Please wait...
HPV (Human Papillomavirus)

Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang sangat umum dan bisa menyerang berbagai bagian tubuh. Ada lebih dari 100 jenis HPV. Beberapa jenis menyebabkan kutil pada tangan, kaki, atau wajah. Sekitar 30 jenis HPV dapat menyerang area kelamin, seperti vulva, vagina, leher Rahim , penis, dan skrotum, serta area anus dan rektum.
HPV adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering terjadi. Banyak orang bisa terinfeksi HPV tanpa menyadarinya, karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Bahkan, sebagian besar orang yang aktif secara seksual dan belum mendapat vaksin HPV kemungkinan akan terinfeksi setidaknya sekali dalam hidupnya.
Sebagian besar infeksi HPV akan hilang sendiri dalam 1–2 tahun berkat sistem kekebalan tubuh. Namun, infeksi persisten oleh tipe HPV berisiko tinggi seperti HPV 16 dan HPV 18 dapat meningkatkan risiko kanker serviks, kanker anus, dan beberapa jenis kanker kepala serta leher.
Namun, risiko ini bisa dikurangi dengan deteksi dini melalui pemeriksaan seperti Pap smear atau tes HPV, sehingga perubahan sel bisa diketahui dan ditangani lebih awal.
Gejala
Pada umumnya, sistem kekebalan tubuh mampu melawan infeksi HPV sebelum kutil muncul. Namun, jika kutil tetap terbentuk, jenis dan bentuknya bisa berbeda-beda.
1. Kutil kelamin biasanya terlihat datar atau berupa benjolan kecil seperti kembang kol. Pada wanita, kutil dapat muncul di vulva, vagina, leher rahim, atau sekitar anus. Pada pria, kutil muncul di penis, skrotum, atau sekitar anus. Kutil ini umumnya tidak terasa sakit, tetapi bisa menimbulkan rasa gatal atau tidak nyaman.
2. Kutil biasa berbentuk benjolan kecil yang kasar dan terasa keras saat disentuh. Kutil ini sering muncul di tangan dan jari. Walaupun tidak berbahaya, kutil bisa terasa nyeri dan mudah berdarah jika terluka.
3. Kutil plantar tumbuh di telapak kaki, terutama di tumit atau bagian bawah kaki. Karena posisinya, kutil ini sering terasa sakit saat berjalan atau berdiri.
4. Kutil datar berukuran kecil, permukaannya halus, dan tampak lebih rata dibandingkan jenis kutil lain. Kutil ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti wajah, area jenggot, atau kaki, dan lebih sering dialami oleh anak-anak serta remaja.
Kelompok yang Berisiko Lebih Tinggi:
Individu dengan sistem imun yang lemah, perokok, orang dengan banyak pasangan seksual, serta mereka yang tidak pernah mendapatkan vaksin HPV memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi HPV persisten.
Diagnosis dan Tes
Dokter biasanya bisa mengenali kutil kelamin atau kutil di bagian tubuh lain hanya dengan melihat langsung. Namun, jenis HPV yang berisiko tinggi sering tidak menimbulkan gejala. Karena itu, infeksi biasanya diketahui lewat pemeriksaan rutin seperti Pap smear atau tes HPV.
Pemeriksaan yang umum dilakukan:
· Pap smear: Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks atau perubahan sel yang bisa menjadi kanker jika tidak ditangani. Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV berisiko tinggi.
· Tes HPV: Tes ini digunakan untuk mengetahui apakah ada jenis HPV berisiko tinggi yang bisa menyebabkan kanker serviks.
Pemeriksaan tambahan:
· Kolposkopi
Jika hasil Pap smear menunjukkan sel yang tidak normal atau hasil tes HPV positif, dokter mungkin menyarankan kolposkopi. Pada prosedur ini, dokter menggunakan alat khusus dengan lampu (kolposkop) untuk melihat leher rahim lebih jelas. Jika ditemukan sel yang mencurigakan, dokter bisa mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium.
