, atau jaringan yang sulit dibedakan pada CT scan tanpa kontras.

 

Kapan CT Scan Diperlukan?

 

Dokter dapat menyarankan CT scan apabila diperlukan gambaran yang lebih rinci dibandingkan pemeriksaan rontgen biasa atau USG.

Beberapa kondisi yang sering memerlukan CT scan meliputi:

 

  • cedera kepala akibat kecelakaan,
  • dugaan stroke,
  • perdarahan otak,
  • patah tulang yang kompleks,
  • batu ginjal,
  • radang usus buntu (apendisitis),
  • pneumonia,
  • emboli paru,
  • kanker,
  • penyakit hati,
  • penyakit pankreas,
  • aneurisma,
  • perdarahan dalam,
  • nyeri perut yang penyebabnya belum jelas.

 

Selain itu, CT scan juga sering digunakan untuk mengevaluasi hasil operasi atau memantau perkembangan penyakit selama menjalani pengobatan.

 

Manfaat CT scan

 

CT scan memiliki berbagai manfaat dalam dunia kedokteran karena mampu memberikan gambaran anatomi tubuh secara cepat dan detail.

 

1.    Membantu Menegakkan Diagnosis

 

CT scan membantu dokter menemukan penyebab berbagai keluhan yang tidak dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan fisik atau foto rontgen biasa.

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi:

 

  • perdarahan,
  • infeksi,
  • tumor,
  • kista,
  • batu ginjal,
  • cedera organ dalam,
  • kelainan pembuluh darah.

 

2.    Menentukan Lokasi dan Tingkat Keparahan Penyakit

 

CT scan memberikan gambaran yang rinci mengenai ukuran, lokasi, serta luasnya suatu kelainan.

Informasi ini membantu dokter menentukan stadium kanker, luas cedera akibat trauma, maupun tingkat keparahan infeksi sehingga pengobatan dapat direncanakan dengan lebih tepat.

 

3.    Membantu Merencanakan Tindakan Medis

 

Dokter dapat menggunakan hasil CT scan sebagai panduan sebelum melakukan:

 

 

Dengan mengetahui lokasi kelainan secara akurat, tindakan medis dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif.

 

4.    Memantau Respons Terhadap Pengobatan

 

Pada pasien kanker atau penyakit kronis tertentu, CT scan digunakan untuk menilai apakah ukuran tumor mengecil, tetap, atau justru bertambah setelah menjalani pengobatan.

Pemeriksaan ini juga membantu mengevaluasi keberhasilan operasi maupun efektivitas terapi lainnya.

 

Jenis-Jenis CT scan

 

Jenis CT scan dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang diperiksa maupun tujuan pemeriksaannya.

Beberapa jenis CT scan yang paling sering dilakukan meliputi:

 

CT Scan Kepala

 

Digunakan untuk mengevaluasi:

 

  • stroke,
  • perdarahan otak,
  • cedera kepala,
  • tumor otak,
  • hidrosefalus,
  • patah tulang tengkorak.

 

CT Scan Dada

 

Membantu menilai kondisi:

 

Pemeriksaan ini sering digunakan pada pasien dengan pneumonia, emboli paru, kanker paru, atau trauma dada.

 

CT Scan Abdomen dan Panggul

 

Digunakan untuk mengevaluasi berbagai organ, seperti:

 

 

CT scan abdomen sering menjadi pemeriksaan utama pada pasien dengan nyeri perut yang penyebabnya belum diketahui.

 

CT Angiografi (CTA)

 

CT angiografi merupakan CT scan yang dilakukan setelah pemberian zat kontras untuk memperlihatkan pembuluh darah secara lebih jelas.

CTA digunakan untuk mendeteksi:

 

  • aneurisma,
  • penyempitan pembuluh darah,
  • sumbatan arteri,
  • emboli paru,
  • penyakit pembuluh darah lainnya.

 

Siapa yang Perlu Menjalani CT Scan?

 

CT scan dapat dilakukan pada anak-anak maupun orang dewasa apabila terdapat indikasi medis yang jelas.

Dokter dapat merekomendasikan CT scan pada pasien yang mengalami:

 

  • cedera akibat kecelakaan,
  • nyeri kepala berat yang disertai gejala neurologis,
  • dugaan stroke,
  • nyeri perut akut,
  • dugaan kanker,
  • batu ginjal,
  • infeksi berat,
  • penyakit paru,
  • kelainan pembuluh darah,
  • atau memerlukan evaluasi sebelum tindakan operasi.

 

Pada anak-anak dan ibu hamil, penggunaan CT scan akan dipertimbangkan dengan lebih hati-hati karena melibatkan paparan radiasi. Bila memungkinkan, dokter mungkin memilih pemeriksaan lain seperti USG atau mri    yang tidak menggunakan radiasi.

 

Persiapan Sebelum CT Scan, Prosedur Pemeriksaan, dan Penggunaan Zat Kontras

Meskipun CT scan merupakan pemeriksaan yang relatif cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit, pasien tetap perlu melakukan beberapa persiapan agar hasil pemeriksaan optimal. Jenis persiapan bergantung pada bagian tubuh yang akan diperiksa serta apakah pemeriksaan memerlukan zat kontras (contrast media) atau tidak. Dokter maupun petugas radiologi akan memberikan instruksi yang perlu diikuti sebelum pemeriksaan dilakukan.

 

Persiapan Sebelum CT Scan

 

Tidak semua pemeriksaan CT scan memerlukan persiapan khusus. Namun, pada beberapa jenis CT scan, pasien mungkin diminta melakukan beberapa hal berikut.

 

1.    Memberitahukan Riwayat Kesehatan

 

Sebelum pemeriksaan, pasien perlu memberi tahu dokter apabila memiliki kondisi seperti:

 

  • sedang hamil atau diduga hamil,
  • memiliki riwayat alergi terhadap zat kontras,
  • menderita Penyakit ginjal  ,
  • diabetes,
  • asma ,
  • penyakit tiroid ,
  • pernah mengalami reaksi alergi saat pemeriksaan radiologi sebelumnya.

 

Informasi ini membantu dokter menentukan apakah CT scan aman dilakukan atau diperlukan tindakan pencegahan tertentu.

 

2.    Berpuasa Sebelum Pemeriksaan

 

Pada CT scan yang menggunakan zat kontras melalui pembuluh darah, pasien biasanya diminta tidak makan selama sekitar 4–6 jam sebelum pemeriksaan.

Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko mual atau muntah setelah penyuntikan zat kontras.

Namun, pada CT scan tanpa kontras, pasien umumnya tidak perlu berpuasa kecuali terdapat instruksi khusus dari dokter.

 

3.    Menggunakan Pakaian yang Nyaman

 

Pasien dianjurkan mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman.

Sebelum pemeriksaan, petugas juga dapat meminta pasien melepas:

 

  • perhiasan,
  • jam tangan,
  • kacamata,
  • alat bantu dengar,
  • gigi palsu yang dapat dilepas,
  • benda logam lainnya.

 

Logam dapat mengganggu kualitas gambar CT scan sehingga sebaiknya dilepas terlebih dahulu.

 

4.    Menghentikan Obat Tertentu Bila Diperlukan

 

Sebagian besar obat dapat tetap dikonsumsi seperti biasa.

Namun, pada pasien yang mengonsumsi metformin dan akan menjalani CT scan dengan zat kontras, dokter mungkin memberikan instruksi khusus mengenai penggunaan obat tersebut, terutama bila terdapat gangguan fungsi ginjal.

Jangan menghentikan obat tanpa petunjuk dokter.

 

Apa Itu Zat Kontras?

 

Zat kontras adalah cairan khusus yang digunakan untuk membuat organ, pembuluh darah, atau jaringan tertentu tampak lebih jelas pada hasil CT scan.

Tidak semua CT scan membutuhkan zat kontras. Dokter hanya akan menggunakannya apabila diperlukan untuk meningkatkan ketelitian diagnosis.

Misalnya pada pemeriksaan:

 

 

Bagaimana Zat Kontras Diberikan?

 

Cara pemberian zat kontra bergantung pada bagian tubuh yang diperiksa.

 

Melalui Suntikan Pembuluh Darah (Intravena)

 

Cara ini merupakan yang paling sering digunakan.

Zat kontras disuntikkan melalui pembuluh darah di lengan sehingga dapat menyebar ke organ-organ tubuh.

Selama penyuntikan, sebagian pasien mungkin merasakan:

 

  • sensasi hangat di seluruh tubuh,
  • rasa logam di mulut,
  • keinginan untuk buang air kecil.

Keluhan tersebut biasanya hanya berlangsung beberapa detik dan akan hilang dengan sendirinya.

 

Diminum (Oral)

 

Pada CT scan saluran cerna, pasien dapat diminta meminum cairan kontras beberapa waktu sebelum pemeriksaan.

Kontras oral membantu memperjelas lambung dan usus sehingga kelainan lebih mudah terlihat.

 

Melalui Rektum

 

Pada beberapa pemeriksaan usus besar atau rektum, zat kontras dapat diberikan melalui anus menggunakan selang kecil.

