Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 08, 2026 | 566

Jenis Minyak Terbaik dan Terburuk untuk Kesehatan

Ketahui Jenis Minyak Terbaik dan Terburuk untuk Kesehatan Anda

Meskipun minyak tertentu dapat meningkatkan kesehatan, minyak lainnya harus digunakan dengan hati-hati. Berikut ini adalah yang perlu anda ketahui. 

Meskipun anda mungkin pernah mendengar, lemak bukanlah kata yang buruk. Fungsi lemak antara lain membantu pertumbuhan sel, melindungi organ tubuh anda, dan berperan dalam penyerapan nutrien, menurut American Heart Association (AHA). “Tubuh kita membutuhkan lemak untuk menyerap nutrien tertentu yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, bersama dengan beta karoten,” ucap Christine Palumbo, RDN yang berada di Chicago. 

“Lemak juga berkontribusi terhadap rasa kenyang, atau perasaan puas setelah makan,” ucap Palumbo. Menurut Mayo Clinic, tubuh memproses lemak, bersama dengan protein, lebih lambat dibandingkan karbohidrat, dan hal ini dapat membantu anda merasa lebih kenyang dan mendukung berat badan yang sehat. 

Jika anda suka memasak khususnya dengan minyak, ini adalah langkah yang cerdas. “Lemak merupakan nutrisi yang penting, dan lemak cair seperti minyak adalah sumber yang sangat baik,” ucap Jessica Levinson, RDN, seorang ahli nutrisi kuliner di New Rochelle, New York. Jika anda mengonsumsi 2000 kalori per hari, target harian untuk wanita adalah 5 hingga 6 sendok teh, sedangkan target harian untuk pria adalah 6 hingga 7 sendok teh, menurut University of Maine. 

Pastikan anda memilih minyak yang tepat. AHA merekomendasikan untuk mengganti minyak dengan lemak jenuh dengan minyak tinggi kadar lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang sehat, yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Sebagai panduan singkat untuk memilih jenis minyak yang tepat, yang perlu dibatasi dan perlu dihindari, lihat pada daftar di bawah ini. 




8 Minyak-minyak Terbaik untuk Kesehatan Anda 

                    1. Minyak zaitun (Olive oil) 
Minyak zaitun adalah bahan dasar pada pola makan Mediteranian yang terkenal menyehatkan jantung, dan menuangkannya sedikit pada salad, pasta dan roti. “Minyak zaitun dan terutama minyak zaitun ekstra virgin, adalah minyak favorit saya dan yang paling sering digunakan,” ucap Palumbo. Untuk minyak zaitun ekstra virgin, minyak diekstraksi tanpa menggunakan pemanasan tinggi atau bahan kimia tertentu, menjaga zat kimia alami dalam minyak yang disebut fenol, menurut Harvard Health Publishing.” Minyak zaitun ekstra virgin mengandung lebih dari 30 senyawa fenolik yang berbeda, sekelompok fitokimia yang mencakup zat-zat dengan tindakan anti-inflamasi dan melebarkan pembuluh darah,” Penjelasan Palumbo dan catatan penelitian. 

Satu senyawa fitokimia tertentu mendapat banyak perhatian untuk efek perlindungan potensial terhadap Alzheimer, penelitian menunjukkan. “Jenis tertentu minyak zaitun ekstra virgin mengandung senyawa anti inflamasi alami yang disebut oleocanthal,” ucap Palumbo. “Jika itu terdapat dalam minyak zaitun, anda dapat merasakan sensasi pedas pada bagian belakang tenggorokan.” 

Minyak zaitun juga terkenal karena manfaatnya untuk kesehatan jantung. “Minyak zaitun ekstra virgin mengandung jumlah lemak tak jenuh tunggal sehat lebih tinggi dibandingkan dengan minyak lainnya,” ucap Palumbo. Menurut MedlinePlus, lemak tak jenuh tunggal dapat membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat saat anda mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal. Penelitian menemukan bahwa diet Mediteranian yang diperkaya dengan 4 sendok makan minyak zaitun virgin per hari membantu meningkatkan HDL atau kolesterol baik. Dan studi lain menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari ½ sendok makan minyak zaitun per hari telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah kematian akibat penyakit kardiovaskular, selain penyakit lain seperti kanker dan penyakit saluran pernapasan. 

