Please wait...

IMG-LOGO
Feb 09, 2026 | 478

Omeprazole

Omeprazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi yang disebabkan oleh produksi asam lambung berlebih, seperti nyeri ulu hati (heartburn), tukak lambung (luka pada lambung), dan penyakit asam lambung naik (GERD/refluks)

Apa itu obat ini?

Omeprazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri ulu hati (heartburn), tukak lambung, penyakit asam lambung naik (refluks/GERD), atau kondisi lain yang menyebabkan produksi asam lambung berlebihan. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam di dalam lambung. Omeprazole termasuk dalam kelompok obat yang disebut PPI (Proton Pump Inhibitors), yaitu obat yang menekan produksi asam lambung. Obat ini juga dapat digunakan untuk keperluan lain. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada tenaga kesehatan atau apoteker Anda. Nama merek yang umum: Prilosec Prilosec OTC.


Apa yang perlu saya beri tahu kepada tenaga kesehatan sebelum minum obat ini?

Beri tahu dokter atau tenaga kesehatan Anda jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Nyeri dada
  • Mengalami nyeri ulu hati (heartburn) selama lebih dari 3 bulan
  • Nyeri ulu hati yang disertai pusing, terasa melayang, atau berkeringat
  • Penyakit hati
  • Kadar kalsium, magnesium, atau kalium yang rendah dalam darah
  • Lupus
  • Sakit perut
  • Sulit menelan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Muntah darah
  • Mengi (bunyi napas seperti siulan)
  • Riwayat reaksi alergi yang tidak biasa terhadap omeprazole, obat lain, makanan, pewarna, atau bahan pengawet
  • Sedang hamil atau berencana hamil
  • Sedang menyusui
  • Informasi ini penting agar obat dapat digunakan dengan aman sesuai kondisi kesehatan Anda.

Dosis Pakai :

Menurunkan Produksi Asam

·         Dewasa dan Anak : 1 x sehari.

Infeksi Helicobacter pylori :

·         Dewasa : 2 x sehari atau sesuai anjuran dokter.

Dosis maksimal : Umumnya hingga 40 mg per hari, namun dapat lebih tinggi pada kondisi khusus di bawah pengawasan dokter.

Onset Kerja

  • Mulai menurunkan produksi asam: dalam beberapa jam setelah dosis pertama
  • Perbaikan gejala: 1–4 hari penggunaan
  • Efek maksimal: sekitar 3–5 hari terapi rutin

Bagaimana cara menggunakan obat ini?

Minumlah obat ini melalui mulut dengan segelas air. Gunakan sesuai petunjuk pada label produk dan minum pada waktu yang sama setiap hari. Jangan memotong, menghancurkan, atau mengunyah tablet ini. Telan tablet secara utuh.Minumlah obat ini saat perut kosong, setidaknya 30 menit sebelum sarapan. Tetap konsumsi obat ini sampai tenaga kesehatan Anda menyarankan untuk berhenti.

Bicarakan dengan tenaga kesehatan Anda jika obat ini akan digunakan pada anak-anak, karena mungkin diperlukan perhatian atau penyesuaian khusus.

Overdosis jika Anda merasa telah mengonsumsi obat ini terlalu banyak, segera hubungi pusat informasi keracunan atau pergi ke unit gawat darurat.

Catatan: Obat ini hanya untuk Anda. Jangan membagikan obat ini kepada orang lain.

Bagaimana jika saya lupa minum satu dosis?

Jika Anda lupa minum obat, segera minum begitu Anda ingat.
Namun, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, cukup minum dosis berikutnya saja.
Jangan minum dosis ganda atau tambahan untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kapan Omeprazole Tidak Efektif

Omeprazole dapat kurang efektif pada kondisi berikut:

  • Refluks non-asam (non-acid reflux)
  • Kepatuhan minum obat buruk (tidak diminum sebelum makan)
  • Hipersekresi asam berat (misalnya sindrom Zollinger–Ellison)
  • Infeksi H. pylori tanpa terapi kombinasi
  • Gejala bukan berasal dari asam lambung (misalnya gangguan motilitas

Obat apa saja yang dapat berinteraksi dengan omeprazole?

Jangan menggunakan obat ini bersama dengan:

  • Atazanavir
  • Clopidogrel
  • Nelfinavir
  • Rilpivirine

Obat ini juga dapat berinteraksi dengan:

  • Obat antijamur seperti itraconazole, ketoconazole, voriconazole
  • Obat antivirus tertentu untuk HIV atau hepatitis
  • Obat pengencer darah seperti warfarin
  • Cilostazol
  • Citalopram
  • Cyclosporine
  • Dasatinib
  • Digoxin
  • Disulfiram
  • Obat diuretik (obat pelancar kencing)
  • Erlotinib
  • Suplemen zat besi
  • Obat untuk kecemasan, panik, atau gangguan tidur seperti diazepam
  • Obat kejang seperti carbamazepine, phenobarbital, phenytoin
  • Methotrexate
  • Mycophenolate mofetil
  • Nilotinib
  • Rifampin
  • St. John’s wort (obat herbal)
  • Tacrolimus
  • Vitamin B12

Daftar ini mungkin belum mencakup semua kemungkinan interaksi. Beri tahu tenaga kesehatan Anda tentang semua obat yang Anda konsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, produk herbal, dan suplemen makanan.

Juga beri tahu jika Anda merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat terlarang, karena hal-hal tersebut dapat memengaruhi cara kerja obat ini.


Apa yang perlu diperhatikan selama menggunakan obat ini?

Lakukan kontrol rutin ke tenaga kesehatan untuk memantau perkembangan Anda. Mungkin diperlukan beberapa hari sampai nyeri lambung membaik. Beri tahu tenaga kesehatan jika gejala tidak membaik atau justru semakin parah.

Jangan mengobati diare dengan obat bebas tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Hubungi tenaga kesehatan jika diare berlangsung lebih dari 2 hari atau jika diare parah dan encer.

Selama menggunakan obat ini, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan darah.

Penggunaan jangka panjang dapat melemahkan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Diskusikan dengan tenaga kesehatan mengenai kesehatan tulang Anda.

Penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan (polip) di lambung. Biasanya tidak menimbulkan gejala dan jarang bersifat kanker. Namun, hubungi tenaga kesehatan jika Anda merasakan nyeri saat menekan perut, mual, atau melihat tinja berwarna hitam seperti aspal atau berdarah.

Obat ini juga dapat menurunkan kadar vitamin B12 dalam tubuh. Pastikan Anda mendapatkan cukup vitamin B12 selama menggunakan obat ini. Diskusikan pola makan dan suplemen yang Anda konsumsi dengan tenaga kesehatan.

 

Efek samping yang mungkin terjadi

Efek samping serius (segera laporkan ke tenaga kesehatan):

  • Reaksi alergi: ruam, gatal, biduran, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Gangguan ginjal: jumlah urine berkurang, bengkak pada pergelangan kaki, tangan, atau kaki
  • Kadar magnesium rendah: nyeri atau kram otot, lemas tidak biasa, kelelahan, detak jantung cepat atau tidak teratur, gemetar
  • Kadar vitamin B12 rendah: nyeri, kesemutan atau mati rasa pada tangan atau kaki, kelemahan otot, pusing, bingung, sulit berkonsentrasi
  • Ruam pada pipi atau lengan yang memburuk saat terkena sinar matahari
  • Kulit kemerahan, melepuh, mengelupas, termasuk di dalam mulut
  • Diare berat disertai demam
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa.

Efek samping ringan (biasanya tidak memerlukan penanganan medis, tetapi beri tahu jika mengganggu atau tidak hilang):

  • Perut kembung
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Sakit perut
  • Muntah

Daftar ini mungkin belum mencakup semua efek samping yang dapat terjadi. Hubungi dokter untuk mendapatkan saran medis terkait efek samping.

Di mana saya harus menyimpan obat ini?

Simpan obat jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Simpan pada suhu ruangan antara 20–25°C. Lindungi dari cahaya dan kelembapan. Buang obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau yang tidak lagi digunakan.

Monitoring Terapi

Pemantauan terapi omeprazole penting terutama pada penggunaan jangka panjang, meliputi:

  1. Evaluasi gejala klinis
    Perbaikan nyeri ulu hati, regurgitasi asam, atau nyeri epigastrium.
  2. Pemantauan penggunaan jangka panjang
    Menilai kebutuhan terapi lanjutan untuk mencegah penggunaan PPI yang tidak perlu.
  3. Kadar vitamin dan mineral
    Penggunaan lama dapat menurunkan kadar vitamin B12 dan magnesium.
  4. Kesehatan tulang
    Penggunaan kronik dikaitkan dengan peningkatan risiko osteoporosis dan fraktur.
  5. Fungsi ginjal
    Pemantauan pada pasien dengan risiko gangguan ginjal atau penggunaan jangka panjang.

Cara membuang obat yang sudah tidak diperlukan atau kedaluwarsa

  • Kembalikan obat ke program pengembalian obat (medicine take-back program). Tanyakan kepada apotek atau pihak berwenang setempat untuk mengetahui lokasi pengembalian obat.
  • Jika tidak bisa mengembalikan obat, periksa label atau brosur kemasan untuk mengetahui apakah obat boleh dibuang ke tempat sampah atau harus disiram ke toilet. Jika ragu, tanyakan kepada tenaga kesehatan.
  • Jika aman untuk dibuang ke tempat sampah:
    • Keluarkan obat dari kemasannya.
    • Campurkan dengan bahan yang tidak menarik, seperti pasir kucing, tanah, ampas kopi, atau bahan lain yang tidak diinginkan.
    • Masukkan campuran tersebut ke dalam kantong atau wadah tertutup rapat.
    • Buang ke tempat sampah.

Ringkasan

Omeprazole adalah obat golongan PPI yang bekerja dengan menghambat pompa proton pada lambung sehingga menurunkan produksi asam secara efektif. Obat ini digunakan untuk GERD, tukak lambung, dan gangguan terkait asam lambung lainnya, dengan dosis umumnya sekali sehari sebelum makan. Efek maksimal dicapai setelah beberapa hari penggunaan. Pemantauan diperlukan terutama pada terapi jangka panjang karena risiko gangguan nutrisi dan tulang.

Disclaimer

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Penggunaan omeprazole harus sesuai indikasi medis dan anjuran profesional, terutama pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa konsultasi tenaga kesehatan.

Nama dagang : OMZ®, Pumpitor®, Gastrofer®, Norsec®, Omevell®, Protop®.





Your Cart

Your basket is empty