Please wait...
Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ada dalam darah dan di semua jaringan hewan. Secara kimia, kolesterol termasuk keluarga steroid, dengan rumus molekul C₂₇H₄₆O. Dalam bentuk murni, kolesterol berupa kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa.
Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ada dalam darah dan di semua jaringan hewan. Secara kimia, kolesterol termasuk keluarga steroid, dengan rumus molekul C₂₇H₄₆O. Dalam bentuk murni, kolesterol berupa kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa.
Kolesterol sangat penting bagi tubuh. Ia merupakan bagian utama dari membran sel dan juga digunakan untuk membuat asam empedu, hormon steroid, dan vitamin D. Tubuh manusia memproduksi kolesterol terutama di hati, dan sebagian juga berasal dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh memiliki sistem untuk menyeimbangkan kolesterol: jika kita makan banyak kolesterol, hati akan memproduksi lebih sedikit.
Kolesterol Tinggi dan Risiko Penyakit
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah bisa menyebabkan aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak dan kolesterol di dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan, penumpukan ini menebal dan mengeras, membuat pembuluh darah menjadi sempit. Akibatnya, aliran darah terganggu, yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.
Kadar kolesterol di atas 240 mg per 100 cc darah termasuk tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Jenis Lipoprotein dan Perannya
Kolesterol tidak larut dalam darah, jadi ia harus “diangkut” oleh protein yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis penting:
1. LDL (Low-Density Lipoprotein) – Mengangkut kolesterol dari hati ke jaringan tubuh. LDL adalah jenis kolesterol yang cenderung menumpuk di dinding pembuluh darah.
2. HDL (High-Density Lipoprotein) – Membawa kolesterol berlebih kembali ke hati, di mana kolesterol ini dipecah menjadi asam empedu dan dibuang. HDL membantu memperlambat atau mengurangi penumpukan kolesterol di pembuluh darah.
Gejala Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala awal, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya. Gejala baru muncul saat plak (endapan kolesterol) mulai menyumbat pembuluh darah, yang bisa menimbulkan komplikasi serius. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
· Mudah Mengantuk
Sering menguap bisa terjadi karena otak kurang mendapat pasokan oksigen akibat aliran darah yang terganggu. Jika Anda sering merasa mengantuk tanpa sebab jelas, waspadai kolesterol tinggi.
· Kesemutan
Kesemutan pada tangan, kaki, atau bagian tubuh lain bisa menandakan aliran darah tidak lancar, yang sering disebabkan oleh penumpukan kolesterol.
· Pegal di Tengkuk atau Pundak
Rasa pegal di pundak atau tengkuk bisa muncul karena kurangnya pasokan darah dan oksigen ke area tersebut akibat penyumbatan pembuluh darah.
· Nyeri di Kaki
Nyeri pada kaki bisa menjadi tanda aliran darah ke kaki terganggu akibat arteri tersumbat kolesterol.
· Xanthelasma
Ini adalah endapan kolesterol di bawah kulit, biasanya muncul sebagai noda kuning muda di kelopak mata atau bentolan kecil di lipatan tubuh seperti tumit, siku, atau lutut.
· Perlemakan Hati
Hati yang dipenuhi lemak dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, begah, atau mual. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit serius seperti sirosis atau kanker hati.
· Gejala Stroke
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di otak, yang menimbulkan gejala: salah satu sisi tubuh melemah, muntah, atau sakit kepala hebat.
· Kram di Malam Hari
Kram yang muncul saat tidur, misalnya di tumit atau telapak kaki, bisa menjadi gejala kolesterol tinggi. Rasa nyeri biasanya hilang setelah tubuh digerakkan.
· Nyeri Dada
Nyeri dada bisa menandakan plak di arteri jantung, yang membuat jantung kekurangan pasokan darah.
· Disfungsi Ereksi
Plak akibat kolesterol tinggi dapat menghambat aliran darah ke penis, menyebabkan disfungsi ereksi.
· Xanthoma
Xanthoma adalah benjolan kecil akibat penumpukan lemak yang sering muncul di persendian, terutama lutut dan siku. Selain kolesterol tinggi, kondisi ini bisa terkait dengan diabetes, hipotiroidisme, kolestasis, sindrom nefrotik, atau gangguan darah.
Cara Menjaga Kadar Kolesterol Tetap Sehat
Cara utama untuk mencegah kolesterol tinggi adalah mengatur asupan makanan:
· Kurangi lemak jenuh dari hewan, misalnya lemak babi, mentega, keju, susu murni, daging merah, permen, dan makanan panggang dengan shortening.
· Batasi makanan tinggi kolesterol, seperti kuning telur, udang, otak, dan organ hewan lainnya.
· Ganti dengan lemak tak jenuh dari sumber nabati, seperti minyak jagung, minyak kedelai, safflower, kacang tanah, dan ikan berlemak (salmon, tuna, mackerel). Minyak ikan juga dapat meningkatkan HDL, membantu mencegah aterosklerosis.
Jika perubahan gaya hidup ini tidak mampu menangani kolesterol tinggi yang Anda alami, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, di antaranya:
1. Statin
Contoh: simvastatin, atorvastatin, fluvastatin, lovastatin.
Statin bekerja dengan menghambat produksi kolesterol di hati, sehingga kadar kolesterol dalam darah menurun.
2. Ezetimibe
Obat ini membantu dengan cara membatasi penyerapan kolesterol dari makanan yang Anda konsumsi.
3. Bile Acid Sequestrant
Obat ini bekerja dengan mengubah kolesterol menjadi asam empedu, sehingga kolesterol berlebih bisa dibuang dari tubuh.
Pentingnya Tes Darah Rutin
Selain mengonsumsi obat, penting untuk melakukan tes darah secara rutin. Tujuannya:
Dengan kombinasi gaya hidup sehat, obat-obatan jika perlu, dan pemantauan rutin, risiko penyakit akibat kolesterol tinggi bisa dikurangi secara signifikan.