Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 21, 2026 | 2502

Peran Vitamin C untuk Imun

Vitamin C berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem imun tubuh, terutama saat cuaca tidak menentu.


Asam askorbat adalah nama kimia untuk vitamin C , antioksidan larut air yang penting untuk fungsi kekebalan tubuh, kesehatan kulit, penyembuhan luka, dan penyerapan zat besi, karena tubuh tidak dapat memproduksi atau menyimpannya, sehingga membutuhkan asupan harian melalui makanan (buah-buahan, sayuran) atau suplemen untuk mencegah penyakit kekurangan seperti scurvy. Vitamin C melindungi sel dari kerusakan, mendukung pembentukan kolagen untuk jaringan ikat (kulit, tulang, pembuluh darah), dan bertindak sebagai antioksidan kuat melawan radikal bebas, sehingga bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan dan berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis tertentu. 
Fungsi & Manfaat Utama

  • Antioksidan: Menetralkan radikal bebas berbahaya, melindungi sel dari kerusakan.
  • Dukungan Imunitas: Meningkatkan fungsi sistem imun.
  • Perbaikan Jaringan: Penting untuk penyembuhan luka dan pembentukan kolagen untuk kulit, tulang, tulang rawan, dan pembuluh darah.
  • Penyerapan Zat Besi: Meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan nabati. 

Sumber & Kekurangan

  • Sumber: Buah jeruk, beri, sayuran, dan suplemen.
  • Kekurangan: Kekurangan vitamin C menyebabkan penyakit kudis, yang mengakibatkan kelelahan, masalah gusi, dan penyembuhan luka yang buruk. Perokok dan mereka yang memiliki kondisi kronis tertentu memiliki risiko lebih tinggi. 


Di saat menghadapi cuaca yang tidak dapat diprediksi, vitamin C yang cukup berperan penting dalam memelihara sistem imun tubuh. Asupan vitamin C yang cukup dapat membantu tubuh menghasilkan antibodi, menguatkan sistem imun, dan memelihara kesehatan kulit dan jaringan tubuh.

Prof. Hardinsyah, Profesor di Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB University, menjelaskan bahwa defisiensi vitamin C menyebabkan penurunan imunitas tubuh.

“Efeknya dapat meliputi sistem imun tubuh melemah, kulit kering dan kasar, penyembuhan luka lebih lama, dan perdarahan gusi,” ucapnya pada IPB Podcast yang disiarkan pada kanal YouTube IPB TV.

Ia menjelaskan bahwa vitamin C merupakan vitamin larut air yang memiliki peran yang khas dibandingkan dengan vitamin lainnya, terutama yang berkaitan dengan sistem imun.

“Vitamin C berperan dalam menstimulasi pembentukan antibodi, salah satu sel pembunuh alami (natural killer). Pembentukan sel tersebut meningkat saat kita mengonsumsi vitamin C yang cukup,” ucap Prof. Hardinsyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University.

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan produksi sel darah putih dan mendukung pembentukan interferon dan fungsi imunoglobulin. Menurutnya, kebutuhan vitamin C harian untuk orang dewasa berkisar antara 60-70 mg dan masih aman dikonsumsi hingga dua kali lipat jumlah tersebut karena sifatnya yang larut dalam air.


Sumber Terbaik


Prof. Hardinsyah menekankan bahwa sumber vitamin C terbaik yaitu dari buah-buahan dan sayuran segar. “Dari buah-buahan, kita tidak hanya mendapatkan vitamin C, tapi juga serat, vitamin lainnya, dan nutrien lain yang mendukung. Sehingga manfaatnya lebih lengkap,” ucapnya. Beberapa buah-buahan dengan kandungan vitamin C tinggi termasuk jambu, jeruk, tomat, pepaya, dan beberapa buah-buahan tropis lainnya.

Ia juga mengingatkan bahwa vitamin C mudah rusak oleh pemanasan. Oleh karena itu, sayuran tidak boleh dimasak pada suhu tinggi. “Jika sayuran dimasak pada suhu tinggi, sebagian besar vitamin C akan hilang. Konsumsi sayuran sebagai salad atau dibuat tumis memungkinkan vitamin C tetap utuh,” ia menjelaskan.

Mengenai suplemen vitamin C, Prof. Hardinsyah menyebutkan bahwa mengonsumsinya dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu. “Dalam situasi darurat, seperti bepergian jarak jauh, kesulitan memperoleh buah-buahan dan sayuran, atau selama masa penyembuhan dari penyakit, suplemen vitamin C dapat digunakan. Namun, dalam kondisi normal, sumber alami tetap lebih direkomendasikan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa gejala defisiensi vitamin C tidak selalu spesifik, namun dapat terlihat dari kulit kering, kulit kasar, dan bibir berkerut. “Gejala-gejala tersebut merupakan tanda awal yang sering muncul, meskipun gejala tersebut juga dapat dikaitkan dengan defisiensi nutrien lain,” ucapnya.

Untuk menjaga kesehatan sistem imun, Prof. Hardinsyah menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah seimbang setiap hari. “Dengan mengonsumsi dua porsi sayuran dan tiga porsi buah per hari, kebutuhan vitamin C umumnya telah tercukupi,” ia menjelaskan.


Tonton melalui youtube


https://keapotek.com

https://keapotek.com/Articles

instagram

sources

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong