Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Agt 12, 2026 | 120

Kanker Tiroid

gejala kanker tiroid, penyebab kanker tiroid, pengobatan kanker tiroid, operasi tiroid, terapi radioiodine, kanker tiroid papiler

Kanker Tiroid

Apa itu kanker tiroid?

 

Kanker tiroid adalah kanker yang terjadi pada kelenjar tiroid, yaitu kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher, tepat di atas saluran napas (trakea). Berfungsi menghasilkan hormon  yang sangat penting bagi tubuh. Hormon ini membantu mengatur penggunaan energi, menjaga suhu tubuh, serta mengontrol detak jantung dan Tekanan darah .

Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel di kelenjar tiroid tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, sehingga membentuk benjolan atau tumor.

 

Jenis-Jenis Kanker Tiroid

 

Kanker Tiroid Papiler: Ini adalah jenis yang paling sering terjadi, sekitar 90% dari semua kasus kanker tiroid. Kanker ini biasanya tumbuh lambat. Meskipun bisa menyebar ke kelenjar getah bening di leher, jenis ini umumnya merespons pengobatan dengan sangat baik. Peluang sembuhnya juga sangat tinggi dan jarang menyebabkan kematian.

 

Kanker Tiroid Folikular: Jenis ini mencakup sekitar 15% kasus kanker tiroid. Kanker folikular lebih berisiko menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang dan paru-paru. Jika sudah menyebar (metastasis), pengobatannya bisa menjadi lebih sulit.

 

Kanker Tiroid Onkositik: Jenis ini tergolong jarang, sekitar 3% hingga 5% dari kasus. Dibandingkan jenis papiler dan folikular, kanker ini lebih mudah menyebar dan biasanya lebih sulit untuk diobati.

 

Kanker Tiroid Meduler: Kurang dari 5% kasus kanker tiroid termasuk jenis ini. Sekitar 1 dari 4 penderita memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama. Hal ini bisa berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan.

 

Kanker Tiroid Anaplastik: Ini adalah jenis kanker tiroid yang paling agresif dan jarang terjadi (sekitar 2% kasus). Kanker ini tumbuh sangat cepat dan sering menyebar ke jaringan sekitar maupun bagian tubuh lain sehingga lebih sulit untuk diobati.

 

Gejala Kanker Tiroid

 

Tanda awal kanker tiroid yang paling sering adalah munculnya benjolan di leher yang biasanya tidak terasa nyeri. Benjolan ini disebut nodul tiroid. Jika Anda menemukannya, tidak perlu langsung panik, karena sebagian besar nodul tiroid bukan kanker. Hanya sekitar 1 dari 10 nodul yang bersifat ganas. Banyak kasus kanker tiroid tidak menimbulkan gejala dan sering ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan kesehatan untuk kondisi lain.

 

Namun, beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:

Leher terlihat bengkak atau ada pembesaran kelenjar getah bening

Suara menjadi serak atau berubah

Kesulitan bernapas

Sulit menelan

 

Penyebab Kanker Tiroid

Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel di tiroid mengembangkan perubahan dalam DNA mereka. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Perubahan, yang oleh dokter disebut mutasi, memberi tahu sel untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Sel-sel terus hidup ketika sel-sel sehat secara alami akan mati. Sel terakumulasi membentuk massa yang disebut tumor.

Tumor dapat tumbuh untuk menyerang jaringan terdekat dan dapat menyebar (bermetastasis) ke kelenjar getah bening di leher. Kadang-kadang sel-sel kanker dapat menyebar di luar leher ke paru-paru, tulang dan bagian lain dari tubuh. Untuk sebagian besar kanker tiroid, tidak jelas apa yang menyebabkan perubahan DNA yang menyebabkan kanker.

 

Faktor Risiko

 

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tiroid, di antaranya:

 

Jenis kelamin dan usia: Wanita memiliki risiko sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan pria. Umumnya terjadi pada wanita usia 40–50 tahun dan pria usia 60–70 tahun.

Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan kanker tiroid meningkatkan risiko.

Faktor genetik tertentu: Beberapa sindrom turunan seperti MEN2A, MEN2B, sindrom Cowden, dan polyposis adenomatosa keluarga.

