Please wait...

IMG-LOGO
Feb 26, 2026 | 63

Diare

Diare adalah kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar yang encer atau berair

Diare adalah kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar yang encer atau berair. Meskipun terdengar menjijikkan, diare sebenarnya sangat umum terjadi. Bayangan tinja yang encer di kloset sering membuat orang merasa tidak nyaman, dan ketidaktahuan tentang penyebab atau lamanya kondisi ini dapat menambah stres.

Kabar baiknya, sebagian besar diare bersifat ringan. Biasanya, gejala hanya terjadi beberapa kali dalam sehari dan akan hilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus.

Namun, diare juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang lebih serius. Jika tidak ditangani, diare dapat menyebabkan kehilangan cairan berlebihan (dehidrasi) dan mengganggu penyerapan nutrisi penting. Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis dan mengetahui kapan aman menunggu hingga diare membaik dengan sendirinya.

 

Jenis-Jenis Diare


Diare dibedakan berdasarkan lamanya durasi, masing-masing memiliki ciri khas:


1.      Diare Akut


Diare akut adalah buang air besar encer atau berair yang berlangsung singkat, biasanya satu hingga dua hari. Jenis ini paling umum terjadi dan umumnya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

 

2.      Diare Persisten


Diare persisten berlangsung lebih lama, sekitar dua hingga empat minggu. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih karena dapat memengaruhi asupan nutrisi dan cairan tubuh.

 

3.      Diare Kronis


maaDiare kronis berlangsung lebih dari empat minggu atau terjadi secara berulang dalam jangka panjang. Diare jenis ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, sehingga sebaiknya segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.

 

Apa Penyebab Diare


Diare biasanya disebabkan oleh infeksi virus pada usus, yang sering disebut sebagai gastroenteritis atau “flu perut.” Namun, ada banyak faktor lain yang dapat memicu diare, termasuk infeksi, makanan, obat-obatan, dan kondisi medis tertentu.


1.      Infeksi


Virus, bakteri, dan parasit dapat menyerang usus dan menyebabkan diare. Pada orang dewasa, penyebab diare yang paling umum adalah norovirus, sedangkan pada anak-anak, rotavirus sering menjadi pemicu diare akut.


2.      Keracunan Makanan


Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi racun atau kuman dapat menyebabkan diare. Contohnya, “diare pelancong” sering terjadi ketika bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk, biasanya akibat paparan bakteri.


3.      Obat-Obatan


Beberapa obat dapat menimbulkan diare sebagai efek samping. Contohnya:


·         Antibiotik, yang membunuh bakteri baik dan jahat sehingga mengganggu keseimbangan usus.

·         Antasida yang mengandung magnesium.

·         Beberapa obat kemoterapi.

·         Penggunaan laksatif secara berlebihan.


4.      Makanan yang Mengganggu Pencernaan


Beberapa orang mengalami diare karena tubuh kesulitan mencerna zat tertentu, misalnya:


·         Intoleransi laktosa → kesulitan mencerna gula dalam produk susu.

·         Kesulitan mencerna fruktosa → gula dalam buah-buahan atau pemanis tertentu.

·         Penyakit celiac → tubuh sulit memecah gluten dari gandum.


5.      Penyakit yang Mempengaruhi Usus


Kondisi seperti Penyakit Crohn, kolitis ulserativa, dan sindrom iritasi usus (IBS) dapat menyebabkan diare karena iritasi atau peradangan pada usus. Stres dan kecemasan juga dapat memperburuk gejala, terutama pada IBS.


Prosedur atau Operasi Usus


Banyak orang mengalami diare setelah operasi pada saluran pencernaan. Usus membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, menyerap nutrisi, dan membentuk tinja yang normal.

 

Apa Saja Gejala Diare?


Tanda utama diare adalah feses yang encer atau berair. Selain itu, gejala umum yang sering muncul meliputi:


·         Perut kembung atau kram

·         Rasa ingin buang air besar yang mendesak

·         Mual atau sakit perut

Gejala-gejala ini biasanya bersifat ringan dan sering kali tidak memerlukan kunjungan ke penyedia layanan kesehatan, terutama jika berlangsung hanya beberapa hari.


Tanda dan Gejala Diare Berat


Diare yang parah bisa menjadi tanda kondisi medis serius, seperti infeksi yang memerlukan perawatan profesional. Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami salah satu gejala berikut:


·         Demam tinggi

·         Sakit perut yang hebat

·         Muntah terus-menerus

·         Tinja bercampur darah atau lender

·         Penurunan berat badan, yang bisa menandakan tubuh tidak menyerap nutrisi dengan baik

 

Diagnosis dan Tes Diare


Sebagian besar kasus diare bersifat ringan dan tidak memerlukan diagnosis atau pengobatan khusus. Namun, pada kasus yang lebih parah atau berlangsung lama, penyedia layanan kesehatan akan berusaha menentukan penyebabnya.

Proses diagnosis biasanya dimulai dengan wawancara kesehatan, termasuk pertanyaan tentang:


·         Riwayat kesehatan pribadi

·         Riwayat kesehatan keluarga

·         Riwayat perjalanan

·         Kontak dengan orang yang sakit


Tes yang Mungkin Dilakukan


Jika diperlukan, beberapa tes dapat membantu menentukan penyebab diare:


1.      Tes Darah – untuk menyingkirkan kondisi medis tertentu yang dapat memicu diare.

2.      Tes Tinja – untuk memeriksa adanya darah, infeksi bakteri, atau parasit.

3.      Tes Napas Hidrogen – digunakan untuk mendeteksi intoleransi laktosa atau fruktosa, serta pertumbuhan bakteri berlebih di usus.

4.      Endoskopi Saluran Pencernaan – pemeriksaan pada saluran pencernaan bagian atas atau bawah untuk mendeteksi masalah struktural, seperti tukak lambung, tumor, atau pertumbuhan abnormal lain yang dapat menyebabkan diare.

 

Bagaimana Cara Mengobati Diare?


Sebagian besar kasus diare dapat diatasi di rumah dengan perawatan sederhana. Obat-obatan bebas (OTC) seperti bismuth subsalicylate (misalnya Pepto-Bismol® atau Kaopectate®) sering membantu meringankan gejala dan membuat penderita merasa lebih nyaman.

Namun, segera temui penyedia layanan kesehatan jika diare tidak kunjung membaik atau disertai gejala diare berat seperti demam tinggi, darah dalam tinja, atau muntah terus-menerus.


Perawatan yang Mungkin Direkomendasikan


1.      Antibiotik atau Obat Antiparasit


Digunakan untuk membunuh kuman penyebab infeksi tertentu.


2.      Obat untuk Kondisi Kronis


Jika diare disebabkan oleh kondisi mendasar seperti penyakit radang usus (IBD) atau sindrom iritasi usus (IBS), pengobatan kondisi tersebut dapat membantu meredakan diare.


3.      Probiotik


Probiotik membantu memasukkan bakteri baik ke dalam usus untuk memulihkan keseimbangan mikrobiota. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mulai mengonsumsi probiotik atau suplemen apa pun.

 

Menghentikan Diare Tanpa Obat


Diare akut sering kali bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana di rumah, tanpa perlu obat antidiare. Beberapa langkah yang efektif meliputi:


  1. Perbanyak cairan yang seimbang elektrolitnya

Diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Minumlah air putih, kaldu, jus buah yang diencerkan tanpa ampas, minuman olahraga seperti Gatorade®, atau soda tanpa kafein. Elektrolit membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mendukung proses penting lainnya.


  1. Pilih makanan yang memadatkan feses

Makanan rendah serat dapat membantu membuat tinja lebih padat. Contohnya:


·         Diet BRAT: Banana, Rice putih, Applesauce, Toast

·         Kentang, mi, daging sapi tanpa lemak, ikan, ayam atau kalkun tanpa kulit


Mengubah pola makan bisa membuat perbedaan besar dalam meredakan diare.


  1. Hindari kafein dan alcohol

Minuman berkafein, seperti kopi, teh kental, soda, atau cokelat, dapat memiliki efek pencahar ringan dan memperburuk diare. Alkohol juga sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan dehidrasi.


  1. Hindari makanan penyebab kembung

Beberapa makanan bisa memicu gas atau kram perut, termasuk kacang-kacangan, kubis, kubis brussel, bir, dan minuman berkarbonasi. Selain itu, jika diare membuat Anda sementara mengalami intoleransi laktosa, hindari produk susu sampai kondisi membaik.

 

Pencegahan Diare


Walaupun diare tidak selalu bisa dicegah, ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko terkena diare akibat infeksi atau kontaminasi makanan:


·         Praktikkan kebersihan yang baik


Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi atau sebelum menyiapkan dan makan makanan. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan (hand sanitizer).


·         Dapatkan vaksinasi


    • Vaksin rotavirus melindungi anak-anak dari infeksi rotavirus, salah satu penyebab diare paling umum.
    • Vaksin COVID-19 dapat mengurangi risiko mengalami diare sebagai gejala infeksi COVID-19.

·         Simpan dan masak makanan dengan benar


Pastikan makanan disimpan pada suhu yang tepat dan dimasak hingga suhu yang direkomendasikan. Jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.


·         Perhatikan minuman saat bepergian


Hindari air keran, es batu, dan jangan menyikat gigi dengan air yang tidak diolah. Jauhi susu atau jus yang tidak dipasteurisasi. Pilih air botol atau minuman yang sudah direbus, seperti teh atau kopi.


·         Perhatikan makanan saat bepergian


Hindari daging atau kerang mentah atau setengah matang, serta buah dan sayuran yang belum dicuci atau dikupas dengan baik. Meskipun sehat, kulit buah atau sayuran bisa mengandung kontaminan yang memicu diare.



Your Cart

Your basket is empty