Feb 16, 2026
|
100
Lansoprazole
Tips Pasien Lansoprazole

Tips Pasien Lansoprazole
Cara Kerja
Lansoprazole digunakan untuk:
- Mengobati tukak lambung dan
usus dua belas jari (duodenum), termasuk yang terkait penggunaan NSAID
- Menghilangkan bakteri H. pylori
- Mengatasi GERD (penyakit
refluks gastroesofagus) dan esofagitis erosi
- Mengobati kondisi
hipersekresi asam lambung seperti sindrom Zollinger-Ellison
Lansoprazole bekerja dengan mengurangi produksi asam
lambung. Caranya adalah dengan menghambat secara permanen enzim H+/K+ ATPase
(dikenal juga sebagai pompa proton lambung) yang ada di sel parietal dinding
lambung.
Dengan menurunnya produksi asam lambung, jaringan yang rusak di esofagus,
lambung, dan duodenum dapat sembuh, serta risiko terbentuknya tukak baru
berkurang. Lansoprazole termasuk dalam kelas obat proton pump inhibitor (PPI).
Kelebihan
Lansoprazole digunakan untuk:
- Pengobatan jangka pendek
tukak usus dua belas jari aktif (4 minggu)
- Perawatan tukak usus dua
belas jari (hingga 12 bulan)
- Tukak lambung jinak aktif
(hingga 8 minggu)
- Tukak lambung akibat NSAID
(hingga 8 minggu)
- Terapi eradikasi H. pylori
(triple atau dual therapy)
Selain itu, lansoprazole:
- Mencegah tukak akibat
NSAID
- Mengatasi GERD pada orang
dewasa dan anak usia 1–17 tahun (8–12 minggu)
- Mengatasi esofagitis
erosi, sembuh dan meringankan gejala pada orang dewasa dan anak-anak (8–12
minggu), mempertahankan kesembuhan pada orang dewasa hingga 12 bulan
- Mengobati kondisi
hipersekresi jangka panjang seperti sindrom Zollinger-Ellison
Catatan:
- Tidak perlu penyesuaian
dosis pada penderita gangguan ginjal
- Penyesuaian dosis mungkin
perlu pada gangguan hati berat
- Tersedia dalam bentuk
kapsul lepas tunda (15 mg, 30 mg), suspensi oral, dan injeksi
- Ada juga versi generik
Dosis Umum
- GERD: 15–30 mg sekali
sehari selama 4–8 minggu
- Tukak lambung/duodenum:
15–30 mg per hari
- Eradikasi H. pylori: 30
mg dua kali sehari (kombinasi antibiotik)
- Zollinger-Ellison: dosis
individual, bisa lebih tinggi
Catatan: Dosis harus sesuai resep dokter.
Onset
Kerja
Lansoprazole mulai
bekerja dalam beberapa jam setelah diminum, namun perbaikan gejala biasanya
terasa dalam 1–3 hari. Efek maksimal dalam menekan produksi asam lambung
umumnya tercapai setelah 3–5 hari penggunaan rutin. Untuk penyembuhan tukak
atau esofagitis, terapi biasanya memerlukan waktu beberapa minggu.
Kapan
Lansoprazole tidak efektif ?
- Nyeri lambung yang bukan disebabkan asam lambung
- Kanker lambung atau kelainan organik berat
- Ketidakpatuhan penggunaan (misalnya diminum tidak
sebelum makan)
- GERD refrakter yang membutuhkan evaluasi lebih
lanjut
- Infeksi H. pylori tanpa kombinasi antibiotik
Jika gejala
tidak membaik setelah terapi adekuat, diperlukan evaluasi medis lebih lanjut.
Kekurangan / Efek Samping
Efek samping yang paling umum antara usia 18–60 tahun
tanpa penyakit lain atau obat lain:
- Diare, sakit perut, mual,
sakit kepala, sembelit
- Dapat mengganggu beberapa
pemeriksaan laboratorium
Efek samping jangka panjang atau berat:
- Risiko patah tulang terkait
osteoporosis (pinggul, pergelangan tangan, tulang belakang), terutama pada
dosis tinggi atau penggunaan lama
- Kekurangan magnesium atau
vitamin B12 (lebih dari 24–36 bulan)
- Peradangan ginjal akut
(acute interstitial nephritis) → gejala: demam, ruam, nyeri tubuh;
hentikan obat dan hubungi dokter
- Risiko diare terkait Clostridium difficile
- Mungkin tidak cocok bagi
orang dengan: gangguan hati, magnesium rendah, lupus, fenilketonuria,
hamil atau menyusui, alergi PPI
- Beberapa penelitian
menunjukkan risiko kanker lambung dan gangguan ginjal
- Interaksi obat dengan
methotrexate, warfarin, dan obat yang penyerapannya tergantung pH lambung
Kehamilan & Menyusui:
- Belum ada penelitian cukup
aman pada manusia; hewan menunjukkan perubahan tulang pada keturunan tikus
- Gunakan hanya jika manfaat
melebihi risiko
- Efek pada bayi yang
menyusu belum diketahui
Catatan: Lansia, anak-anak, atau pasien dengan
penyakit tertentu (hati, ginjal, jantung, diabetes, kejang) atau penggunaan
obat lain, berisiko lebih banyak efek samping.
Monitoring terapi
Pada penggunaan jangka panjang, pemantauan laboratorium
dapat meliputi :
·
Kadar
magnesium dan vitamin B12 karena risiko defisiensi.
·
Fungsi
ginjal perlu diperhatikan
Pemantauan klinis meliputi :
·
Berkurangnya
nyeri ulu hati
·
Regurgitasi
asam, dan
·
Gangguan
menelan
Tips Penggunaan
- Ikuti petunjuk dokter
(biasanya 1–2 kali sehari)
- Jangan gunakan lebih lama
atau bagikan obat Anda
- Kapsul lansoprazole
sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan
- Kapsul lepas tunda harus
ditelan utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan
- Kapsul bisa dibuka dan
isinya ditaburkan di: applesauce, pudding ENSURE, keju cottage, yogurt,
pir yang dihaluskan atau 60 mL jus apel, jeruk, atau tomat, langsung
ditelan
- Tablet yang larut di mulut
biarkan larut di mulut, jangan dikunyah atau dibagi
- Segera hubungi dokter jika
mengalami: demam tak jelas, ruam yang memburuk saat terkena matahari,
nyeri sendi baru atau memburuk, diare persisten, nyeri tubuh
- Juga perhatikan: kram otot,
kelemahan, detak jantung abnormal, pusing, kejang, atau gejala lain
- Beritahu dokter jika hamil,
menyusui, atau berencana hamil
Respon & Efektivitas
- Kadar puncak plasma
tercapai ±1,7 jam setelah diminum
- Lansoprazole tidak
menumpuk dengan dosis berulang
- Respons terhadap
lansoprazole tidak menyingkirkan kemungkinan kanker lambung
- Jika gejala muncul kembali
atau muncul gejala mengkhawatirkan (misal darah di tinja), segera periksa
lebih lanjut
Interaksi Obat
Beberapa obat dapat:
- Mengurangi efek
lansoprazole
- Memperpanjang atau
memperpendek efek
- Meningkatkan efek samping
Obat yang mungkin berinteraksi:
- Aminofilin, teofilin
- Astemizole
- Bisphosphonates:
alendronate, etidronate, risedronate
- Clopidogrel
- Digoxin
- Obat HIV: atazanavir,
indinavir, ritonavir, saquinavir
- Levothyroxine
- Methotrexate
- Obat yang penyerapan
tergantung pH lambung: ampicillin, bisacodyl, dasatinib, erlotinib, zat
besi, ketoconazole/itraconazole, mycophenolate mofetil, nilotinib
- Obat yang memengaruhi
enzim hati CYP3A4/CYP2C19: erythromycin, fluconazole, fluvoxamine,
itraconazole, ketoconazole, voriconazole
- Sucralfate
- Tacrolimus
- Warfarin
Lansoprazole juga dapat memengaruhi pemeriksaan
diagnostik, misal tumor neuroendokrin, atau tes stimulasi secretin, dan kadang
menghasilkan positif palsu THC pada urine.
Ringkasan
Lansoprazole mengobati:
- Tukak lambung dan usus dua
belas jari (4–8 minggu)
- Mencegah tukak akibat NSAID
- Menghilangkan H. pylori
- Mengatasi GERD dan
esofagitis erosi
- Mengobati hipersekresi
lambung (sindrom Zollinger-Ellison)
Efek samping
umum: diare, sakit perut, mual, sakit kepala
Efek jangka panjang: patah tulang, kekurangan vitamin B12/magnesium, peradangan
ginjal, diare C. difficile sebaiknya digunakan jangka pendek
Disclaimer
Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan
tenaga medis. Penggunaan lansoprazole harus sesuai anjuran dokter, terutama
untuk terapi jangka panjang. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis
obat tanpa konsultasi medis. Jika gejala menetap atau memburuk, segera
periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Nama dagang yang beredar di Indonesia : Lancid ®, Dobrizol ®, Lapraz ®,
Laproton ®, Lasgan ®, Laz ®, Pysolan ®, Gastrolan ®, Prosogan ®.
https://keapotek.com
https://keapotek.com/Articles
INSTAGRAM
Source : keapotek/Martha