Feb 10, 2026
|
66
Kedelai: Bermanfaat atau Berisiko?
Apakah Kedelai Buruk bagi Anda? Berikut Penjelasan Risiko dan Manfaatnya
Kedelai merupakan tanaman polong-polongan yang
kaya akan nutrien seperti protein, serat, lemak sehat, vitamin, dan mineral
seperti potassium, magnesium, folat, dan zat besi. Kedelai merupakan basis dari
banyak makanan populer, termasuk tahu, tempe, kecap, susu kedelai, dan banyak
alternatif daging berbasis tanaman. Beberapa orang memiliki kekhawatiran terhadap
kedelai, karena kedelai dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh ketika
dikonsumsi dalam jumlah yang sangat tinggi. Namun, penelitian menunjukkan
makanan kedelai bergizi aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang lazim dan dapat
mendukung kesehatan dalam beberapa cara.
Masalah
Kesehatan
Kedelai mengandung isoflavon, yang merupakan
jenis dari fitoestrogen. Fitoestrogen meniru efek dari hormon estrogen dalam
tubuh. Fitoestrogen dapat memiliki baik efek estrogen maupun antiestrogen, yang
artinya dapat menghambat penyerapan estrogen atau memiliki aktivitas estrogen
lemah. Karena dampak kedelai terhadap estrogen,
beberapa orang berpikir bahwa mengonsumsi kedelai dapat memengaruhi kadar
hormon, namun penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dalam jumlah sedang
(25 gram per hari atau kurang) tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap
kadar hormon pada pria dan wanita.
Mengonsumsi kedelai dalam jumlah tinggi dapat
berdampak pada kadar hormon dan dapat menyebabkan kondisi seperti kadar
testosteron rendah dan disfungsi ereksi pada pria, sehingga sebaiknya hindari
konsumsi kedelai dalam jumlah banyak.
Isoflavon kedelai juga memiliki aktivitas
goitrogenik. Goitrogen merupakan senyawa yang mengganggu produksi hormon
tiroid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan tinggi kedelai dapat
menyebabkan sedikit peningkatan pada hormon penstimulasi tiroid (TSH), yang
menunjukkan penurunan produksi hormon tiroid. Namun, asupan kedelai kecil
kemungkinan untuk memengaruhi fungsi tiroid pada manusia tanpa kondisi
kesehatan terkait.
Kedelai menghambat penyerapan Levothyroxine obat
pengganti hormon tiroid (di bawah merek Synthroid, Tirosint, dan Unithroid).
Disarankan untuk mengonsumsi obat tiroid pada saat perut kosong karena makanan
secara umum dan suplemen tertentu mengganggu penyerapan obat tiroid.
Jika anda menderita penyakit tiroid, sebaiknya
hindari konsumsi kedelai dalam jumlah tinggi, terutama jika pola makan anda
rendah iodin. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kedelai tinggi dapat
meningkatkan risiko terjadinya hipotiroidisme pada orang dengan defisiensi
iodin.
Makanan kedelai umumnya aman dikonsumsi bagi
sebagian besar orang. Namun, penderita alergi kedelai perlu menghindari semua
produk kedelai, termasuk edamame, susu kedelai, dan bubuk protein kedelai.
Manfaat
Kesehatan dari Kedelai
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi
kedelai dapat bermanfaat bagi kesehatan dalam beberapa cara, termasuk mendukung
kesehatan jantung, mengurangi risiko kanker payudara, dan meningkatkan massa
otot. Manfaat kedelai meliputi:
· Dapat mendukung
pertumbuhan otot:
Mengonsumsi produk kedelai, seperti biji kedelai dan bubuk protein kedelai,
dapat mendukung pertumbuhan otot. Sebuah tinjauan dari sembilan penelitian
menemukan bahwa protein kedelai dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot yang
mirip dengan protein whey dan protein hewan lainnya.
· Dapat
membantu menurunkan berat badan:
Protein merupakan nutrien yang paling mengenyangkan, dan menambahkan sumber
protein kedelai ke dalam makanan anda dapat membantu anda menghilangkan lemak
tubuh berlebih.
· Dapat
menurunkan risiko kanker tertentu: Karena
efeknya terhadap estrogen, kedelai dapat membantu melindungi terhadap kanker
yang dimediasi hormon, seperti jenis kanker payudara tertentu. Sebuah tinjauan
penelitian menemukan bahwa wanita dengan asupan kedelai paling tinggi memiliki
12% pengurangan risiko terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita
dengan asupan kedelai lebih rendah. Makanan kedelai juga dapat melindungi
terhadap kanker prostat.
· Dapat
mengurangi risiko penyakit jantung:
Penelitian terkini menunjukkan bahwa asupan isoflavon kedelai telah dikaitkan
dengan risiko lebih rendah terkena penyakit jantung secara keseluruhan dan penyakit jantung koroner pada orang dewasa. Kedelai dapat membantu menurunkan
faktor risiko penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi. · Dapat
meringankan gejala menopause: Beberapa
temuan penelitian menunjukkan bahwa makanan berbasis tumbuhan yang kaya akan
kedelai dapat mengurangi frekuensi dan keparahan hot flashes pada wanita
pascamenopause. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Mengonsumsi makanan kedelai juga dapat
bermanfaat pada kesehatan tulang dan menunda penurunan kognitif, tetapi
penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efek potensial tersebut.
Jenis
Makanan Kedelai
Makanan kedelai tradisional dibuat dari biji
kedelai utuh yang tidak menjalani proses pengolahan yang ekstensif. Makanan
tersebut termasuk produk kedelai yang difermentasi dan yang tidak difermentasi.
Makanan kedelai fermentasi termasuk natto,
kecap, tempe, dan miso. Kedelai tidak difermentasi termasuk biji kedelai utuh,
susu kedelai, tahu, edamame segar, kacang kedelai, dan kecambah kedelai.
Ada juga makanan kedelai olahan, yang menjalani
proses produksi ekstensif dan biasanya kurang bergizi dibandingkan makanan
kedelai yang tidak diolah. Makanan kedelai olahan termasuk pengganti daging
berbasis kedelai seperti hotdog, es krim susu kedelai, keju berbasis kedelai,
dan makanan ringan berbasis kedelai seperti chips. Bubuk protein kedelai adalah
jenis lain dari produk kedelai olahan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa biji
kedelai yang ditanam secara organik memiliki kadar protein, zinc, dan beberapa
asam amino yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai yang ditanam
secara konvensional. Selain itu, kedelai yang ditanam secara konvensional
mengandung kadar glifosat yang tinggi, pestisida yang berbahaya bagi kesehatan
manusia.
Rekomendasi
Meskipun kedelai umumnya aman bagi sebagian
besar orang, penting untuk memilih produk kedelai yang bergizi.
Produk kedelai yang tidak diolah, seperti
edamame dan tahu, lebih bergizi dibandingkan dengan produk kedelai olahan,
seperti es krim berbasis kedelai dan pengganti daging berbasis kedelai.
Pengolahan seringkali menghilangkan beberapa gizi dari makanan aslinya, dan
beberapa makanan kedelai olahan dapat mengandung garam dalam jumlah tinggi dan
gula tambahan.
Untuk manfaat kesehatan maksimal, konsumsi
makanan kedelai utuh secukupnya sebagai bagian dari pola makan seimbang dan
padat nutrisi yang juga tinggi dalam makanan lain, seperti buah-buahan,
sayuran, kacang, biji-bijian, dan ikan.
Jika anda memiliki pertanyaan tentang makanan
kedelai, termasuk bagaimana menambahkannya ke dalam pola makan anda dan apakah
kedelai merupakan pilihan yang tepat untuk anda, pertimbangkan untuk berbicara
dengan penyedia layanan kesehatan, seperti ahli gizi terdaftar.
Tinjauan
Singkat
Kekhawatiran terhadap kedelai berasal dari
efeknya terhadap kadar estrogen dalam tubuh. Meskipun mengonsumsi kedelai dalam
jumlah tinggi dapat memengaruhi hormon, terutama pada penderita penyakit
tiroid, konsumsi kedelai dalam jumlah sedang tidak berbahaya bagi kesehatan.
Makanan kedelai utuh, seperti edamame dan tahu,
umumnya aman dan bergizi bagi sebagian besar orang. Saat disertakan sebagai
bagian dari pola makan yang seimbang, makanan kedelai dapat mendukung
pertumbuhan otot, menjaga kesehatan jantung, dan mendukung pengelolaan berat
badan.