Please wait...

IMG-LOGO
Feb 10, 2026 | 515

Allopurinol

Allopurinol digunakan untuk mencegah atau menurunkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah

Allopurinol digunakan untuk mencegah atau menurunkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Obat ini juga digunakan untuk: Mengurangi kelebihan asam urat akibat penggunaan obat kanker tertentu, mencegah dan mengatasi batu ginjal yang disebabkan oleh asam urat. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan penyakit asam urat (gout) atau radang sendi akibat asam urat, yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada sendi. Allopurinol termasuk dalam golongan antihiperurisemia, yaitu obat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Golongan ini digunakan untuk terapi jangka panjang gout, pencegahan hiperurisemia akibat kemoterapi, serta pencegahan batu ginjal asam urat. Allopurinol bekerja sebagai inhibitor xanthine oxidase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan asam urat dari hipoksantin dan xantin. Dengan menghambat enzim ini, produksi asam urat menurun dan risiko pembentukan kristal urat berkurang. Metabolit aktifnya, oxypurinol, memiliki waktu paruh panjang yang berkontribusi pada efek terapi.

Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Allopurinol tersedia dalam bentuk:

  • Tablet

 

Sebelum Menggunakan

Sebelum menggunakan suatu obat, manfaat dan risikonya harus dipertimbangkan. Keputusan ini dibuat bersama oleh Anda dan dokter. Untuk obat ini, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi atau reaksi yang tidak biasa terhadap obat ini atau obat lain. Juga beri tahu jika Anda memiliki alergi lain, seperti:

  • Alergi makanan
  • Pewarna
  • Bahan pengawet
  • Hewan

Untuk obat yang dijual bebas, bacalah label dan komposisi obat dengan teliti.

Penggunaan pada Anak-anak

Penelitian yang ada menunjukkan bahwa allopurinol aman digunakan pada anak-anak yang memiliki kadar asam urat tinggi akibat pengobatan kanker.
Belum ditemukan masalah khusus pada anak yang membatasi penggunaan obat ini untuk kondisi tersebut.

 

 

Penggunaan pada Lansia

Belum tersedia informasi yang cukup mengenai pengaruh usia lanjut terhadap penggunaan allopurinol. Oleh karena itu, penggunaan pada lansia perlu pemantauan dokter.

Menyusui

Belum ada penelitian yang cukup untuk memastikan keamanan allopurinol pada ibu menyusui.
Sebelum menggunakan obat ini saat menyusui, dokter akan menilai manfaat dan risikonya.

 

Interaksi dengan Obat Lain

Beberapa obat tidak boleh digunakan bersamaan dengan allopurinol.
Dalam kondisi tertentu, obat masih bisa digunakan bersama dengan penyesuaian dosis dan pengawasan dokter.

Tidak dianjurkan digunakan bersama:

  • Didanosine
  • Fezolinetant

Dokter mungkin akan menghentikan atau mengganti salah satu obat jika Anda menggunakan obat-obat tersebut.

 

Biasanya tidak dianjurkan, tetapi bisa digunakan bila sangat diperlukan:

Jika digunakan bersama, dokter dapat mengatur dosis atau frekuensi penggunaan.

Contoh obat-obat tersebut:

  • Azathioprine
  • Mercaptopurine
  • Methotrexate
  • Warfarin
  • Capecitabine
  • Fluorouracil
  • Enalapril / Captopril
  • Pegloticase
  • Tizanidine
  • Dan obat lain yang memengaruhi sistem kekebalan atau pembekuan darah

Dapat meningkatkan risiko efek samping, tetapi kadang tetap diperlukan:

  • Aluminium hidroksida
  • Cyclosporine
  • Vidarabine

 

Interaksi dengan Makanan, Alkohol, dan Rokok

Beberapa obat tidak boleh diminum bersamaan dengan makanan tertentu.
Penggunaan alkohol dan rokok juga dapat memengaruhi kerja obat.

