Mohon tunggu...
Clonidine HCl bekerja untuk mengobati tekanan darah tinggi dengan menurunkan kecepatan detak jantung dan membuat rileks pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir ke seluruh tubuh dengan mudah.
Mengobati tekanan darah tinggi.
Dosis awal: 0,5 tablet, 2 kali sehari. Bila perlu ditingkatkan 0,5 - 1 tablet sehari sampai respon yang diinginkan. Dosis penunjang: 0,15 - 0,75 mg sehari. Aturan pakai: Digunakan sesudah makan.
Tidak untuk pasien dengan sindrom sick-sinus dan penderita penyumbatan katup antrioventrikuler derajat 2 atau 3. Hati-hati penggunaan Clonidine HCl pada pasien dengan penyakit kardiovaskuler, ketidakstabilan hemodinamik, penyakit serebrovaskuler, gangguan pembuluh darah perifer oklusif, faktor risiko terhadap brakikardia, riwayat depresi, anak-anak, kehamilan dan laktasi.
Dapat menyebabkan kantuk dan pusing.
Penggunaan bersamaan dengan Analgesik narkotik dan obat antihipertensi lainnya menyebabkan peningkatan efek hipotensi. Barbiturat dan obat penenang lainnya meningkatkan efek depresan pada SSP. Antidepresan Trisiklik dapat menurunkan efek antihipertensi dan meningkatkan hipotensi. Mitrazapine dapat menurunkan efek antihipertensi.
Sebelum menggunakan obat ini, sampaikan pada dokter atau apoteker jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan Clonidine HCl. Penggunaan Obat ini harus dengan petunjuk dokter. Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi.
Penggunaan pada Ibu Hamil: Clonidine HCl ditetapkan oleh FDA dalam kategori kehamilan C yang berarti pada ibu hamil obat ini digunakan jika manfaatnya lebih besar dari pada risikonya. Penggunaan pada Ibu Menyusui: Clonidine HCl dieksresikan di dalam ASI. Penggunaan obat ini pada ibu menyusui harus dengan petunjuk dokter.
PT Kimia Farma Tbk telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan (healthcare) terintegrasi di Indonesia. Hal ini didukung melalui kegiatan manufaktur farmasi, riset dan pengembangan, distribusi dan perdagangan, pemasaran, ritel farmasi, laboratorium klinik dan klinik kesehatan.Membangun kesehatan dan ketahanan nasional sebagai bentuk program “BUMN Untuk Indonesia”.
Sinkop (Pingsan): Gejala, Penyebab, Pertolongan Pertama, dan Cara Mencegahnya | Keapotek
Palpitasi Jantung: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter | Keapotek
Darah: Fungsi, Komponen, Proses Pembentukan, Gangguan, dan Cara Menjaga Kesehatannya | Keapotek
Dada Sesak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Kapan Harus ke Dokter | Keapotek
kadar trigliserida normal, cara menurunkan trigliserida, lemak darah tinggi, tes trigliserida
Hemoglobin adalah protein dalam darah yang mengandung zat besi dan terdapat di dalam sel darah merah.
Aritmia (juga disebut disritmia) adalah detak jantung yang tidak normal. Aritmia dapat dimulai di berbagai bagian jantung Anda dan bisa terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.
Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ada dalam darah dan di semua jaringan hewan. Secara kimia, kolesterol termasuk keluarga steroid, dengan rumus molekul C₂₇H₄₆O. Dalam bentuk murni, kolesterol berupa kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa.
Serangan jantung - atau infark miokard - adalah kondisi medis serius yang selalu membutuhkan perawatan medis darurat. Itu terjadi ketika otot jantung kekurangan darah kaya nutrisi cukup lama untuk merusak dinding jantung yang memompa.