Metode ini dilakukan hanya pada kondisi tertentu dan sesuai indikasi medis.

 

Bagaimana Prosedur CT Scan Dilakukan?

 

Secara umum, pemeriksaan CT scan berlangsung melalui beberapa tahapan berikut.

 

1.    Registrasi dan Persiapan

 

Setelah tiba di ruang radiologi, petugas akan:

 

  • memverifikasi identitas pasien,
  • menjelaskan prosedur pemeriksaan,
  • memastikan tidak ada kontraindikasi,
  • memasang jalur infus bila diperlukan.

 

2.    Posisi Pasien

 

Pasien akan diminta berbaring di atas meja pemeriksaan.

Posisi tubuh akan disesuaikan dengan bagian yang akan diperiksa, misalnya:

 

  • telentang,
  • tengkurap,
  • atau miring.

 

Petugas juga dapat menggunakan bantalan atau penyangga agar posisi tubuh tetap stabil selama pemeriksaan.

 

3.    Proses Pemindaian

 

Meja pemeriksaan akan bergerak perlahan masuk ke dalam alat CT scan.

Selama alat bekerja:

 

  • tabung sinar-X akan berputar mengelilingi tubuh,
  • pasien diminta tetap diam,
  • pada beberapa saat pasien diminta menahan napas selama beberapa detik.

 

Tetap diam sangat penting agar gambar yang dihasilkan tidak buram.

Selama pemeriksaan, petugas radiologi akan memantau pasien dari ruang kontrol melalui kamera dan dapat berkomunikasi menggunakan pengeras suara.

 

4.    Pemeriksaan Selesai

 

Setelah seluruh gambar diperoleh, meja pemeriksaan akan keluar dari alat.

Apabila menggunakan infus kontras, jalur infus biasanya akan dilepas setelah dokter memastikan kondisi pasien stabil.

Sebagian besar pasien dapat langsung pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa.

 

Berapa Lama CT Scan Berlangsung?

 

Lama pemeriksaan bergantung pada bagian tubuh yang diperiksa dan penggunaan zat kontras.

Secara umum:

 

  • persiapan berlangsung sekitar 10–20 menit,
  • proses pemindaian hanya membutuhkan 5–15 menit,
  • keseluruhan pemeriksaan biasanya selesai dalam 15–30 menit.

Pada pemeriksaan yang lebih kompleks, waktu yang dibutuhkan dapat lebih lama.

 

Apa yang Dirasakan Selama CT Scan?

 

Sebagian besar pasien tidak merasakan nyeri selama CT scan.

Yang mungkin dirasakan hanyalah:

  • meja pemeriksaan bergerak,
  • suara dengungan dari mesin,
  • sensasi hangat bila menggunakan zat kontras,
  • sedikit tidak nyaman karena harus berbaring diam.

CT scan tidak menyebabkan rasa sakit karena sinar-X tidak dapat dirasakan oleh tubuh.

 

Apa yang Harus Dilakukan Setelah CT Scan?

 

Bila pemeriksaan dilakukan tanpa zat kontras, pasien umumnya dapat langsung beraktivitas seperti biasa.

Apabila menggunakan zat kontras, dokter biasanya menganjurkan pasien:

 

  • minum air putih lebih banyak selama 24 jam berikutnya untuk membantu mengeluarkan zat kontras melalui ginjal,
  • memperhatikan apakah muncul reaksi alergi seperti ruam, gatal, sesak napas, atau pembengkakan,
  • segera menghubungi fasilitas kesehatan bila mengalami keluhan yang tidak biasa.

 

Sebagian besar zat kontras akan dikeluarkan melalui urine dalam waktu sekitar 24 jam, meskipun dapat lebih lama pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.

 

Siapa yang Memerlukan Perhatian Khusus Sebelum CT Scan?

 

Beberapa kelompok pasien memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum menjalani CT scan, terutama bila pemeriksaan menggunakan zat kontras.

Kelompok tersebut meliputi:

 

  • ibu hamil,
  • ibu menyusui,
  • pasien dengan penyakit ginjal  kronis,
  • penderita diabetes tertentu,
  • pasien dengan riwayat alergi berat terhadap zat kontras,
  • pasien dengan gangguan tiroid,
  • anak-anak yang memerlukan pemeriksaan berulang.

 

Pada kelompok ini, dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko pemeriksaan, serta menentukan apakah diperlukan pemeriksaan alternatif seperti USG atau MRI.

 

Hasil CT Scan, Risiko, Efek Samping, dan Kapan Harus ke Dokter

 

Setelah pemeriksaan selesai, gambar CT scan akan dianalisis oleh dokter spesialis radiologi. Hasil pemeriksaan tidak hanya menunjukkan apakah terdapat kelainan, tetapi juga memberikan informasi mengenai lokasi, ukuran, bentuk, serta karakteristik suatu lesi atau cedera. Laporan radiologi kemudian dikirimkan kepada dokter yang merawat untuk dikombinasikan dengan gejala, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, maupun pemeriksaan penunjang lainnya sebelum menentukan diagnosis dan pengobatan.

 

Bagaimana Hasil CT Scan Dibaca?

 

Hasil CT scan tidak hanya berupa gambar, tetapi juga disertai laporan tertulis dari dokter radiologi.

Laporan tersebut biasanya mencakup:

 

  • bagian tubuh yang diperiksa,
  • teknik pemeriksaan yang digunakan,
  • penggunaan zat kontras (bila ada),
  • temuan utama,
  • kesimpulan (impression),
  • kemungkinan diagnosis atau rekomendasi pemeriksaan lanjutan.

 

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat membandingkan hasil CT scan terbaru dengan pemeriksaan sebelumnya untuk melihat apakah suatu kelainan mengalami perubahan ukuran atau perkembangan.

 

Apakah Hasil CT Scan Langsung Keluar?

 

Pada sebagian besar rumah sakit, gambar CT scan dapat langsung diperoleh setelah pemeriksaan selesai. Namun, laporan resmi dari dokter radiologi biasanya memerlukan waktu mulai dari beberapa jam hingga satu atau dua hari kerja, tergantung pada kompleksitas kasus dan sistem pelayanan di fasilitas kesehatan.

Pada kondisi gawat darurat, seperti stroke, perdarahan otak, atau trauma berat, hasil CT scan dapat dibaca segera agar pengobatan tidak tertunda.

 

Risiko CT Scan

 

CT scan merupakan pemeriksaan yang relatif aman. Namun, seperti prosedur medis lainnya, pemeriksaan ini memiliki beberapa risiko yang perlu diketahui.

1.    Paparan Radiasi

 

CT scan menggunakan sinar-X sehingga pasien akan terpapar radiasi.

Dosis radiasi CT scan lebih tinggi dibandingkan foto rontgen biasa karena pemeriksaan menghasilkan banyak gambar dari berbagai sudut.

Meskipun demikian, dosis radiasi yang digunakan telah diatur agar tetap serendah mungkin (As Low As Reasonably Achievable/ALARA) sambil tetap menghasilkan gambar yang berkualitas.

Pada sebagian besar pasien, manfaat pemeriksaan jauh lebih besar daripada risiko paparan radiasi.

 

2.    Reaksi terhadap Zat Kontras

 

Sebagian kecil pasien dapat mengalami reaksi setelah pemberian zat kontras.

Reaksi ringan yang mungkin muncul antara lain:

 

  • mual,
  • rasa hangat,
  • rasa logam di mulut,
  • gatal ringan,
  • ruam.

 

Reaksi alergi yang berat jarang terjadi, tetapi dapat berupa:

 

 

Karena itu, pemeriksaan selalu dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan yang siap memberikan penanganan bila diperlukan.

 

3.    Gangguan Fungsi Ginjal

 

Pada sebagian pasien dengan penyakit ginjal kronis, penggunaan zat kontras yang mengandung iodium dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.

Oleh sebab itu, dokter mungkin akan meminta pemeriksaan fungsi ginjal sebelum CT scan dengan kontras atau mempertimbangkan metode pencitraan lain apabila risikonya dinilai lebih besar daripada manfaatnya.

 

Apakah CT Scan Aman untuk Ibu Hamil?

 

CT scan umumnya tidak menjadi pilihan pertama pada ibu hamil karena menggunakan radiasi.

Apabila pemeriksaan benar-benar diperlukan dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya, dokter akan mempertimbangkan:

 

  • usia kehamilan,
  • bagian tubuh yang diperiksa,
  • kemungkinan menggunakan USG atau MRI sebagai alternatif.

 

Sebelum menjalani CT scan, wanita yang sedang hamil atau menduga dirinya hamil sebaiknya memberi tahu dokter dan petugas radiologi.

 

Apakah CT Scan Aman untuk Anak?

 

CT scan dapat dilakukan pada anak apabila memang diperlukan secara medis.

Namun, karena jaringan tubuh anak lebih sensitif terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa, dokter akan menggunakan dosis radiasi serendah mungkin sesuai ukuran tubuh anak dan hanya melakukan pemeriksaan apabila manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

 

Kapan Harus Menghubungi Dokter Setelah CT Scan?