Diskusikan dengan dokter atau apoteker mengenai:

  • Waktu minum obat
  • Konsumsi makanan tertentu
  • Alkohol dan rokok

 

Kapan ALLOPURINOL tidak efektif ?

  • Serangan gout akut
  • Dosis tidak adekuat,
  • Kepatuhan rendah, atau tanpa monitoring kadar asam urat.
  • Diet tinggi purin,
  • Interaksi obat,
  • Gangguan ginjal,
  • Produksi asam urat berat,
  • Durasi terapi yang terlalu singkat

 

Kondisi Medis Lain yang Perlu Diberitahukan

Beri tahu dokter jika Anda memiliki atau pernah mengalami kondisi berikut:

Gunakan dengan hati-hati jika memiliki:

  • Masalah sumsum tulang
  • Penyakit hati

Obat ini dapat memperburuk kondisi tersebut.

 

Perlu kehati-hatian ekstra jika memiliki:

 

Penyakit ginjal

Allopurinol perlu digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal, karena obat lebih lambat dikeluarkan dari tubuh sehingga risiko efek samping meningkat.

Cara Penggunaan yang Benar

Minumlah obat ini persis sesuai petunjuk dokter. Jangan minum lebih banyak, lebih sering, atau lebih lama dari yang dianjurkan dokter karena dapat meningkatkan risiko efek samping. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman di lambung, obat ini boleh diminum setelah makan. Minumlah obat ini dengan banyak air putih untuk membantu mencegah terbentuknya batu ginjal. Tanyakan kepada dokter berapa banyak cairan yang sebaiknya Anda minum setiap hari. Selain itu, disarankan untuk meningkatkan asupan serat.

Jika Anda sering mengalami batu ginjal, dokter mungkin akan menyarankan untuk:

  • Mengurangi konsumsi protein hewani
  • Mengurangi garam (natrium)
  • Mengurangi gula olahan
  • Membatasi makanan yang tinggi oksalat dan kalsium

 

Dosis

Dosis obat ini berbeda untuk setiap pasien. Selalu ikuti dosis dari dokter atau yang tertera pada label. Informasi di bawah ini adalah dosis rata-rata. Jangan mengubah dosis tanpa izin dokter.

Dosis tergantung pada:

  • Kekuatan obat
  • Kondisi penyakit
  • Frekuensi dan lama penggunaan

 

Untuk bentuk tablet

Untuk penyakit asam urat (gout)

Dewasa:

  • Dosis awal: 100–300 mg per hari
  • Diminum 1 kali sehari atau dibagi menjadi beberapa dosis
  • Dosis dapat disesuaikan oleh dokter
  • Dosis maksimal: 800 mg per hari

Anak-anak:

  • Dosis ditentukan oleh dokter

 

Untuk kadar asam urat tinggi akibat obat kanker

Dewasa dan anak usia ≥11 tahun:

  • 300–800 mg per hari
  • Dosis disesuaikan oleh dokter

Anak-anak:

  • Dosis berdasarkan luas permukaan tubuh
  • Biasanya 100 mg/m² setiap 8–12 jam
  • Dosis maksimal: 800 mg per hari

 

Untuk mencegah batu ginjal

Dewasa:

  • 200–300 mg per hari
  • Diminum 1 kali sehari atau dibagi beberapa dosis
  • Dosis maksimal: 800 mg per hari

Anak-anak:

  • Dosis ditentukan oleh dokter

 

Onset Kerja

Onset kerja allopurinol tidak instan karena obat ini menurunkan produksi asam urat, bukan meredakan nyeri secara langsung. Penurunan kadar asam urat dapat terlihat dalam 1–2 hari, namun stabilisasi kadar biasanya membutuhkan 1–3 minggu, dengan manfaat klinis optimal dalam beberapa minggu hingga bulan. Pada awal terapi, serangan gout dapat meningkat sehingga sering diberikan terapi profilaksis seperti kolkisin atau NSAID.

 

Monitoring Terapi

Pemantauan terapi meliputi pemeriksaan kadar asam urat serum secara berkala dengan target umum <6 mg/dL (atau <5 mg/dL pada kasus berat). Selain itu, perlu pemantauan fungsi ginjal (kreatinin, eGFR), fungsi hati (AST/ALT), serta hitung darah lengkap pada kondisi tertentu. Pada awal terapi, monitoring dapat dilakukan setiap 2–5 minggu hingga target tercapai, kemudian setiap 3–6 bulan pada terapi stabil.

 

 

Jika lupa minum obat

  • Minum segera saat Anda ingat
  • Jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa
  • Jangan minum dua dosis sekaligus

 

Cara penyimpanan

  • Simpan obat dalam wadah tertutup rapat
  • Simpan pada suhu ruangan
  • Jauhkan dari panas, kelembapan, dan sinar matahari langsung
  • Jangan dibekukan
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak

 

Pembuangan obat

  • Jangan simpan obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan.
  • Tanyakan kepada tenaga kesehatan cara membuang obat yang benar.

 

Perhatian

Sangat penting bagi dokter Anda atau anak Anda untuk memeriksa perkembangan secara rutin agar memastikan obat ini bekerja dengan baik.

  • Tes darah dan urine mungkin diperlukan untuk memeriksa efek samping yang tidak diinginkan.

 

Reaksi kulit serius

Obat ini dapat menyebabkan reaksi kulit serius, termasuk:

  • Stevens-Johnson syndrome
  • Toxic epidermal necrolysis
  • Reaksi obat dengan eosinofilia dan gejala sistemik (DRESS)

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tinja hitam atau seperti tar
  • Lepuh, mengelupas, atau kulit mengendur
  • Nyeri dada, menggigil, batuk, diare, gatal
  • Nyeri sendi atau otot
  • Nyeri atau sulit buang air kecil
  • Mata merah atau iritasi
  • Luka kulit merah, sering dengan pusat ungu
  • Sakit tenggorokan, luka, borok, atau bercak putih di mulut/lip
  • Pembengkakan kelenjar
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa

 

Serangan asam urat

  • Saat mulai menggunakan obat ini, serangan asam urat (gout) bisa meningkat.
  • Tetap minum obat ini meski terjadi serangan. Dokter mungkin memberi obat tambahan (misalnya colchicine atau obat nyeri [NSAID]) untuk mencegah serangan.

 

Masalah ginjal

Obat ini dapat menyebabkan masalah ginjal serius. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Darah dalam urine
  • Perubahan frekuensi atau jumlah urine
  • Sulit bernapas
  • Mengantuk, haus berlebihan, kehilangan nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Pembengkakan kaki atau tungkai bawah
  • Kelemahan

 

Masalah hati

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri atau rasa lembut di perut
  • Tinja pucat
  • Urine gelap
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa
  • Mata atau kulit menguning

Gejala-gejala ini bisa menandakan masalah hati serius.

 

Dampak pada darah

Obat ini dapat menurunkan jumlah beberapa jenis sel darah, sehingga Anda mungkin:

  • Mudah berdarah atau memar
  • Lebih rentan terkena infeksi

Tips pencegahan:

  • Hindari dekat dengan orang sakit
  • Cuci tangan sering-sering
  • Hindari olahraga kasar atau situasi yang berisiko cedera
  • Sikat dan gunakan benang gigi dengan lembut
  • Hati-hati saat menggunakan benda tajam (pisau cukur, gunting kuku)

 

Efek pada kesadaran

Beberapa orang mungkin merasa:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Kurang waspada

Jangan menyetir atau melakukan aktivitas berbahaya sampai Anda tahu bagaimana obat ini memengaruhi Anda.

 

Obat lain

Jangan minum obat lain tanpa mendiskusikannya dengan dokter, termasuk:

  • Obat resep
  • Obat bebas (OTC)
  • Suplemen herbal atau vitamin

 

Efek Samping

Selain manfaatnya, obat ini bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Tidak semua efek samping akan terjadi, tetapi jika muncul, beberapa mungkin membutuhkan perhatian medis.

 

Segera hubungi dokter jika terjadi efek samping berikut:

Lebih umum

  • Nyeri sendi di pergelangan kaki, lutut, atau jempol kaki
  • Kekakuan atau pembengkakan sendi
  • Ruam
  • Ruam dengan bercak datar atau bercak kecil menonjol di kulit

Jarang tetapi serius

  • Gelisah, cemas
  • Napas berbau amonia
  • Gusi berdarah
  • Lepuh, mengelupas, atau kulit mengendur
  • Darah dalam urine atau tinja
  • Mimisan
  • Tinja berdarah atau hitam seperti tar
  • Kulit biru atau pucat
  • Memar atau perubahan warna kulit
  • Nyeri dada, sesak, atau tidak nyaman
  • Menggigil
  • Tinja berwarna pucat seperti tanah liat
  • Urine keruh atau gelap
  • Bingung, kesulitan berpikir
  • Konstipasi (susah buang air besar)
  • Batuk, batuk berdarah
  • Retak pada kulit
  • Kurang kesadaran atau responsif
  • Penurunan jumlah urine
  • Depresi, pusing, mengantuk
  • Mulut kering
  • Demam
  • Wajah atau kulit memerah
  • Nyeri sendi atau otot
  • Nyeri perut atau perut bagian atas kanan
  • Kejang
  • Penurunan berat badan atau penambahan berat badan mendadak
  • Mual, muntah, muntah darah atau seperti ampas kopi
  • Mata atau kulit menguning
  • Pembengkakan wajah, pergelangan kaki, tangan, atau tungkai bawah
  • Pembengkakan atau nyeri kelenjar getah bening
  • Kesulitan buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil
  • Gejala lain seperti rasa panas, rasa tidak nyaman, gatal, ruam, sakit tenggorokan, luka di mulut/lips

 

Efek samping lain yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis segera

Efek ini mungkin hilang seiring tubuh menyesuaikan diri dengan obat. Namun, jika terus muncul atau mengganggu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

  • Perubahan rasa (tidak enak atau aneh)
  • Gangguan penglihatan (kabur, kehilangan penglihatan sebagian, buta warna biru-kuning)
  • Nyeri tubuh, kram otot, kekakuan, atau kelemahan otot
  • Rambut rontok atau menipis
  • Perubahan nafsu makan atau penurunan berat badan
  • Kesulitan tidur, mengantuk, atau kantuk berlebihan
  • Gangguan ingatan atau masalah memori
  • Gangguan seksual (penurunan dorongan atau kemampuan seksual)
  • Bersin, hidung tersumbat, pilek
  • Mata berair atau bengkak
  • Rasa pusing, tidak seimbang, atau lemah di lengan/kaki
  • Pembengkakan kelenjar air liur atau area mulut

Catatan: Efek samping lain yang tidak disebutkan juga bisa terjadi. Jika Anda mengalami efek yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Nama Dagang yang beredar di Indonesia : Zyloric ®, Omeric ®, Isoric ® , Pritanol ® , Prouric ® , Puricemia ® , Sirinol ®, Erlapur ®, Alofar ®, Allopril ®.

Ringkasan

Allopurinol adalah terapi utama untuk menurunkan kadar asam urat dan mencegah komplikasi seperti gout dan batu ginjal. Penggunaan harus sesuai resep dokter dan memerlukan pemantauan efek samping, terutama reaksi kulit serius.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat.



Tonton melalui youtube

https://keapotek.com

https://keapotek.com/Articles

INSTAGRAM


source : keapotek/Martha

 

Your Cart

Your basket is empty