Mohon tunggu...
Pola Makan ini Dapat Mengurangi Risiko Demensia-Bahkan Jika Anda Memulainya di Usia Lanjut

Para peneliti memberikan lebih banyak bukti bahwa pola makan MIND benar-benar dapat menjaga kesehatan otak anda.
Penelitian baru menemukan ada keterkaitan antara pola makan MIND dan penurunan risiko demensia secara signifikan, termasuk penyakit Alzheimer bahkan saat pola makan diterapkan di usia lanjut.
Penelitian baru ini, disajikan minggu lalu pada meeting tahunan American Society for Nutrition, secara spesifik menemukan bahwa menerapkan pola makan yang fokus pada makanan seperti sayuran berdaun hijau dan ikan berlemak seperti salmon dapat mengurangi peluang terkena demensia sebanyak 25%.
“Hasil dari studi longitudinal skala besar ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kepatuhan menjalani pola makan MIND mengurangi risiko terjadinya penyakit Alzheimer,” Seorang psikiater geriatri, ketua psikiatri di Hackensack University Medical Center dan penulis banyak buku tentang kesehatan kognitif dan penuaan, mengatakan kepada Health. “Ukuran sampel yang besar dan durasi studi yang lama membuat penemuan ini sangat meyakinkan.”
Apa itu Pola Makan MIND?
Pola makan MIND adalah perpaduan dua pola makan yang diakui kualitasnya.
· Pola makan mediterania.
Pola makan ini tidak memiliki satu formula ketat tetapi berdasarkan kebiasaan makan umum orang yang tinggal di negara sepanjang laut mediterania. Dalam pola makan ini banyak mengandung makanan nabati, termasuk banyak buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, polong-polongan, gandum utuh, dan lemak sehat, dengan telur dalam jumlah sedikit, produk susu rendah lemak, ikan, dan protein tanpa lemak. Membatasi konsumsi mentega dan lemak jenuh lainnya, gula tambahan, gandum olahan, makanan olahan berlebih. Penelitian menemukan bahwa diet mediterania dapat membantu anda hidup lebih lama, mengurangi peradangan dalam tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung dan beberapa kanker, dan meningkatkan kesehatan mental.
· Pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Meskipun pola makan ini berfokus pada sebagian besar makanan yang sama dengan pola makan mediterania, tetapi pola makan ini lebih menekankan pada pembatasan sodium dan lemak jenuh untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
Pola makan MIND “mirip dalam banyak hal dengan diet Mediterania dan DASH, tetapi menekankan pada nutrien tertentu yang ditemukan dalam makanan seperti sayuran berdaun hijau tua, berry, dan kacang-kacangan yang kita ketahui itu penting untuk kesehatan otak dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia,” Julie Andrews, RDN, ahli gizi profesional, koki, dan penulis buku cara mengikuti prinsip pola makan MIND dan DASH, mengatakan kepada Health.
Makanan yang membantu meningkatkan fungsi otak lainnya yang tergabung dalam pola makan tersebut adalah ikan berlemak seperti salmon dan lemak sehat (terutama minyak zaitun.
Keapotek : majalah/hidup-sehat
Apa yang Ditemukan Penelitian Tersebut?
Para peneliti mengumpulkan dan menganalisis data dari 92.849 orang yang terlibat dalam studi kohort multietnis University of Hawaii. Pada awal penelitian, peserta yang berusia antara 45 dan 75 tahun dan mewakili lima kelompok ras dan etnis: Amerika-Afrika, Latina, Kulit putih, Amerika-Jepang, dan penduduk asli Hawaii.
10 tahun setelah peserta melengkapi kuisioner frekuensi makanan, para peneliti menindaklanjutinya untuk menilai seberapa besar mereka mematuhi diet MIND.
Peserta yang paling patuh mengikuti diet MIND memiliki risiko 9% lebih rendah untuk terkena penyakit Alzheimer dan demensia terkait dibandingkan dengan mereka yang kurang patuh menjalani pola makan ini. Mereka yang memperbaiki pola makan MIND memperoleh skor tertinggi selama 10 tahun, bahkan jika mereka tidak mengikuti diet pada awalnya, memiliki risiko 25% lebih rendah untuk terkena demensia dibandingkan mereka yang skor dietnya memburuk.
“Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menerapkan pola makan yang sehat dalam mencegah demensia,” ucap Song Yi Park, PhD, penulis studi utama dan seorang profesor rekanan di Universitas of Hawaii di Manoa, dalam sebuah siaran pers.
Apakah Hasilnya Sama di Semua Kelompok Ras?
Para peneliti menemukan bahwa hubungan antara diet MIND dan risiko demensia yang lebih rendah pada kelompok ras dan etnis kecuali penduduk asli Hawaii, yang tidak melihat manfaat apa-apa tanpa memandang usia. Dari kelompok-kelompok yang tampak mendapatkan manfaat, hubungan terlemah terjadi pada Amerika-Jepang.
Alasan untuk hal ini tidak jelas, ucap Brendan Kelley, MD, ahli neurologis dan demensia di Peter J. O’Donnell Jr. Brain Institute di University of Texas Southwestern. “Tidak jelas mengapa, dan studi ini tidak terstruktur untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut,” ucapnya pada Health.
Namun, penulis studi mencatat kemungkinan bahwa orang Amerika Asia mengalami tingkat terkena demensia yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok ras dan etnis lainnya yang terlibat dalam penelitian. Hal itu dapat mempersulit pembuktian perbedaan signifikan secara statistik dari tingkat demensia, ucap Small.
Apa Saja Keterbatasan dari Studi Ini?
Penelitian ini belum dilakukan peninjauan oleh rekan sejawat dan hanya menunjukkan hubungan antara diet MIND dan risiko demensia yang lebih rendah, hal ini tidak membuktikan sebab akibat.
“Orang yang lebih teliti dalam mematuhi pola makan sehat juga akan cenderung untuk terlibat dalam perilaku gaya hidup sehat lainnya seperti latihan fisik teratur, kegiatan sosial, dan stimulasi mental, semuaya mungkin berberkontribusi dalam penurunan risiko penyakit tersebut,” ucap Small.
Selain itu, “Penelitian ini bergantung pada informasi yang dilaporkan oleh peserta dan pada diagnosis yang ditetapkan di fasilitas kesehatan. Para peneliti tidak secara langsung mengevaluasi orang yang berpatisipasi dalam studi ini, dan oleh karena itu akurasi dari diagnosis atau pola makan tersebut tidak diketahui,” Ucap Kelley.
Namun, ini bukan penelitian yang pertama untuk mencari hubungan antara pola makan MIND dan peluang demensia yang lebih rendah. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa pola makan ini dapat memperlambat penuaan otak hingga 7,5 tahun dan dapat mengarah ke perbaikan lain dalam berbagai aspek penuaan, termasuk kekuatan menggenggam, mobilitas, dan peradangan,” istilah untuk peradangan kronis tingkat rendah.
Perlukah Anda Mencoba Pola Makan MIND untuk Meningkatkan Fungsi Otak?
Small, Andrew dan Kelley adalah pendukung pola makan ini, “Tidak ada kata terlalu dini atau terlalu lambat untuk merubah pola makan anda dan kebiasaan pola hidup untuk melindungi otak anda,” ucap Small.
Untuk memulainya, Andrew merekomendasikan:
· Ganti gandum olahan seperti roti putih dengan gandum utuh
· Tambahkan beberapa porsi mingguan dari sayuran berdaun hijau tua
· Konsumsi segenggam kacang panggang sebagai cemilan setiap minggu.
· Buatlah smoothie berry beku mingguan.
Namun, mematuhi diet MIND dapat menjadi mahal. Untuk cara yang ramah di kantong dalam menerapkan pola diet ini, Andrews menyarankan:
· Menggunakan sayuran beku sebagai pengganti sayuran segar
· Menambahkan kacang kalengan ke dalam casseroles, sup, salad, dan mangkuk
· Memilih salmon dan tuna kalengan, yang dapat anda campur ke dalam salad, hidangan pasta, dan burger ikan.