 

Segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan apabila setelah CT scan Anda mengalami:

  • sesak napas,
  • ruam yang semakin luas,
  • pembengkakan pada wajah atau bibir,
  • nyeri hebat atau bengkak di lokasi suntikan kontras,
  • demam,
  • penurunan jumlah urine,
  • mual atau muntah yang tidak membaik.

 

Meskipun jarang terjadi, gejala tersebut dapat menandakan reaksi terhadap zat kontras atau komplikasi lain yang memerlukan penanganan segera.

 

Ringkasan

 

CT scan (Computed Tomography) adalah pemeriksaan pencitraan yang menggunakan sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar penampang tubuh dengan detail tinggi. Pemeriksaan ini membantu dokter mendiagnosis berbagai penyakit, seperti stroke, cedera akibat trauma, infeksi, batu ginjal, penyakit paru, hingga kanker.

Sebelum menjalani CT scan, pasien mungkin perlu melakukan persiapan tertentu, terutama bila pemeriksaan menggunakan zat kontras. Hasil CT scan kemudian dianalisis oleh dokter radiologi dan digunakan bersama informasi klinis lainnya untuk menentukan diagnosis dan rencana pengobatan.

Secara umum, CT scan merupakan pemeriksaan yang aman. Namun, tetap terdapat risiko berupa paparan radiasi, reaksi terhadap zat kontras, maupun gangguan fungsi ginjal pada sebagian pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesuai indikasi medis dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

 

FAQ

1.    Apakah CT scan terasa sakit?

 

Tidak. CT scan tidak menimbulkan rasa sakit. Bila menggunakan zat kontras, sebagian pasien mungkin merasakan sensasi hangat atau rasa logam di mulut selama beberapa detik.

 

2.    Berapa lama pemeriksaan CT scan?

 

Proses pemindaian biasanya berlangsung sekitar 5–15 menit, sedangkan seluruh pemeriksaan, termasuk persiapan, umumnya selesai dalam 15–30 menit.

3.    Apakah CT scan lebih baik daripada MRI?

 

Tidak selalu. CT scan lebih unggul untuk mendeteksi perdarahan akut, cedera tulang, dan kondisi gawat darurat. Sementara itu, MRI lebih baik untuk mengevaluasi jaringan lunak tertentu, seperti otak, sumsum tulang belakang, ligamen, dan otot. Dokter akan memilih pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

 

4.    Apakah saya boleh makan setelah CT scan?

 

Ya. Setelah CT scan, sebagian besar pasien dapat makan dan minum seperti biasa. Bila menggunakan zat kontras, dokter biasanya menganjurkan untuk memperbanyak minum air putih agar zat kontras lebih cepat dikeluarkan melalui ginjal.

 

5.    Apakah CT scan dapat mendeteksi semua penyakit?

 

Tidak. Meskipun sangat bermanfaat, CT scan memiliki keterbatasan. Pada beberapa kondisi, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti MRI, USG, PET scan, biopsi, atau tes laboratorium untuk menegakkan diagnosis secara lebih akurat.

 

 

Daftar Referensi

 

1.    RadiologyInfo.org (RSNA & American College of Radiology). Computed Tomography (CT Scan).
https://www.radiologyinfo.org/en/info/ctscan

2.    https://www.nibib.nih.gov/science-education/science-topics/computed-tomography-ctNational Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering. Computed Tomography (CT).

3.    https://www.fda.gov/radiation-emitting-products/medical-imaging/computed-tomography-ctU.S. Food and Drug Administration. Computed Tomography (CT).

4.    MedlinePlus. CT Scans. U.S. National Library of Medicine.
https://medlineplus.gov/ctscans.html

5.    https://www.nhs.uk/conditions/ct-scan/National Health Service. CT Scan.

6.    https://www.acr.org/Clinical-Resources/Contrast-ManualAmerican College of Radiology. ACR Manual on Contrast Media.

7.    https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/ct-scans-fact-sheetNational Cancer Institute. Computed Tomography (CT) Scans and Cancer.

8.    https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2017/10/guidelines-for-diagnostic-imaging-during-pregnancy-and-lactationAmerican College of Obstetricians and Gynecologists. Guidelines for Diagnostic Imaging During Pregnancy and Lactation. Committee Opinion No. 723.

9.    https://keapotek.com/Article/Detail/30293/ct-scan

10.                       https://www.myesr.org/esriguide/European Society of Radiology. ESR iGuide – Clinical Decision Support for Medical Imaging.

 

 

 Tonton melalui youtube


 

 

 

Your Cart

Your basket is empty