Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Feb 18, 2026 | 525

Acyclovir

Acyclovir is an antiviral medication used to treat infections caused by herpes viruses, including herpes simplex (genital herpes, cold sores), varicella-zoster (chickenpox, shingles), and herpes encephalitis

Acyclovir termasuk dalam golongan antivirus analog nukleosida (guanine analog). Obat ini digunakan untuk menghambat replikasi virus herpes, termasuk herpes simplex virus (HSV) tipe 1 dan 2, serta varicella-zoster virus (VZV). Acyclovir bekerja dengan menghambat replikasi DNA virus. Setelah masuk ke dalam sel yang terinfeksi, obat ini diaktifkan oleh enzim thymidine kinase virus menjadi bentuk aktif (acyclovir triphosphate). Senyawa aktif ini kemudian menghambat DNA polymerase virus dan menyebabkan terminasi rantai DNA, sehingga replikasi virus berhenti. Karena aktivasi terutama terjadi pada sel yang terinfeksi, efek toksik terhadap sel normal relatif rendah. Acyclovir digunakan untuk mengobati: Herpes zoster (cacar ular), Herpes genital, Cacar air.

Meskipun asiklovir tidak dapat menyembuhkan herpes zoster atau herpes genital sepenuhnya, obat ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman ,mempercepat penyembuhan luka

Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk: Tablet, Suspensi (cairan), Kapsul, Larutan (untuk infus)


Sebelum Menggunakan

Sebelum menggunakan obat, manfaat dan risikonya perlu dipertimbangkan bersama dokter.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi atau reaksi tidak biasa terhadap asiklovir atau obat lainnya.

Beri tahu juga jika Anda memiliki alergi lain, seperti alergi terhadap:

  • Makanan
  • Pewarna
  • Bahan pengawet
  • Hewan

Untuk obat bebas, selalu baca label atau komposisi pada kemasan dengan teliti.

Anak-anak (Pediatrik)

Belum ada penelitian yang cukup mengenai penggunaan asiklovir pada anak usia di bawah 2 tahun.
Keamanan dan efektivitasnya pada kelompok usia ini belum dapat dipastikan.

Lansia (Geriatrik)

Penelitian yang ada tidak menunjukkan masalah khusus pada lansia yang membatasi penggunaan asiklovir.

Namun, pasien lansia lebih berisiko mengalami efek samping seperti:

  • Koma
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Halusinasi
  • Mual
  • Mengantuk
  • Muntah

Lansia juga lebih mungkin memiliki gangguan ginjal terkait usia, sehingga penggunaan obat ini perlu dilakukan dengan hati-hati.

Menyusui

Penelitian pada wanita menunjukkan bahwa obat ini memiliki risiko yang sangat kecil terhadap bayi saat digunakan selama menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa obat tidak boleh digunakan bersamaan sama sekali. Dalam kasus lain, dua obat mungkin tetap digunakan bersama dengan pengawasan dokter.

Sangat penting untuk memberi tahu tenaga kesehatan jika Anda sedang mengonsumsi obat lain.

Tidak dianjurkan digunakan bersama:

Dokter mungkin akan menghindari penggunaan bersama obat berikut:

  • Fezolinetant


Biasanya tidak dianjurkan, tetapi mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu:

Jika digunakan bersama, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau frekuensi penggunaan:

  • Bupropion
  • Clomipramine
  • Dichlorphenamide
  • Emtricitabine
  • Fexinidazole
  • Foscarnet
  • Hydroxychloroquine
  • Leflunomide
  • Mycophenolate mofetil
  • Nitisinone
  • Pimozide
  • Tenofovir alafenamide
  • Teriflunomide
  • Tizanidine
  • Tramadol
  • Vadadustat
  • Warfarin

 

Dapat meningkatkan risiko efek samping:

Namun dalam beberapa kasus kombinasi ini mungkin tetap diperlukan:

  • Fosphenytoin
  • Phenytoin
  • Valproic acid

Jika digunakan bersama, dokter mungkin akan mengubah dosis atau jadwal pemakaian.

 

Interaksi Lain

Beberapa obat tidak boleh digunakan bersamaan dengan makanan atau jenis makanan tertentu karena dapat menimbulkan interaksi.

Mengonsumsi alkohol atau menggunakan tembakau (rokok) bersama obat tertentu juga dapat menyebabkan interaksi.

Diskusikan dengan tenaga kesehatan mengenai penggunaan obat ini bersamaan dengan makanan, alkohol, atau rokok.

 

Masalah Medis Lainnya

Adanya kondisi kesehatan lain dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Dehidrasi (kekurangan cairan)
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Gangguan sistem saraf
  • Riwayat reaksi kulit berat terhadap asiklovir atau valasiklovir

Gunakan dengan hati-hati karena obat ini dapat memperburuk kondisi tersebut.

  • Penyakit ginjal (misalnya pasien yang menjalani cuci darah/dialisis)
    Anda mungkin memerlukan penyesuaian dosis. Diskusikan dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai hal ini.

 

Kapan Acyclovir Tidak Efektif ?

Acyclovir dapat kurang efektif pada kondisi berikut:

  • Terapi dimulai terlambat (lesi sudah lanjut)
  • Virus resisten (terutama pada pasien imunokompromais)
  • Kepatuhan minum obat buruk
  • Dosis tidak adekuat
  • Infeksi non-herpes virus


Cara Penggunaan yang Benar

Minumlah obat ini persis sesuai petunjuk dokter.
Jangan mengonsumsi lebih banyak, lebih sering, atau lebih lama dari yang dianjurkan dokter.

Tetap gunakan obat ini sampai masa pengobatan selesai, walaupun Anda sudah merasa lebih baik. Jangan menghentikan pemakaian tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Jika persediaan obat mulai habis, segera hubungi dokter atau apoteker agar tidak sampai kehabisan obat.

Jika Anda menggunakan asiklovir untuk mengobati cacar air, herpes zoster (cacar ular), atau herpes genital, sebaiknya mulai minum obat sesegera mungkin setelah muncul tanda pertama seperti ruam atau lepuhan (biasanya dalam 1 hari pertama).

Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan.

Jika menggunakan bentuk cair (suspensi):

  • Kocok botol terlebih dahulu sebelum digunakan.
  • Gunakan sendok takar khusus atau alat ukur obat untuk memastikan dosis tepat.
  • Jangan gunakan sendok makan biasa karena takarannya bisa tidak akurat.

Minumlah lebih banyak air selama menggunakan obat ini agar Anda lebih sering buang air kecil. Ini membantu menjaga fungsi ginjal dan mencegah gangguan ginjal.

 

Dosis

Dosis berbeda pada setiap pasien. Ikuti petunjuk dokter atau aturan pada label.

Dosis tergantung pada:

  • Kekuatan obat
  • Frekuensi pemakaian per hari
  • Jarak waktu antar dosis
  • Lama pengobatan
  • Jenis penyakit yang diobati

Jangan mengubah dosis tanpa persetujuan dokter.

 

Untuk sediaan oral (kapsul, tablet, atau suspensi)


1. Pengobatan herpes genital

Dewasa dan anak ≥12 tahun:
200 mg setiap 4 jam, 5 kali sehari selama 10 hari.

Anak <2 tahun:
Dosis ditentukan oleh dokter.

 

2. Pencegahan kekambuhan herpes genital

Dewasa dan anak ≥12 tahun:
200–400 mg, 2 sampai 5 kali sehari selama 12 bulan (tergantung seberapa sering kambuh).

Anak <2 tahun:
Dosis ditentukan oleh dokter.

 

3. Pengobatan cacar air

Dewasa dan anak dengan berat ≥40 kg:
800 mg, 4 kali sehari selama 5 hari.

Anak ≥2 tahun dengan berat <40 kg:
Dosis berdasarkan berat badan (ditentukan dokter).
Biasanya 20 mg per kg berat badan, 4 kali sehari selama 5 hari.

Anak <2 tahun:
Dosis ditentukan oleh dokter.

 

4. Pengobatan herpes zoster (cacar ular)

Dewasa dan anak ≥12 tahun:
800 mg setiap 4 jam, 5 kali sehari selama 7–10 hari.

Anak <2 tahun:
Dosis ditentukan oleh dokter.

 

Untuk sediaan suntik (injeksi melalui infus)

1. Pengobatan herpes pada otak, genital, atau selaput lendir, serta herpes zoster

Dewasa dan anak ≥12 tahun:
Dosis berdasarkan berat badan.
Biasanya 5–10 mg per kg berat badan, diberikan melalui infus perlahan selama minimal 1 jam, setiap 8 jam selama 5–10 hari.

Anak ≤12 tahun:
Biasanya 10–20 mg per kg berat badan, melalui infus perlahan minimal 1 jam, setiap 8 jam selama 7–10 hari.

 

2. Pengobatan infeksi herpes yang menyebar pada bayi baru lahir

Bayi usia 0–3 bulan:
Biasanya 10 mg per kg berat badan, diberikan melalui infus perlahan minimal 1 jam, setiap 8 jam selama 10 hari.


Onset Kerja

  • Mulai bekerja: dalam 24–48 jam setelah terapi dimulai
  • Perbaikan gejala: biasanya dalam 2–3 hari
  • Efektivitas optimal jika diberikan sedini mungkin setelah muncul lesi

Jika Lupa Dosis

Jika Anda lupa minum satu dosis, segera minum saat ingat.
Namun, jika sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan kembali ke jadwal biasa.

Jangan menggandakan dosis.

 

Penyimpanan

  • Simpan dalam wadah tertutup pada suhu ruangan.
  • Jauhkan dari panas, kelembapan, dan cahaya langsung.
  • Jangan dibekukan.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menyimpan obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak diperlukan lagi.

Tanyakan kepada tenaga kesehatan tentang cara membuang obat yang sudah tidak digunakan.

 

Perhatian

Sangat penting bagi dokter untuk memeriksa perkembangan Anda atau anak Anda secara rutin untuk memastikan obat ini bekerja dengan baik. Pemeriksaan darah dan urine mungkin diperlukan untuk melihat apakah ada efek samping.

Obat ini dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP) atau hemolytic uremic syndrome (HUS).

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tinja berwarna hitam seperti aspal
  • Ada darah dalam urine
  • Perubahan kesadaran atau kebingungan
  • Jumlah urine berkurang atau meningkat drastis
  • Kesulitan berbicara
  • Demam
  • Kulit pucat
  • Bintik merah kecil pada kulit
  • Kejang
  • Nyeri perut
  • Bengkak pada wajah, jari, kaki, atau tungkai bawah
  • Mudah memar atau berdarah
  • Lemas atau kelelahan yang tidak biasa
  • Mata atau kulit menguning

 

Segera periksakan diri jika mengalami:

  • Urine berdarah
  • Jumlah urine berkurang
  • Rasa haus meningkat
  • Nyeri punggung bagian bawah atau samping
  • Nafsu makan menurun
  • Mual atau muntah
  • Bengkak pada wajah, jari, atau kaki
  • Sesak napas
  • Berat badan naik tiba-tiba

Gejala tersebut bisa menjadi tanda masalah ginjal yang serius.

 

Obat ini juga dapat menyebabkan reaksi kulit serius, seperti:

  • AGEP
  • DRESS
  • Stevens-Johnson Syndrome (SJS)
  • Toxic epidermal necrolysis
  • Erythema multiforme

Segera hubungi dokter jika muncul:

  • Kulit melepuh, mengelupas, atau terkelupas
  • Nyeri dada
  • Menggigil
  • Batuk
  • Diare
  • Demam
  • Gatal
  • Nyeri sendi atau otot
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Mata merah dan iritasi
  • Lesi kulit merah (sering dengan bagian tengah berwarna ungu)
  • Sariawan atau luka di mulut
  • Kelenjar bengkak
  • Sesak napas
  • Mudah memar atau berdarah
  • Lemas yang tidak biasa

 

Tentang Herpes Genital

Infeksi herpes genital dapat menular atau tertular dari pasangan saat melakukan aktivitas seksual. Penularan lebih mudah terjadi jika terdapat luka atau lepuhan.Sebaiknya hindari hubungan seksual jika Anda atau pasangan memiliki gejala herpes sampai luka benar-benar sembuh dan koreng sudah lepas.Penggunaan kondom lateks dapat membantu mengurangi risiko penularan, tetapi tidak sepenuhnya mencegah.

Jangan mengonsumsi obat lain tanpa berkonsultasi dengan dokter, termasuk:

  • Obat resep
  • Obat bebas (OTC)
  • Suplemen herbal atau vitamin

 

Efek Samping

Selain manfaatnya, obat ini dapat menyebabkan efek samping. Tidak semua orang mengalaminya, tetapi beberapa mungkin memerlukan penanganan medis.

Segera hubungi dokter jika mengalami:

Lebih sering terjadi:

  • Nyeri, bengkak, atau kemerahan di tempat suntikan

Jarang terjadi:

  • Frekuensi buang air kecil berkurang
  • Rasa haus meningkat
  • Nafsu makan menurun
  • Mual atau muntah
  • Nyeri perut
  • Lemas atau lelah berlebihan

Sangat jarang:

  • Tinja hitam
  • Darah dalam urine atau tinja
  • Demam atau sakit tenggorokan
  • Kebingungan
  • Biduran
  • Bintik merah kecil di kulit
  • Halusinasi (melihat/ mendengar sesuatu yang tidak ada)
  • Kejang
  • Gemetar
  • Mudah memar atau berdarah

Tidak diketahui frekuensinya:

  • Perdarahan terus-menerus dari luka tusukan atau selaput lendir
  • Kulit melepuh atau mengelupas
  • Bengkak pada wajah atau anggota tubuh
  • Kulit kebiruan (terutama tangan/kaki)
  • Penglihatan kabur
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat
  • Iritabilitas
  • Ruam atau gatal
  • Bengkak besar seperti biduran
  • Perubahan suasana hati
  • Kram atau nyeri otot
  • Kulit pucat
  • Berat badan naik cepat
  • Mata merah
  • Luka di mulut
  • Pembengkakan kelenjar
  • Kesemutan di tangan atau kaki
  • Gangguan koordinasi
  • Mata atau kulit menguning

 

Efek samping ringan (biasanya tidak perlu penanganan medis)

Efek ini biasanya hilang setelah tubuh menyesuaikan diri dengan obat:

Lebih sering:

  • Perasaan tidak enak badan secara umum

Jarang:

  • Diare
  • Sakit kepala

Tidak diketahui:

  • Sensasi terbakar atau kesemutan
  • Mengantuk
  • Rambut rontok

Jika Anda mengalami efek lain yang tidak tercantum di atas, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Hubungi dokter untuk mendapatkan saran medis mengenai efek samping.

 

Monitoring Terapi

Pemantauan terapi acyclovir meliputi:

  1. Penurunan nyeri, jumlah lesi, dan percepatan penyembuhan luka.
  2. Fungsi ginjal terutama pada penggunaan dosis tinggi atau rute intravena karena risiko nefrotoksisitas.
  3. Status hidrasi
    Asupan cairan adekuat diperlukan untuk mencegah kristalisasi obat di ginjal.
  4. Pada lansia atau pasien gangguan ginjal (kebingungan, tremor, halusinasi).
  5. Pada kasus infeksi berat atau penggunaan jangka panjang.

 

Ringkasan

Acyclovir adalah obat antivirus golongan analog nukleosida yang digunakan untuk infeksi herpes simplex dan varicella-zoster. Obat ini bekerja dengan menghambat replikasi DNA virus secara selektif pada sel terinfeksi. Frekuensi penggunaan bervariasi tergantung rute dan indikasi, dengan efektivitas terbaik bila diberikan sejak awal gejala. Pemantauan fungsi ginjal dan hidrasi penting untuk mencegah efek samping, terutama pada penggunaan intravena.

 

Disclaimer

Informasi ini bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional. Penggunaan acyclovir harus berdasarkan resep dokter, terutama pada infeksi berat, anak-anak, lansia, atau pasien dengan gangguan ginjal. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa anjuran tenaga kesehatan.

 

Nama dagang : Zoter® , Temiral®, Acifar®, Lacyvir®, Clinovir®, Zovirax®.


Tonton melalui youtube
 
https://keapotek.com
https://keapotek.com/Articles
Source

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong