Mohon tunggu...
7 langkah untuk mempersiapkannya dengan aman.

Apakah Anda mengukur susu formula bayi Anda dengan benar? Menyimpannya dengan benar? Menjaga kebersihan peralatan? Untuk memastikan hal tersebut, ikuti tujuh langkah berikut.
1. Periksa tanggal kedaluwarsa
Selalu periksa tanggal kedaluwarsa atau tanggal “gunakan sebelum” yang tertera pada kemasan susu formula sebelum membeli maupun menggunakannya. Setelah melewati tanggal tersebut, kualitas dan keamanan produk tidak lagi terjamin. Hindari membeli atau memberikan susu formula bayi yang sudah kedaluwarsa demi menjaga kesehatan dan keselamatan si kecil.
2. Cuci Tangan
Sebelum menyiapkan atau mencampur susu formula, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih. Pastikan tangan dikeringkan dengan baik menggunakan handuk bersih atau tisu sekali pakai. Selain itu, bersihkan permukaan atau area tempat Anda akan menyiapkan susu formula untuk mengurangi risiko kontaminasi kuman.
3. Siapkan dan Sterilkan Botol
Sebelum digunakan pertama kali, sterilkan semua bagian botol — termasuk dot, tutup, dan cincin — untuk mengurangi risiko kuman. Ikuti petunjuk produsen, lalu biarkan peralatan mengering dengan sendirinya tanpa dilap.
Sterilisasi dapat dilakukan dengan:
· Mesin pencuci piring (dishwasher) yang memiliki mode sterilisasi
· Merebus peralatan di air mendidih selama 5 menit
· Kantong atau alat sterilisasi uap (microwave/listrik)
· Rendam di air panas dan sabun kemudian cuci seperti biasa
· Menggunakan sterilizer
· Larutan pemutih (1 galon air + 2 sendok teh pemutih, rendam 2 menit, lalu angin-anginkan)
Setelah itu, botol tidak perlu selalu disterilkan setiap hari, tetapi tetap harus dicuci dengan sabun dan air panas setiap selesai digunakan. Sterilisasi harian dianjurkan untuk bayi di bawah 2 bulan, bayi prematur, atau bayi dengan daya tahan tubuh lemah.
4. Tambahkan Air Sesuai Jenis Formula
Susu formula tersedia dalam tiga bentuk:
· Cair siap minum (ready-to-feed)
Formula ini sudah steril dan praktis digunakan, sehingga mengurangi risiko bayi sakit akibat bakteri. Meskipun lebih mahal, ini pilihan ideal untuk bayi berisiko tinggi—misalnya prematur, sedang sakit, atau memiliki masalah bawaan. Banyak orang tua memilihnya pada minggu-minggu awal karena mudah digunakan, terutama di malam hari saat bayi lapar.
· Cair pekat (konsentrat)
Konsentrat cair harus dicampur dengan air steril sesuai petunjuk produsen sebelum diberikan. Pastikan semua pengasuh mengetahui takaran yang benar agar tidak terjadi kesalahan saat menyajikan susu.
· Bubuk
Formula bubuk tidak steril dan merupakan jenis yang paling umum. Risiko kontaminasi lebih tinggi, sehingga penting disiapkan di lingkungan bersih. Bayi prematur atau bayi berisiko tinggi sebaiknya menghindari formula bubuk. Kesalahan pencampuran juga lebih mudah terjadi, sehingga perlu mengikuti langkah-langkah persiapan dengan cermat.
Keamanan Air
Air yang digunakan untuk menyiapkan susu formula harus bersih dan aman. Anda dapat menggunakan air keran yang layak minum atau air kemasan. Jika menggunakan air sumur, lakukan pengujian untuk memastikan tidak mengandung bahan kimia, kuman, atau mineral berbahaya.
Bila ragu terhadap kualitas air, atau jika bayi memiliki daya tahan tubuh lemah, rebus air selama 1 menit. Tambahkan 1 menit perebusan untuk setiap 1.000 kaki (305 meter) di atas permukaan laut. Setelah direbus, dinginkan hingga suhu ruangan sebelum digunakan dan pakai dalam waktu 30 menit, atau buang jika tidak digunakan.
Fluor
Air keran mungkin mengandung tambahan zat kimia fluorida untuk mencegah kerusakan gigi. Fluorida juga dapat ditemukan secara alami dalam air sumur. Mengonsumsi air dengan kadar fluorida tinggi dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko munculnya garis-garis putih samar pada gigi, yang disebut fluorosis.
Jika bayi Anda hanya minum susu formula cair pekat atau bubuk, Anda dapat menggunakan air kemasan rendah fluorida sebagian atau seluruhnya untuk membuat susu botol bayi. Label pada jenis air kemasan ini akan bertuliskan:
· Air deionisasi.
· Dimurnikan.
· Didekalsifikasi.
· Disuling.
Jika bayi Anda hanya mengonsumsi susu formula siap pakai atau Anda hanya menggunakan air kemasan rendah fluorida untuk susu formula, bicarakan dengan tenaga kesehatan Anda. Air kemasan yang mengandung fluorida atau suplemen fluorida mungkin akan disarankan.
5. Mengukur Susu Formula
Ukur dengan hati-hati jumlah air dan susu formula sesuai petunjuk pada label produk. Terlalu banyak air bisa membuat bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi. Terlalu sedikit air bisa menyebabkan masalah pencernaan atau kekurangan cairan pada bayi.
Untuk susu formula siap pakai:
1) Tuang jumlah susu yang cukup untuk satu kali makan ke dalam botol bersih.
2) Gunakan hanya susu formula — jangan menambahkan air atau cairan lain.
3) Pasang dot dan tutup botol.
Untuk susu formula cair pekat:
1) Tuang jumlah air yang dibutuhkan ke dalam botol bersih.
2) Tuang jumlah susu formula yang dibutuhkan ke dalam botol.
3) Pasang dot dan tutup botol, lalu kocok hingga tercampur rata.
Untuk susu formula bubuk:
1) Tentukan jumlah susu yang ingin disiapkan sesuai petunjuk pada label produk.
2) Ukur jumlah air yang dibutuhkan dan tuang ke dalam botol bersih.
3) Gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan formula untuk mengambil bubuk susu. Tambahkan jumlah sendok sesuai kebutuhan ke dalam botol.
4) Pasang dot dan tutup botol, lalu kocok hingga tercampur rata.
Jika bayi berusia kurang dari 2 bulan, lahir prematur, atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, beberapa langkah tambahan dapat menurunkan risiko dari bakteri Cronobacter:
1) Rebus air.
2) Ukur air setelah direbus.
3) Biarkan dingin selama lima menit.
4) Siapkan susu formula.
5) Letakkan botol bayi di bawah air mengalir dingin atau rendam dalam air es untuk mendinginkan. Susu formula sebaiknya berada pada suhu tubuh, 37°C (98,6°F).
6) Uji suhu susu formula agar hangat, bukan panas, dengan meneteskan beberapa tetes ke pergelangan tangan atau bagian belakang tangan.
6. Hangatkan Susu Formula, Jika Diperlukan
Memberikan susu formula pada suhu ruangan atau dingin tidak masalah bagi bayi. Namun, jika bayi lebih menyukai susu hangat, lakukan cara berikut:
Peringatan: Jangan menghangatkan botol susu di microwave. Susu formula bisa panas tidak merata, menimbulkan titik panas yang dapat membakar mulut bayi.
7. Ketahui kapan harus membuang atau menyimpan
Menjaga keamanan susu formula sangat penting untuk kesehatan bayi. Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri.
Buang setelah 1 jam
Jika bayi tidak menghabiskan susu dalam waktu satu jam setelah mulai diminum, segera buang sisanya. Air liur bayi dapat mencemari susu dan memicu pertumbuhan bakteri.
Simpan maksimal 24 jam di lemari es.
Susu formula siap pakai yang sudah dibuka dan disimpan di lemari es hanya aman digunakan hingga 24 jam. Setelah itu, harus dibuang.
Jika menyiapkan botol lebih awal:
· Beri label tanggal dan waktu pembuatan.
· Simpan di lemari es (jangan dibekukan).
· Gunakan dalam 24 jam.
Jika ragu terhadap keamanan susu, lebih baik dibuang demi keselamatan bayi.