Mohon tunggu...

IMG-LOGO
Jan 03, 2026 | 913

Perlindungan Kulit: Mitos dan Fakta

7 Mitos dan Fakta Tentang Perlindungan dari Sinar Matahari yang Perlu Diketahui Orang Berkulit Hitam

Benar, orang dengan kulit lebih gelap dapat mengalami kulit terbakar matahari, dan benar, orang dengan kulit lebih gelap dapat mengalami kanker kulit. Orang berkulit hitam atau berkulit lebih gelap memang memiliki lebih banyak melanin yang memberi perlindungan alami terhadap sinar UV, tetapi hal itu tidak membuat mereka kebal dari risiko terbakar sinar matahari, penuaan dini, hiperpigmentasi, maupun kanker kulit.


Melanin merupakan pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata anda. Semakin tinggi melanin dalam tubuh anda, semakin gelap kulit anda. Berfungsi sebagai pelindung alami terhadap bahaya sinar UV matahari, dan karena hal ini, beberapa orang berkulit hitam mungkin berpikir kulit mereka tidak akan terbakar oleh sinar matahari. Namun, apakah itu benar? 

Berikut ini beberapa mitos dan fakta yang harus diketahui oleh orang berkulit hitam (dan siapapun yang berkulit lebih gelap) tentang perlindungan dari sinar matahari. 




1. Mitos: Orang dengan Kulit Lebih Gelap Tidak Perlu Khawatir tentang Terbakar oleh Sinar Matahari (Sunburn) 

Beberapa orang berkulit hitam mungkin melewatkan penggunaan tabir surya, mungkin percaya bahwa melanin mereka akan memberikan perlindungan yang cukup dari sinar matahari dan kulit mereka tidak akan terbakar. 

Namun, saat melanin memberikan beberapa perlindungan dari sinar UV, hal ini bukan berarti terbakar sinar matahari tidak dapat memengaruhi orang dengan warna kulit yang lebih gelap. 

“Kulit yang lebih gelap lebih kecil kemungkinannya untuk terbakar dibandingkan kulit yang lebih cerah, namun tidak kebal,” ucap Hannah Kopelman, DO, seorang dokter kulit di Kopelman Hair Restoration di New York City. “Terbakar sinar matahari pada kulit yang lebih gelap dapat menyebabkan sakit, terkelupas, dan kerusakan jangka panjang, namun melindungi kulit dengan tabir surya dan berteduh dapat mencegah masalah ini,” Ia menambahkan. 

Perlu juga diperhatikan bahwa terbakar sinar matahari dapat tampak berbeda pada kulit yang lebih gelap. Kulit yang terdampak mungkin hanya menjadi lebih gelap dan terasa hangat ketika disentuh. Karena peradangan dan kemerahan tidak selalu terlihat, orang berkulit hitam dapat mengalami kulit terbakar sinar matahari tanpa segera menyadarinya. 


2. Fakta: Orang Berkulit Hitam dan Orang dengan Kulit Lebih Gelap Membutuhkan Tabir Surya 

Menggunakan tabir surya adalah salah satu cara utama untuk orang dengan kulit lebih gelap melindungi diri mereka dari terbakar sinar matahari dan mengurangi risiko terkena kanker kulit. Namun, menjaga diri agar terhindar dari kanker bukanlah satu-satunya alasan dalam menggunakan tabir surya. 

Tabir surya tidak hanya mengurangi kemungkinan terbakar sinar matahari, namun juga dapat mencegah jenis kerusakan kulit lainnya. Kerusakan kulit ini termasuk keriput, yang terbentuk saat sinar matahari merusak kolagen dan elastin, menyebabkan kulit kendur dan garis halus. Hal ini berlaku pada semua warna kulit. 

Selain itu, bintik matahari yang sering disebut sebagai bintik penuaan dapat berkembang saat paparan UV memicu produksi berlebih dari melanin. Hal ini juga berlaku pada semua warna kulit. 


3. Mitos: Kanker Kulit pada Kulit Gelap Tidak Disebabkan oleh Sinar Matahari 




Pada kulit yang lebih gelap, melanoma dan kanker kulit lainnya terkadang dapat terjadi di area yang biasanya tidak terpapar sinar matahari, seperti kaki atau bantalan kuku. Hal ini menunjukkan bahwa faktor seperti genetik atau lemahnya sistem imun juga dapat berperan. Oleh karena itu, beberapa membantah bahwa sinar matahari bukanlah penyebab utama kanker kulit pada orang dengan kulit lebih gelap. 

Namun, meskipun beberapa kanker kulit pada kulit yang lebih gelap tidak disebabkan oleh paparan sinar matahari, Dr. Kopelman menjelaskan bahwa radiasi UV masih dapat menimbulkan risiko dan meningkatkan risiko kanker, semakin menekankan perlunya setiap orang untuk melindungi dirinya.


4. Fakta: Orang dengan Semua Warna Kulit Dapat Terkena Kanker Kulit dan Paparan Sinar Matahari Meningkatkan Risikonya 

Meskipun kanker kulit jarang terjadi pada orang berkulit hitam dan yang berkulit lebih gelap, hal ini tetap bisa terjadi. Dan sayangnya, hal ini sering terdeteksi pada stadium yang lebih lanjut membuatnya lebih berbahaya (untuk mereka), ucap Kopelman. “Hal ini mengapa perlindungan matahari dan pemeriksaan kulit rutin penting untuk setiap orang.” 

Kanker kulit terjadi saat radiasi UV dari matahari merusak DNA sel kulit, menyebabkan sel kulit tumbuh tidak terkendali. Radiasi UV paling tinggi adalah ketika sinar matahari sedang paling kuat, biasanya antara pukul 10.00 hingga 16.00 di Amerika Serikat. 


5. Mitos: Tabir Surya Menyebabkan Defisiensi Vitamin D pada Orang Berkulit Lebih Gelap 

Lebih banyak melanin dalam kulit dapat membuat orang berkulit hitam lebih sulit menyerap vitamin D dari sinar matahari karena melanin dapat mencegah sintesis alami vitamin D dalam kulit dari paparan sinar matahari UVB, ucap Susan Massick, MD, seorang dokter kulit dan profesor madya dermatologi di The Ohio State University Wexner Medical Center di Westerville, Ohio. “Untuk beberapa individu berkulit lebih gelap, hal ini mungkin menyebabkan risiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D,” ia menambahkan. 

Oleh karena itu, beberapa orang berkulit gelap mungkin menghindari penggunaan tabir surya karena berpikir hal itu akan semakin mengurangi kadar vitamin D mereka dan menyebabkan defisiensi. Namun, beberapa uji coba lapangan dan studi observasi telah menyimpulkan bahwa penggunaan tabir surya tampaknya tidak menyebabkan defisiensi vitamin D, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut pada tabir surya SPF tinggi. 

Meskipun tabir surya dirancang untuk menghalangi sinar UV, yang bertanggung jawab dalam produksi vitamin D, tabir surya tidak sepenuhnya menghalanginya. Hal ini berarti bahwa beberapa sinar UV masih dapat menembus kulit, memungkinkan terbentuknya vitamin D. 

Jika anda mengkhawatirkan anda tidak mendapatkan vitamin D yang cukup, bicarakan dengan dokter anda tentang memeriksa kadar vitamin D anda dan lihatlah apakah mereka merekomendasikan suplemen vitamin D, yang dapat menjadi alternatif yang lebih aman daripada mengandalkan sinar matahari untuk dosis harian anda.


6. Fakta: Orang Berkulit Lebih Gelap Lebih Rentan Mengalami Hiperpigmentasi Akibat Terlalu Banyak Paparan Sinar Matahari 

Hiperpigmentasi terjadi ketika melanin berlebih diproduksi pada area tertentu di kulit, menghasilkan bintik atau bercak gelap. 

“Paparan sinar matahari dapat menyebabkan produksi melanin lebih tinggi, yang dapat menyebabkan peningkatan pigmen yang diproduksi dalam kulit,” ucap Dr. Massick. Dia menjelaskan bagaimana ini merupakan mekanisme pertahanan terhadap sinar UV. Bagi yang berkulit lebih gelap, respon ini dapat meningkatkan pigmentasi, menghasilkan warna kulit yang tidak merata. 

Perlu diulang, untuk semua warna kulit, tabir surya dan menghindari atau membatasi paparan sinar matahari adalah cara terbaik untuk mencegah hal tersebut.


7. Mitos: Orang Berkulit Hitam Bisa Bertahan dengan Tabir Surya SPF Rendah 



SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor dan bertindak melindungi terhadap sinar UVB, bukan UVA. “SPF menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan kulit yang dilindungi untuk terbakar dibandingkan dengan kulit yang tidak dilindungi, dan semakin tinggi SPF, semakin baik perlindungannya terhadap kulit terbakar,” Massick menambahkan.   SPF alami pada kulit yang lebih gelap diperkirakan sekitar SPF 13. Namun, kadar ini tidak cukup untuk sepenuhnya melindungi dari kerusakan atau kanker kulit akibat sinar matahari karena melanin hanya sebagian menyerap dan menyebarkan sinar UV. 

Meskipun tabir surya dengan SPF lebih rendah dapat memberikan beberapa perlindungan, ahli dermatologi umumnya merekomendasikan untuk menggunakan SPF 30 atau lebih tinggi pada orang dengan semua warna kulit untuk perlindungan yang lebih baik. 

Massick menjelaskan bahwa SPF 30 artinya butuh waktu 30 kali lebih lama bagi kulit yang terlindungi untuk terbakar dibandingkan dengan kulit yang tidak terlindungi. Ia menambahkan bahwa SPF 15 menghalangi sekitar 93% sinar UVB, sementara SPF 30 menghalangi sekitar 97%. 

Rekomendasinya untuk memilih tabir surya adalah untuk memilih produk berspektrum luas dengan SPF paling tidak 30, dan oleskan 15 hingga 20 menit sebelum terpapar sinar matahari. Dia juga menyarankan menggunakan yang tahan air, tabir surya berwarna untuk perlindungan tambahan, mengoleskan ulang setiap dua jam sekali, dan masukkan tabir surya ke dalam rutinitas harian anda. Sebaiknya juga tidak mengandalkan SPF dalam makeup atau pelembap karena anda mungkin tidak mengoleskannya dengan cukup untuk perlindungan penuh. 


Kesimpulan 

Orang berkulit lebih gelap memiliki lebih banyak melanin, yang memberi beberapa perlindungan dari sinar UV. Namun, melanin sendiri tidak memberikan perlindungan penuh dari terbakar sinar matahari dan kanker kulit. Oleh karena itu, penting bagi orang dengan semua jenis kulit untuk menggunakan tabir surya sebelum terpapar sinar matahari. Hal ini dapat mengurangi risiko kanker kulit, dan melindungi terhadap jenis kerusakan kulit lainnya seperti penuaan dini dan hiperpigmentasi.

Melanin hanya mampu menyerap sebagian sinar UV, sehingga tabir surya tetap penting digunakan oleh semua warna kulit. Beberapa mitos yang beredar, seperti anggapan bahwa kulit gelap tidak bisa terbakar atau bahwa tabir surya menyebabkan kekurangan vitamin D, telah dibantah oleh penelitian dan para ahli. Faktanya, kanker kulit tetap bisa terjadi pada kulit gelap dan sering kali terdeteksi lebih lambat, membuatnya lebih berbahaya. Selain itu, paparan sinar matahari dapat memperparah hiperpigmentasi dan merusak kolagen sehingga menimbulkan keriput serta garis halus. Karena itu, penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30, menghindari paparan sinar matahari langsung terutama pada jam 10.00–16.00, serta pemeriksaan kulit rutin dianjurkan untuk semua orang, tanpa memandang warna kulit.



Keranjang Anda

Keranjang anda kosong