Anda dapat menggunakan minyak zaitun saat membuat hidangan tumis atau makanan panggang, tetapi minyak zaitun memiliki titik asap yang relatif rendah, yang merupakan suhu di mana minyak mulai rusak dan berasap, sehingga tidak baik untuk menggoreng dengan minyak yang banyak (deep-frying), ucap Beth Warren RD yang berada di Kota New York, penulis Living a Real Life with Real Food. Terakhir, jangan percaya pada mitos umum tentang memanaskan minyak zaitun menurunkan kandungan polifenol seluruhnya, demikian sebuah studi menunjukkan. Meskipun memasak dapat merusak beberapa polifenol dalam minyak zaitun, kandungan tersebut masih cukup untuk memberikan manfaat pada kesehatan. 

                    2. Minyak Kanola 
Minyak kanola hanya mengandung 1 gram lemak jenuh dalam 1 sendok makan dan seperti minyak zaitun, minyak kanola juga tinggi akan lemak tak jenuh tunggal (dengan sekitar 9 gram per sendok makan). Minyak kanola juga mengandung kadar lemak tak jenuh yang tinggi (4 gram per sendok makan), menurut U.S Department of Agriculture (USDA). 

Namun, beberapa orang mempertanyakan kesehatan minyak kanola. Menurut Harvard T.H Chan School of Public Health, satu perhatian berpusat pada pelarut heksana, yang digunakan untuk mengekstraksi minyak dari biji kanola untuk membuat minyak kanola, dan beberapa orang takut itu menjadi racun. Namun, hanya sejumlah kecil yang ada di dalam minyak akhir. Perhatian lain adalah lemak trans dalam minyak kanola, meskipun Harvard mengatakan bahwa jumlah lemak trans yang rendah tidak berbeda dengan banyak minyak sayur lainnya di pasaran. 

Minyak kanola memiliki titik asap yang lebih tinggi dari minyak zaitun dan rasa yang netral, sehingga minyak kanola lebih baik dibandingkan minyak zaitun untuk dimasak dengan suhu yang lebih tinggi, seperti memanggang dan menggoreng, ucap Levinson. Karena minyak kanola tidak memiliki banyak rasa seperti beberapa minyak sayur dan minyak biji lain, Warren menyarankan untuk tidak menggunakannya sebagai saus salad dan hidangan lain yang ingin anda tambahkan sedikit rasa. 

                    3. Minyak Biji Rami 
“Minyak biji rami adalah sumber yang sangat baik dari asam alfa-linoleat, suatu asam lemak omega-3,” penjelasan Palumbo. Ikan seperti salmon, mackerel, dan sarden mengandung bentuk lain dari omega-3 (asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksanoat) menurut Mount Sinai. 

Selain manfaatnya pada jantung anda, omega 3 suatu jenis lemak tak jenuh ganda yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dengan sendirinya, dapat mengurangi peradangan, dengan demikian menurunkan risiko terhadap jenis kanker tertentu, menurut MD Anderson Cancer Center. Minyak biji rami secara keseluruhan dapat membantu mengurangi gejala arthritis, menurut Arhtritis Foundation. 

Manfaat lainnya? Minyak biji rami mengandung asam lemak omega-6, yang juga penting untuk kesehatan anda, menurut Mount Sinai. Satu studi menunjukkan bahwa kadar asam linoleat yang lebih tinggi (asam lemak omega-6 yang paling umum) telah dikaitkan dengan penurunan kemungkinan terkena penyakit jantung, stroke, dan kematian lebih awal. 
Meskipun anda mungkin pernah mendengar omega-6 tidak sehat, menurut Harvard Health Publishing, hal itu tidak benar; pastikan untuk menyeimbangkan asupan omega 3 anda dan omega 6. Jangan panaskan minyak ini, karena hal tersebut dapat merusak kandungan asam lemaknya, menurut penelitian. Sebaiknya, gunakan minyak biji rami dalam hidangan dingin seperti smoothies dan salad, ucap Warren. “Sangat cocok disiramkan di atas sayuran hijau atau gandum utuh atau sebagai marinasi,” saran Palumbo. 

                    4. Minyak Alpukat 
Jika anda suka alpukat, mengapa tidak mencoba minyak alpukat? “Alpukat dan minyak alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang sehat,” ucap Levinson. 

Sebuah tinjauan menemukan bahwa minyak alpukat memiliki nilai nutrisi yang sangat baik pada suhu rendah dan tinggi. “Minyak alpukat memiliki titik asap yang lebih tinggi dari minyak zaitun, sehingga minyak alpukat lebih baik untuk dimasak pada suhu tinggi,” ucap Levinson. Minyak alpukat dapat digunakan untuk menumis cepat, menumis biasa, dan memanggang, ucap Sara Haas RD, seorang konsultan ahli gizi kuliner di Chicago. Namun, Levinson menyarankan bahwa rasa netral minyak alpukat menjadikannya pilihan yang baik untuk digunakan dalam memanggang. 

                    5. Minyak Kenari 
“Minyak kenari adalah pilihan yang sehat dan sumber yang baik dari asam lemak omega 3, terutama asam alfa-linoleat,” ucap Levinson. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa makanan yang mengandung minyak kenari (dan kacang kenari utuh) dapat memiliki efek yang melindungi jantung dan membantu tubuh lebih baik dalam mengatasi stres. 

Studi lainnya menunjukkan bahwa orang yang memiliki kadar omega 3 tinggi dalam sel darah mereka mengalami fungsi kognitif yang lebih baik di usia paruh baya. 

“Minyak kenari tidak dimurnikan dan memiliki titik asap yang sangat rendah, sehingga tidak bisa digunakan untuk memasak. Minyak kenari memiliki rasa yang kaya dan gurih dan paling cocok untuk saus salad dan sebagai penambah rasa untuk sentuhan akhir pada hidangan,” ucap Levinson. Pastikan untuk menyimpannya di lemari es,” ucap Levinson. Minyak kenari sangat ideal untuk hidangan penutup dan resep lain yang mendapatkan manfaat dari rasa kacang, Warren menambahkan. 

                    6. Minyak Wijen 
Makanan pokok dalam masakan Asia dan India, minyak wijen termasuk dalam daftar minyak goreng yang sehat untuk jantung versi AHA. 

“Minyak wijen adalah lemak tak jenuh ganda lainnya,” ucap Levinson. Suatu tinjauan mencatat bahwa minyak wijen memiliki kandungan antiinflamasi dan antioksidan yang diketahui, berpotensi membantu menurunkan kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis, yang merupakan penumpukan lemak dan zat lain dalam dinding arteri yang menyebabkan pembuluh darah ini menyempit dan meningkatkan tekanan darah.  

“Minyak wijen memiliki titik asap yang tinggi, yang membuatnya baik untuk dimasak pada suhu tinggi seperti menumis cepat, tetapi minyak ini memiliki rasa yang kuat,” ucap Levinson, menambahkan bahwa “Sedikit saja sudah cukup, dan sudah sangat kuat.” Ia suka memasak dengan minyak wijen untuk hidangan ala Asia tetapi utamanya digunakan dalam saus dan marinasi. Palumbo juga merupakan seorang penggemar, dan mengatakan bahwa dia selalu menyimpan “sebuah botol kecil minyak wijen panggang di dalam kulkas saya, ini memberikan rasa manis dan gurih pada tumisan dan bumbu marinasi.” 

                    7.  Minyak Biji Anggur 
Minyak biji anggur mengandung lemak jenuh yang rendah dan memiliki titik asap yang tinggi, yang membuatnya menjadi pilihan yang sehat untuk semua jenis masakan dan panggangan, ucap Warren. Rasanya seperti kacang tetapi ringan sehingga cocok menjadi saus salad atau diteteskan di atas sayuran panggang. 

Seperti minyak biji rami, minyak biji anggur juga mengandung asam lemak tak jenuh ganda omega-6, Harvard mencatat. Minyak biji anggur juga mengandung vitamin E, yang berperan sebagai antioksidan untuk membantu melawan radikal bebas dan merupakan vitamin kunci untuk mendukung sistem imun, menurut National Institutes of Health. Menurut USDA, 1 sendok makan minyak biji anggur merupakan sumber yang sangat baik dari Vitamin E. 

                    8. Minyak Bunga Matahari 
Minyak goreng yang disetujui oleh AHA lainnya adalah minyak bunga matahari. Minyak bunga matahari tinggi akan lemak tak jenuh dan rendah lemak jenuh. Penelitian menunjukkan bahwa memilih minyak bunga matahari daripada minyak yang tinggi lemak jenuh dapat menurunkan kolesterol LDL dan kadar trigliserida. Seperti minyak biji anggur, 1 sendok makan minyak bunga matahari merupakan sumber yang sangat baik dari Vitamin E, menurut USDA. 




3 Minyak untuk Dibatasi atau Dihindari 

1. Minyak Kelapa 
Minyak ini kontroversial. Menurut sebuah artikel, minyak kelapa, yang padat di suhu ruang, tersusun atas hampir 90 persen lemak jenuh tetapi beberapa orang percaya bahwa tidak semua lemak jenuh itu setara. “Ini tidak sama dengan lemak jenuh yang ditemukan di dalam daging merah yang menyumbat arteri anda,” ucap Warren. Minyak kelapa memiliki jumlah tinggi asam lemak rantai sedang, yang lebih sulit diubah tubuh menjadi lemak yang disimpan, ia menambahkan. Manfaat lainnya: Studi terpisah menemukan bahwa minyak tersebut secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol HDL, meskipun tidak semua studi sampai pada kesimpulan yang sama. 

Namun, minyak kelapa juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL anda, menurut penelitian lainnya, dan itu bukan merupakan kabar yang baik untuk jantung anda. Jika anda ingin menggunakan minyak kelapa untuk memasak atau memanggang, Cleveland Clinic merekomendasikan untuk menambahkan secukupnya, dalam batas yang disarankan untuk asupan lemak jenuh, dan sebagai bagian dari pola makan sehat yang lebih luas. 

2. Minyak Terhidrogenasi Sebagian 
Sumber utama dari lemak trans yang tidak sehat dalam makanan adalah minyak yang terhidrogenasi sebagian, yang dapat ditemukan dalam makanan olahan, menurut AHA. Lemak trans buatan tersebut dibuat melalui proses industri yang menambahkan hidrogen ke dalam minyak sayur cair untuk membuatnya lebih padat. 

FDA memutuskan bahwa lemak ini sangat buruk untuk kesehatan sehingga produsen perlu menghilangkan semua lemak trans dari produknya pada Januari 2020. Anda juga harus menghilangkan minyak terhidrogenasi sebagian dari makanan anda, ucap Warren. Namun, di Amerika Serikat, jika anda membeli makanan yang memiliki kurang dari 0,5 gram lemak trans, perusahaan dapat memberi label 0 gram lemak trans, menurut Mayo Clinic, dan jumlah kecil lemak trans tersebut dapat cepat bertambah jika anda tidak berhati-hati. Untuk melihat adanya lemak trans dalam produk, periksa kata-kata “Minyak sayur terhidrogenasi sebagian” pada daftar bahan. 

“Orang-orang harus menghindari minyak terhidrogenasi sebagian yang mengandung asam lemak trans,” saran Palumbo. “(mereka) membantu menjaga masa simpan produk, tetapi merugikan untuk kesehatan manusia.” Misalnya, suatu penelitian menemukan bahwa lemak trans sebenarnya dapat menyebabkan kematian sel, yang berpotensi menjelaskan mengapa lemak trans telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan penyakit Alzheimer, catatan para peneliti. 

3. Minyak Kelapa Sawit 
Minyak kelapa sawit tersusun atas lemak jenuh dan lemak tak jenuh dengan bagian yang hampir sama, penelitian menunjukkan. Menurut Harvard Health Publishing, karena minyak kelapa sawit adalah setengah padat di suhu ruang, minyak ini sering digunakan dalam makanan olahan sebagai pengganti minyak terhidrogenasi sebagian dan itu belum tentu hal yang buruk, mempertimbangkan minyak tersebut mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan mentega dan tidak mengandung lemak trans. 

Namun, minyak kelapa sawit seharusnya bukan pilihan utama anda dalam memasak, terutama saat anda dapat dengan mudah memilih untuk menggunakan minyak dengan kadar lemak jenuh yang lebih rendah. Penderita diabetes harus memerhatikan konsumsi lemak jenuh mereka (karena mereka berada pada risiko tinggi terkena penyakit jantung) dan hindari sumber lemak seperti minyak kelapa sawit, menurut American Diabetes Association. 

Selain itu, terdapat kekhawatiran etis terhadap penggunaan minyak kelapa sawit, menurut World Wildlife Fund, karena produksi minyak kelapa sawit telah dikaitkan dengan deforestasi dan praktik kerja yang tidak adil. Ada juga kekhawatiran tentang dampak minyak kelapa terhadap lingkungan, menurut sebuah penelitian.


Keranjang Anda

Keranjang anda kosong