Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 19, 2026 | 8

Panduan lengkap melakukan hubungan seks saat hamil

Apakah aman berhubungan seks saat hamil? Simak Penjelasannya

Ingin tahu bagaimana cara untuk menjaga kehidupan seks anda tetap menyenangkan dan aman saat hamil? Berikut ini semua hal yang perlu anda tahu. 

Apakah aman berhubungan seks saat hamil? 

Dalam sebagian besar kasus, Ya! Jangan khawatir: melakukan hubungan seks saat hamil tidak akan menyakiti bayi anda. Bayi anda terlindungi oleh rahim dan lapisan otot, dan dilindungi dengan aman oleh cairan ketuban. Sumbat lendir dalam mulut rahim anda membantu menjaga melawan infeksi. 

Seks selama kehamilan mungkin tampak dan terasa berbeda, dan gairah seks anda mungkin menjadi lebih kuat atau lemah. 

“Semua wanita memiliki hasrat dan preferensi seksual yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor fisik dan emosional,” Ucap Shannon Smith M.D, seorang dokter kandungan dan ginekologi di Brigham Faulkner Ob/Gyn Associates Boston dan anggota dari BabyCenter Medical Advisory Board. “Pada kehamilan, dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh anda, perasaan tersebut dapat berubah dari minggu ke minggu”. 

Perut yang berubah juga dapat memengaruhi kehidupan seks anda. Saat keadaan berubah, anda harus bereksperimen untuk menemukan posisi hubungan seks saat hamil yang paling cocok untuk anda. Misalnya, posisi misionaris menjadi semakin sulit seiring membesarnya perut anda dan menjadi hampir mustahil untuk melakukan hubungan seks di akhir kehamilan. 

Catatan tentang hubungan seks yang aman: Jika anda tidak berada dalam hubungan monogami dengan pasangan yang tidak terinfeksi, selalu gunakan kondom pria atau wanita untuk melindungi anda dan bayi anda dari Infeksi Menular Seksual (IMS) 




Manfaat dari berhubungan seks kehamilan 

Disamping berhubungan seks saat hamil hanya untuk kesenangan dan kenikmatan semata, manfaat lain yang mungkin termasuk: 
          · Tetap aktif. Berhubungan seks membakar kalori, yang dapat membantu anda dan pasangan tetap aktif dan bugar.
          · Orgasme yang lebih baik. Peningkatan aliran darah ke area genital anda selama kehamilan sering kali membuat orgasme lebih baik.
          · Peningkatan kebahagiaan. Mengalami orgasme melepaskan endorfin yang dapat membuat anda merasa senang dan tenang. 
          · Ikatan yang lebih erat dengan pasangan anda. Memiliki kehidupan seks yang sehat selama kehamilan adalah cara yang baik untuk menjaga hubungan emosional yang erat dengan pasangan anda. 

Kapan harus berhenti berhubungan seks selama kehamilan? 

Dalam sebagian besar kasus, anda dapat terus berhubungan seks hingga ketuban anda pecah atau anda mulai melahirkan. Saat ketuban pecah, itu berarti kantung ketuban yang mengelilingi dan melindungi bayi anda telah pecah, jadi untuk menghindari infeksi, jangan ada yang dimasukkan ke dalam vagina. 

Pada beberapa kondisi, anda mungkin harus melewatkan aktivitas atau posisi tertentu atau berhenti berhubungan seks sepenuhnya pada sebagian atau seluruh masa kehamilan anda. Dokter atau bidan akan memberi tahu anda jika anda memiliki atau mengalami komplikasi apa pun yang menyebabkan hubungan seks tidak dapat dilakukan. 

Penyedia layanan kesehatan anda akan memberi tahu anda untuk tidak berhubungan seks jika anda mengalami:
          · Plasenta previa, yang berarti plasenta anda menyentuh atau menutupi lubang serviks. Jika penis pasangan anda masuk dan kontak dengan leher rahim anda, atau jika anda mengalami kontraksi sebagai hasil dari orgasme, ini dapat merusak plasenta dan menyebabkan perdarahan yang dapat membahayakan kehamilan anda.
          · Tanda-tanda persalinan prematur (atau riwayat persalinan prematur)
          · Perdarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan atau keputihan yang tidak normal 
          · Insufisiensi serviks, yang berarti serviks (leher rahim) anda mulai menipis dan melebar (memendek dan terbuka) terlalu dini. 
          · Wabah herpes genital 
          · Infeksi Menular Seksual lainnya 

Penyedia layanan kesehatan anda mungkin menyarankan anda untuk menghindari berhubungan seks di situasi lain juga. Jangan ragu untuk menghubungi mereka kapan pun anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, terutama jika anda tidak yakin apakah anda harus berhubungan seks selama kehamilan, atau jika anda khawatir tentang kesehatan dan keselamatan bayi anda. 

Jika penyedia layanan kesehatan anda meminta anda untuk berhenti berhubungan seks, tanyakan apakah ini berarti anda tidak boleh memasukkan benda apa pun ke dalam vagina atau melakukan apa pun yang dapat membuat anda orgasme. 

Pertanyaan dan kekhawatiran umum tentang seks selama kehamilan 

Meskipun berhubungan seks selama kehamilan adalah hal yang sangat normal dan sehat, tetapi anda mungkin merasa khawatir atau hanya ingin tahu tentang apa yang perlu diantisipasi. Berikut ini jawaban untuk beberapa pertanyaan umum. 

Bagaimana jika saya mengalami perdarahan atau kram setelah berhubungan seks? 

Anda mungkin mengalami muncul bercak atau kram ringan selama dan setelah berhubungan seks saat anda hamil, tetapi hal ini tidak berarti ada sesuatu yang salah. 

Seks dan orgasme menyebabkan pelepasan alami oksitosin, hormon yang sama yang menstimulasi kontraksi persalinan. Jumlah yang dilepaskannya kecil dibandingkan dengan jumlah saat anda melahirkan, tetapi tetap dapat menimbulkan kram ringan saat rahim berkontraksi sebagai responnya. Selain itu, meningkatnya aliran darah ke area tersebut dan serviks yang lebih sensitif dapat menyebabkan munculnya bercak. 

“Berhubungan seks dapat menyebabkan perdarahan, yang dapat menyebabkan penderitaan atau pemicu, terutama untuk wanita yang pernah mengalami keguguran sebelumnya.” Ucap Dr. Smith, “tetapi hal itu tidak meningkatkan risiko keguguran.” 

Namun, jika anda mengalami kram ringan yang tidak hilang setelah beberapa menit, atau perdarahan seperti menstruasi setelah berhubungan seks, hubungi dokter atau bidan anda. 

Apakah berhubungan seks selama kehamilan terasa berbeda? 

Sebagian besar wanita mengatakan berhubungan seks terasa berbeda untuk paling tidak sebagian dari kehamilan mereka. Ada kalanya, paling umum pada trimester pertama, saat anda mungkin tidak menikmati atau merasa tidak sanggup untuk melakukannya.  Di sisi positifnya, peningkatan aliran darah ke area panggul selama kehamilan dapat meningkatkan sensasi yang mungkin dapat menambah kenikmatan anda selama berhubungan seks. 

“Selama kehamilan, wanita mendapatkan sekitar tiga pon darah dengan sebagian besarnya mengalir di bawah pinggang,” penjelasan March of Dimes. “Anda mungkin menemukan aliran darah ekstra ini menyebabkan kenikmatan yang intens dan membantu anda mencapai orgasme lebih mudah.” Berkat hormon kehamilan, anda juga dapat mengalami lubrikasi vagina alami. (jika tidak, menggunakan pelumas saat anda hamil adalah hal yang aman, gunakan saja yang berbasis air) 

Terkadang sensitivitas yang lebih pada area tertentu dapat membuat berhubungan seks saat hamil terasa tidak nyaman atau bahkan tidak menyenangkan. Seperti yang disebutkan di atas, anda juga mungkin dapat mengalami kram perut ringan atau kontraksi selama atau segera setelah orgasme, yang bisa jadi menakutkan meskipun normal. Selalu beri tahu pasangan anda selama berhubungan seks jika ada sesuatu yang terasa tidak nyaman, bahkan jika itu sesuatu yang biasa kalian lakukan bersama. 

Gairah seks kehamilan saya sangat rendah. Apakah itu normal? 

Ya. Beberapa wanita menginginkan lebih banyak berhubungan seks selama kehamilan, sebagian lainnya tidak. Umumnya, seksualitas berbeda untuk setiap wanita dan bergantung pada perasaa fisik dan emosional anda yang banyak berubah selama kehamilan. 

Anda mungkin merasa terlalu lelah, suasana hati mudah berubah, atau mual saat berhubungan seks, terutama pada trimester pertama. Merasa kewalahan dengan perubahan fisik dan emosional yang anda alami juga bukan hal yang aneh. Namun, anda mungkin menemukan bahwa libido anda kembali dengan kekuatan penuh setelah mencapai trimester kedua, saat mual di pagi hari dan kelelahan saat hamil biasanya mereda. 

Satu tinjauan menemukan bahwa gairah seks ibu hamil menurun pada trimester pertama, lalu meningkat di trimester kedua dan menurun kembali pada trimester ketiga. Studi lainnya menemukan bahwa sebagian wanita mengalami penurunan minat pada seks selama kehamilan, terutama selama trimester ketiga. Pada waktu ini, anda mungkin merasa terlalu besar, pegal, atau lelah untuk memikirkan seks. Jika anda merasa kurang menunjukkan kasih sayang secara fisik dari biasanya, coba untuk berbagi perasaan anda dan yakinkan pasangan anda tetang cinta anda. Menjaga komunikasi tetap terbuka akan membantu anda untuk mendukung satu sama lain sebaik mungkin saat anda menghadapi perubahan ini bersama-sama. 



Bagaimana jika pasangan saya tidak tertarik pada saya sekarang karena saya hamil? 

Banyak orang mengatakan mereka sama tertariknya dengan pasangannya yang sedang hamil atau bakan lebih tertarik lagi. Tetapi kekhawatiran saat kehamilan juga dapat memengaruhi gairah seks pasangan anda. Misalnya, mereka akan menjadi cemas terhadap peran sebagai orang tua, dan itu dapat berdampak pada libido mereka. Atau mereka mungkin perlu belajar untuk menceritakannya pada anda sebagai pasangan seks dan calon ibu. 

Selain itu, pasangan sering menjadi lebih tentatif mengenai seks selama kehamilan karena mereka takut itu dapat menyakiti bayi. Pada sebuah studi, 80% pria yang pasangannya sedang hamil di trimester ketiga mengatakan mereka takut menyakiti janin selama berhubungan intim.  (Yakinlah, jika anda memiliki pasangan pria, penisnya tidak akan menyakiti bayi anda) 

Apakah aman berhubungan seks saat trimester ketiga? 

Ya, selama anda memiliki kehamilan yang sehat dan normal. 

Dengan kata lain, seiring dengan kemajuan trimester ketiga anda dan anda semakin besar, anda mungkin merasa terlalu lelah atau tidak nyaman untuk berhubungan seks, atau anda mungkin harus kreatif tentang posisi seks kehamilan yang benar-benar terasa nyaman.  Dan kontraksi ringan yang mungkin anda rasakan saat orgasme selama kehamilan mungkin terasa lebih kuat dan lama sekarang. Hal ini normal, tetapi dapat membuat anda gelisah atau tidak nyaman. Beberapa wanita bertanya-tanya apakah tidak masalah untuk berhubungan seks jika leher rahim mereka mulai melebar. Mungkin saja tidak masalah, tetapi penyedia layanan kesehatan dapat memiliki saran yang berbeda-beda karena kurangnya penelitian terhadap topik ini. Periksakan dengan penyedia layanan kesehatan anda jika anda ragu. 

Apakah berhubungan seks menginduksi persalinan? 

Anda mungkin pernah mendengar bahwa berhubungan seks mendekati akhir masa kehamilan dapat memberikan dorongan yang anda butuhkan untuk memulai persalinan. Hal ini benar karena hormon oksitosin yang dilepaskan selama berhubungan seks dapat memicu kontraksi rahim. Dan prostaglandin dalam sperma dapat mendorong “pematangan” serviks (persiapan untuk persalinan). Selain itu, kontraksi dari orgasme dapat menstimulasi serviks.

Meskipun semua itu terjadi, kontraksi kemungkinan tidak akan konsisten dan cukup kuat untuk memicu persalinan. Namun, para peneliti terus mempelajari kemungkinan tersebut! 

Mengarah ke berbagai jenis seks selama kehamilan 

Jangan takut untuk bertanya pada dokter atau bidan anda pertanyaan spesifik tentang berbagai jenis seks yang anda dan pasangan anda nikmati. Berikut ini beberapa panduan: 

Oral seks: Pada umumnya, melakukan dan menerima seks oral selama kehamilan adalah hal yang aman. Melakukan seks oral dan menelan sperma aman selama kehamilan. Beberapa peringatan penting: 

          · Pastikan pasangan anda tidak meniup ke dalam vagina anda selama seks oral. Pada kasus yang sangat langka, hal ini dapat membentuk gelembung udara yang masuk ke dalam sirkulasi darah anda. Hal ini dapat mengancam jiwa anda atau bayi anda.
          · Jangan menerima seks oral jika pasangan anda memiliki wabah herpes oral yang aktif atau terasa akan datang. Selain itu, selama trimester ketiga, hindari menerima seks oral jika pasangan anda pernah mengalami herpes oral.
          · Jika anda tidak tahu apakah pasangan anda menderita IMS, gunakan dental dam (lembaran lateks yang disimpan diantara alat kelamin anda dan mulut pasangan anda) dan/atau gunakan kondom selama seks oral. 

Seks Anal: Sebagian besar kasus, seks anal selama kehamilan adalah hal yang aman, meskipun ada beberapa pengecualian. Berikut ini beberapa hal untuk dipertimbangkan:

          · Hemoroid. Sayangnya hemoroid umum terjadi selama kehamilan dan cenderung menjadi lebih lebar seiring waktu mendekati persalinan. Seks anal mungkin tidak hanya terasa tidak nyaman jika anda menderita hemoroid kehamilan, tetapi jika terjadi perdarahan, anda dapat kehilangan cukup banyak darah sebagai penyebab komplikasi yang berpotensi serius.
             · Previa plasenta. Jika plasenta anda menutupi serviks, periksakan dengan penyedia layanan kesehatan anda tentang apakah aman untuk anda melakukan hubungan seks anal.
          · Sama dengan saat anda tidak hamil, jangan ganti dari penetrasi anal ke  vaginal hingga pasangan anda mencuci penisnya, mengganti mainan seks, atau membersihkan mainan seks yang mereka gunakan. Jika tidak, anda berisiko terkena vaginosis bakteri (pertumbuhan berlebih bakteri tertentu pada vagina), dan terdapat beberapa kekhawatiran yang dapat membuat ketuban anda pecah lebih dini. 

Pemanasan (foreplay): 
Pemanasan hal yang aman selama kehamilan, dan kamu bahkan mungkin lebih menikmatinya. (Tentu, pastikan untuk beri tahu pasangan anda apa yang anda suka dan anda tidak suka). Apa pun yang terasa menyenangkan dianggap sebagai foreplay (pemanasan), mulai dari berciuman hingga berpelukan, bercumbu dan pembicaraan “kotor”. 

Beberapa tipe pemanasan mungkin terasa berbeda. Payudara anda berubah selama kehamilan, dan mungkin terasa geli, lunak, dan sangat sensitif untuk disentuh, khususnya pada trimester pertama. Nyeri tekan umumnya mereda, tetapi payudara anda mungkin tetap lebih sensitif. Anda mungkin terangsang olehnya, atau anda mungkin menganggapnya terlalu intens dan memilih untuk menjauhkan payudara anda. Selain itu, payudara anda mungkin mengeluarkan sedikit kolostrum saat terangsang, terutama pada trimester ketiga. Hal ini sangat normal. 

Masturbasi dan vibrator 
Selama kehamilan, masturbasi dan vibrator (maupun mainan seks lainnya) biasanya aman, dengan beberapa tindakan pencegahan umum:
          · Bersihkan semua mainan sebelum dan sesudah menggunakannya.
          · Hentikan penggunaan mainan seks jika anda mengalami nyeri, kram, atau tidak nyaman.
          · Jangan gunakan mainan seks jika anda mengalami perdarahan vagina apapun, yang berisiko kelahiran prematur, atau mengalami plasenta letak rendah (plasenta previa).
          · Jangan gunakan mainan seks setelah ketuban anda pecah. 

Pengalaman dan saran dari ibu hamil lainnya 

Ada berbagai macam perasaan dan pengalaman tentang seks selama kehamilan! Berikut ini beberapa ucapan dari ibu-ibu di komunitas BabyCenter: 

“Kami biasanya memiliki kehidupan seks yang sangat aktif. Semenjak hamil, saya benar-benar tidak memiliki ketertarikan dalam hal itu. Bahkan membuat saya mual untuk memikirkannya. Namun, saya sering mengalami morning sickness yang berlangsung sepanjang hari. 

“Saya hamil 27 minggu dan sudah aktif secara seksual selama 2 bulan terakhir, menginginkan seks beberapa kali sehari. Pasangan saya tidak sanggup mengimbanginya!” 

“Apa yang saya nikmati telah berubah selama kehamilan, jadi teruslah beradaptasi dan komunikasikan dengan pasangan anda. Beri tahu dia apa yang terasa baik dan yang tidak dan beri tahu dia bahwa sesuatu akan terus berubah seiring dengan perubahan tubuh anda”. 

“Pada akhir trimester pertama, berhubungan seks menyenangkan dan saya memiliki libido. Namun, memasuki trimester ketiga sekarang saya tidak memiliki gairah sama sekali. Saya mendengar wanita hamil memiliki gairah seks yang tinggi, tetapi saya kebalikannya.” 

“Sepanjang masa akhir kehamilan, saya tidak memiliki gairah seks. Dan ini terus berlanjut setelah beberapa saat. Saya baru saja mendapatkannya kembali dan sekarang saya hamil lagi.” “Di akhir masa kehamilan saya melihat penurunan pada kehidupan seks kami dan menganggapnya sebagai masalah pribadi. Setelah akhirnya kami mendiskusikan itu, saya menyadari itu sama sekali bukan salah saya. Saat saya menghabiskan 40 minggu untuk mengkhawatirkan tentang pertumbuhan bayi dan persalinan, dia menghabiskan 40 minggu untuk mengkhawatirkan tentang menjadi pemberi nafkah dan ayah yang baik. Dia punya daftar kekhawatiran sendiri yang menciptakan hambatan mental baginya. Kehamilan ini membuat kami memiliki kehidupan seks yang jauh lebih menyenangkan dan akhirnya kami memiliki hubungan yang lebih kuat karena sekarang kami berkomunikasi lebih baik. Terkadang sebuah percakapan dapat memperbaiki banyak hal. Atau paling tidak memberikan beberapa wawasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.”

Keranjang Anda

Keranjang anda kosong