Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 27, 2026 | 816

Skincare yang aman untuk ibu hamil

Perawatan kulit yang aman selama kehamilan tidak harus rumit. Berikut ini hal-hal yang perlu anda ketahui


Meskipun sebagian besar produk perawatan kulit (skincare) aman, beberapa ahli mengatakan untuk hindari atau batasi penggunaannya selama kehamilan.

Anda mungkin banyak memikirkan apa yang anda makan selama hamil (keinginan adalah hal yang nyata), tetapi apa yang anda kenakan pada tubuh mungkin sama pentingnya dengan yang anda masukkan ke dalam tubuh.

Meskipun sebagian besar produk perawatan kulit yang umum digunakan sepenuhnya aman, ada segelintir ahli bidang bahan baku mengatakan sebaiknya hindari penggunaan produk tersebut selama kehamilan.


Bahan pada produk perawatan kulit yang harus dihindari selama kehamilan


Retinol


Retinoid(yang dikenal sebagai tretinoins) adalah jenis vitamin A yang mempercepat pembelahan sel (mempercepat pembaharuan kulit) dan mencegah kerusakan kolagen kulit. Zat yang kuat ini ditemukan dalam beberapa pelembab anti penuaan dini dan perawatan jerawat, gangguan pigmen, dan psoriasis plak.

Namun, retinoid adalah salah satu bahan baku skincare yang disarankan oleh para ahli untuk dihindari ibu hamil. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin A dosis tinggi selama kehamilan dapat membahayakan bayi dalam kandungan. Dan retinoid oral, seperti isotretinoin (pengobatan jerawat dengan resep yang sebelumnya dijual dengan merek Accutane), diketahui menyebabkan cacat lahir.

“Dengan pengecualian korelasi yang diketahui antara turunan vitamin A seperti retinoid, sebagian besar perawatan kulit topikal memiliki risiko yang rendah,” ucap Layan Alrahmani, M.D., seorang dokter spesialis kandungan yang telah diakui secara resmi sebagai ahli di bidangnya, dan anggota BabyCenter Medical Advisory Board. “Jika anda ragu terhadap obat-obatan atau bahan-bahan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan anda.”

Jika anda menggunakan krim kulit yang mengandung retinoid, jangan panik. Retinoid yang dioleskan pada kulit anda belum terbukti menimbulkan masalah pada ibu hamil. Dokter hanya perlu lebih hati-hati dalam menyarankan anda untuk menghindarinya.


Keapotek: hamil


Hindari produk dengan bahan ini:


  • Avage, Fabior, Tazorac (tazarotene)
  • Avita (tretinoin)
  • Differin (adapelene)
  • Panretin (alitretinoin)
  • Retin-A, Renova (tretinoin)
  • Retinoic acid
  • Retinol
  • Retinyl linoleate
  • Retinyl palmitate
  • Targretin gel (bexarotene)

Kesimpulan: Jangan konsumsi retinoid oral, seperti isotretinoin selama kehamilan. Menjaga untuk tetap aman, sebaiknya hindari juga pemakaian retinoid topikal (bahan-bahan yang terdaftar di atas).


Asam


Asam hidroksi seperti beta hydroxy acid (BHA) dan alpha hydroxy acid (AHA) ditemukan dalam produk untuk mengobati penyakit kulit tertentu, termasuk jerawat, peradangan kulit, dan kemerahan. Asam hidroksi juga ditemukan dalam sejumlah pembersih, toner dan eksfoliator yang disebut-sebut dapat mengurangi tanda-tanda penuaan.

Asam salisilat adalah BHA yang paling umum yang akan anda temukan dalam daftar sebagai bahan dan hanya BHA yang sudah dipelajari dalam kehamilan. Dosis tinggi dari asam dalam bentuk oral, yang merupakan komposisi dari aspirin telah terbukti dalam penelitian dapat menyebabkan cacat lahir dan berbagai komplikasi kehamilan. BHA lainnya belum dipelajari dalam kehamilan.

Jumlah BHA yang sangat kecil akan diabsorpsi ke dalam kulit saat diaplikasikan secara topikal (dioleskan). Namun, karena asam salisilat oral tidak aman dikonsumsi selama kehamilan, dokter juga menyarankan untuk menghindari penggunaan produk kulit yang mengandung BHA dengan sering dan berlebihan.

Jumlah kecil yang diaplikasikan pada kulit, seperti toner dengan asam salisilat  dianggap aman jika digunakan satu atau dua kali sehari.

Anda dapat menggunakan pembersih wajah yang mengandung tidak lebih dari 2% asam salisilat (lihat persentasenya pada label produk). Jumlah yang kecil ini dianggap aman. Jika anda ingin lebih yakin, tanyakan pada penyedia layanan kesehatan anda berapa jumlah pastinya yang aman untuk anda gunakan.

Kekhawatiran lebih kuat mengenai peeling tubuh dan wajah yang mengandung asam salisilat. Selalu periksakan dengan dokter anda sebelum menjalani perawatan peeling. Lebih baik jika anda harus melakukan peeling, lakukan secara profesional di tempat praktik dokter kulit. Dokter kulit akan tahu bagaimana melakukannya dengan aman selama kehamilan.

Jika anda menggunakan produk BHA, gunakan itu dengan tabir surya, karena BHA dapat menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari.

Dua alpha hydroxy acid (AHA) yang paling umum dalam produk kosmetik adalah asam glikolat dan asam laktat. AHA belum dipelajari dalam kehamilan, tetapi karena hanya sejumlah kecil yang terabsorpsi ke dalam kulit, AHA dianggap berisiko rendah saat digunakan dalam perawatan kulit. Namun, untuk tetap aman, sebaiknya gunakan hanya dalam jumlah kecil.


Produk yang mengandung bahan-bahan ini aman digunakan dalam jumlah kecil:


·         Asam hidroksi alfa (AHA)

·         Asam azelaic

·         Benzoil peroksida

·         Asam hidroksi beta (BHA)

·         Asam hidroksibutanoat beta

·         Betain salisilat

·         Asam sitrat

·         Asam dikarbonat

·         Asam glikolat

·         Asam hidroasetat

·         Asam hidroksiasetat

·         Asam hidroksikaproat

·         Asam laktat

·         Asam salisilat

·         Asam tretokanat

·         Asam tropik

·         Asam 2-hidroksietanoat


Kesimpulan: Jangan konsumsi BHA secara oral, dan sebaiknya batasi penggunaan BHA secara topikal


Ftalat


Hampir mustahil untuk sepenuhnya menghindari ftalat. Jenis bahan kimia yang digunakan dalam segala hal mulai dari wadah makanan plastik hingga selang di kebun, ftalat benar-benar ada di semua tempat termasuk perawatan kulit.

Ftalat umumnya digunakan dalam produk dengan pewangi, itulah alasannya para ahli menyarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit dan makeup yang dilabeli dengan jelas “bebas parfum.” Hal ini berbeda dari “tanpa pewangi”, yang dapat berarti bahwa bahan kimia digunakan untuk menutupi suatu aroma. (Rumit, bukan?)

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir dari ibu yang terpapar jenis ftalat tertentu selama kehamilan cenderung mengalami kekurangan keterampilan motorik dan keterlambatan bicara (speech delay).

Beberapa ftalat telah dikaitkan dengan gangguan endokrin, serta toksisitas perkembangan dan reproduksi. Salah satu jenis khususnya DBP, telah dikaitkan dengan poliferasi sel kanker payudara. DBP dan DEHP, yang telah terbukti menyebabkan tumor hati pada hewan, keduanya dilarang dalam kosmetik di Uni Eropa, tetapi tidak di Amerika Serikat. DBP terkadang digunakan dalam pemoles kuku (kutek), sehingga periksalah labelnya.

Produk yang mengandung bahan ini harus dihindari:

·         Dibutil ftalat (DBP)

·         Dietil ftalat (DEP)

·         Di-2-etilheksil ftalat (DEHP)

·         Butil benzil ftalat (BBP)


Kesimpulan: Pastikan produk yang anda gunakan diberi label “bebas parfum” untuk mencegah ftalat yang berbahaya selama kehamilan.


Bahan pada perawatan kulit yang aman digunakan selama kehamilan


Makeup


Anda mungkin tidak berpikir dua kali pada jenis makeup yang anda gunakan, tetapi bahkan kosmetik merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan saat hamil.

Kebanyakan produk riasan wajah (makeup) diberi label “noncomedogenic” atau “nonacnegenic” artinya produk tersebut bebas minyak dan tidak menyumbat pori-pori. Produk tersebut aman dan tidak akan memengaruhi kesehatan bayi anda.

Jika anda ingin untuk sangat berhati-hati selama kehamilan, cobalah beberapa merek makeup yang hanya mengandung mineral.


Tabir surya (sunscreen)


Hanya karena anda sedang hamil bukan berarti anda tidak bisa pergi ke pantai. Namun, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya. Bahkan tabir surya dengan bahan-bahan yang diserap kulit dianggap aman digunakan selama kehamilan. Namun, sebagai tindakan pencegahan ekstra, anda dapat memilih produk yang mengandung titanium dioksida dan zinc oxide, tabir surya fisik yang tidak menembus kulit.

(Selain tabir surya, hindari paparan sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga 4 sore; gunakan topi pantai, kaca mata hitam, dan pakaian pelindung, dan aplikasikan ulang tabir surya setiap dua jam saat anda di luar ruangan. Dan betul, bahkan jika anda memiliki kulit yang gelap anda harus menggunakan tabir surya dan ikuti panduan ini).

Sebaiknya jangan gunakan tabir surya yang mengandung pencerah kulit seperti hidrokuinon. Data keamanannya pada kehamilan terbatas, dan sebagian besar para ahli setuju bahwa sebaiknya untuk menghindari produk ini.


Bahan-bahan topikal ini dianggap berisiko rendah digunakan selama kehamilan:


·         Avobenzone (Parsol 1789)

·         Benzofenon

·         Dioksibenzon

·         Oktokrilen

·         Oktil metoksisinamat (OMC)

·         Asam para-aminobenzoat (PABA)

·         Titanium dioksida

·         Seng oksida (Zinc oxide)


Kesimpulan: Tabir surya aman untuk digunakan saat anda sedang hamil.


Steroid


Krim Steroid seperti krim hidrokortison yang dijual bebas sering digunakan pada iritasi kulit ringan, peradangan, gatal dan ruam yang disebabkan oleh dermatitis kontak, eksim ringan, ruam, psoriasis, sabun, deterjen, kosmetik, perhiasan, dan gigitan serangga.

Steroid topikal ini dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan. Produk steroid yang lebih kuat terkadang diresepkan oleh dokter kulit atau dokter umum, dan sebagian besar darinya juga aman.

Namun, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan anda tentang keamanan setiap produk yang diresepkan, termasuk resep topikal, sebelum menggunakannya selama kehamilan.


Bahan-bahan ini dianggap aman:


·         Alclometasone (Aclovate)

·         Desonide (Desonate, DesOwen)

·         Fluocinolone (Capex, Derma-smoothe)

·         Hydrocortisone (Aquanil HC)

·         Triamcinolone (Aristocort A, Kenalog)

Kesimpulan: Sebagian besar steroid topikal aman, tetapi selalu periksakan dengan penyedia layanan kesehatan anda untuk berjaga-jaga.


Penghilang dan peminimalisir bulu


Losion yang menghilangkan bulu secara kimiawi (depilatori) atau yang meminimalisir pertumbuhan bulu di antara waktu mencukur terdengar seperti mimpi yang menjadi kenyataan saat anda hampir tidak dapat menjangkau, apalagi melihat kaki anda. Kabar baiknya adalah produk ini dianggap aman, selama anda menggunakannya sesuai petunjuk.

Jika anda sebelumnya mengalami reaksi alergi kulit terhadap krim penghilang dan peminimalisir bulu, anda harus menghindari produk ini selama kehamilan.

Selain itu, beberapa kulit wanita menjadi lebih sensitif selama kehamilan, sehingga anda mungkin mengalami reaksi terhadap bahan-bahan tersebut bahkan jika anda belum pernah mengalaminya. Sebelum mengoleskan pada seluruh kaki anda, lakukan patch test dengan mengoleskan sejumlah kecil produk pada kulit di belakang lutut dan tunggu hingga 24 jam untuk melihat apakah ada reaksi alergi.


Bahan-bahan berikut ini dianggap aman:


·         Kalsium tioglikolat (depilatori)

·         Protein kedelai terhidrolisis (peminimalisir)

·         Kalium tioglikolat (depilatori)

·         Ekstrak akar Sanguisorba officinalis (peminimalisir)

·         Natrium hidroksida (peminimalisir)

Kesimpulan: Sebagian besar penghilang dan peminimalisir bulu aman untuk digunakan selama kehamilan.


Akhir kata


Jika anda memiliki kekhawatiran apapun mengenai produk kulit, sebaiknya diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan anda. Jika anda sudah menggunakan produk yang mengandung bahan-bahan yang berpotensi membahayakan, jangan panik. Hentikan saja penggunaan produk tersebut sekarang dan pilihlah produk dengan komposisi yang lebih aman.

“Ahli kecantikan saya menghentikan saya untuk menggunakan produk yang mengandung zat aktif, sehingga saya hanya menggunakan pembersih yang lembut, toner yang lembut, pelembap, dan tabir surya,” ucap Chelseatx, anggota BabyCenter Community. “Lakukan perawatan kulit wajah, tetapi bukan peeling. Namun, selalu tanyakan kepada dokter anda sebelum melakukannya.”

Selain memeriksa label di lemari obat anda, ada organisasi nirlaba yang akan memberi anda semua informasi yang anda butuhkan sebelum membeli sesuatu yang baru. Campaign for Safe Cosmetics memiliki uraian lebih dalam tentang setiap produk dan bahan kimia yang menjadi perhatian wanita hamil.


https://keapotek.com

https://keapotek.com/Articles

INSTAGRAM

Source

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong