Please wait...
Azithromycin digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi bakteri, seperti bronkitis, pneumonia (radang paru-paru), penyakit menular seksual (PMS), serta infeksi pada telinga, paru-paru, sinus, kulit, tenggorokan, dan organ reproduksi
Azithromycin digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi bakteri, seperti bronkitis, pneumonia (radang paru-paru), penyakit menular seksual (PMS), serta infeksi pada telinga, paru-paru, sinus, kulit, tenggorokan, dan organ reproduksi. Azithromycin juga digunakan untuk mengobati atau mencegah infeksi Mycobacterium avium complex (MAC) yang menyebar, yaitu jenis infeksi paru-paru yang sering menyerang orang dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Azithromycin termasuk dalam golongan antibiotik makrolida yang memiliki spektrum luas. Azithromycin bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein yang dibutuhkan bakteri untuk hidup dan berkembang. Obat ini menempel pada bagian ribosom bakteri (subunit 50S), yaitu “mesin” yang digunakan bakteri untuk membuat protein. Ketika proses pembuatan protein terganggu, bakteri tidak bisa tumbuh dan berkembang biak. Pada sebagian besar kasus, efeknya bersifat bakteriostatik (menghentikan pertumbuhan bakteri), tetapi pada konsentrasi tinggi dapat menjadi bakterisidal (membunuh bakteri). Selain itu, azithromycin juga memiliki efek tambahan berupa antiinflamasi ringan dan dapat membantu mengurangi respons peradangan, sehingga bermanfaat pada beberapa penyakit infeksi saluran napas kronis.
Bagaimana cara menggunakan obat ini?
Azithromycin tersedia dalam bentuk tablet, suspensi lepas lambat (cairan kerja panjang), dan suspensi biasa (cairan) yang diminum melalui mulut. Tablet dan suspensi biasanya diminum sekali sehari, dengan atau tanpa makanan, selama 1–5 hari. Jika digunakan untuk mencegah infeksi MAC yang menyebar, tablet azithromycin biasanya diminum sekali seminggu, dengan atau tanpa makanan. Suspensi lepas lambat biasanya diminum saat perut kosong (minimal 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) sebagai dosis tunggal (sekali minum saja). Agar tidak lupa, minumlah azithromycin pada waktu yang sama setiap hari. Ikuti petunjuk pada label resep dengan teliti. Jika ada bagian yang tidak Anda pahami, tanyakan kepada dokter atau apoteker. Minumlah azithromycin sesuai dengan anjuran. Jangan minum lebih banyak, lebih sedikit, atau lebih sering dari yang diresepkan dokter.
Cara menggunakan bentuk cair:
Jika Anda menerima azithromycin bubuk suspensi dalam kemasan dosis tunggal 1 gram:
Jika Anda menerima suspensi lepas lambat dalam bentuk bubuk kering dalam botol:
Jika Anda muntah dalam waktu satu jam setelah minum azithromycin, segera hubungi dokter. Dokter akan memberi tahu apakah Anda perlu mengulang dosis. Jangan minum dosis tambahan kecuali atas petunjuk dokter.
Biasanya Anda mulai merasa lebih baik dalam beberapa hari pertama pengobatan. Jika gejala tidak membaik atau justru memburuk, hubungi dokter.
Minumlah azithromycin sampai habis sesuai resep, meskipun Anda sudah merasa lebih baik. Jangan berhenti minum obat lebih awal kecuali jika Anda mengalami efek samping serius seperti yang dijelaskan dalam bagian efek samping. Jika Anda berhenti terlalu cepat atau melewatkan dosis, infeksi mungkin tidak sembuh sepenuhnya dan bakteri bisa menjadi kebal terhadap antibiotik.
Mintalah kepada apoteker atau dokter salinan informasi resmi dari pabrik pembuat obat untuk pasien jika diperlukan.
Monitoring terapi pada terapi jangka panjang
Monitoring klinis : Perbaikan gejala infeksi, tanda vital (demam, respirasi), resolusi tanda inflamasi.
Monitoring efek samping : Gangguan GI (mual, diare), palpitasi (QT prolongation), reaksi alergi.
Kegunaan lain dari obat ini
Azithromycin juga kadang digunakan untuk mengobati infeksi H. pylori, diare pada pelancong (traveler’s diarrhea), dan infeksi saluran pencernaan lainnya; penyakit Legionnaires (jenis infeksi paru-paru); pertusis atau batuk rejan (infeksi serius yang menyebabkan batuk berat); penyakit Lyme (infeksi yang dapat terjadi setelah digigit kutu); serta babesiosis (penyakit infeksi yang juga ditularkan melalui gigitan kutu).
Obat ini juga digunakan untuk mencegah infeksi jantung pada orang yang menjalani perawatan gigi atau prosedur medis tertentu, serta untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS) pada korban kekerasan seksual.
Bicarakan dengan dokter mengenai kemungkinan risiko penggunaan obat ini sesuai dengan kondisi Anda.
Obat ini juga dapat diresepkan untuk kegunaan lain. Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan azithromycin
Sebelum minum azithromycin, beri tahu dokter dan apoteker Anda jika:
· Anda alergi terhadap azithromycin, klaritromisin , diritromisin, eritromisin , telitromisin , obat lain apa pun, atau bahan yang terdapat dalam tablet maupun cairan azithromycin. Jika perlu, minta daftar kandungan obat kepada apoteker.
· Anda sedang atau akan mengonsumsi obat lain, baik obat resep, obat bebas, vitamin, suplemen, maupun produk herbal. Dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis atau memantau Anda lebih ketat untuk mencegah efek samping.
·
Anda
mengonsumsi obat maag (antasida) yang mengandung aluminium hidroksida atau
magnesium hidroksida . Beri jarak waktu antara minum antasida dan azithromycin
tablet atau cair. Tanyakan kepada dokter atau apoteker berapa jam jarak yang
aman.
Untuk azithromycin bentuk suspensi lepas lambat, obat ini boleh diminum kapan
saja meskipun bersama antasida.
· Anda pernah mengalami penyakit kuning (kulit atau mata menguning) atau gangguan hati saat menggunakan azithromycin sebelumnya. Dokter kemungkinan akan menyarankan agar Anda tidak menggunakan obat ini lagi.
·
Anda
atau anggota keluarga pernah mengalami gangguan irama jantung, seperti interval
QT memanjang (kelainan jantung langka yang bisa menyebabkan detak jantung tidak
teratur, pingsan, atau kematian mendadak), detak jantung terlalu cepat, terlalu
lambat, atau tidak teratur.
Juga beri tahu jika Anda memiliki kadar magnesium atau kalium rendah dalam
darah, infeksi darah, gagal jantung atau penyakit jantung lainnya, cystic fibrosis, myasthenia gravis (penyakit yang menyebabkan kelemahan otot), atau
penyakit ginjal maupun hati.
· Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat sedang mengonsumsi azithromycin, segera hubungi dokter.
Langkah-langkah ini penting untuk memastikan penggunaan azithromycin aman sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Kapan Azithromycin tidak efektif ?
· Infeksi virus ( Flu, Pilek , COVID ringan, Infeksi virus) karena antibiotik tidak bekerja pada virus.
· Infeksi bakteri resisten.
· Infeksi yang butuh antibiotik spektrum sempit spesifik.
· Absorpsi terganggu karena muntah atau ispektnteraksi obat tertentu.
Apakah ada aturan khusus tentang makanan?
Kecuali jika dokter memberi petunjuk lain, Anda dapat tetap menjalani pola makan seperti biasa.
Apa yang harus dilakukan jika lupa minum obat?
Segera minum dosis yang
terlupa begitu Anda ingat. Namun, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya,
lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan sesuai jadwal minum obat seperti biasa.
Jangan minum dosis ganda untuk mengganti dosis yang terlewat.
Efek samping apa yang mungkin terjadi?
Azithromycin dapat menyebabkan beberapa efek samping. Beri tahu dokter jika gejala berikut terasa berat atau tidak kunjung hilang:
· Mual
· Diare
· Muntah
· Sakit perut
· Sakit kepala
Jika efek samping berlanjut atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Efek samping serius
Beberapa efek samping bisa berbahaya. Jika Anda mengalami gejala berikut, segera hentikan penggunaan azithromycin dan hubungi dokter atau cari pertolongan medis darurat:
· Detak jantung cepat, berdebar keras, atau tidak teratur
· Pusing berat
· Pingsan
· Ruam kulit dengan atau tanpa demam
· Kulit melepuh atau mengelupas
· Demam disertai lepuhan berisi nanah, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit
· Biduran
· Gatal-gatal
· Mengi atau kesulitan bernapas atau menelan
· Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bawah
· Suara serak
· Muntah atau rewel saat menyusu (pada bayi kurang dari 6 minggu)
· Diare berat (tinja encer atau berdarah), dengan atau tanpa demam dan kram perut (dapat terjadi hingga 2 bulan atau lebih setelah pengobatan selesai)
· Kulit atau mata menguning
· Kelelahan ekstrem
· Perdarahan atau memar yang tidak biasa
· Tubuh terasa lemas atau kurang energi
· Nafsu makan menurun
· Nyeri di bagian kanan atas perut
· Gejala seperti flu
· Urine berwarna gelap
· Kelemahan otot yang tidak biasa atau kesulitan mengendalikan otot
· Mata berwarna merah muda dan bengkak
Azithromycin juga dapat menyebabkan efek samping lain. Hubungi dokter jika Anda mengalami keluhan yang tidak biasa saat menggunakan obat ini.
Interaksi Obat
Interaksi obat terjadi ketika azithromycin diminum bersamaan dengan obat lain sehingga dapat memengaruhi efektivitas obat atau meningkatkan risiko efek samping. Meskipun azithromycin relatif memiliki interaksi lebih sedikit dibanding antibiotik makrolida lain, beberapa kombinasi tetap perlu diperhatikan.
· Antasida yang mengandung aluminium atau magnesium.
· Obat Pemanjang Interval QT (Antiaritmia, beberapa antidepresan, antipsikotik tertentu).
· Antikoagulan (warfarin)
· Obat yang Dimetabolisme di Hati (teofilin, karbamazepin, fenitoin, simvastatin , atorvastatin)
· Digoksin
· Siklosporin
Cara penyimpanan dan pembuangan obat
· Simpan obat dalam wadah aslinya, tertutup rapat, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
· Simpan tablet dan suspensi azithromycin pada suhu ruangan, jauh dari panas dan kelembapan berlebih (jangan disimpan di kamar mandi).
· Jangan menyimpan suspensi lepas lambat di lemari es atau membekukannya.
· Buang sisa suspensi azithromycin setelah 10 hari atau jika sudah tidak diperlukan.
· Buang suspensi lepas lambat yang tidak terpakai setelah dosis selesai atau 12 jam setelah dicampur.
Buang obat yang tidak terpakai dengan cara yang aman agar tidak dapat dikonsumsi oleh anak-anak, hewan peliharaan, atau orang lain. Jangan membuang obat ke toilet. Gunakan program pengembalian obat (medicine take-back program) jika tersedia. Tanyakan kepada apoteker tentang program ini di daerah Anda.
Simpan semua obat di tempat yang tidak terlihat dan tidak terjangkau anak-anak, karena banyak wadah obat tidak tahan dibuka anak. Selalu kunci penutup pengaman dan simpan obat di tempat yang tinggi serta aman.
Dalam keadaan darurat atau overdosis
Jika terjadi overdosis,
segera hubungi layanan pusat informasi keracunan atau layanan darurat.
Jika korban pingsan, kejang, sulit bernapas, atau tidak dapat dibangunkan,
segera hubungi layanan gawat darurat.
Informasi tambahan
· Datanglah ke semua jadwal kontrol dengan dokter dan laboratorium. Dokter mungkin akan melakukan tes laboratorium tertentu untuk memantau respons tubuh terhadap azithromycin.
· Jangan memberikan obat ini kepada orang lain. Resep ini biasanya tidak dapat diulang tanpa pemeriksaan dokter.
· Jika setelah menghabiskan obat Anda masih memiliki gejala infeksi, hubungi dokter.
· Simpan daftar tertulis semua obat yang Anda konsumsi (baik obat resep, obat bebas, vitamin, mineral, maupun suplemen). Bawa daftar tersebut setiap kali Anda berkunjung ke dokter atau jika Anda dirawat di rumah sakit. Simpan juga daftar tersebut untuk keadaan darurat.
Azithromycin adalah antibiotik makrolida spektrum luas yang bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri melalui ikatan pada ribosom 50S. Obat ini memiliki distribusi jaringan luas dan waktu paruh panjang, sehingga memungkinkan terapi singkat dengan dosis sekali sehari.Azithromycin efektif untuk infeksi saluran napas, kulit, dan infeksi menular seksual tertentu. Namun, obat ini tidak efektif untuk infeksi virus dan harus digunakan secara rasional untuk mencegah resistensi antibiotik.Monitoring terapi meliputi evaluasi klinis, fungsi hati, serta risiko efek samping kardiak pada pasien tertentu.
Disclaimer
Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Penggunaan azithromycin harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Dosis, durasi, dan indikasi terapi dapat berbeda tergantung kondisi klinis pasien.
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri dan menurunkan efektivitas terapi di masa depan.
Nama dagang yang beredar di Indonesia : Zithromax®, Azomax®, Mezatrin®, Zibramax®, Zistic®, Zithrax®, Zithrolin®, Zycin®, Azibac®.
Top
Bottom o