 

Obesitas

 

Kekurangan yodium dalam makanan

Paparan radiasi: Terutama pada area kepala dan leher saat masa kanak-kanak

Paparan zat radioaktif: Misalnya akibat kecelakaan nuklir atau paparan radiasi tinggi

 

Diagnosis dan Tes Kanker Tiroid

 

Berikut beberapa tes yang biasanya dilakukan:

 

1.     Tes Darah Tiroid: Tes darah dilakukan untuk melihat apakah kelenjar tiroid bekerja dengan normal, terutama dalam memproduksi hormon. Menariknya, sebagian besar kanker tiroid tidak memengaruhi kadar hormon, sehingga hasil tes bisa saja tetap normal.

 

2.     Biopsi (Aspirasi Jarum Halus): Pada prosedur ini, dokter mengambil sedikit sampel sel dari kelenjar tiroid menggunakan jarum kecil. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah ada sel kanker. Ini adalah salah satu cara paling akurat untuk memastikan diagnosis.

 

 

3.     Pemeriksaan Pencitraan (Imaging): Tes pencitraan digunakan untuk melihat kondisi kelenjar tiroid dan mendeteksi apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Beberapa jenis pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain:

 

USG (ultrasound) leher

Pemindaian yodium radioaktif

CT scan  

PET scan

 

Pengobatan Kanker Tiroid

 

Pengobatan kanker tiroid tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit. Namun, tindakan yang paling umum dilakukan adalah operasi.

 

Operasi (Pembedahan)

 

Operasi merupakan pengobatan utama untuk kanker tiroid. Dokter bedah dapat:

Mengangkat seluruh kelenjar tiroid (tiroidektomi), atau

Mengangkat sebagian saja (lobektomi)

Jika kanker sudah menyebar, kelenjar getah bening di sekitar leher juga bisa ikut diangkat.

 

Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Tiroid

 

Tidak semua kasus kanker tiroid dapat dicegah. Namun, menjaga berat badan ideal, mencukupi asupan yodium sesuai kebutuhan, menghindari paparan radiasi yang tidak perlu, dan melakukan pemeriksaan bila terdapat benjolan di leher dapat membantu meningkatkan deteksi dini. Individu dengan riwayat keluarga kanker tiroid sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan skrining tambahan.

 

Perawatan Lainnya

 

Selain operasi, ada beberapa terapi lain yang mungkin diperlukan:

 

Terapi Radioiodine (Yodium Radioaktif): Terapi ini biasanya dilakukan setelah operasi untuk menghancurkan sisa sel kanker. Pasien akan menelan pil atau cairan yang mengandung yodium radioaktif, yang akan diserap oleh jaringan tiroid dan menghancurkan sel yang sakit.

 

Terapi Radiasi: Digunakan jika kanker tidak merespons terapi radioiodine. Terapi ini memakai alat khusus untuk mengarahkan radiasi ke area kanker.

 

Terapi Hormon: Setelah tiroid diangkat, tubuh tidak bisa lagi memproduksi hormon tiroid. Karena itu, pasien perlu mengonsumsi hormon tiroid buatan untuk menggantikan fungsi tersebut sekaligus mencegah pertumbuhan sel kanker kembali.

 

Terapi Target (Targeted Therapy): Terapi ini bekerja dengan menargetkan bagian tertentu dari sel kanker, terutama yang memiliki mutasi gen tertentu. Biasanya digunakan pada kanker yang lebih agresif atau sudah lanjut.

 

Kemoterapi: Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Namun, terapi ini jarang digunakan pada kanker tiroid, kecuali pada kasus yang agresif dan tidak merespons pengobatan lain.

 

Uji Klinis: Pasien juga bisa mengikuti uji klinis untuk mendapatkan akses ke pengobatan terbaru. Ini bisa menjadi pilihan jika terapi standar belum memberikan hasil yang optimal

 

Interaksi dan Perhatian Terapi Hormon Tiroid

 

Obat hormon tiroid seperti levothyroxine perlu diminum sesuai petunjuk dokter. Penyerapan obat dapat dipengaruhi oleh suplemen zat besi , kalsium, antasida tertentu, dan beberapa obat lain. Pasien dianjurkan mengikuti jadwal konsumsi yang diberikan dokter agar efektivitas terapi tetap optimal.

 

Komplikasi Kanker Tiroid

 

1.     Kambuh (Rekurensi)

 

Kanker tiroid bisa muncul kembali meskipun sudah diobati, bahkan setelah operasi pengangkatan tiroid. Namun, sebagian besar jenis kanker tiroid jarang kambuh dan tetap memiliki peluang sembuh yang baik.

Kambuh biasanya terjadi dalam 5 tahun pertama dan dapat muncul di:

Kelenjar getah bening leher

Sisa jaringan tiroid

Paru-paru atau tulang

Gejala yang perlu diwaspadai:

Benjolan atau nyeri di leher

Sulit menelan

Suara serak

 

2.     Menyebar (Metastasis)

3.      

Dalam kasus tertentu, kanker tiroid bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti:

Paru-paru

Tulang

Kelenjar getah bening

Organ lain (jarang)

 

Segera periksakan diri apabila benjolan di leher bertambah besar dengan cepat, muncul kesulitan bernapas, kesulitan menelan yang semakin berat, suara serak yang tidak membaik, nyeri leher yang menetap, atau terdapat pembesaran kelenjar getah bening.

 

FAQ Kanker Tiroid

 

Apakah semua benjolan tiroid adalah kanker?

 

Tidak. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

 

Apakah kanker tiroid dapat disembuhkan?

 

Sebagian besar kanker tiroid dapat disembuhkan, terutama jika ditemukan dan diobati sejak dini sebelum menyebar ke bagian tubuh lain. Pengobatan pada tahap awal juga membantu menurunkan risiko kanker menyebar lebih jauh.

Namun, jika kanker tidak dapat sembuh sepenuhnya, dokter tetap dapat memberikan pengobatan untuk mengendalikan penyakit dan menjaga kualitas hidup pasien.

 

Bagaimana Kanker Tiroid Mempengaruhi Kehamilan?

 

Dalam banyak kasus, pengobatan bisa ditunda sampai setelah persalinan karena kanker tiroid sering tumbuh lambat. Namun, jika diperlukan, operasi untuk mengangkat kelenjar tiroid umumnya tetap aman dilakukan saat hamil.

Sementara itu, pemeriksaan atau terapi yang menggunakan radiasi biasanya ditunda hingga setelah melahirkan atau setelah masa menyusui selesai, untuk menjaga keamanan ibu dan bayi.

 

Apakah kanker tiroid selalu memerlukan operasi?

 

Tidak selalu. Jenis, ukuran tumor, penyebaran kanker, dan kondisi pasien akan menentukan pilihan terapi terbaik.

 

Apakah kanker tiroid bisa menyebabkan kematian?

 

Bisa, tetapi tidak semua jenis memiliki risiko tinggi. Banyak kanker tiroid, terutama jenis papiler, memiliki tingkat kesembuhan yang sangat baik jika ditangani sejak dini.
Risiko kematian lebih tinggi pada jenis yang sangat agresif seperti kanker anaplastik atau jika kanker sudah menyebar luas dan terlambat ditangani.

 

Apakah terapi hormon tiroid harus diminum seumur hidup?

 

Ya, jika seluruh kelenjar tiroid diangkat, pasien harus mengonsumsi hormon tiroid buatan setiap hari seumur hidup. Obat ini menggantikan fungsi alami kelenjar tiroid agar metabolisme tubuh tetap normal dan juga membantu mencegah kekambuhan kanker.

 

Berapa lama kontrol setelah pengobatan?

 

Jadwal kontrol berbeda pada setiap pasien, tetapi umumnya diperlukan pemantauan jangka panjang untuk mendeteksi kekambuhan.

 

Catatan dari Keapotek:

 

Kanker tiroid adalah kanker pada kelenjar di leher yang berfungsi menghasilkan hormon penting bagi tubuh. Penyakit ini terjadi ketika sel tiroid tumbuh tidak normal dan membentuk benjolan, yang sebagian besar justru tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diperiksa untuk memastikan. Gejalanya sering tidak jelas dan bisa tanpa keluhan, sehingga pemeriksaan seperti USG dan biopsi sangat penting. Penyebabnya belum selalu diketahui, namun dipengaruhi oleh perubahan DNA dan beberapa faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan paparan radiasi. Kabar baiknya, banyak kasus kanker tiroid dapat diobati dengan baik melalui operasi dan terapi lanjutan, terutama jika ditemukan sejak dini.

 


 

Source:

 https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12210-thyroid-cancer

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-cancer/symptoms-causes/syc-20354161

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil di bagian depan leher yang berperan besar dalam mengatur metabolisme tubuh

 

Tonton melalui youtube

Unggah Resep

INSTAGRAM

 

Produk-produk terkait

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong