Mohon tunggu...
Nifedipine 10 mg merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi hipertensi, melebarkan arteri koroner dan sistematik utama yang mengakibatkan tekanan darah turun. Nifedipine menghambat saluran kalsium berpagar tegangan tipe-L yang mengurangi tekanan darah dan meningkatkan pasokan oksigen ke jantung.
Mengobati hipertensi, angina pektoris kronik stabil, angina pektoris pasca infark (kecuali 8 hari pertama pasca infark miokard akut).
Dosis: 1 kali sehari 1 tablet. Aturan pakai: Dapat dikonsumsi saat atau sesudah makan.
Tidak digunakan pada penderita Hipersensitivitas terhadap Nifedipine, syok kardiogenik, penyempitan katup aorta berat, angina yang tidak stabil. Tidak diberikan selama berlangsungnya serangan jantung akut atau hingga 4 minggu setelahnya. Tidak digunakan pada serangan angina akut. Tidak diberikan bersamaan dengan Rifampicin. Hati-hati penggunaan pada pasien dengan cadangan fungsi jantung yang buruk, hipotensi berat, gagal jantung, gangguan fungsi ventrikular kiri, kardiomiopati hipertrofi dengan obstruksi saluran keluar dan diabetes melitus. Hati-hati penggunaan pada pasien dengan faktor risiko obstruksi saluran cerna, gangguan hati, lansia, ibu hamil dan menyusui.
Signifikan: Edema perifer; memburuknya gagal jantung, hipotensi simptomatik dengan atau tanpa pingsan; eksaserbasi angina dan/atau infark miokard akut (selama pengobatan awal atau peningkatan dosis dari bentuk konvensional); pembentukan bezoar; peningkatan alkaline phosphatase, ALT, AST, LDH dan kreatinin fosfokinase. Gangguan jantung: Jantung berdebar. Gangguan saluran cerna: konstipasi, nyeri perut, dispepsia, diare, perut kembung, mulut kering, mual, dan heartburn. Gangguan umum: Malaise dan kelelahan. Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Kram otot. Ganguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing, tremor. Gangguan psikiatrik: Gugup dan perubahan suasana hati. Gangguan sistem pernapasan, toraks dan mediastinum: HIdung tersumbat, batuk, mengi, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Dermatitis, ruam, pruritus, urtikaria, diaforesis. Gangguan vaskular: Vasodilatasi dan kemerahan kulit akibat vasodilatasi.
Meningkatkan efek hipotensi jika digunakan bersamaan dengan obat
antihipertensi lain. Penggunaan bersama dengan β-blocker (seperti
propanolol dan timolol) dapat meningkatkan risiko gagal jantung,
hipertensi berat dan eksaserbasi angina. Peningkatan paparan dengan
penghambat CYP3A4 (eritromisin, ritonavir, ketokonazol, fluoxetine,
nefazodon, simetidin, diltiazem, quinupristin/dalfopristin). Penurunan
paparan dengan penginduksi CYP3A4 (seperti fenitoin, karbamazepin,
fenobarbital). Dapat meningkatkan kadar digoksin, takrolimus, fenitoin
dan teofilin dalam darah. Dapat menurunkan kadar kuinidin dalam darah.
Peningkatan risiko efek hipotensi berlebih dengan IV magnesium sulfat.
Berpotensi fatal: Penurunan bioavailabilitas dan efikasi dengan
Rifampicin.
Penggunaan obat harus dengan resep atau anjuran dari dokter. Sampaikan
pada dokter jika memiliki riwayat alergi saat mengonsumsi obat ini.
Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi, segera dapatkan
pertolongan medis jika alergi terus berlanjut. Konsultasikan dengan
dokter jika terdapat penggunaan bersamaan dengan obat lain.
Penggunaan pada Kehamilan (Kategori C): Memperlihatkan adanya efek samping pada janin. Obat ini hanya boleh digunakan berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter. Penggunaan pada Ibu Menyusui: Hati-hati
bila digunakan pada ibu menyusui karena obat ini berbahan aktif
nifedipine dapat diekskresikan melalui Air Susu Ibu (ASI). Konsultasikan
dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Sinkop (Pingsan): Gejala, Penyebab, Pertolongan Pertama, dan Cara Mencegahnya | Keapotek
Palpitasi Jantung: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter | Keapotek
Darah: Fungsi, Komponen, Proses Pembentukan, Gangguan, dan Cara Menjaga Kesehatannya | Keapotek
Dada Sesak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter | Keapotek
kadar trigliserida normal, cara menurunkan trigliserida, lemak darah tinggi, tes trigliserida
Hemoglobin adalah protein dalam darah yang mengandung zat besi dan terdapat di dalam sel darah merah.
Aritmia (juga disebut disritmia) adalah detak jantung yang tidak normal. Aritmia dapat dimulai di berbagai bagian jantung Anda dan bisa terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.
Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ada dalam darah dan di semua jaringan hewan. Secara kimia, kolesterol termasuk keluarga steroid, dengan rumus molekul C₂₇H₄₆O. Dalam bentuk murni, kolesterol berupa kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa.
Serangan jantung - atau infark miokard - adalah kondisi medis serius yang selalu membutuhkan perawatan medis darurat. Itu terjadi ketika otot jantung kekurangan darah kaya nutrisi cukup lama untuk merusak dinding jantung yang memompa.