· VIA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)
Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di tempat dengan fasilitas terbatas. Dokter akan mengoleskan cairan seperti cuka ke leher rahim. Jika ada sel abnormal, warnanya akan berubah menjadi putih sehingga lebih mudah terlihat.
Pengobatan HPV
Pengobatan HPV tidak bisa menghilangkan virus dari dalam tubuh. Namun, pengobatan dapat membantu menghilangkan kutil yang terlihat atau sel-sel abnormal, terutama di area kelamin atau leher rahim.
Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan:
· Cryosurgery (terapi beku): Kutil atau sel abnormal dibekukan menggunakan nitrogen cair sampai rusak dan hilang.
· LEEP (Loop Electrosurgical Excision Procedure): Prosedur ini menggunakan kawat khusus untuk mengangkat kutil atau sel abnormal di leher rahim.
· Electrocautery (terapi listrik): Kutil dibakar menggunakan aliran listrik.
· Terapi laser: Menggunakan sinar laser yang kuat untuk menghancurkan kutil atau sel yang tidak normal.
· Biopsi kerucut (cone biopsy): Mengangkat jaringan berbentuk kerucut dari leher rahim yang berisi sel abnormal.
· Krim obat resep: Krim khusus dioleskan langsung ke kutil untuk menghilangkannya, seperti imiquimod (Aldara®) atau podofilox (Condylox®).
· Asam trikloroasetat (TCA): Cairan kimia yang digunakan untuk membakar dan menghilangkan kutil.
Pencegahan HPV
Satu-satunya cara yang benar-benar bisa mencegah HPV adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual sama sekali. Namun, bagi banyak orang, hal ini tidak selalu realistis. Karena itu, yang lebih penting adalah mengurangi risiko tertular HPV dan mencegah komplikasi seperti kanker serviks, sambil tetap menjaga kesehatan seksual.
Cara mengurangi risiko HPV:
· Vaksinasi HPV: Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, biasanya pada usia sekitar 11–12 tahun. Namun, vaksin tetap bisa membantu melindungi dari beberapa jenis HPV yang belum pernah terpapar, meskipun sudah aktif secara seksual.
·
Rutin
melakukan pemeriksaan: Pemeriksaan seperti Pap smear dan tes HPV dapat
mendeteksi perubahan sel sejak dini sebelum berkembang menjadi kanker serviks.
Umumnya, Pap smear dianjurkan mulai usia 21 tahun.
· Melakukan seks yang lebih aman: Penggunaan kondom atau pelindung (dental dam) dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV, meskipun tidak bisa melindungi secara penuh. Penggunaan yang benar dan konsisten tetap sangat dianjurkan.
·
Berkomunikasi
dengan pasangan: Jika Anda terinfeksi HPV, sebaiknya beritahu pasangan agar
mereka juga bisa melakukan pemeriksaan jika diperlukan.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan untuk menunda hubungan seksual
sementara, terutama saat masih dalam masa pengobatan kutil atau infeksi aktif.
Komplikasi HPV
HPV dapat menimbulkan beberapa komplikasi, terutama jika infeksi berlangsung lama atau disebabkan oleh jenis HPV berisiko tinggi.
1. Lesi (pertumbuhan jaringan abnormal)
Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan munculnya lesi atau pertumbuhan jaringan tidak normal di area tertentu, seperti:
· Lidah
· Amandel
· Langit-langit lunak di dalam mulut
· Laring (pita suara)
· Hidung
Lesi ini bisa mengganggu fungsi normal organ, misalnya suara menjadi serak atau sulit bernapas jika terjadi di saluran pernapasan bagian atas.
2. Kanker
Beberapa jenis HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker jika tidak ditangani, terutama:
· Kanker serviks (leher rahim)
· Kanker alat kelamin
· Kanker anus
· Kanker mulut dan tenggorokan (saluran pernapasan bagian atas)
Kanker biasanya berkembang secara perlahan dari perubahan sel yang tidak normal akibat infeksi HPV jangka panjang.
Segera konsultasikan dengan dokter jika muncul perdarahan tidak normal setelah berhubungan seksual, nyeri panggul berkepanjangan, kutil yang bertambah banyak, hasil Pap smear abnormal, atau gejala yang mengarah pada kanker serviks.
FAQ HPV
Berapa lama HPV bisa menjadi kanker?
HPV tidak langsung berubah menjadi kanker. Namun, beberapa jenis HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel yang bisa berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani. Proses ini biasanya berlangsung lama, yaitu bertahun-tahun hingga puluhan tahun. Pemeriksaan rutin seperti Pap smear penting untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini sebelum menjadi kanker.
Bisakah HPV sembuh sendiri?
Banyak kasus dapat hilang sendiri oleh sistem imun.
Apakah HPV selalu menyebabkan kanker?
Tidak, hanya sebagian tipe berisiko tinggi yang berpotensi menyebabkan kanker.
Siapa saja yang dapat terkena HPV?
HPV bisa menyerang siapa saja yang melakukan kontak seksual atau kontak kulit ke kulit di area genital dengan orang yang terinfeksi. Risiko penularan juga lebih tinggi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV, serta pada pria yang berhubungan seks dengan pria untuk jenis HPV tertentu.
Pada wanita, HPV lebih berisiko karena dapat menyebabkan kanker serviks selain kutil kelamin. Pada pria, HPV umumnya hanya menimbulkan kutil dan sering hilang sendiri, meski dalam kasus jarang bisa menyebabkan kanker seperti kanker anus atau penis.
Apakah HPV menular seumur hidup?
HPV tidak selalu menular seumur hidup. Seseorang bisa menularkan HPV selama virus masih ada di dalam tubuh, baik ada gejala maupun tidak.
Artinya, meskipun kutil kelamin sudah hilang, virus masih bisa menular jika belum benar-benar hilang dari tubuh. Namun, pada banyak orang, sistem imun dapat membersihkan HPV secara alami sehingga risiko penularan juga ikut hilang.
Apakah vaksin HPV aman dan benar-benar efektif?
Vaksin HPV sudah melalui banyak penelitian dan terbukti aman serta efektif. Vaksin ini bekerja dengan cara melindungi tubuh dari beberapa jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin. Efektivitasnya paling tinggi jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, karena pada saat itu kemungkinan belum terpapar virus masih sangat besar. Namun, vaksin tetap bermanfaat bagi orang yang sudah aktif secara seksual karena masih bisa melindungi dari jenis HPV yang belum pernah terinfeksi sebelumnya.
Apakah Pap smear itu sakit dan mengapa harus dilakukan?
Pap smear biasanya tidak menyakitkan, meskipun sebagian orang mungkin merasa sedikit tidak nyaman karena adanya alat yang digunakan untuk mengambil sampel sel dari leher rahim. Pemeriksaan ini sangat penting karena bertujuan mendeteksi perubahan sel sejak dini sebelum berkembang menjadi kanker serviks. Dengan mengetahui perubahan sejak awal, dokter dapat memberikan penanganan lebih cepat sehingga peluang sembuh jauh lebih besar. Oleh karena itu, Pap smear dianggap sebagai salah satu pemeriksaan penting bagi perempuan.
Catatan dari Keapotek:
HPV (Human Papillomavirus) adalah infeksi yang sangat umum dan sering tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala, namun dapat berdampak serius jika disebabkan oleh jenis berisiko tinggi yang mampu berkembang menjadi kanker seperti kanker serviks. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan pentingnya pencegahan melalui vaksin HPV, perilaku seksual yang aman, serta pemeriksaan rutin seperti Pap smear atau tes HPV untuk deteksi dini perubahan sel sebelum menjadi berbahaya. Walaupun tidak semua infeksi HPV berbahaya dan sebagian dapat hilang sendiri oleh sistem imun tubuh, kewaspadaan tetap diperlukan karena penularannya sangat mudah dan dapat terjadi tanpa disadari. Edukasi yang tepat, keterbukaan dengan pasangan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan mencegah komplikasi serius di kemudian hari.
source:
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11901-hpv-human-papilloma-virus
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/symptoms-causes/syc-20351596