Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 19, 2026 | 12

Apakah aman meminum alkohol selama kehamilan?

Konsumsi alkohol saat hamil, apakah aman?

Meskipun mungkin anda pernah mendengar bahwa tidak masalah sesekali meminum segelas wine, kenyataannya adalah tidak diketahui jumlah alkohol yang aman dikonsumsi selama kehamilan. Saat anda mendapatkan hasil positif pada tes kehamilan, ada banyak hal yang terlintas pada pikiran anda ketika hendak membuat perubahan, produk kulit apa yang harus anda hindari? Apakah anda mengonsumsi vitamin prenatal yang tepat? Apakah daging deli aman dikonsumsi? Dan kemudian, tentu saja, kesadaran bahwa anda harus menghentikan konsumsi alkohol. 

Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak kontroversi seputar meminum alkohol dan kehamilan, mengenai apakah segelas anggur saat makan malam itu aman, dan anda mungkin bertanya-tanya apa yang harus dipercaya. Belum lagi, semakin banyak wanita yang minum alkohol selama kehamilan. 

Antara tahun 2018 dan 2020, 13,5% ibu hamil dilaporkan meminum alkohol saat hamil (mengonsumsi satu minuman beralkohol dalam 30 hari terakhir), dan lebih dari 5% dilaporkan berpesta minuman keras (kadang-kadang mengonsumsi 4 atau lebih minuman pada satu kesempatan) dalam 30 hari terakhir, menurut U.S Centers for Disease Control (CDC) ini merupakan peningkatan 2% untuk kedua kelompok tersebut jika dibandingkan dengan tahun 2014 dan 2017. 

Namun faktanya adalah, tidak diketahui jumlah alkohol yang aman dikonsumsi selama kehamilan. “Kita tahu bahwa bayi yang terpapar alkohol dalam rahim dapat mengalami berbagai masalah perkembangan saraf yang mungkin tidak muncul selama beberapa tahun kemudian,” kata dokter spesialis ibu dan janin Layan Alrahmani, M.D., yang juga seorang penasihat medis di BabyCenter

Kami mengetahui banyak efek buruk yang dapat ditimbulkan dari konsumsi alkohol selama kehamilan terhadap perkembangan bayi, dan beberapa di antaranya mungkin disebabkan oleh konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit selama kehamilan. Paparan alkohol pada janin merupakan salah satu dari penyebab utama cacat lahir dan masalah perkembangan yang dapat dicegah di negara ini. 

Intinya, bermainlah aman dengan tidak meminum alkohol selama kehamilan dalam jumlah berapa pun. Para ahli di American College of Obstetricians and Gynecologists, American Academy of Pediatrics dan organisasi kesehatan publik merekomendasikan bahwa ibu hamil dan wanita yang mencoba hamil untuk menghindari konsumsi alkohol sepenuhnya.


 


Risiko meminum alkohol saat hamil 

Ketika anda meminum alkohol saat hamil, alkohol dengan cepat mengalir melalui aliran darah anda, melintasi plasenta dan mencapai bayi anda. Tubuh bayi anda memecah alkohol lebih lambat dibandingkan yang anda lakukan, sehingga bayi anda mungkin berakhir dengan kadar alkohol dalam darah yang lebih tinggi, dan dapat terpapar alkohol untuk waktu yang lebih lama dibandingkan anda. 

Meminum alkohol selama kehamilan menciptakan sejumlah risiko potensial bagi bayi anda. Penyakit Fetal Alcohol Spectrum (FASD) adalah istilah yang digunakan para ahli untuk menggambarkan berbagai masalah terkait paparan alkohol sebelum kelahiran. Hasil yang paling parah dari penggunaan alkohol adalah Fetal Alcohol Syndrom (FAS), kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan:
          Disabilitas perkembangan dan kecerdasan intelektual, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam belajar, berbicara, berperilaku, penalaran dan penilaian, serta rentang perhatian ·
          Kerusakan jantung, kerusakan sumsum tulang belakang, dan masalah fisik lainnya
          Fitur wajah yang tidak normal.
          Kepala dan otak yang sangat kecil. 
          Pertumbuhan yang buruk (dalam rahim, setelah lahir, atau keduanya)
          Masalah tidur dan mengisap saat bayi,                       
Dan juga terdapat risiko lainnya dari meminum alkohol selama kehamilan, seperti:
          Keguguran atau kelahiran mati. 
          Kelahiran prematur, yang artinya bayi lahir terlalu dini, sebelum 37 minggu kehamilan. 
          Berat badan lahir yang rendah 

Umumnya, konsumsi alkohol yang berlebihan (mengonsumsi delapan hingga lebih minuman beralkohol dalam seminggu, atau tiga atau lebih minuman dalam satu kesempatan) akan meningkatkan risiko bayi mengalami FAS, dan beberapa atau semua komplikasi yang mungkin terjadi. Namun, bayi yang terpapar alkohol bahkan dalam jumlah sedikit di dalam rahim dapat mengalami FASD atau sejumlah masalah mental, fisik, dan perilaku. Faktanya, sedikitnya satu gelas sehari pun dapat meningkatkan kemungkinan keguguran atau bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko anak anda mengalami masalah dalam belajar, berbicara, rentang perhatian, bahasa, hiperaktivitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang meminum sedikitnya satu gelas minuman beralkohol dalam seminggu cenderung memiliki anak yang kemudian menunjukkan perilaku agresif dibandingkan dengan yang bukan peminum.


Tips untuk berhenti meminum alkohol selama kehamilan 

Anda mungkin merasa mudah untuk berhenti meminum alkohol setelah mengetahui bahwa anda sedang hamil, terutama jika anda biasanya tidak banyak minum, atau jika anda tiba-tiba merasa alkohol tidak cocok untuk anda karena anda tidak suka makanan tertentu atau merasa mual di pagi hari. 

Berikut ini beberapa cara membuat lebih mudah untuk berhenti meminum alkohol selama kehamilan:
          Temukan cara untuk bersantai dan melepas lelah di penghujung hari yang tidak melibatkan alkohol. Anda bisa mandi, membaca buku, berjalan kaki, menulis jurnal, atau menonton acara favorit. Cobalah membuat rutinitas relaksasi kehamilan khusus untuk anda sendiri.
          Pilihlah minuman non-alkohol yang anda sukai sebagai minuman pilihan selama kehamilan. Buatlah di rumah dan pesan itu saat anda pergi makan malam bersama teman-teman anda, atau kapan pun sebelumnya anda pernah minum minuman beralkohol. Rasa soda kesukaan anda dengan es, dihias dengan lemon dan mint menciptakan mocktail mojito yang luar biasa! 
          Jelaskan pada keluarga dan teman dekat mengapa anda tidak minum alkohol, sehingga mereka dapat mendukung anda. 
          Ingatkan diri anda untuk melewatkan alkohol hanya untuk sementara waktu. Anda akan dapat minum alkohol dengan aman sesekali setelah melahirkan bayi anda. (Meskipun anda perlu memerhatikan tentang kapan dan seberapa banyak anda minum alkohol bila anda menyusui). ·       

Jika anda kesulitan untuk berhenti minum alkohol selama hamil, segera dapatkan bantuan. Berikut ini adalah beberapa pilihan:
          Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan anda tentang konseling dan perawatan o   Hubungi kelompok lokal anda dari Alcoholic Anonymous (AA)
          Hubungi saluran bantuan intervensi krisis lokal, seperti National Alliance on Mental Health’s atau Substance Abuse and Mental Health Services Administration’s.. 
          Cari fasilitas perawatan terhadap penyalahgunaan zat terdekat anda. Cek situs web U.S Departement of Health and Human Services.




Bagaimana dengan minum bir dan anggur non-alkohol? 

Selama beberapa tahun terakhir, sangat banyak perusahaan yang mengembangkan minuman “non-alkohol” yang mengeklaim dapat memenuhi keinginan anda terhadap es bir dingin, atau koktail yang menyenangkan, tetapi istilah tersebut sedikit menyesatkan jika dikaitkan dengan bir dan anggur. Minuman yang dilabeli “non-alkohol” mungkin mengandung sedikit alkohol (sementara yang dilabeli “bebas alkohol” seharusnya tidak mengandung sedikit pun). Semua bir non-alkohol dan kebanyakan anggur non-alkohol sebenarnya mengandung beberapa jumlah alkohol, meskipun biasanya lebih sedikit dari setengah persen. (Sebagai perbandingan, bir biasa umumnya mengandung sekitar 5% alkohol). 

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa beberapa minuman mengandung jumlah alkohol yang lebih tinggi dari yang diklaim pada labelnya bahkan beberapa dilabeli “bebas alkohol”. 

Meskipun tampak tidak mungkin sejumlah kecil alkohol dalam segelas bir non-alkohol atau bebas alkohol membahayakan bayi anda, kemungkinan adalah sesuatu yang perlu diperhatikan terutama jika anda minum minuman ini dengan sering atau dalam jumlah banyak. “Sebaknya hindari apa pun yang mungkin mengandung alkohol, karena itu satu-satunya cara untuk menghilangkan risiko pada janin.” Ucap Dr. Alrahmani.


Meminum alkohol sebelum anda mengetahui anda sedang hamil 

Kebanyakan wanita tidak tahu mereka sedang hamil hingga mereka sudah memasuki masa kehamilan (paling cepat dua hingga tiga minggu, tetapi biasanya sekitar empat atau enam minggu). Jika anda meminum alkohol sebelum anda menyadari anda hamil, jangan panik. Para peneliti terus mempelajari lebih tentang alkohol dan kehamilan. Meskipun kita tahu minuman apa pun selama kehamilan dapat berisiko, kita tidak memiliki gambaran lengkap tentang efek alkohol pada awal kehamilan. 

Diketahui bahwa alkohol masuk ke janin melalui plasenta, tetapi kurang jelas apa efek alkohol terhadap embrio di awal kehamilan, sebelum plasenta terbentuk. Sebuah studi tidak menemukan hubungan antara komsumsi alkohol sebelum 15 minggu kehamilan dengan berat badan lahir yang rendah atau kelahiran prematur. 

Namun, studi lainnya menemukan bahwa semakin lanjut usia kehamilan, semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko keguguran. Karena hal ini, dan sejak konsumsi alkohol selalu memungkinkan untuk menyebabkan masalah, penting untuk berhenti meminum alkohol sesegera setelah anda tahu anda sedang hamil (atau bahkan jika anda mencurigai anda hamil), tetapi jangan stres jika anda bersenang senang di akhir pekan atau malam bersama teman-teman sebelum mengetahui bahwa anda hamil. “Amannya, jika anda sedang aktif mencoba untuk hamil, sebaiknya hindari atau paling tidak kurangi konsumsi alkohol,” Ucap Dr Alrahmani. “Dan ingatlah, dosisnya membuat racun, artinya bahwa satu gelas minuman mungkin sedikit berisiko dibandingkan tiga gelas.” 

Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan anda tentang segala kekhawatiran yang anda miliki, karena mereka dapat memandu anda melalui beberapa strategi yang terbaik bagi anda.


Keranjang Anda

Keranjang anda kosong