Feb 10, 2026
|
507
Atorvastatin
Atorvastatin digunakan bersama dengan pola makan yang sehat untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida (lemak) dalam darah
Atorvastatin digunakan bersama dengan pola makan yang
sehat untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida (lemak) dalam darah.
Obat ini membantu mencegah berbagai masalah kesehatan serius, seperti:
- Nyeri dada
- Serangan jantung
- Stroke
Masalah-masalah tersebut dapat terjadi akibat penumpukan
lemak yang menyumbat pembuluh darah.
Atorvastatin juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit
jantung dan pembuluh darah tertentu, terutama pada pasien yang memiliki faktor
risiko penyakit jantung.
Atorvastatin termasuk dalam golongan antihiperlipidemia,
khususnya statin (HMG-CoA reductase inhibitor). Obat ini digunakan untuk
menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol HDL. Atorvastatin bekerja dengan menghambat enzim HMG-CoA reductase, yaitu
enzim utama dalam proses sintesis kolesterol di hati.
Efek utama:
- Menurunkan produksi
kolesterol di hati
- Meningkatkan jumlah
reseptor LDL di hati
- Meningkatkan pembuangan
LDL dari darah
- Menstabilkan plak
aterosklerosis (efek protektif kardiovaskular)
Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.
Bentuk sediaan
Atorvastatin tersedia dalam bentuk:
Sebelum Menggunakan
Sebelum memutuskan untuk menggunakan suatu obat, manfaat
dan risikonya harus dipertimbangkan. Keputusan ini dibuat bersama antara Anda
dan dokter. Untuk obat ini, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
Alergi
Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi
atau reaksi yang tidak biasa terhadap obat ini atau obat lain apa pun. Juga
informasikan jika Anda memiliki alergi lain, seperti alergi terhadap:
- Makanan
- Pewarna
- Bahan pengawet
- Hewan
Untuk obat yang dijual bebas, baca label dan komposisi
dengan teliti.
Penggunaan pada Anak-anak
Penelitian
yang ada menunjukkan bahwa atorvastatin aman dan efektif untuk anak usia 10–17
tahun.
Namun, keamanan dan efektivitasnya belum ditetapkan pada:
- Anak di bawah usia 10
tahun
- Anak dengan kolesterol
tinggi jenis tertentu
- Anak dengan jenis
kolesterol tinggi lainnya
Penggunaan pada Lansia
Penelitian menunjukkan bahwa atorvastatin dapat digunakan
pada pasien lanjut usia.
Namun, lansia lebih berisiko mengalami:
- Gangguan ginjal
- Gangguan hati
- Masalah jantung
- Masalah otot
Karena itu, penggunaan pada lansia perlu pengawasan dan
kehati-hatian khusus.
Menyusui
Belum ada cukup penelitian untuk memastikan keamanan obat
ini pada ibu menyusui.
Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum meresepkan obat ini
saat menyusui.
Interaksi dengan Obat Lain
Beberapa obat tidak boleh digunakan bersamaan dengan
atorvastatin.
Dalam kasus tertentu, obat tetap bisa digunakan bersama dengan penyesuaian
dosis atau pengawasan ketat oleh dokter.
Tidak dianjurkan digunakan bersamaan dengan:
- Colchicine
- Lonafarnib
- Posaconazole
- Ritonavir
Dokter mungkin akan menghentikan atau mengganti obat lain
jika Anda menggunakan salah satu obat di atas.
Biasanya tidak dianjurkan, tetapi bisa digunakan dalam
kondisi tertentu dengan pengawasan dokter:
Jika digunakan bersamaan, dokter mungkin akan:
- Mengubah dosis
- Mengatur jarak waktu minum
obat
- Melakukan pemantauan ketat
Beberapa contoh obat tersebut antara lain:
- Obat penurun lemak lain
(misalnya fenofibrate, gemfibrozil, niasin)
- Antibiotik tertentu
(eritromisin, klaritromisin, levofloxacin)
- Obat antijamur
(ketokonazol, flukonazol, itrakokonazol, vorikonazol)
- Obat HIV dan antivirus
tertentu (ritonavir, lopinavir, saquinavir)
- Obat jantung dan tekanan
darah (verapamil, diltiazem, nifedipine)
- Obat kejang (fenitoin,
fenobarbital, karbamazepin)
- Obat kanker dan imun
(palbociclib, venetoclax, tocilizumab)
- Dan berbagai obat lain
yang dapat memengaruhi kerja atorvastatin
- Waspadai nyeri otot,
lemah, atau urin berwarna gelap, dan segera laporkan ke dokter
- Pemeriksaan darah rutin
mungkin diperlukan untuk memantau fungsi hati dan kadar kolesterol
Interaksi dengan Obat Lain
Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obat berikut
dapat meningkatkan risiko efek samping. Namun, dalam beberapa kondisi,
penggunaan kedua obat tersebut tetap menjadi pilihan terbaik. Jika digunakan
bersama, dokter mungkin akan:
- Menyesuaikan dosis
- Mengatur frekuensi
pemakaian
- Melakukan pemantauan
lebih ketat
Obat-obat tersebut antara lain:
- Amiodaron
- Azitromisin
- Bexarotene
- Black Cohosh (herbal)
- Boceprevir
- Bosentan
- Clopidogrel
- Efavirenz
- Ethinyl Estradiol
- Etravirine
- Fostemsavir
- Interferon Beta
- Norethindrone
- Oat Bran (dedak gandum)
- Pektin
- Pioglitazone
- Quinine
- Rifampisin
- Ticagrelor
- Warfarin
Interaksi dengan Makanan, Alkohol, dan Tembakau
Beberapa makanan dan kebiasaan tertentu dapat memengaruhi
kerja obat ini.
Yang sebaiknya dihindari:
- Jus grapefruit (Jeruk Bali)
Biasanya tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan kadar obat dalam darah
dan risiko efek samping.
Dokter dapat memberikan petunjuk khusus terkait:
- Makanan
- Konsumsi alkohol
- Kebiasaan merokok
Kapan Atorvastatin tidak efektif ?
·
Kepatuhan
pasien rendah
·
Pola
makan tidak dikontrol
·
Dosis
tidak adekuat
· Dislipidemia genetik berat
·
Interaksi
obat
·
Resistensi
biologis individu
Kondisi Medis Lain yang Perlu Diberitahukan ke Dokter
Penggunaan obat ini dapat dipengaruhi oleh kondisi
kesehatan tertentu. Beri tahu dokter jika Anda memiliki atau pernah mengalami:
Gunakan dengan hati-hati jika memiliki:
- Kebiasaan minum alkohol
berlebihan
- Diabetes
- Hipotiroid (kelenjar
tiroid kurang aktif)
- Riwayat penyakit hati
·
Kejang
yang tidak terkontrol
- Gangguan elektrolit berat
- Gangguan hormon berat
- Tekanan darah rendah
- Penyakit ginjal berat
- Gangguan metabolik berat
- Sepsis (infeksi berat)
- Penyakit hati berat
(misalnya gagal hati atau sirosis berat)
- Stroke
- Serangan iskemik
sementara (TIA)
Pada kondisi ini, atorvastatin dapat
meningkatkan risiko stroke, sehingga dokter perlu menilai dengan sangat
hati-hati.
Cara Penggunaan yang Benar
Gunakan obat ini HANYA SESUAI PETUNJUK DOKTER . Jangan
menggunakan obat lebih banyak, lebih sering, atau lebih lama dari yang
dianjurkan dokter.
Selain minum obat, dokter mungkin akan menyarankan pola
makan rendah lemak, gula, dan kolesterol. Ikuti anjuran diet dari dokter dengan
baik agar hasil pengobatan maksimal.
Cara menggunakan suspensi (cair)
- Ukur obat cair menggunakan
alat takar atau spuit khusus yang disediakan
- Minum obat 1 kali sehari,
boleh pada waktu kapan saja
- Minum dalam kondisi perut kosong (1 jam sebelum
makan atau 2 jam setelah makan)
Cara menggunakan tablet
- Minum tablet pada waktu
yang sama setiap hari
- Telan tablet utuh, jangan
dibelah, dihancurkan, atau dikunyah
- Tablet boleh diminum
dengan atau tanpa makanan
Peringatan penting
- Hindari minum alkohol
dalam jumlah banyak, karena dapat meningkatkan risiko gangguan hati
- Beri tahu dokter jika Anda
sering minum jus grapefruit (jeruk bali)
Minum jus grapefruit lebih dari 1,2 liter per hari dapat meningkatkan
risiko: - Cedera otot
- Gangguan ginjal
Dosis
Dosis obat
bisa berbeda untuk setiap orang. Ikuti dosis yang diberikan dokter atau tertera
pada label.
Jangan mengubah dosis tanpa izin dokter.
Dosis tergantung pada:
- Kekuatan obat
- Kondisi medis
- Lama penggunaan obat
Untuk tablet dan suspensi (oral)
Kolesterol tinggi
Dewasa:
- Dosis awal: 10–20 mg, 1
kali sehari
- Beberapa pasien mungkin
memulai dengan 40 mg per hari
- Dosis dapat ditingkatkan
sesuai kebutuhan
- Dosis maksimal: 80 mg per
hari
Anak usia 10 tahun ke atas dengan kolesterol tinggi
turunan (HeFH):
- Dosis awal: 10 mg, 1 kali
sehari
- Dosis maksimal: 20 mg per
hari
Anak usia 10 tahun ke atas dengan kolesterol tinggi berat
(HoFH):
- Dosis awal: 10–20 mg, 1
kali sehari
- Dosis maksimal: 80 mg per
hari
Anak di bawah 10 tahun:
- Dosis ditentukan langsung
oleh dokter
Onset Kerja Atorvastatin :
- Penurunan kolesterol
mulai terlihat dalam 3–5 hari
- Efek awal signifikan: 2
minggu
- Efek maksimal: 4–6 minggu
penggunaan rutin
Karena itu, evaluasi terapi biasanya dilakukan setelah 4
minggu.
Jika lupa minum obat
- Minum segera saat
teringat
- Jika sudah mendekati
waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa
- Jangan minum dua dosis
sekaligus
Jika sudah lebih dari 12 jam sejak dosis terakhir:
- Tunggu dan minum dosis
berikutnya pada waktu biasa
- Jangan menggandakan dosis
Cara penyimpanan
- Simpan obat dalam wadah
tertutup rapat
- Simpan pada suhu ruangan
- Jauhkan dari panas,
kelembapan, dan sinar matahari langsung
- Jangan dibekukan
- Jauhkan dari jangkauan
anak-anak
Pembuangan obat
- Jangan simpan obat yang
sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan
- Tanyakan kepada tenaga
kesehatan cara membuang obat yang benar
Perhatian
- Sangat penting untuk
memeriksakan diri secara rutin ke dokter agar dokter dapat memantau
kemajuan pengobatan. Hal ini membantu dokter memastikan obat bekerja
dengan baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, serta
menentukan apakah Anda harus melanjutkan pengobatan. Tes darah mungkin
diperlukan untuk memeriksa efek yang tidak diinginkan.
- Menggunakan obat ini saat
hamil dapat membahayakan janin. Gunakan metode kontrasepsi yang efektif
untuk mencegah kehamilan. Jika Anda merasa hamil saat sedang menggunakan
obat ini, beri tahu dokter segera.
- Segera hubungi dokter
jika Anda mengalami nyeri otot, sensasi nyeri saat ditekan, atau kelemahan
otot yang tidak dapat dijelaskan, terutama jika disertai kelelahan yang
tidak biasa atau demam. Gejala ini bisa menandakan masalah otot serius,
seperti miopati atau immune-mediated necrotizing myopathy (IMNM).
- Segera hubungi dokter
jika Anda mengalami urine berwarna gelap, demam, kram atau kejang otot,
nyeri atau kekakuan otot, atau kelelahan/kelemahan yang tidak biasa. Ini
bisa menjadi tanda masalah otot serius yang disebut rhabdomyolysis, yang
dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
- Segera hubungi dokter
jika Anda mengalami sakit kepala, nyeri perut, muntah, urine berwarna
gelap, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, rasa lelah atau
lemah, tinja berwarna pucat, nyeri perut bagian kanan atas, atau mata/
kulit menguning. Gejala ini bisa menandakan kerusakan hati.
- Pastikan setiap dokter
atau dokter gigi yang merawat Anda tahu bahwa Anda sedang menggunakan obat
ini. Anda mungkin perlu menghentikan penggunaan obat ini jika menjalani
operasi besar, cedera serius, atau mengalami masalah kesehatan serius
lainnya.
- Jangan mengonsumsi obat
lain tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Ini termasuk obat
resep, obat bebas (OTC), suplemen herbal, atau vitamin.
Efek Samping
Selain manfaat yang diinginkan, obat ini bisa menimbulkan
efek samping. Tidak semua efek samping ini akan terjadi, tetapi jika muncul,
beberapa mungkin memerlukan perhatian medis.
Segera hubungi dokter jika mengalami efek samping
berikut:
Jarang atau kurang umum:
- Sesak atau terasa berat
di dada
- Batuk
- Sulit menelan
- Pusing
- Detak jantung cepat
- Demam
- Ruam, gatal, atau bentol
pada kulit
- Kram, nyeri, kekakuan,
pembengkakan, atau kelemahan otot
- Pembengkakan di kelopak
mata, sekitar mata, wajah, bibir, atau lidah
- Kelelahan atau rasa lemah
yang tidak biasa
Kejadian tidak diketahui:
- Tinja berwarna hitam dan
lengket
- Kulit melepuh,
mengelupas, atau longgar
- Urine berdarah atau keruh
- Menggigil
- Urine berwarna gelap
- Diare
- Napas berbau buah
- Nyeri sendi
- Pembengkakan besar
seperti bentol di wajah, kelopak mata, bibir, lidah, tenggorokan, tangan,
kaki, atau alat kelamin
- Kehilangan kontrol
kandung kemih
- Luka merah di kulit,
sering dengan pusat ungu
- Mata merah atau iritasi
- Bicara cadel
- Sakit tenggorokan
- Luka, borok, atau bercak
putih di mulut atau bibir
- Tidak bisa menggerakkan
atau merasakan wajah
Efek samping yang biasanya tidak memerlukan perhatian
medis
Efek samping ini mungkin hilang saat tubuh menyesuaikan
diri dengan obat. Dokter atau tenaga kesehatan dapat memberi saran untuk
mencegah atau mengurangi efek ini. Hubungi tenaga kesehatan jika efek ini
berlanjut atau mengganggu:
Lebih umum:
- Sakit kepala
- Suara serak
- Nyeri punggung bawah atau
samping
- Nyeri atau rasa sakit di
sekitar mata dan tulang pipi
- Buang air kecil sakit
atau sulit
- Hidung tersumbat atau
meler
Kurang umum:
- Nyeri punggung
- Bersendawa atau banyak
gas
- Konstipasi (susah buang
air besar)
- Rasa tidak nyaman atau
kurang sehat secara umum
- Heartburn, gangguan
pencernaan, atau perut tidak nyaman
- Kehilangan tenaga atau
lemah
- Hilangnya nafsu makan
- Mual
- Menggigil
- Nyeri perut
- Berkeringat
- Sulit tidur
- Muntah
Kejadian tidak diketahui:
- Nafsu makan meningkat
- Mimisan
- Penglihatan kabur
- Telinga berdenging atau
bunyi aneh lainnya
- Buang air kecil sulit,
panas, atau sakit
- Kesulitan melihat di
malam hari
- Tegangan otot berlebihan
- Nyeri di selangkangan
atau skrotum
- Tidak bisa ereksi atau
mempertahankan ereksi
- Gerakan tubuh meningkat
- Sensitivitas mata
terhadap cahaya meningkat
- Sensitivitas terhadap
sentuhan atau nyeri meningkat
- Rasa haus meningkat
- Frekuensi buang air kecil
meningkat
- Kehilangan kemampuan,
dorongan, atau gairah seksual
- Menstruasi lebih awal
atau lebih lama dari biasanya
- Depresi
- Gelisah atau cemas
- Mimpi buruk
- Kulit pucat
- Paranoia
- Bintik merah kecil di
kulit
- Pembengkakan atau nyeri
kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
- Perdarahan atau memar
yang tidak biasa
- Penurunan berat badan
Efek samping lain yang tidak tercantum juga mungkin
terjadi pada beberapa pasien. Jika Anda melihat efek lain yang mengganggu,
segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Nama dagang yang beredar di Indonesia : Lipitor®, Sortis® , Torvast® , Atofar®,
Avastor®, Cholestor®, Fastor®, Litorcom®, Orvast®, Removchol®.
Ringkasan
Atorvastatin adalah obat golongan statin yang digunakan
untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit kardiovaskular. Obat
ini bekerja dengan menghambat enzim pembentuk kolesterol di hati, sehingga
menurunkan LDL dan trigliserida serta meningkatkan HDL.
Efek terapi mulai terlihat dalam beberapa minggu, dengan
pemantauan rutin terhadap profil lipid, fungsi hati, dan efek samping otot.
Kepatuhan pasien, gaya hidup sehat, serta pemilihan dosis yang tepat sangat
menentukan keberhasilan terapi.
Disclaimer
Artikel ini bertujuan sebagai informasi kesehatan dan
edukasi, bukan sebagai pengganti konsultasi medis profesional. Penggunaan
atorvastatin harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Dosis, indikasi,
dan keamanan obat dapat berbeda pada setiap individu, terutama pada pasien
dengan penyakit hati, ibu hamil, atau pengguna obat lain. Selalu konsultasikan
dengan tenaga kesehatan sebelum memulai atau menghentikan pengobatan.
Source : keapotek/Martha